NOVEL KAYU API KARANGAN HUDAN HIDAYAT “ULAR”
Tinggal di daerah semacam itu tidak membuat lelaki tua dan istrinya risih. Lelaki tua dan istrinya pandai mengambil hati penduduk di mana mereka tinggal. Sering kulihat lelaki itu sambil tertawa kecil terlibat percakapan di luar pagar rumahnya dan menepuk bahu lawan bicaranya. Entah apa yang diucapkannya, tapi anak muda dengan mata tanpa pikiran, kini bergerak seakan hidupnya penuh dengan harapan. Detil…
KASIAN BANGSA - PUISI KAHLIL GIBRAN
Kasihan bangsa
yang memakai pakaian yang tidak ditenunnya,
memakan roti dari gandum yang tidak dituainya
dan meminum anggur yang tidak diperasnya Detil…








