<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	>

<channel>
	<title>..: BKKKS &#124; BK3S &#124; JATIM &#124; Jawa Timur &#124; Sosial :..</title>
	<atom:link href="http://bk3sjatim.org/?feed=rss2" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://bk3sjatim.org</link>
	<description>Badan Koordinasi Kegiatan Kesejahteraan Sosial Propinsi Jawa Timur</description>
	<pubDate>Tue, 07 Sep 2010 01:57:29 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.6.5</generator>
	<language>en</language>
			<item>
		<title>KENAPA TABUNG GAS ELPIJI MELEDAK ?</title>
		<link>http://bk3sjatim.org/?p=1776</link>
		<comments>http://bk3sjatim.org/?p=1776#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 06 Sep 2010 01:39:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<category><![CDATA[Oase]]></category>

		<category><![CDATA[elpiji]]></category>

		<category><![CDATA[meledak]]></category>

		<category><![CDATA[tabung gas]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bk3sjatim.org/?p=1776</guid>
		<description><![CDATA[Waspadalah bila anda mencium bau gas di dapur anda. Tak perlu panik, hampiri tabung gas, lebaskan regulator, bawa tabung ke luar. Periksa apakah tabung mengeluarkan desis dari mana saja. Bila iya, biarkan tabung ditempat terbuka sampai gasnya habis. Jangan biarkan ada yang mendekat. 

KENAPA TABUNG GAS ELPIJI MELEDAK ?

Waspadalah bila anda mencium bau gas di [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a rel="attachment wp-att-1777" href="http://bk3sjatim.org/?attachment_id=1777"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-1777" style="margin: 4px; border: 1px solid #000000;" title="Tabung Gas" src="http://bk3sjatim.org/wp-content/uploads/2010/08/image002-100x100.jpg" alt="" width="100" height="100" /></a>Waspadalah bila anda mencium bau gas di dapur anda. Tak perlu panik, hampiri tabung gas, lebaskan regulator, bawa tabung ke luar. Periksa apakah tabung mengeluarkan desis dari mana saja. Bila iya, biarkan tabung ditempat terbuka sampai gasnya habis. Jangan biarkan ada yang mendekat. <span id="more-1776"></span></p>
<p style="text-align: justify;">
<h3 style="text-align: center;"><span style="text-decoration: underline;"><span style="color: #0000ff;">KENAPA TABUNG GAS ELPIJI MELEDAK ?</span></span></h3>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;"><a href="http://bk3sjatim.org/wp-content/uploads/2010/08/image0011.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-1775" title="Tabung Gas" src="http://bk3sjatim.org/wp-content/uploads/2010/08/image0011.jpg" alt="" width="500" height="375" /></a>Waspadalah bila anda mencium bau gas di dapur anda. Tak perlu panik, hampiri tabung gas, lebaskan regulator, bawa tabung ke luar. Periksa apakah tabung mengeluarkan desis dari mana saja. Bila iya, biarkan tabung ditempat terbuka sampai gasnya habis. Jangan biarkan ada yang mendekat. Bila tak terdengar desis, tabung anda baik-baik saja. Mungkin ada yang lupa mematikan kompor, padahal api kompornya padam karena sesuatu sebab. Buka pintu dan jendela dapur. Biarkan sampai bau hilang, jangan menyalakan atau mematikan lampu atau apapun yang ada di dapur sampai bau hilang.</p>
<p style="text-align: justify;"><a rel="attachment wp-att-1777" href="http://bk3sjatim.org/?attachment_id=1777"><img class="aligncenter size-full wp-image-1777" title="Tabung Gas" src="http://bk3sjatim.org/wp-content/uploads/2010/08/image002.jpg" alt="" width="500" height="371" /></a><br />
Semua berita mengenai ledakan tabung Elpiji tidak ada yang mengkonfirmasi ditemukan tabung yang pecah atau sobek karena isinya meledak. Tak cukup alasan bagi tabung Elpiji untuk meledak. Jutaan tabung dilempar-lempar, dipanggang terik matahari, semua siksaan ini dapat ditahan oleh baja dan lasan tabung, sekalipun tabung tidak ber-SNI karena bikinan Cina (tapi berlogo Pertamina).</p>
<p style="text-align: justify;">Jadi, menurut hemat penulis, tabung tak akan meledak pada suhu normal (tekanan sekitar 7 atmosfir) karena tabung dirancang tahan sampai 28 atmosfir Kemungkinan besar, Elpiji bocor dengan deras dari tabung, melalui celah antara katup tabung dan regulator, lantaran sekatnya tidak melaksanakan tugas seperti seharusnya. Gambar-2 menunjukkan sekat dimaksud, yakni cincin yang terbuat dari karet, berwarna hitam.<a rel="attachment wp-att-1778" href="http://bk3sjatim.org/?attachment_id=1778"><img class="aligncenter size-full wp-image-1778" title="Tabung Gas" src="http://bk3sjatim.org/wp-content/uploads/2010/08/image003.jpg" alt="" width="500" height="375" /></a>Mekanisme pemasangan regulator untuk tabung 3 dan 12 kg adalah tipe clip-on. Gambar-3 adalah diagram yang memperlihatkan mekanisme penahan regulator dan pembuka katup, regulator pada posisi OFF<br />
<a rel="attachment wp-att-1779" href="http://bk3sjatim.org/?attachment_id=1779"><img class="aligncenter size-full wp-image-1779" title="Tabung Gas" src="http://bk3sjatim.org/wp-content/uploads/2010/08/image004.jpg" alt="" width="500" height="375" /></a>Menunjukkan posisi regulator ON. Pengait menahan regulator tetap ditempat, plunger menekan katup sehingga membuka, mengalirkan uap Elpiji ke dalam regulator.<br />
<a rel="attachment wp-att-1780" href="http://bk3sjatim.org/?attachment_id=1780"><img class="aligncenter size-full wp-image-1780" title="Tabung Gas" src="http://bk3sjatim.org/wp-content/uploads/2010/08/image005.jpg" alt="" width="500" height="375" /></a>Ilustrasi pemasangannya pada tabung</p>
<p style="text-align: justify;"><a rel="attachment wp-att-1781" href="http://bk3sjatim.org/?attachment_id=1781"><img class="aligncenter size-full wp-image-1781" title="Tabung Gas" src="http://bk3sjatim.org/wp-content/uploads/2010/08/image006.jpg" alt="" width="500" height="375" /></a>Perhatikan bahwa hanya ada satu pengait, sehingga regulator dapat bergoyang-goyang bila tersentuh. Demikian pula, hanya ada satu penyekat antara regulator dengan katup. Cincin penyekat itu.Tabung, katup, regulator, dan selang bukanlah penyumbang utama dalam musibah Elpiji di tanah air. Benda-benda ini dipakai juga di banyak negara tanpa menimbulkan masalah berarti. Regulator tipe clip-on adalah favorit karena kemudahannya dalam memasang dan melepaskannya. Tekanan yang masuk ke regulator adalah tekanan penuh dari Elpiji. Di negri kita berkisar antara 5 sampai 7 atmosfir, tergantung campuran elpijinya dan suhu ruang. Tekanan ini cukup besar, kira-kira sama dengan tekanan kompressor tambal ban di pinggir jalan.<br />
Tekanan sebesar ini sepenuhnya harus ditahan oleh cincin sekat hitam yang ditunjukkan pada Gambar-2. Inilah tempat kebocoran utama yang dapat membuat ruangan menjadi eksplosif. Inilah sambungan yang paling rawan, dan bocor atau tidak ditentukan oleh kualitas cincin penyekat (seal) ini. Tentu saja bila mulut katup pada tabung penyok atau cuil berat bagian tengahnya, seal sebaik apapun tak dapat menyekat.</p>
<p style="text-align: justify;">Masih ada dua sambungan lagi yang juga diributkan, yakni sambungan antara regulator dengan selang, dan diujung selang lainnya, yaitu sambungan antara selang dengan kompor. Kedua sambungan ini tidak menanggung beban berat, karena tekanan dalam selang, yaitu tekanan keluaran dari regulator, sangat rendah. Tekanannya cuma sekitar 30 milibar (1,03 atmosfir). Tekanan sebesar ini tidak dapat keluar dari lubang yang dibuat dengan tusukan jarum pada selang. Seandainyapun keluar, jumlahnya tak akan cukup untuk membuat ruangan menjadi eksplosif, karena gas lebih cepat menyebar dibandingkan dengan pasokan dari kebocoran disini.</p>
<p style="text-align: justify;">Selain itu regulator juga memiliki kapasitas, yang membatasi aliran gas yang keluar. Kapasitas umum regulator clip-on adalah 2 kilogram per jam. Gas bocor sebanyak 2 kg dalam dapur dengan ukuran sedang dapat meledak bila terpicu bunga api dari saklar lampu yang dinyalakan atau dimatikan.</p>
<p style="text-align: justify;">Jadi kalau selang putus, dan tak diketahui selama sejam, bahaya mengancam.Kebocoran pada seal yang tidak baik mutunya bisa lebih dari 2 kg per jam.</p>
<p style="text-align: justify;">Bagaimana kebocoran pada kompor, misalnya karena lupa tidak mematikan katup kompor padahal kompor tidak menyala? Kepala kompor yang normal kapasitasnya mungkin seperempat kilogram per jam. Dapur bisa berbahaya bila ada satu kepala kompor yang tidak ditutup dalam waktu semalam.</p>
<p style="text-align: justify;">Sebagai langkah pengamanan, Elpiji untuk konsumsi masyarakat harus diberi bau dengan kadar minimal 25 mililiter per ton Elpiji. Pembau yang digunakan adalah ethyl-mercaptan, senyawa hidrokarbon dengan belerang, baunya seperti durian atau telur busuk, tergantung siapa yang menciumnya. Ini zat tak berwarna dengan keenceran seperti bensin premium, dan cair dalam suhu dan tekanan ruang. Oleh karena itu ia harus dilarutkan dengan baik dalam Elpiji, agar bila elpiji bocor, dia juga keluar dan memberikan peringatan kepada yang menciumnya. Baunya kini dikenal sebagai bau gas.</p>
<p style="text-align: justify;">Jadi masalahnya saya kira bukan tabung, regulator, selang atau kompor . Tapi penyekat karet kecil itu dan kadar pembau dalam Elpiji.</p>
<p style="text-align: justify;">Masa Kadaluwarsa Tabung LPG</p>
<p style="text-align: justify;">Tahukah anda jika TABUNG nya gas elpiji ada masa kadaluwarsa- nya ?<br />
Jika anda beli gas, harap diperiksa lebih dahulu, kapan TABUNG tersebut berakhir masa pakainya.</p>
<p style="text-align: justify;">Penulisan kadaluwarsa berupa &#8220;ALFA CODE&#8221;. Contoh: &#8221; A 09 &#8221;<br />
A = Januari - Maret<br />
B = April - Juni<br />
C = Juli - September<br />
D = Oktober - Desember<br />
maka A 09 adalah : Jan- Mart tahun 2009</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Sumber : Rekan2 Kamisetembang</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bk3sjatim.org/?feed=rss2&amp;p=1776</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>JUICE KWA (KENTANG WORTEL APEL)</title>
		<link>http://bk3sjatim.org/?p=1489</link>
		<comments>http://bk3sjatim.org/?p=1489#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 05 Sep 2010 03:49:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<category><![CDATA[apel]]></category>

		<category><![CDATA[juice]]></category>

		<category><![CDATA[kentang]]></category>

		<category><![CDATA[wortel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bk3sjatim.org/?p=1489</guid>
		<description><![CDATA[Bagi penderita yang sudah tidak mempunyai pilihan, adalah tidak salah mencobanya, mudah-mudahan membuahkan hasil seperti yang tertulis di artikel ini. Pengerasan hati, ternyata bisa ditolong (kirim sebanyak-banyaknya) (pusaka yang tak ternilai) keajaiban baru jus buah segar. Pendeta meditasi senior di Jepang Fu Ze Zhi Fang, mengusulkan pengobatan dengan kentang, tercatat berkasiat obat secara ajaib 
Kentang, Wortel, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a rel="attachment wp-att-1490" href="http://bk3sjatim.org/?attachment_id=1490"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-1490" style="margin: 4px; border: 2px solid #000000;" title="apel, wortel, kentang" src="http://bk3sjatim.org/wp-content/uploads/2010/02/apelwortelkentang-100x100.gif" alt="" width="100" height="100" /></a>Bagi penderita yang sudah tidak mempunyai pilihan, adalah tidak salah mencobanya, mudah-mudahan membuahkan hasil seperti yang tertulis di artikel ini. Pengerasan hati, ternyata bisa ditolong (kirim sebanyak-banyaknya) (pusaka yang tak ternilai) keajaiban baru jus buah segar. Pendeta meditasi senior di Jepang Fu Ze Zhi Fang, mengusulkan pengobatan dengan kentang, tercatat berkasiat obat secara ajaib <span id="more-1489"></span></p>
<p style="text-align: justify;"><strong><span style="text-decoration: underline;">Kentang, Wortel, Apel, jus segar campuran 3 in 1 berkasiat: </span></strong></p>
<ol style="text-align: justify;">
<li style="text-align: justify"> Mencegah dan mengobati kanker, menekan pertumbuhan sel kanker.</li>
<li>Mencegah dan mengobati penyakit hati, ginjal, pancreas, bisul lambung (gastric ulcer).</li>
<li>Mencegah dan mengobati bentuk infeksi pernafasan yg bukan type tertentu .</li>
<li>Mengembalikan stamina tubuh, menguatkan kualitas tubuh, meningkatkan imunitas dan daya penyembuhan diri.</li>
<li>Mengembalikan kondisi semula dari kelelahan mata, menghilangkan kekeringan mata, sehingga mata indah bersinar.</li>
<li>Mengobati sakit pinggang, sakit pundak, sakit lutut.</li>
<li>Mengeluarkan zat racun dari tubuh, mempercantik dan melembabkan permukaan kulit, mengontrol kegemukan</li>
<li>Menuntaskan konstipasi, wasir, bau mulut tuntas diobati, asam lambung, mengurangi rasa sakit karena datang bulan.</li>
</ol>
<p style="text-align: justify;"><strong><span style="text-decoration: underline;">KEUNGGULAN :</span></strong></p>
<p style="text-align: justify;">Tidak ada efek samping apapun, makanan kesehatan bergizi tinggi, segera terserap dan mengeluarkan racun, sehingga nafsu makan bertambah, meningkatkan dan mengembalikan energi tubuh.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong><span style="text-decoration: underline;">BAHAN:</span></strong></p>
<p>Kentang, wortel, dan apel segar, masing-masing sebuah. Masing-masing beratnya sekitar 150gr s/d 200gr per buah.<br />
Di blender jadi jus, segera minum setelah blender, jangan disimpan.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong><span style="text-decoration: underline;">PERHATIAN</span></strong></p>
<p>Bagian kentang yang bertunas harus di buang, agar tidak keracunan. Jus buah segar ini sebaiknya diminum pagi hari dalam keadaan perut kosong. Penderita penyakit berat, setiap sore diminum sekali lagi dalam keadaan perut kosong. Satu jam setelah minum barulah boleh sarapan atau makan malam, untuk mencegah cairan lambung dilarutkan, sehingga mempengaruhi proses pencernaan. Harus diminum setiap hari tanpa terputus, penyakit ringan akan terlihat hasilnya setelah 3 minggu. Penyakit berat akan terlihat hasilnya setelah 3 bulan.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Catatan penyakit yang telah berhasil disembuhkan :</strong></p>
<ol style="text-align: justify;">
<li style="text-align: justify;"><strong>Dua puluh tahun penyakit membandel bau mulut berhasil tuntas disembuhkan</strong>. Tuan Peng berumur 45 tahun, duapuluh tahun belakangan ini mengidap kelainan bau mulut, membawa kegelisahan yang sangat besar dalam hubungan masyarakat, pengobatan Barat dan Timur tidak membuahkan hasil, tahun lalu melalui teman baik yang merekomendasi minum jus buah segar, pada waktu itu mencoba dengan setengah percaya setengah curiga, meminum 500 CC setiap pagi dalam keadaan perut kosong, dua bulan kemudian bau mulut hilang sama sekali.</li>
<li><strong>Kanker paru-paru jadi terkontrol</strong><br />
Dibawah telinga Tuan Ding tumbuh sebuah tumor, divonis sebagai sel kanker stadium akhir, setelah pengobatan radiasi, sel kanker menyebar ke bagian paru-paru, menjadi kanker paru-paru, diberitahukan keadaannya sudah pada tahap tidak ada cara pengobatan. Tuan Ding dengan sikap tergesa-gesa, sesampai kerumah (â€¦pengobatan jus). Sejauh ini penyebaran sel kanker sudah terkontrol, stamina secara perlahan membaik, bahkan hampir bisa dikatakan boleh kembali ke tempat kerja.</li>
<li><strong>Infeksi hati (hepatitis), alergi serbuk bunga, eksema (penyakit kulit)</strong><br />
Nyonya Xu berumur 68 tahun, mengidap penyakit hepatitis kronis, alergi serbuk bunga, eksema. Menurut analisa dokter, infeksi hati memburuk, bisa menyebabkan saluran makanan, usus mudah menjadi kanker. Ayah, paman, bibi, dan kakak perempuan dari Nyonya Xu meningggal karena kanker, beliau sangat kuatir dirinya juga bisa terkena kanker. Selanjutnya pada saat dia melihat artikel tentang pengobatan dengan jus kentang berkasiat terhadap kanker, langsung tanpa ragu mengambil kentang dan apel di blender jadi jus buah segar, Sedemikian berselera dan mudah diminum, beliau memandang jus segar sebagai â€œAir Kehidupanâ€, dalam sekejap langsung diminum habis semuanya&#8230; Tidak lama, keajaiban terjadi, setelah dua bulan kemudian di periksa: [kondisi penyakit stabil]. Empat bulan kemudian diperiksa: [mendekati normal] Selain infeksi hati membaik, masih ada dua hasil diluar dugaan yang pantas disyukuri:<br />
Ke 1 : Beliau memiliki gangguan alergi jangka panjang terhadap serbuk bunga, musim semi tahun ini gejala alergi              ini tidak muncul.<br />
Ke 2 : Biasanya ketika tangan dan kaki tertiup angin dingin, langsung akan muncul bercak-bercak merah, gatalnya luar biasa, disebut juga eksema. Tetapi tahun ini sekalipun tidak muncul. Ini semua karena kasiat minum jus kentang segar, stamina bertambah baik, kemampuan tubuh menyembuhkan diri bertambah kuat, suasana hati Nyonya Xu sekarang sangat gembira.</li>
<li><strong>Empat puluh tahun bagian putih mata panas kemerahan, tiga bulan sembuh tuntas</strong><br />
Tuan Lin berumur 58 tahun, sejak mulai umur 17 tahun kedua matanya sering panas kemerahan, pengobatan Timur mevonis sebagai [GanJingJiYan] , setelah minum obat beberapa tahun tanpa hasil. Pengobatan Barat memvonis penyakit sebagai akibat dari polusi udara, sebaiknya pindah ke desa, tetapi setelah tinggal puluhan tahun di desa, tidak ada tanda perubahan membaik pada mata. Berhubung bagian putih mata mendapat tekanan darah dalam jangka panjang berwarna kemerahan, teman memberi nama panggilan dia sebagai mata lychee.<br />
Beruntung tahun lalu setelah membaca artikel jus buah segar 3 in 1, setiap pagi hari dalam keadaan perut kosong minum 500 CC jus segar, setelah satu bulan kedua mata berubah membaik secara drastis, panas dan kemerahan berkurang. Tiga bulan kemudian, bagian putih dan hitam kedua mata dapat dibedakan dengan jelas, mulai saat i ni tidak ada lagi gejala panas kemerahan.</li>
<li><strong>Pengerasan Hati, ternyata bisa ditolong</strong><br />
Nyonya Gao berumur 59 tahun, mengidap Pengerasan Hati (Sirosis), bisul di pembuluh vena saluran pencernaan pecah, muntah darah dalam jumlah banyak, kulit kekuningan, wajah dan kaki serta tangan membengkak, sepanjang hari dalam keadaan tidur bermalasan, berkali-kali masuk rumahsakit untuk tindakan operasi, juga pernah mencoba berbagai pengobatan dan makanan kesehatan, tetapi karena kondisi hati sangat buruk, selalu tidak membuahkan hasil. Mendadak pada suatu kesempatan waktu dikenalkan oleh teman, setelah mendengar jus kentang segar mempunyai kasiat yan g sangat baik terhadap pengobatan kanker hati, untuk itu segera beraksi membuat jus kentang segar. Bahannya kentang, wortel, apel, ditambah (perasan) 1/3 lemon sebagai campuran aroma.<br />
Ketiga jenis di blender jadi jus segar langsung diminum, satu jam kemudian barulah sarapan.</li>
</ol>
<p style="text-align: justify;">(mohon maaf kalau ada kekurangan dalam terjemahan).</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bk3sjatim.org/?feed=rss2&amp;p=1489</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>GEJALA STROKE YANG SERING DIREMEHKAN</title>
		<link>http://bk3sjatim.org/?p=1794</link>
		<comments>http://bk3sjatim.org/?p=1794#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 04 Sep 2010 05:57:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<category><![CDATA[Tips]]></category>

		<category><![CDATA[Warta BKKKS]]></category>

		<category><![CDATA[kesehatan]]></category>

		<category><![CDATA[STROKE]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bk3sjatim.org/?p=1794</guid>
		<description><![CDATA[Jakarta, Stroke adalah penyakit yang  menakutkan karena dapat menyebabkan  kecacatan dan penderitaan baik bagi diri sendiri maupun keluarga, dalam jangka waktu  yang lama bahkan seumur hidup. Sayangnya banyak gejela stroke yang sering diremehkan.
Sebaiknya kenali gejala stoke sejak dini,  agar tidak terserang stroke total.  Stroke menjadi penyakit penyebab kecacatan nomor 1 [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a rel="attachment wp-att-1795" href="http://bk3sjatim.org/?attachment_id=1795"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-1795" style="margin: 4px; border: 1px solid #000000;" title="Stroke" src="http://bk3sjatim.org/wp-content/uploads/2010/08/image0012-100x100.jpg" alt="" width="100" height="100" /></a>Jakarta, Stroke adalah penyakit yang  menakutkan karena dapat menyebabkan  kecacatan dan penderitaan baik bagi diri sendiri maupun keluarga, dalam jangka waktu  yang lama bahkan seumur hidup. Sayangnya banyak gejela stroke yang sering diremehkan.<span id="more-1794"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Sebaiknya kenali gejala stoke sejak dini,  agar tidak terserang stroke total.  Stroke menjadi penyakit penyebab kecacatan nomor 1 dan penyebab kematian nomor 3 di dunia.</p>
<p style="text-align: justify;">Banyak definisi yang diberikan orang awam  untuk penyakit stroke. Kelumpuhan sebelah,<br />
koma, kejang atau bicara pelo. Tapi definisi stroke menurut Badan Kesehatan Dunia  (WHO) adalah terjadinya defisit neurologis mendadak (bukan perlahan), yang menetap lebih  dari 24 jam dan disebabkan oleh faktor pembuluh darah atau sirkulasi,  yaitu adanya penyumbatan atau pendarahan pada pembuluh darah.</p>
<p style="text-align: justify;">“Defisit neurologis adalah gejala awal pada  pasien stroke yang biasanya sering diabaikan.  Defisit neurologis akan diketahui oleh pasien  sendiri atau keluarga pasien, maka sebaiknya disadari sedini mungkin,&#8221; kata dr Ashwin M. Rumawas, dokter spesialis saraf RS Royal<br />
Taruma pada seminar awam Kenali Gejala Stroke Secara Dini, di RS Royal Taruma,  Jakarta, Sabtu (27/3/2010).</p>
<p style="text-align: justify;">dr Ashwin menjelaskan, biasanya pasien  atau keluarga pasien akan mengabaikan gejala-gejala awal ini, sehingga ketika mereka  sudah menyadarinya dan membawa ke rumah  sakit, stroke yang diderita sudah cukup parah  dan menyebabkan stroke total yang susah untuk disembuhkan.</p>
<p style="text-align: justify;">Menurut dr Ashwin, gejala defisit neurologis yang sering diabaikan meliputi: Perubahan dan penurunan kesadaran</p>
<p style="text-align: justify;">Ada tingkatan dalam kesadaran yaitu:<br />
1.	Compos mentis, yaitu ketika seseorang masih tersadar penuh</p>
<p style="text-align: justify;">2.	Apatis, yaitu kurangnya respons terhadap keadaan sekeliling, biasanya ditandai dengan tidak adanya kontak mata atau mata terlihat menerewang dan tidak fokus</p>
<p style="text-align: justify;">3.	Somnolen, yaitu keadaan dimana seseorang sangat mudah mengantuk dan tidur terus menerus, tetapi masih mudah untuk dibangunkan</p>
<p style="text-align: justify;">4.	Sopor, yaitu kondisi tidak sadar atau tidur berkepanjangan, tetapi masih memberikan reaksi terhadap rangsangan (rasa sakit).</p>
<p style="text-align: justify;">5.	Koma, yaitu kondisi tidak sadar dan tidak ada reaksi terhadap rangsangan apapun.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Gangguan fungsi luhur</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Gejala-gejala ini paling sering diabaikan oleh  pasien atau keluarga pasien, karena dianggap  hanya gangguan biasa yang bisa sembuh dengan sendirinya.</p>
<p style="text-align: justify;">Cirinya:</p>
<p style="text-align: justify;">1.	Gangguan bahasa (afasia), yaitu kondisi dimana seseorang tiba-tiba tidak mengerti bahasa yang biasa digunakannya sehari-hari.</p>
<p style="text-align: justify;">2.	Gangguan mengenal tata ruang (gangguan visuospatial), yaitu kondisi dimana seseorang menganggap semua benda berada pada bidang datar, sehingga ia merasa cukup hanya dengan menjangkau dengan tangan tanpa beranjak, walaupun benda tersebut berada 5 m di depannya.</p>
<p style="text-align: justify;">3.	Gangguan berhitung (akalkulia), yaitu jika seseorang tiba-tiba kehilangan kemampuan berhitung dengan soal mudah sekalipun.</p>
<p style="text-align: justify;">4.	Gangguan menulis (agrafia), yaitu jika seseorang tiba-tiba tidak bisa menulis namun masih bisa membaca.</p>
<p style="text-align: justify;">5.	Gangguan membaca (alexia), yaitu jika seseorang tiba-tiba tidak bisa membaca namun bisa menulis.</p>
<p style="text-align: justify;">6.	Gangguan mengenal nama orang atau barang (anomia), bahkan dengan orang atau barang yang sering ditemuinya</p>
<p style="text-align: justify;">7.	Gangguan memori (amnesia)</p>
<p style="text-align: justify;"><strong><span style="text-decoration: underline;">Gangguan sensorik </span></strong></p>
<p style="text-align: justify;">1.	Hemihipestesia (baal atau kurangnya sensitifitas pada 1 sisi)<br />
2.	Hemiparestesia (kesemutan 1 sisi)<br />
3.	Kesemutan sekitar mulut<br />
4.	Gangguan pengecapan atau lidah<br />
5.	Nyeri pada satu sisi tubuh</p>
<p style="text-align: justify;"><strong><span style="text-decoration: underline;">Kejang </span></strong></p>
<p style="text-align: justify;">1.	Kejang fokal, yaitu kejang pada salah satu bagian tubuh (kanan atau kiri saja)<br />
2.	Kejang umum, yaitu kejang pada seluruh tubuh<br />
3.	kejang absans, yaitu kejang disertai waktu jeda dan kemudian kejang lagi secara berulang-ulang</p>
<p style="text-align: justify;"><strong><span style="text-decoration: underline;">Gangguan lapang pandang penglihatan </span></strong></p>
<p style="text-align: justify;">1.	Buta mendadak 1 mata atau 2 mata<br />
2.	Gelap 1 sisi lapang pandang atau terdapat spot hitam di sekitar pandangan</p>
<p style="text-align: justify;"><strong><span style="text-decoration: underline;">Gangguan motorik </span></strong></p>
<p style="text-align: justify;">1.	Hemiparesis (lemah sebelah badan, tangan kaki kanan atau kiri saja)<br />
2.	Quadriparesis (lemah keempat anggota badan, tangan kaki kanan dan kiri)<br />
3.	Paraparesis (lemah kedua kaki)<br />
4.	Gangguan gerak otot wajah, biasanya ditandai dengan bentuk bibir yang tiba-tiba miring<br />
5.	Gangguan gerak bola mata (oftalmoplegia)<br />
6.	Gangguan menelan (disfagia)</p>
<p style="text-align: justify;">Nah, sebaiknya Anda mengetahui gejala-gejala  diatas dengan baik, sehingga bila Anda atau  keluarga Anda mengalami gejal-gejala diatas  dapat segera ditangani dengan baik  sebelum terlambat. Gejala stroke yang  terlambat untuk didiagnosa akan  menyebabkan terjadinya stroke total yang mungkin tidak bisa disembuhkan.(mer/ir)</p>
<p style="text-align: justify;"><strong><span style="text-decoration: underline;">Sumber : Merry Wahyuningsih - detikHealth</span></strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bk3sjatim.org/?feed=rss2&amp;p=1794</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>SYIRIK ASGHAR</title>
		<link>http://bk3sjatim.org/?p=1735</link>
		<comments>http://bk3sjatim.org/?p=1735#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 03 Sep 2010 04:05:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<category><![CDATA[Renungan]]></category>

		<category><![CDATA[sosial]]></category>

		<category><![CDATA[syrik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bk3sjatim.org/?p=1735</guid>
		<description><![CDATA[Dari Syaddad bin Aus, Rasulullah bersabda, &#8220;Barangsiapa sholat dengan niat riya&#8217;, maka ia telah berbuat syirik, Barangsiapa puasa dengan niat riya&#8217; maka ia telah berbuat syirik, Dan barangsiapa memberi sedekah dengan tujuan riya&#8217;(untuk membangga2kan diri), maka ia juga telah berbuat syirik.&#8221; (HR. Ahmad)
Dalam hadist lain di riwayatkan bahwa Rasulullah bersabda, Aku khawatirkan pada kalian terdapat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a rel="attachment wp-att-1736" href="http://bk3sjatim.org/?attachment_id=1736"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-1736" style="margin: 4px; border: 1px solid #000000;" title="shalat" src="http://bk3sjatim.org/wp-content/uploads/2010/08/shalat-100x100.jpg" alt="" width="100" height="100" /></a>Dari Syaddad bin Aus, Rasulullah bersabda, &#8220;Barangsiapa sholat dengan niat riya&#8217;, maka ia telah berbuat syirik, Barangsiapa puasa dengan niat riya&#8217; maka ia telah berbuat syirik, Dan barangsiapa memberi sedekah dengan tujuan riya&#8217;(untuk membangga2kan diri), maka ia juga telah berbuat syirik.&#8221; (HR. Ahmad)<span id="more-1735"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Dalam hadist lain di riwayatkan bahwa Rasulullah bersabda, Aku khawatirkan pada kalian terdapat syirik asghar (syirik kecil) adanya.&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">Para sahabat bertanya, Apa syirik asghar itu maksudnya ya Rasulullah ?&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">Rasulullah menjawab, &#8220;Ialah riya&#8217;, beramal untuk menunjuk nunjukkan kepada orang lain. Kelak hari pembalasan tiba, Allah akan berkata, Pergilah kamu pada orang-orang yang dahulu kamu beramal karena mereka. Tengoklah sekarang, kalau-kalau kamu temukan kebaikan pada diri mereka.&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">Ali bin Abi Thalib berkata, Orang yang riya punya empat tanda, yaitu Malas jika sendirian, Rajin bila di muka orang, Bertambah amal jika dipuji, Berkurang kebaikan bila dicela.</p>
<p style="text-align: justify;">Barangsiapa beribadah untuk membangga banggakan diri di hadapan manusia lain, maka ibadahnya tidak tertinggal untuk Allah. Hanya kebanggaan dari manusia itu sajalah yg di perolehnya. Hal ini sangat penting, pada dasarnya apa saja ibadah kita, harus kita kerjakan semata mata hanya untuk mendapatkan ridho Allah Subhanahu wa Taâ€™ala, dan jangan mencampurkan dengan tujuan lain. Sebab kebaikan dari ibadah kita akan terhapus, bahkan akan mendapat dosa.</p>
<p style="text-align: justify;">Dalam sebuah hadits qudsi Allah Subhanahu wa Taala berfirman, Aku adalah Maha Kaya. Siapa yang menyekutukan-Kubdengan yang lain dalam ibadahnya, maka Aku akan biarkan ia dengan sekutu itu. Dia akan mencari pahala dari sekutu itu, dan Aku tidak ada kaitan apa apa dengannya.</p>
<p style="text-align: justify;">Allah berfirman yang artinya, &#8230;&#8230; Barangsiapa mengharap perjumpaan dengan Tuhannya, maka hendaklah ia mengerjakan amal yang saleh dan janganlah ia mempersekutukan seorangpun dalam beribadat kepada Tuhannya.&#8221; (QS, al Kahfi : 110)</p>
<p style="text-align: justify;">Rasulullah selalu mengingatkan agar umatnya waspada, dan setiap amalan hendaknya semata mata untuk mendapatkan ridho Allah Subhanahu wa Taala, upayakan segala upaya untuk mengelak dari niat mendapatkan nama baik atau kemasyuran. Janganlah lalai terhadap tipu daya syetan yang licik. Apabila musuhnya kuat, maka syetan akan mengeluarkan berbagai macam tipu muslihat untuk memperdaya manusia agar tidak melakukan amalan karena takut tidak ikhlas.</p>
<p style="text-align: justify;">Imam Ghazali rah.a. berkata, Untuk menghalangi seseorang berbuat baik, padamulanya syetan membuat khayalan dalam pikirannya agar perbuatan baik itu tidak di lakukan. Tetapi jika manusia tidak menurutinya, syetan akan membisiki ke dalam hatinya bahwa kalau tidak ada keikhlasan, maka amalan itu akan sia sia. Sehingga timbul rasa was was pada diri manusia yg dapat menghalanginya berbuat amalan baik. Apabila manusia itu tidak jadi melakukan amalan baiknya, berarti tipu daya syetan itu telah berhasil.</p>
<p style="text-align: justify;">Dengan demikian janganlah kita menghentikan ibadah kita karena was was dan takut tdk ada keikhlasan. Kita harus berusaha sekuat tenaga untuk menghadirkan keikhlasan dalam hati kita, ketika kita beribadah kepada Allah. Marilah kita berdoa agar dengan limpahan rahmat dan karunia-Nya, Allah membantu kita sehingga usaha kita dalam beribadah tidak menjadi sia sia. Amiin Ya Rabbal Alamiin&#8230;..</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Penulis :</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Robert Xu Jiantou </strong><strong> </strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Rober Xu Jiantou adalah seorang Muslim Mualaf  yang menulis artikel renungan dengan substansi ajaran Islam untuk khalayak PITI (Persatuan Iman Tauhid Indonesia) pada tanggal 9 Maret 2010 ( diunduh  dari Facebook)</strong><strong><br />
</strong><strong><br />
</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bk3sjatim.org/?feed=rss2&amp;p=1735</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>KOK DI INDONESIA BANYAK PENYUAP ?</title>
		<link>http://bk3sjatim.org/?p=1707</link>
		<comments>http://bk3sjatim.org/?p=1707#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 31 Aug 2010 03:36:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<category><![CDATA[Sorotan]]></category>

		<category><![CDATA[Warta BKKKS]]></category>

		<category><![CDATA[bk3s]]></category>

		<category><![CDATA[bkkks]]></category>

		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>

		<category><![CDATA[penyuap]]></category>

		<category><![CDATA[sosial]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bk3sjatim.org/?p=1707</guid>
		<description><![CDATA[
Hadirin sekalian, saya perkenalkan diri saya B si raja penyuap. Pelajaran “suap” saya terima sejak saya masih berumur kurang dari lima tahun. Ibu dan Bapak saya jika mau pergi selalu berpesan “di rumah jangan nakal ya, nanti kalau Ibu dan bapak pulang, dibelikan mobil-mbilan yang bagus”. 
KOK DI INDONESIA BANYAK PENYUAP ?
PERANG KARAKTER
Dunia ini panggung [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;"><a href="http://bk3sjatim.org/wp-content/uploads/2010/08/kok-di-indonesia-banyak-penyuap_.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-1710" style="margin: 4px; border: 1px solid #000000;" title="Penyuap" src="http://bk3sjatim.org/wp-content/uploads/2010/08/kok-di-indonesia-banyak-penyuap_-100x100.jpg" alt="" width="90" height="90" /></a>Hadirin sekalian, saya perkenalkan diri saya B si raja penyuap. Pelajaran “suap” saya terima sejak saya masih berumur kurang dari lima tahun. Ibu dan Bapak saya jika mau pergi selalu berpesan “di rumah jangan nakal ya, nanti kalau Ibu dan bapak pulang, dibelikan mobil-mbilan yang bagus”. <span id="more-1707"></span></p>
<h4 style="text-align: center;"><strong><span style="text-decoration: underline;">KOK DI INDONESIA BANYAK PENYUAP ?</span></strong></h4>
<p style="text-align: justify;"><span style="text-decoration: underline;"><strong>PERANG KARAKTER</strong></span></p>
<p style="text-align: justify;">Dunia ini panggung sandiwara, perannya mudah berubah. Demikian kata Achmad Albar. Kini di abad informasi dan keterbukaan informasi serta teknologi informasi yang canggih ini, dapat kita saksikan melalui media massa berbagai sandiwara, dengan pemegang peran atau bintang-bintang yang hebat-hebat. Tetapi tema ceritanya masih tetap, yaitu membela kepentingan rakyat. Mengapa para bintang itu menjadi begitu hebat? Ini tidak lepas dari latar belakang sosialisasi dini pada awal-awal mereka menginjak bumi. Kata para ahli psikologi perkembangan anak massa bawah lima tahun adalah massa yang sangat penting bagi kehidupan anak di masa depan.  Sebab pada massa inilah dasar-dasar kepribadian anak dibentuk. Tahap berikutnya merupakan tahap peningkatan dari potens-potensi diri yang telah mereka kembangkan sebelumnya. Dengan demikian karakter juga akan terbangun sejak anak masih kecil.</p>
<p style="text-align: justify;">Di bawah ini penuturan masa lalu para tokoh sandiwara yang tidak jelas judulnya, tetapi jelas panggungnya, yaitu sistem tata kehidupan dan penghidupan.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong><span style="text-decoration: underline;">1.	A si Pembohong</span></strong></p>
<p style="text-align: justify;">Soal bohong saya jagonya, karena sejak kecil saya sudah diajari berbohong oleh ibu, bapak, dan saudara-saudara saya. Hai A nanti kalau ada tamu mencari bapak kamu bilang kalau bapak tidak ada di rumah. Baik bapak jawab A. Suatu hari datanglah tamu. Nak apa bapak ada? Tidak ada. Tetapi sebenarnya bapak ada, tetapi tadi berpesan kalau ada tamu menyuruh saya menjawab tidak ada. Bagus anak baik. Ini saya beri permen, tetapi jangan bilang bapak kalau saya memberi kamu permen. Terima kasih.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong><span style="text-decoration: underline;">2.	B si Penyuap</span></strong></p>
<p style="text-align: justify;">Hadirin sekalian, saya perkenalkan diri saya B si raja penyuap. Pelajaran “suap” saya terima sejak saya masih berumur kurang dari lima tahun. Ibu dan Bapak saya jika mau pergi selalu berpesan “di rumah jangan nakal ya, nanti kalau Ibu dan bapak pulang, dibelikan mobil-mbilan yang bagus”. Pesan lainnya seperti ini. Kalau kamu dapat menghabiskan kue-kue ini dengan baik, besok ibu belikan lagi. Akhirnya saya menyadari bahwa hal ini dapat saya gunakan sebagai senjata untuk menghadapi ayah dan ibu agar selalu menyediakan materi penyuapan.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong><span style="text-decoration: underline;">3.	C si Pemeras</span></strong></p>
<p style="text-align: justify;">Saya anak bungsi dari X bersaudara. Saudara-saudara saya sering mengancam saya. Awas ya kamu nanti kalau tidak mau memberikan permen coklatmu itu, nanti saya pukul lagi seperti kemarin. Atau awas nanti kamu tidak saya antarkan ke sekolah kalau tidak kamu berikan  permen coklatmu itu. Kakak saya yang lain suka bilang begini “C” jangan bilang Ibu/Bapak kalau kakak hari tidak masuk sekolah. Awas kalau kamu bilang nanti uang sangumu nanti tak rampas. Situasi yang dialami C ini sebenarnya lebih kompleks, karena terdapat pemerasan, ancaman dan penyiksaan.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong><span style="text-decoration: underline;">4.	D si Kejam dan Perusak</span></strong></p>
<p style="text-align: justify;">Ketika masih anak-anak saya sering melihat ayah dan ibu saya bertengkar. Sering saya lihat ayah menampar ibu dan membanting-banting dan melempar benda-benda yang ada. Ibu berteriak-teriak kesakitan, tetapi ayah tidak peduli. Soal kekejaman aku belajar dari ayahku yang sangat galak. Kini aku sudah dewasa. Pengalaman masa kanak-kanakku memberi pengaruh pada isi mental saya. Kejam dan perusak. Itulah ciri-ciri pribadi saya. Saya siap diajak demo anarhis, serta siap jadi penyiksa seperti kasus Makam Mbak Priok. Aku juga bangga dapat mewarisi karakter  ayahku.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong><span style="text-decoration: underline;">5.	E si Tidak Konsekuen</span></strong></p>
<p style="text-align: justify;">Ayah dan ibuku banyak sekali memberi larangan. Jangan ini, jangan itu, pokonya tidak ada hari tanpa larangan. Ayah bilang, anak kecil jangan merokok, tetapi dia sendiri merokok. Mereka bilang ayo solat dulu adzan ssudah dikumandangkan, ternyata mereka tidak solat. Ayo jangan nonton televisi terus-terusan, nanti jadi bodoh kamu. Ternyata televisinya ditonton sendiri.<br />
Orang tua sering lupa atau belum tahun bahwa cara berpikir anak-anak adalah absolut. Menurut pandangannya sebuah larangan itu berlaku umum. Tidak ada bedanya antara orang tua san anak-anak, karena mereka belum mampu membedakan.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong><span style="text-decoration: underline;">6.	F si Liberalis</span></strong></p>
<p style="text-align: justify;">Tokoh-tokoh di atas tidak ada apa-apanya buat saya. Keterlantaran, kekejaman, pemerasan, berbohong dan dibohongi adalah warna kehidupan saya sehari-hari. Tahukah anda siapa saya? Saya adalah anak-anak yang kurang perhatian, kurang pendidikan, kurang terurus, pokoknya segala kurang itu saya alami. Sebagian teman-teman saya adalah anak jalanan tulen, yaitu lahir dan besar di jalan. Tidak ada aturan di sana. Pokoknya semua kemauan kita terlaksana, kecuali yang terkait dengan jadi anak saleh, dan terpelajar. Ini jauh dari isi mental saya karena dunia saya tidak  ada yang peduli. Saya bilang karakter seperti ini hak asasi saya. Kamu melanggar hak asasi kalau membatasi dan melarang saya.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong><span style="text-decoration: underline;">7.	G si Pelempar Kesalahan</span></strong></p>
<p style="text-align: justify;">Kalau aku ingat-ingat aku tertawa sendiri. Ketika masa kecil, aku belajar berjalan dan lari. Aku terpeleset jatuh dan menangis. Lalu ibuku mengusap-usap lutut saya yang terasa panas sambil berkata, ooo lantainya nakal ya, biar sini saya pukul lantainya. Pada lain hari  saya tersandung kaki meja. Kembali ibu saya berkata hal seperti di atas, nakal ya mejanya, hiih tak pukul kamu.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong><span style="text-decoration: underline;">8.	H si Bijaksana</span></strong></p>
<p style="text-align: justify;">Ayah dan ibuku sangat bijaksana. Dia sangat sayang kepadaku, bukan karena aku pandai, sopan dll, tetapi karena aku adalah aku dengan segala kelebihan dan kekuranganku. Aku diajari mengenal dan menghargai perbedaan, menghargai kemajukan, menghargai martabat manusia siapun orangnya. Kalau aku melakukan kesalahan aku diberi hukuman yang sepadan dengan kesalahanku, dan aku juga diberitahu tahu tentang bagaimana yang benar. Aku juga diajari untuk suka menolong orang lain. Kini aku dewasa orangtuaku adalah idolaku. Semua kebaikannya terpaku dalam sanubariku.</p>
<p style="text-align: justify;">Itulah kisah singkat latar belakang delapan jagoan kita di atas. Sebenarnya masih dapat diperpanjang lagi daftar jagoannya. Kini mereka telah dewasa sebagian malah sudah termasuk menjelang lansia atau sudah lansia. Mereka menyebar dan memainkan peran sesuai dengan kompetensinya. Ada yang beperan di   eksekutif, legislatif dan yudikatif. Ada pula yang tidak mempunyai panggung formal. Panggung informal itu lebih luas lagi. Sandiwara jalan terus. Semua tokoh membawa karakternya masing-masing yang telah sejak kecil dipelajari atau diajarkan baik secara formal maupun informal.  Ada cerita tentang markus, Bank Century, BLBI yang mencapai ratusan triliuan rupiah raib tetapi tidak laku dipasarkan, dll. TV One dan Metro adalah TV hebat karena dapat mempertemukan orang-orang dengan berbagai karakter yang berbeda tetapi dengan tujuan sama yaitu memajukan kesejahteraan umum. Walaupun hasilnya pejuangnya yang sejahtera lebih dulu. Sebaliknya masih ada puluhan juta orang yang belum pernah merasa sejahtera sepanjang hidupnya sampai dia harus kembali menemui sang Kholik. Terlahir sebagai penduduk miskin dan sampai mati tetap miskin.</p>
<p style="text-align: justify;">Kata orang saleh yang bijaksana dari Jawa, “jaman edan sing ora edan ora keduman (jaman gila, yang tidak gila tidak kebagian). Akan tetapi seberapa pun besarnya keberuntungan orang gila masih beruntung orang yang selalu mengingat Allah dan waspada”. Hal ini sudah terbukti amatilah acara-acara televisi, peran kegila-gilaan adalah paling digemari. Artinya rezeki saat ini sedang mengalir ke arah mereka yang berkarakter kegila-gilaan. Yang tidak ikut gila-gilaan, ya sedikit rezekinya. Kita tinggal memilih dan menentukan langkah mau bahagia didunia saja atau dunia dan akhirat. Pilih peran dan karakter yang sesuai dengan anda. Jika tidak ada rubahlah karakter dan cari peran baru.</p>
<p style="text-align: justify;"><em>Peran </em><em>yang kocak bikin kita terbahak-bahak<br />
Peran bercinta bikin orang mabuk kepayang<br />
Peran di dunia politik<br />
Mengapa kita bersandiwara &#8230;..</em></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Penulis :</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>OLEH : SUTOPO WAHYU UTOMO</strong><strong><br />
</strong><strong>Pekerja Sosial, Sekum BKKKS Jatim</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bk3sjatim.org/?feed=rss2&amp;p=1707</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>MENUNGGU HARI “BANGKITNYA” PENDIDIKAN</title>
		<link>http://bk3sjatim.org/?p=1699</link>
		<comments>http://bk3sjatim.org/?p=1699#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 30 Aug 2010 03:29:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<category><![CDATA[Sorotan]]></category>

		<category><![CDATA[Warta BKKKS]]></category>

		<category><![CDATA[bk3s]]></category>

		<category><![CDATA[jatim]]></category>

		<category><![CDATA[pendidikan]]></category>

		<category><![CDATA[sosial]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bk3sjatim.org/?p=1699</guid>
		<description><![CDATA[Kalau ada hal yang paling berarti untuk kehidupan manusia, itu adalah kesempatan kerja, kata Stiglitz. Kerja itu identik dengan survival, artinya tanpa kerja orang tidak bisa hidup. Disetiap negara, kehidupan manusia dijamin Negara.  Berarti, peluang kerja bukan sekedar urusan individu tetapi lebih merupakan tanggung jawab Negara. Kita semua tahu pembangunan manusia adalah tujuan utama [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a rel="attachment wp-att-1700" href="http://bk3sjatim.org/?attachment_id=1700"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-1700" style="margin: 4px; border: 1px solid #000000;" title="dr. Ario Djatmiko" src="http://bk3sjatim.org/wp-content/uploads/2010/08/image001-100x100.jpg" alt="" width="100" height="100" /></a>Kalau ada hal yang paling berarti untuk kehidupan manusia, itu adalah kesempatan kerja, kata Stiglitz. Kerja itu identik dengan survival, artinya tanpa kerja orang tidak bisa hidup. Disetiap negara, kehidupan manusia dijamin Negara.  Berarti, peluang kerja bukan sekedar urusan individu tetapi lebih merupakan tanggung jawab Negara. <span id="more-1699"></span>Kita semua tahu pembangunan manusia adalah tujuan utama kita bernegara. Jadi jelas, alat ukur paling signifikan untuk mengukur berhasil-gagalnya satu Negara adalah tinggi-rendahnya angka pengangguran. Bukan angka-angka lain!</p>
<p style="text-align: justify;">Membangun manusia adalah tujuan pendidikan, meraih-mencipta peluang kerja, termasuk didalamnya. Dalam setiap menyusun masa depan, kita tidak bisa mengelak dari perencanaan pendidikan. Pertanyaannya, siapakah yang bertanggung jawab atas pendidikan anak-anak kita?  Urusan pribadi atau Negara? Kalau memang ada peran Negara, dimana letaknya dan bagaimana mengukurnya?</p>
<p><strong><span style="text-decoration: underline;">PERMASALAHANNYA:</span></strong></p>
<p style="text-align: justify;">Wajah pendidikan negeri ini tidak ceria. Lebih dari satu juta “penganggur bergelar” berkeliaran dinegeri ini (Kompas, 10 Oktober 2009). Jumlah yang fantastis, setara dengan sepertiga jumlah penduduk Singapura. Dunia pendidikan tinggi (PT) kita terbukti tidak mampu menyiapkan tenaga terampil yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja. Keliru kalau kita lantas bersikap stigmatis terhadap pendidikan negeri ini. Masih ada PT dinegeri ini yang baik bahkan mungkin teramat baik. Tetapi fakta diatas jelas menunjukkan bahwa lebih banyak PT yang menyesatkan ketimbang yang dapat diandalkan. Ironisnya, setiap tahun anak-anak kita terus membanjir menuju PT. Dan, kita tahu ada benang kusut menanti disana.</p>
<p style="text-align: justify;">Ken Kox mengingatkan, a problem clearly stated is a problem half solved. Benar, dalam menyelesaikan masalah (baca: yang kompleks) mulailah dari akar pemasalahannya. Dengan sedih kita melihat kenyataan, hampir seluruh umat manusia saat ini menyembah pasar. Disana berlaku logika supply and demand. Hak kepemilikan dan  kebebasan memilih harus dilindungi. Semua itu membawa persoalan dipasar. Pertanyaanya, apa yang akan terjadi dipasar? Lantas, pasar kerja membutuhkan tenaga kerja seperti apa?</p>
<p style="text-align: justify;">Paul Krugman tahun 1997 menulis teori sederhana, The Accidental Theory. Dia memberi perumpamaan, satu Negara memproduksi satu jenis barang sebanyak 60 juta,  misalnya barang A. Jika untuk memproduksi barang A diperlukan 60 juta karyawan dan dua hari kerja, maka akan terdapat:  60 juta x 2 hari kerja = 120 juta “men-days” kerja. Bila kemudian teknologi dapat menemukan cara memproduksi A menjadi hanya satu hari saja, apa yang akan terjadi? Pertama, supply akan meningkat mengikuti demand, misalnya, produksi akan meningkat menjadi 80 juta barang A. Kedua, terjadi masalah ditenaga kerja. Jumlah “men-days” kerja akan menurun dari 120 juta menjadi 80 juta “men-days” kerja. Terjadi pengurangan tenaga kerja atau pengurangan jam kerja. Ketiga, karyawan yang tersisa harus mengikuti training teknologi baru. Jelas, perkembangan teknologi membawa perubahan peta pasar kerja yang amat bermakna. Awalnya Negara diuntungkan dengan meningkatnya produksi sebanyak 33, 3%. Tetapi Negara akan segera dihadapkan pada dua problema serius: Pertama, mencari jalan keluar untuk hilangnya 40 juta “men-days” kerja. Kedua, menyediakan training khusus untuk tenaga kerja yang tersisa. Ini bukan hal mudah. Disini, teori Krugman tampaknya berguna untuk batu pijakan menyusun langkah kedepan.</p>
<p><strong><span style="text-decoration: underline;">PENDIDIKAN BERADA DIHULU </span></strong></p>
<p style="text-align: justify;">Hadirnya era informasi membuat situasi menjadi teramat kompleks. Ibarat Tsunami, produk baru terus membanjir dipasar. Allan Greenspan menyebut turbulence era, yang ditandai dengan perubahan disegala bidang dengan kecepatan tak terbayangkan. Beberapa produk mungkin menjadi pemenang, tetapi lebih banyak yang musnah. Benar, pasar telah menjadi arena hiperkompetisi yang tak pernah terbayangkan sebelumnya. Pasar memaksa semua harus merubah diri dengan amat cepat. Lantas, dalam situasi seperti ini apa yang terjadi dipasar kerja ? Teori Krugman menjadi tidak sederhana lagi.</p>
<p style="text-align: justify;">Tetapi mata rantainya jelas: produk baru adalah hasil dari teknologi. Teknologi berawal dari pengetahuan (baca: inovasi dan kreatifitas) dan pengetahuan bersumber dari pendidikan. Jelas, badai bermula dari meledaknya teknologi yang notabene bersumber dipendidikan. Era knowledge economy telah hadir dihadapan kita dan tidak ada lagi bangsa yang survive tanpa mempunyai akses keilmu-pengetahuan. Itulah sebenarnya cermin wajah negeri ini yang selama ini tak kunjung henti menjadi bulan-bulanan Negara lain.</p>
<p><strong><span style="text-decoration: underline;">MEMUTUS RANTAI</span></strong></p>
<p style="text-align: justify;">Andreas Schleicher menulis, di Newsweek 17 Agustus 2009: Ongkos gagalnya pendidikan akan jauh lebih mahal ketimbang krisis keuangan. Itulah yang membuat Obama menyuntik 12 miliar dolar untuk pendidikan, disaat Amerika jatuh dalam krisis keuangan. Mereka sadar, Negara akan kuat bila memiliki tiga hal: stabilitas politik, demokrasi dan ekonomi yang kuat. Milton Friedman, mengatakan tanpa landasan pendidikan yang kuat, ketiga hal tersebut tidak akan tercapai. Bangkitnya ekonomi Amerika, Jepang, Malaysia, Singapura, RRC dan banyak Negara lain, semua berawal dari bangkitnya dunia pendidikan. Schleicher menambahkan, banyak megara yang harus membayar teramat mahal atas kekeliruanya mengelola pendidikan dinegaranya. Sejak awal lahir, negeri ini terus dirudung masalah. Apakah bukan situasi seperti ini yang kita hadapi selama ini?</p>
<p style="text-align: justify;">Percuma kita berusaha membersihkan air kotor dihilir kalau sumbernya ada di hulu. Rantai harus segera diputus, peran Negara amat jelas: Menjamin kualitas pendidikan dan menjamin akses pendidikan untuk rakyat. Saya pernah membaca iklan PT luar negeri yang menarik: There is no education without global standard. Benar, pendidikan adalah suatu hal yang all or none. Artinya, tanpa kendali mutu, pendidikan hanya akan menyesatkan. PR kita makin berat saja, jarak kualitas pendidikan terasa semakin jauh tertinggal. Tetapi inilah sumber masalah yang membuat negeri ini terus terpuruk. Rantai harus segara diputus.!</p>
<p style="text-align: justify;">Awareness adalah syarat utama untuk lahirnya perubahan. Mungkin itu maksudnya, disetiap bulan Mei kita harus merenung untuk mengenang Ki Hajar Dewantoro dan Boedi Oetomo. Agar kesadaran bahwa pendidikan adalah investasi yang tak ternilai harganya itu hadir dihati para pemimpin. Masih bisakah kita berharap?</p>
<p><strong><span style="text-decoration: underline;">Ario Djatmiko</span></strong><br />
Pemerhati pendidikan dan kesehatan<br />
Dokter, tinggal di Surabaya.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bk3sjatim.org/?feed=rss2&amp;p=1699</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>SAFARI GEMPITA MUTIARA BANGSA</title>
		<link>http://bk3sjatim.org/?p=1769</link>
		<comments>http://bk3sjatim.org/?p=1769#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 24 Aug 2010 04:26:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Kegiatan Terbaru]]></category>

		<category><![CDATA[Kronik]]></category>

		<category><![CDATA[Warta BKKKS]]></category>

		<category><![CDATA[safari gempita mutiara bangsa]]></category>

		<category><![CDATA[sosial]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bk3sjatim.org/?p=1769</guid>
		<description><![CDATA[Pada  tahun 2000 yang lalu para pemimpin dunia sepakat untuk bersama-sama bekerja keras membangun dunia dalam abad Millennium dengan paket program yang sasaran dan target-targetnya dikenal sebagai paket Millennium Development Goals (MDGs). Sejak itu berbagai upaya diarahkan untuk mencapai delapan sasaran dan target MDGs di seluruh dunia. Namun kenyataanya, kemajuan dan juga kesulitan dialami [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a rel="attachment wp-att-1770" href="http://bk3sjatim.org/?attachment_id=1770"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-1770" style="margin: 4px; border: 1px solid #000000;" title="Safari Gempita Mutiara Bangsa" src="http://bk3sjatim.org/wp-content/uploads/2010/08/dsci0005-100x100.jpg" alt="" width="100" height="100" /></a>Pada  tahun 2000 yang lalu para pemimpin dunia sepakat untuk bersama-sama bekerja keras membangun dunia dalam abad Millennium dengan paket program yang sasaran dan target-targetnya dikenal sebagai paket Millennium Development Goals (MDGs). Sejak itu berbagai upaya diarahkan untuk mencapai delapan sasaran dan target MDGs di seluruh dunia. <span id="more-1769"></span>Namun kenyataanya, kemajuan dan juga kesulitan dialami oleh banyak negara dalam masa sepuluh tahun terakhir ini. Hal ini terjadi karena pembangunan abad Millenium menyangkut berbagai aspek yang sangat luas, rumit, dan memerlukan partisipasi berbagai pihak dengan sungguh-sungguh.</p>
<p style="text-align: justify;">Untuk mendukung suatu komitmen global, rancangan global MDGs perlu diuraikan secara cermat dalam rencana program aksi di setiap negara. Selanjunya dibawa langsung ke lapangan pada setiap desa dan dukuh agar dapat dilaksanakan secara terarah oleh berbagai kalangan, utamanya oleh keluarga dan masyarakat pedesaan secara mandiri dan berkelanjutan. Untuk mendukung upaya tersebut, diperlukan pengerahan tenaga profesional, partisipasi yang berkelanjutan dari rakyat banyak dan daya dukung finansial yang tidak kecil serta dukungan komitmen dan fasilitas yang kuat dari pemerintah. Sesuai UU No 11 tahun 2009, diperlukan pula perubahan pendekatan pembangunan dari pendekatan yang bersifat charitas (welfare approach) menjadi pendekatan pembangunan berbasis hak-hak azasi manusia dalam artian yang luas, utamanya dalam membangun keluarga dan masyarakat untuk bekerja keras (human rights based and workfare approaches).</p>
<p style="text-align: justify;">Demi mengembangkan partisipasi segala kekuatan masyarakat tersebut Dewan Nasional Indonesia untuk Kesejahteraan Sosial (DNIKS) bekerja sama dengan BK3S di tingkat propinsi, K3S di tingkat kabupaten/kota serta seluruh jajarannya, serta dengan perguruan tinggi, Yayasan Damandiri, Kraftig Advertising, pemerintah daerah kabupaten/kota bertekad akan menjalin kerjasama yang terpadu.  Kegiatan ini dilakukan dalam mendorohg partisipasi masyarakat melalui upaya pengembangan birokrasi yang memihak rakyat dengan program utama penyelesaian target-target MDGs, membentuk dan mengisi Pos Pemberdayaan Keluarga (Posdaya) di desa dan pedukuhan, serta mencari Mutiara-mutiara Bangsa yang dengan semangat tinggi bekerja keras mendampingi dan membantu rakyat berjuang untuk menyelesaikan target-target MDGs secara mandiri.</p>
<p style="text-align: justify;">Berkaitan dengan hal tersebut diatas dan hasil pertemuan koordinasi pengembangan Posdaya di Tuban tanggal 18-19 Juni 2010 yang dikoordinasikan oleh Dr. Sunarjo MPH., Ketua LIPM Unair serta rapat Pengurus DNIKS tanggal 21 Juni 2010 di Kantor DNIKS Jakarta, maka telah dilaksanaka rapat koordinasi pada hari Senin tanggal 05 Juli 2010 jam 10.00 pagi di kantor BK3S Jawa Timur,Jl. Raya Tenggilis Blok GG No. 10 Surabaya dengan agenda membahas rencana kegiatan Safari Gempita Mutiara Bangsa di Kabupaten Jember , Surabaya, Malang dan Madiun yang dihadiri oleh  Lembaga Pengabdian kepada Masyarakat (LPM) berbagai perguruan tinggi di Jawa Timur. Acara tersebut dipimpin lansung oleh Ketua Bidang Organisasi DNIKS  Dr (Hon) Subyakto Tjakrawardaya didampingi oleh Ketua Bidang  Humas /Media Moh Yarman dan Ketua Bidang Pendidikan dan Pelatihan Dr H Tjuk K. Sukiadi SE.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bk3sjatim.org/?feed=rss2&amp;p=1769</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>PERINGATAN HUT YPAC SURABAYA KE 54</title>
		<link>http://bk3sjatim.org/?p=1760</link>
		<comments>http://bk3sjatim.org/?p=1760#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 24 Aug 2010 04:20:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<category><![CDATA[Kegiatan Terbaru]]></category>

		<category><![CDATA[Kronik]]></category>

		<category><![CDATA[Warta BKKKS]]></category>

		<category><![CDATA[Paca]]></category>

		<category><![CDATA[sosial]]></category>

		<category><![CDATA[YPAC]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bk3sjatim.org/?p=1760</guid>
		<description><![CDATA[Yayasan Pendidikan Anak Cacat atau yang biasa dikenal dengan YPAC Surabaya adalah sebuah organisasi sosial swasta yang bersifat nirlaba, dan bekerja untuk memberi layanan rehabilitasi secara terpadu kepada penyandang cacat anak atau anak berkebutuhan khusus. Sejak berdiri hingga saat ini YPAC Surabaya senantiasa terus berusaha menjalankan pendidikan bagi penyandang cacat sesuai dengan peraturan dan tuntutan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a rel="attachment wp-att-1761" href="http://bk3sjatim.org/?attachment_id=1761"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-1761" style="margin: 4px; border: 1px solid #000000;" title="HUT YPAC" src="http://bk3sjatim.org/wp-content/uploads/2010/08/img_2420-100x100.jpg" alt="" width="100" height="100" /></a>Yayasan Pendidikan Anak Cacat atau yang biasa dikenal dengan YPAC Surabaya adalah sebuah organisasi sosial swasta yang bersifat nirlaba, dan bekerja untuk memberi layanan rehabilitasi secara terpadu kepada penyandang cacat anak atau anak berkebutuhan khusus. <span id="more-1760"></span>Sejak berdiri hingga saat ini YPAC Surabaya senantiasa terus berusaha menjalankan pendidikan bagi penyandang cacat sesuai dengan peraturan dan tuntutan pengembangan  pendidikan yang ada.</p>
<p style="text-align: justify;">Pada Tahun ini Yayasan Pendidikan Anak Cacat (YPAC) Surabaya tepatnya tanggal 12 Maret 2010 telah berusia 54 Tahun dalam pengabdian. Acara puncak dari kegiatan HUT ke 54 YPAC dan peringatan Hari Kartini dilaksanakan pada tanggal 24 April 2010 di Sekolah YPAC Surabaya Jl. Semolowaru Utara V/2A Surabaya. Dalam memeriahkan HUT YPAC ke 54 itu Ketua Bidang Pendidikan YPAC dan selaku Ketua Panitia HUT YPAC ke 54 Ibu Wahyu Hari Purnomo menyampaikan tema kegiatan kali ini adalah dengan semangat Kartini kita tingkatkan perjuangan partisipasi anak bangsa tanpa kecuali. Panitia berharap anak-anak penyandang cacat yang menjadi peserta didik  dapat berperan aktif dan dapat mandiri dalam  menunjang kehidupan masing-masing dan ikut berpartisipasi dalam  mengisi kemerdekaan .</p>
<p style="text-align: justify;">Serangkaian kegiatan yang rutin dilaksanakan tiap tahun ini antara lain lomba-lomba, tari-tarian, sulap, panggung boneka dan band dengan peserta kurang lebih 80 anak dari segala tingkatan. Pada acara tersebut juga dilakukan penyerahan secara simbolis 10 buah kipas angin dan jam dinding sumbangan  dari Lions Club serta penandatanganan penerbitan website YPAC Surabaya.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bk3sjatim.org/?feed=rss2&amp;p=1760</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>RAKERNAS DNIKS DENGAN BKKKS SE-INDONESIA</title>
		<link>http://bk3sjatim.org/?p=1751</link>
		<comments>http://bk3sjatim.org/?p=1751#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 24 Aug 2010 04:14:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Kegiatan Terbaru]]></category>

		<category><![CDATA[Kronik]]></category>

		<category><![CDATA[Warta BKKKS]]></category>

		<category><![CDATA[dniks]]></category>

		<category><![CDATA[RAKERNAS]]></category>

		<category><![CDATA[sosial]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bk3sjatim.org/?p=1751</guid>
		<description><![CDATA[Pada bulan Oktober 2009 DNIKS menyelenggarakan Munas ke VI di Bandung yang dihadiri BK3S dari berbagai Propinsi serta Orsosnas. Dalam munas telah diputuskan Anggaran Dasar, Rancangan Program Kerja dan dipilih Ketua Umum periode 2009-2013. Juga telah dirumuskan Visi yang disempurnakan, yaitu terwujudnya masyarakat Indonesia yang sejahtera dan adil melalui upaya kesejahteraan dan pembangunan sosial. sedangkan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a rel="attachment wp-att-1752" href="http://bk3sjatim.org/?attachment_id=1752"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-1752" style="margin: 4px; border: 1px solid #000000;" title="Rakernas" src="http://bk3sjatim.org/wp-content/uploads/2010/08/aimg_5229-26-100x100.jpg" alt="" width="100" height="100" /></a>Pada bulan Oktober 2009 DNIKS menyelenggarakan Munas ke VI di Bandung yang dihadiri BK3S dari berbagai Propinsi serta Orsosnas. Dalam munas telah diputuskan Anggaran Dasar, Rancangan Program Kerja dan dipilih Ketua Umum periode 2009-2013. <span id="more-1751"></span>Juga telah dirumuskan Visi yang disempurnakan, yaitu terwujudnya masyarakat Indonesia yang sejahtera dan adil melalui upaya kesejahteraan dan pembangunan sosial. sedangkan misinya adalah mendorong partisipasi semua Warga Negara dalam meningkatkan kesejahteraan dan memberdayakan semua usaha dibidang pembangunan sosial: meningkatkan program-program pengembangan pemberdayaan masyarakat yang dilaksanakan oleh dan untuk semua, serta melakukan advokasi yang berpijak pada pengembangan kesejahteraan sosial.</p>
<p style="text-align: justify;">Visi dan misi tersebut diterjemahkan dalam program kerja dengan tema pokok “Membangun Budaya Peduli Anak Bangsa”, yang didukung melalui peningkatan upaya komunikasi, informasi, edukasi, advokasi serta pengembangan jejaring kerja yang mampu membangun kepedulian sesama anak bangsa yang telah dirintis pada periode kepengurusan sebelumnya. Dalam masa kepengurusan empat (4) tahun mendatang upaya membangun kepedulian akan diberikan prioritas yang tinggi melalui advokasi dan pemberdayaan sosial dengan didasari mandat bahwa DNIKS menjadi koordinator untuk upaya peningkatan peran masyarakat. Oleh karena itu DNIKS perlu meningkatkan kegiatan KIE bersama terhadap para elite politik, pelaksanaan pembangunan sosial pada umumnya serta masyarakat luas.</p>
<p style="text-align: justify;">Program 2009-2010 ditekankan pada upaya Reformasi Kebijakan Pembangunan Sosial yang substansinya diarahkan untuk penguatan posisi dan kemampuan DNIKS serta anggotanya dalam mengarahkan program dari pendekatan charity kearah pendekatan human rights atau workfare approach. Selanjutnya melalui pemberian rekomendasi dan pertimbangan terhadap perumusan kebijaksanaan penyelenggaraan kesejahteraan sosial dan pembangunan sosial. kegiatan ini tujuannya adalah  melnjutkan reformasi terhadap visi dan misi  bangsa Indonesia dibidang kesejahteraan sosial. Program lain adalah pengembangan kelembagaan  dalam bentuk  jejaring tingkat akar rumput yang disebut Pos Pemberdayaan Keluarga (Posdaya) serta upaya strategis lain  yakni  Peningkatan Pemberdayaan Sosial Terpadu.</p>
<p style="text-align: justify;">Dalam rangka memahami dan melaksanakan visi, misi dan program kerja tersebut diharapkan partisipasi sebanyak mungkin dari  organisasi yang bernaung dalam DNIKS dengan prioritas sesuai area garapan setiap organisasi masing-masing. Untuk memahami arahan pembangunan yang baru, mensinkronkan strategi serta mensinergikan langkah-langkah bersama dalam penyelenggaraan sosial dan DNIKS perlu mengadakan rapat kerja dengan BK3S Propinsi Seluruh Indonesia .</p>
<p style="text-align: justify;">Mewujudkan rencana tersebut pada hari sabtu dan minggu tanggal 13-14 Maret 2010 BKKKS Jawa Timur didaulat sebagai tuan rumah “Rapat Kerja Nasional DNIKS dengan BK3S Seluruh Indonesia dan K3S Kabupaten/Kota serta Orsos Tingkat Jawa Timur” . Rangkaian acara nya antara lain Rakernas pada tanggal 13 Maret 2010 mulai pagi hingga sore hari dilanjutkan dengan jamuan makan malam serta dilanjutkan pada hari kedua tanggal 14 Maret 2010 dengan kunjungan ke obyek wisata kegiatan kesejahteraan sosial dilanjutkan  dengan wisata  melintasi jembatan Suramadu dan makan siang di Pendopo Kabupaten Sampang.</p>
<p style="text-align: justify;">Kegiatan ini  bagi BKKKS Jawa Timur dimanfaatkan untuk melakukan konsolidasi dan koordinasi KKKS Kabupaten/Kota diseluruh Jawa Timur dan Orsos Tingkat Propinsi Jawa Timur. Didalam acara ini  digelar  berbagai paparan dengan disertai diskusi interaksi untuk memahami kebijaksanaan dan strategi pendekatan baru dalam pembangunan dan penyelenggaraan kesejahteraan sosial. Dengan pemahaman tersebut  maka upaya  mensinkronkan arah dan strategi, serta mensinergikan langkah-langkah bersama dalam  penyelenggaraan program akan lebih mudah dicapai.  Cakupan program tersebut adalah  kerangka rehabilitasi, pemberdayaan dan perlindungan sosial berdasarkan UU No. 11 Tahun 2009 tentang Kesejahteraan Sosial. Pada tingkat praksis mengidentifikasi dan menghimpun kebutuhan BKKKS dari berbagai propinsi untuk peningkatan kapasitas SDM dan pengembangan organisasi termasuk sumber – sumber pendanaan dan sosialisasi keberadaan DNIKS dan BKKKS kepada KKKS Kabupaten/Kota diseluruh Jawa Timur dan Orsos Tingkat Propinsi Jawa Timur.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bk3sjatim.org/?feed=rss2&amp;p=1751</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>PERINGATAN HARI LANSIA NASIONAL TAHUN 2010</title>
		<link>http://bk3sjatim.org/?p=1741</link>
		<comments>http://bk3sjatim.org/?p=1741#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 24 Aug 2010 04:08:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<category><![CDATA[Kegiatan Terbaru]]></category>

		<category><![CDATA[Kronik]]></category>

		<category><![CDATA[bk3s]]></category>

		<category><![CDATA[lansia]]></category>

		<category><![CDATA[sosial]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bk3sjatim.org/?p=1741</guid>
		<description><![CDATA[Halaman gedung pertemuan BKKKS Jawa Timur di Jl. Raya Tenggilis Blok GG No. 10 Surabaya yang biasanya diramaikan dengan acara pernikahan, pada hari Sabtu tanggal 29 Mei 2010 berubah menjadi lautan lansia. Berkumpulnya para lansia ini karena pada hari ini BKKKS Jawa Timur menyelenggerakan Peringatan Hari Lansia Nasional Tahun 2010 dengan berbagai kegiatan diantaranya senam, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a rel="attachment wp-att-1744" href="http://bk3sjatim.org/?attachment_id=1744"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-1744" style="margin: 4px; border: 1px solid #000000;" title="Hari Lansia" src="http://bk3sjatim.org/wp-content/uploads/2010/08/img_0200-100x100.jpg" alt="" width="100" height="100" /></a>Halaman gedung pertemuan BKKKS Jawa Timur di Jl. Raya Tenggilis Blok GG No. 10 Surabaya yang biasanya diramaikan dengan acara pernikahan, pada hari Sabtu tanggal 29 Mei 2010 berubah menjadi lautan lansia. Berkumpulnya para lansia ini karena pada hari ini BKKKS Jawa Timur menyelenggerakan Peringatan Hari Lansia Nasional Tahun 2010 <span id="more-1741"></span>dengan berbagai kegiatan diantaranya senam, jalan sehat, pengobatan gratis dan lomba vocal group. Meskipun sudah senja, lansia ini tetap semangat mengikuti senam lansia. Dalam kegiatan tersebut peserta lansia berasal dari kelompok/paguyuban/karang werdha dengan jumlah lebih kurang 1.000 orang dari wilayah Surabaya dan sekitarnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Kegiatan tersebut terlihat cukup berkesan dengan hadirnya Bapak Bambang DH (Walikota Surabaya) beserta Ibu dan Ibu Fatma Saifullah Yusuf (Istri Wakil Gubernur Jawa Timur) dan dimeriahkan pula dengan berbagai macam doorprise dan hadiah utama. Dalam sambutannya Ibu Fatma Saifullah Yusuf mengatakan bahwa para lansia harus diberi wadah, mengingat lansia yang ada di Jawa Timur terbilang cukup banyak, selain itu keberadaan lansia jangan dijadikan beban namun justru harus diberdayakan dan diberi motivasi untuk berkarya. Untuk itu keberadaan panti werdha di Jawa Timur yang jumlahnya sudah ratusan, tersebut harus dibantu dalam bentuk finansial dan bantuan-bantuan lainnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Seusai gerak jalan para lansia tersebut juga ada yang mengikuti pemeriksaan gratis dan lomba vokal group, meski keikutsertaan dalam lomba vocal group bukan bertujuan prestasi yang pasti kegiatan semacam ini setidak tidaknya memberi semangat kepada para lansia terutama kehidupan dikeluarga dan masyarakat. Berkitan dengan kegiatan tersebut Ketua Umum BKKKS Jawa Timur Bapak DR. H. Tjuk Kasturi Sukiadi menyampaikan tujuan dari penyelenggaraan ini adalah bersama sama memberikan kegembiraan  dan kebahagiaan dengan berbagai kegiatan berolahraga, menyanyi, menari, lomba vokal group dan para lansia sangat berbahagia di Jawa Timur selalu diadakan acara semacam itu, selain itu harapan beliau terhadap lansia di Jawa Timur adalah umur lansia lebih panjang, sehat, bahagia, bermanfaat dan tidak menjadi beban bagi generasi muda.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bk3sjatim.org/?feed=rss2&amp;p=1741</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>KENANGAN ALMARHUM BAPAK RADEN PANJI MOHAMMAD NOER</title>
		<link>http://bk3sjatim.org/?p=1721</link>
		<comments>http://bk3sjatim.org/?p=1721#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 24 Aug 2010 03:54:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<category><![CDATA[Tokoh]]></category>

		<category><![CDATA[Warta BKKKS]]></category>

		<category><![CDATA[bk3s]]></category>

		<category><![CDATA[M. Noer]]></category>

		<category><![CDATA[sosial]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bk3sjatim.org/?p=1721</guid>
		<description><![CDATA[Tahun 1950, Patih (Wakil Bupati) Bangkalan, M. Noer mencetuskan gagasan pembangunan Jembatan Suramadu. Pada masa itu, gagasan itu dianggap banyak orang sangat obsesif. Dia memang sangat terobsesi dengan pembangunan jembatan Suramadu. 
SAMBUTAN KENANGAN
ALMARHUM BAPAK RADEN PANJI MOHAMMAD NOER
PADA ACARA MEMPERINGATI HARI KARTINI DAN MENGENANG JASA
DAN PENGABDIAN IBU J.S. NASUTION KEPADA GERAKAN
KESEJAHTERAAN SOSIAL INDONESIA
TANGGAL 29 APRIL 2010 [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a rel="attachment wp-att-1724" href="http://bk3sjatim.org/?attachment_id=1724"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-1724" style="margin: 4px; border: 1px solid #000000;" title="ALMARHUM BAPAK RADEN PANJI MOHAMMAD NOER" src="http://bk3sjatim.org/wp-content/uploads/2010/08/pak-noer-sip-100x100.jpg" alt="" width="90" height="90" /></a>Tahun 1950, Patih (Wakil Bupati) Bangkalan, M. Noer mencetuskan gagasan pembangunan Jembatan Suramadu. Pada masa itu, gagasan itu dianggap banyak orang sangat obsesif. Dia memang sangat terobsesi dengan pembangunan jembatan Suramadu. <span id="more-1721"></span></p>
<h4 style="text-align: center">SAMBUTAN KENANGAN</h4>
<h4 style="text-align: center">ALMARHUM BAPAK RADEN PANJI MOHAMMAD NOER</h4>
<h4 style="text-align: center">PADA ACARA MEMPERINGATI HARI KARTINI DAN MENGENANG JASA</h4>
<h4 style="text-align: center">DAN PENGABDIAN IBU J.S. NASUTION KEPADA GERAKAN</h4>
<h4 style="text-align: center">KESEJAHTERAAN SOSIAL INDONESIA</h4>
<h4 style="text-align: center"><span style="text-decoration: underline;">TANGGAL 29 APRIL 2010 DI JAKARTA</span></h4>
<p style="text-align: center">
<p style="text-align: justify">Yth. Anggota Badan Pengurus, Badan Perwakilan dan Badan Pertimbangan DNIKS<br />
Yth. Ketua Umum DNIKS<br />
Yth. Mantan Pengurus DNIKS<br />
Yth. Para Pengurus ORSOSNAS<br />
Yth. Ketua Umum BKKKS DKI Jakarta<br />
Yth. Bapak/Ibu, para undangan dan hadirin sekalian yang berbahagia</p>
<p style="text-align: justify;">Assalamu’alaikum Wr. Wb.<br />
Salam Sejahtera bagi kita semua</p>
<p style="text-align: justify;">Mengawali sambutan ini, marilah bersama – sama kita panjatkan puji syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena atas berkah dan karunianya, acara memperingati hari Kartini sekaligus mengenang jasa dan pengabdian Ibu J.S. Nasution setelah 40 hari wafatnya Almarhumah seorang tokoh besar dan pejuang pengabdi pembangunan kesejahteraan sosial kemanusiaan. Pada kesempatan ini saya diminta untuk memaparkan kenangan tentang pengabdian Almarhum Bapak Raden Panji Mohammad Noer kepada nusa, bangsa dan negara Indonesia tercinta.  Saya  bergembira mendapat kesempatan ini dan sangat berterima kasih atas kehadiran Bapak/Ibu sekalian yang telah berkenan meluangkan waktu untuk hadir pada acara peringatan ini, dan tak lupa saya memberikan apresiasi yang tinggi kepada DNIKS khususnya Bapak Prof. Dr. H. Haryono Suyono, MA. yang telah berupaya secara optimal untuk memberikan penghargaan kepada kedua tokoh nasional yang kita kagumi bersama ini    dengan menyelenggarakan acara ini.</p>
<p style="text-align: justify;">Hadirin yang berbahagia.</p>
<p style="text-align: justify;">Mantan Gubernur Jawa Timur (1967 – 1971 dan 1971 – 1976), H. Raden Panji Mohammad Noer telah pergi (wafat) untuk selamanya dalam usia 92 tahun di Surabaya, Jumat 16 April 2010, pukul 08.50 Wib. Dalam tujuh bulan terakhir sebelum wafat, tepatnya sejak 21 September 2009, mantan Duta Besar Repulik Indonesia untuk Perancis itu; telah dirawat di RS Darmo, Surabaya. Menurut puteranya Prof dr Sjaifuddin Noer, selama dirawat kondisi kesehatannya turun-naik dan dalam empat hari sebelum wafat kondisi kesehatan beliau semakin  memburuk.</p>
<p style="text-align: justify;">H Raden Panji Mohammad Noer, seorang pamong abdi rakyat. Pencetus gagasan pembangunan Jembatan Suramadu (1950), itu, hingga usia 90-an tahun, tak pernah berhenti berpikir ,berjuang dan berkarya untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat. Slogan atau sesanti hidupnya adalah ”agawe  wong cilik biso gumuyu!” (membuat rakyat/orang kecil bisa hidup sejahtera).  Pria kelahiran Sampang,13 Januari 1918, M Noer meninggalkan seorang istri (Mas Ayoe Siti Rachma), 8 anak (4 Pria &amp; 4 Wanita) , 21 cucu, dan 6 cicit. Jenazah disemayamkan di rumah duka Jalan Anwari 11, Surabaya dan dikebumikan di pemakaman keluarga di Desa Somor Kompah, Kabupaten Sampang, Jawa Timur, Sabtu, 17 April 2010, setelah dishalatkan di Masjid Al Falah Surabaya, Masjid Agung Bangkalan, dan Masjid Agung Sampang, sesuai dengan wasiat almarhum.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>INSPIRASI KEMISKINAN RAKYAT KETIKA MASA KECIL</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Bencana datang silih berganti. Rakyat menjerit lantaran tertindih kesulitan demi kesulitan ekonomi. Kenyataan pahit ini mengingatkan H. Muhammad Noer yang bergelar bangsawan Raden Panji pada kemiskinan masyarakat Madura  yang dilihatnya pada tahun 1926. Kemarau yang relatip  panjang di P. Madura berlangsung setiap tahun dari Juli sampai Oktober dan bahkan kadang-kadang sampai bulan Desember. Kekeringan yang menggoreskan penderitaan dan  kemelaratan yang  menerpa kehidupan rakyat yang datang bersama dengan paceklik dari tahun ke tahun. Saat itu, M. Noer masih duduk di kelas III HIS, Sampang. Pria yang dilahirkan di Kampung Beler, Desa Rong Tengah, pinggiran kota Sampang, tanggal 13 Januari 1918 ini, dalam usia yang sangat belia (8 tahun), terpana melihat iring-iringan pria dan wanita berobor dengan beban berat di pundak dan punggung. Mereka berjalan kaki berkilo-kilometer, menembus gelap malam, menuju pantai selatan. Kenyataan yang terjadi berulang-ulang tersebut, baginya menjadi misteri selama lima tahun.</p>
<p style="text-align: justify;">M. Noer menemukan jawabannya lima tahun kemudian, setelah ia berusia 13 tahun. “Deraan kemiskinan dan ancaman kelaparan setiap musim kemarau mendorong mereka mencari sesuap nasi di tanah seberang.” Eksodus masyarakat Madura saat itu dengan pola sebagai berikut : dari Sampang ke Probolinggo atau Pasuruan, dari Bangkalan ke Surabaya sampai Malang, dari Pamekasan ke Probolinggo, Jember dan Lumajang, dari Sumenep ke Situbondo, Panarukan dan Bondowoso, sedangkan yang ke Kalimantan dari Madura bagian  Utara- Tengah.</p>
<p style="text-align: justify;">Tempaan kehidupan yang begitu berat bagi orang Madura kiranya telah membentuk mereka menjadi pekerja keras  dan atau pengusaha  yang ulet dengan temperamen yang cenderung keras..  Kenangan di masa kecil ini sangat  membekas dalam kehidupan M. Noer. Dari sini timbul obsesi yang diyakininya sejak muda untuk memakmurkan Madura. Ia ingin mendalami bidang pertanian untuk memperbaiki nasib masyarakat Madura yang daerahnya gersang. (Mohammad Noer: Pamong Mengabdi Desa).</p>
<p style="text-align: justify;">M. Noer putra ketujuh dari 12 anak pasangan Raden Aria Condropratikto dan Raden Ayu Siti Nursiah, dua duanya adalah keturunan Pangeran Adipati  Cakraningrat IV ,penguasa   Madura yang sangat terkemuka dalam sejarah Indonesia. M. Noer menikahi Mas Ayu Siti Rachma, tahun 1941. Mereka dikaruniai empat putri dan empat putra. Putra Madura ini memulai karir pangreh prajanya tahun 1939, magang di Kantor Kabupaten Sumenep, begitu tamat dari MOSVIA Magelang. Sejak itu sampai menjadi gubernur, M. Noer mengabdikan dirinya sebagai pamong praja. Ia pernah menjadi anggota MPR dan DPA. Tahun 1976-1980, M. Noer mendapat tugas menjadi Duta Besar RI di Perancis, kemudian menjabat  Ketua Umum DNIKS dan masih dilanjutkan lagi dengan banyak jabatan kepengurusan dibidang organisasi sosial – kemasyarakatan lain baik ditingkat nasional maupun di tingkat propinsi  Jawa Timur.</p>
<p style="text-align: justify;">Hadirin yang berbahagia.</p>
<p style="text-align: justify;">Ketika menjabat Gubernur Jawa Timur (1967-1976), M. Noer  mempunyai kebiasaan untuk selama 20 hari berada di desa-desa, hanya 10 hari dikantornya. Semua itu beliau lakukan  untuk melihat keadaan rakyat yang sebenarnya dengan mata kepala sendiri. Ia selalu dekat dengan rakyat karena ingin tahu apa yang mereka rasakan, apa yang masih menjadi  kekurangan, apa yang menjadi kebutuhan, keluhan dan keinginan mereka. M Noer  sangat memperhatikan dan mencintai rakyat. Bagi beliau kalau ada sesuatu yang salah dengan negeri ini maka  yang salah pasti adalah para pejabat dan atau pihak pemerintah. Kalimat yang sering  beliau ucapkan sebagai wanti-wanti bagi para staf/bawahan beliau  adalah :”mungkin saja diantara mereka masih banyak  yang buta huruf, tapi yang pasti saya yakin mereka tidak buta hati!”.</p>
<p style="text-align: justify;">M. Noer sadar betul bahwa sebagai gubernur atau kepala daerah sebuah propinsi  yang merupakan tanah kelahirannya  beliau tidak boleh main-main. Apalagi beliau  yang meniti karir sebagai pamong praja dari bawah sehingga tidak ada keraguan sedikitpun dan tidak ada  pilihan lain kecuali  menjadi abdi rakyat.  Ia tidak bisa hanya memerintah dari kantornya, tetapi lebih banyak turun kelapangan dan berada di desa-desa, berkeliling dari satu  kabupaten ke kabupaten lain.  Apa yang ia lihat dan perlu ada koreksi dan penyempurnaan akan dilakukan dengan segera; namun semua itu  dilaksanakan dengan mekanisme yang benar melalui cara-cara administrasi dan birokrasi yang tertib. Ia memberitahu para pejabat di lingkungannya mengenai hal-hal yang perlu dilaksanakan. Bilamana ada laporan, ia langsung melakukan cek dan ricek, apakah perintah atau petunjuknya, dilaksanakan atau tidak oleh para pelaksana di bawah. Dalam pada itu M. Noer untuk mengefektipkan fiungsi pengawasan beliau membentuk  tim khusus yang akan melakukan pengecekan. Kepada para bawahan dan birokrat yang membantunya beliau menekankan untuk selelu  bersikap jujur , tidak mengecoh dan mengabaikan kepentingan rakyat. Ketika Lumpur Lapindo menyembur dan mulai menggenangi rumah.pekarangan, sawah ladang, pabrik dan tempat kerja penduduk di desa- desa menjadi interseksi Porong, Tanggulangin dan Jabon Pak Noer dengan tegas mengatakan bahwa semua itu adalah kesalahan manusia (pengeboran ) . Berulang kali beliau berkata bahwa : ”Bakrie harus bertanggung jawab!” , Beliau juga mnyempatkan diri untuk berkunjung ke Pasar Baru Porong untuk melihat dengan mata kepala sendiri  bagaimana penderitaan rakyat korban Lulmpur Lapindo.  Oleh karena itu para korban  telah memberikan penghargaan atas perhatian Pak Noer  dalam bentuk ”LUMPUR LAPINDO AWARD!” bersama dengan tokoh-tokoh nasional  yang antara lain Romo Franz Magnis Soeseno,  Buya Achmad Syafi’i Ma’arif dan KH Salahuddin Wahid.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>A MAN OF DIGNITY AND DISCIPLINE DAN  UWUR-TUTUR -SEMBUR.</strong></p>
<p style="text-align: justify;">M. Noer selalu menomor satukan pendidikan. Ketika menjadi Bupati, ia melaksanakan program Tiga - P. yakni Pendidikan menuju tauhid, Percaya kepada Allah, dan Perhubungan. Dengan pendidikan, masyarakat menjadi melek huruf agar bisa membaca dan pintar. Jika seseorang sudah percaya kepada Allah diharapkan hatinya bersih. Dan dengan perhubungan bermaksud agar tidak ada lagi daerah terpencil yang terisolir. Menurut M. Noer yang ketika itu menjadi anggota Dewan Pendidikan Nasional, pendidikan adalah  tanggung jawab tiga elemen; yaitu pemerintah, masyarakat dan orangtua. Jangan selamanya bergantung pada pemerintah. Masyarakat dan orang tua mesti berpartisipasi. Ia melihat di Indonesia, pendidikan sudah mulai berjalan bagus; beliau mengharapkan agar penddikan yang baik benar-benar akan menjadi modalutama bangsa di masa datang. Di Jawa Timur beliau terlibat aktip sebagai anggota Dewan Penyantun hampir disemua Universitas/Institut Pendidikan  Negeri. Lebih dari itu beliau adalah pemrakarsa utama dan pendiri dari Universitas Trunojoyo di Bangkalan yang diharapkan nanti akan menjadi kebanggaan Madura dan Jawa Timur.  Kata beliau, secara internasional arahnya adalah berlomba untuk meningkatkan mutu pendidikan bangsa masing-masing. Persaingan bangsa-bangsa di dunia akan lebih diwarnai oleh persaingan dibidang kemampuan dan mutu sumber daya insani. Tidak mengherankan manakala M. Noer setiap datang ke desa selalu memperhatikan masalah pendidikan, mendengarkan keluhan masyarakat dan pemerintah setempat tentang kendala yang ada untuk mengembangkan bidang ini.</p>
<p style="text-align: justify;">Bapak M. Noer adalah “A MAN OF DIGNITY AND DISCIPLINE!”. Beliau selalu berusaha dengan keras untuk  tampil dengan bermartabat dan terhormat dan untuk itu senantiasa tepat waktu dan selalu  memenuhi janji. Konsekuensinya bila bergaul agak dekat dengan beliau maka karakter ini juga harus ada pada kita. Kalau tidak pasti akan timbul masalah dengan beliau. Kalau mengundang beliau untuk menghadiri suatu rapat atau pertemuan maka acara harus dibuka sesuai dengan jadwal yang tertulis. Pak M. Noer tidak segan-segan langsung mengkritik panitia dengan nada yang tinggi manakala acara tidak dimulai, “Jangan menunggu orang-orang yang terlambat!” “Hargailah waktu dan orang-orang yang telah berjuang keras untuk datang tepat waktu !”. Demikian pesan wanti-wanti beliau.</p>
<p style="text-align: justify;">Setelah lama Pak M Noer  purna tugas maka kegiatan sosial kemasyarakatan beliau sangatlah banyak sekali . Antara lain menghimpun kawan-kawan beliau  yang pernah mendapat pendidikan sekolah pamong praja di zaman Hindia Belanda.  ”Paguyuban OSMOS”  menjadi tempat berkumpulnya para sesepuh pamongpraja lulusan OSVIA DAN MOSVIA . Harus diakui bahwa  mereka telah menjadi tulang punggung  pemerintahan sipil Indonesia Merdeka.</p>
<p style="text-align: justify;">Alumni OSMOS  sebagian besar berkarir di pemerintahan dalam negeri namun banyak juga yang menjadi polisi , jaksa  dan bahkan perwira militer khususnya Angkatan Darat.   Dengan semakin banyaknya para alumni OSMOS yang telah berpulang maka ikatan silaturrahim keluarga besar ini diteruskan dengan memasukkan generasi putra-putri beliau kedalam organisasi yang kemudian dikenal sebagai ”OSMOS PLUS!”. Dalam kehidupan sosial ekonomi dan agama beliau termasuk manusia yang nyaris sempurna. Pastilah bukan tipe orang tua yang menyusahkan anak cucu dan bahkan sebaliknya orang tua yang memberikan kehormatan, kebanggaan dan motivasi bagi anak cucu.  Kalau ada  orang atau organisasi yang memerlukan bantuan keuangan/materi  beliau akan dengan serta merta mengulurkan tangan  memberi sumbangan (uwur), manakala ada organisasi yang mengundang untuk bicara   dalam forum loka karya atau sarasehan beliau akan datang dengan sambutan pengarahan dan petuahnya yang masih relevan dan sarat nilai kebangsaan dan perjuangan  (tutur) dan  last but not least kalau ada handai taulan/kenalan yang sedang dirundung duka beliau akan datang dengan kata-kata menghibur yang menjadi si tawar si dingin;  akan tetapi muntuk memenuhi undangan kerabat yang sedang bersukacita bahagia karena  menikahkan anak mereka Pak Noer akan datang dengan doa dan pangestunya (sembur). Dibidang perekonomian rakyat khususnya perkreditan rakyat Pak Noer  adalah salah satu pemrakarsa berdirinya Bank Prekreditan Rakyat Syariah PT Bhakti Makmur Indah . BPRS yang pertama di Jawa Timur. Saya yang bukan ahli agama Islam ”dipaksa” oleh beliau  untuk menjabat sebagai Komisaris Utama sejak tahun 1993.  Tuhan Maha Besar , Maha Mengetahui dan Maha Berencana. BPRS PT BMI yang  peresmiannya pada tanggal 16 April 1994 dilakukan sendiri oleh Drs Mar’ie Muhammad  Ak  yang ketika itu  Menteri Keuangan Republik Indonesia bertepatan dengan berpulangnya ayah mertua saya almarhum Bapak Soejono Hardjowisastro. Sedangkan Bapak Moh Noer dipanggil menghadap kembali kepada Illahi Robbi pada tanggal 16 April 2010. Tepat 16 tahun sejak berdirinya  Bank Perkreditan (sekarang dirubah menjadi Pembiayaan) Rakyat Syariah PT Bhakti Makmur Indah yang alhamdulillah telah berkembang pesat dan menjadi salah satu BPRS yang  terkemuka di Indonesia.</p>
<p style="text-align: justify;">Hadirin yang berbahagia.</p>
<p style="text-align: justify;">Tahun 1950, Patih (Wakil Bupati) Bangkalan, M. Noer mencetuskan gagasan pembangunan Jembatan Suramadu. Pada masa itu, gagasan itu dianggap banyak orang sangat obsesif. Dia memang sangat terobsesi dengan pembangunan jembatan Suramadu. Latar belakangnya, ketika menjabat Patih (Wakil Bupati) Bangkalan tahun 1950, ada kerja sama antara Bupati Bangkalan dan Walikota Surabaya. M. Noer menjadi sekretaris. Saat itu, M. Noer sudah membayangkan akan terjadinya kemacetan transportasi antara Surabaya dan Madura. Kemudian, ide ini diwujudkan oleh Presiden Megawati  Soekarnoputri dengan Keputusan Presiden Nomor 79 Tahun 2003 tentang Pembangunan Jembatan Surabaya-Madura. Megawati menancapkan tiang pancang pada 20 Agustus 2003. Jembatan sepanjang                      5,4 kilometer itu diresmikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, 10 Juni 2009.</p>
<p style="text-align: justify;">Setelah tidak banyak kegiatan membantu Pemerintah pusat maka Pak Noer lebih berkonsentrasi dalam upaya untuk mewujudkan obsesi beliau membangun Jembatan Suramadu. Beliau mendirikan PT. Dipa Madura Pradana (DMP) yang melakukan kegiatan-kegiatan awal. Banyak kendala dan penghalang yang melintang namun beliau tidak pernah berputus asa. Saya sendiri bersama almarhum Prof Miendrowo Prawirodjoemeno sempat membantu melakukan penelitian dampak sosial ekonomi dari pembangunan jembatan  Sura Madu untuk meyakinkan baik pemerintah maupun rakyat Madura betapa strategisnya peranan  jembatan ini untuk masa depan Madura dan Jawa Timur.</p>
<p style="text-align: justify;">Hadirin yang berbahagia.</p>
<p style="text-align: justify;">H. Raden Panji Mohammad Noer, meninggalkan wasiat sebelum meninggal yaitu “kalau aku meninggal, makamkan aku di Sampang di desa Somor Kompah tempat keluarga berkumpul”, “Sholatkan aku di masjid Al Falah, masjid Bangkalan (Pak Bupati membantu), Masji Jami Sampang” dan “Minta jenasah lewat Jembatan Suramadu dan tidak dimakamkan di makam Pahlawan.” Alhamdulillah rakyat dan Pemerintah daerah Jawa Timur dapat memenuhi keinginan akhir beliau.</p>
<p style="text-align: justify;">Hadirin yang berbahagia.</p>
<p style="text-align: justify;">Demikianlah beberapa hal yang dapat kami sampaikan pada kesempatan ini . Sebuah acara yang sangat sederhana  dengan tujuan untuk mengenang  sosok  dan pengabdian almarhum Bapak Raden Panji Mohammad Noer dan almarhumah Ibu J.S. Nasution  dalam kegiatan kesejahteraan sosial di Indonesia.</p>
<p style="text-align: justify;">Selamat Jalan Gubernur Wong Cilik dan selamat jalan Ibu J. S. Nasution. Jasa Ibu dan Bapak kepada tanah air, bangsa dan negara tak dapat dinilai dengan apapun. Kedua beliau ini adalah Manusia yang dilahirkan sebagai Orang Besar, Mendapatkan Kesempatan Besar dan dimanfaatkannya untuk Berbuat Besar!</p>
<p style="text-align: justify;">Semoga Allah SWT memberikan tempat kembali yang sebaik-baiknya di sisi Nya. Amin.</p>
<p style="text-align: justify;">Wassalamu’alaikum Wr.Wb<br />
Salam Sejahtera bagi kita semua</p>
<p style="text-align: justify;">Jakarta, 29 April 2010</p>
<p style="text-align: justify;"><strong><span style="text-decoration: underline;">Dr. H. TJUK KASTURI SUKIADI, SE</span><br />
KETUA BIDANG PENDIDIKAN DAN LATIHAN DNIKS<br />
KETUA UMUM BKKKS JAWA TIMUR</strong></p>
<p><strong>Sumber :</strong></p>
<ol>
<li style="text-align: justify">Kompas, Halaman  A. 17 April, 2010. Tokoh Besar Itu Pergi</li>
<li>Pengalaman pribadi Dr. H. Tjuk Kasturi Sukiadi, SE bersama Bapak H. M. Noer</li>
<li>http://www.tokohindonesia.com/ensiklopedi/m/mohammad-noer/index.shtml</li>
<li>http://voa-islam.net/news/profile/2010/04/19/5222/momamad-noergubernur-legendaris-kaya-kisahinspiratif/</li>
</ol>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bk3sjatim.org/?feed=rss2&amp;p=1721</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>KARAKTER DAN PERAN PEREMPUAN INDONESIA</title>
		<link>http://bk3sjatim.org/?p=1697</link>
		<comments>http://bk3sjatim.org/?p=1697#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 24 Aug 2010 03:12:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<category><![CDATA[Sorotan]]></category>

		<category><![CDATA[Warta BKKKS]]></category>

		<category><![CDATA[bangsa]]></category>

		<category><![CDATA[bk3s]]></category>

		<category><![CDATA[karakter]]></category>

		<category><![CDATA[perempuan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bk3sjatim.org/?p=1697</guid>
		<description><![CDATA[Dalam beberapa dasawarsa terakhir mobilitas perempuan tampak pada peran mereka yang besar-besaran sebagai TKI di luar negeri. Karena pendidikan mereka hanya tamatan SD atau sebagaian kecil SMP, peran mereka sebagai pembantu rumah tangga pada keluarga keluarga. Jasa mereka untuk negara bagus, karena mendatangkan devisa yang besar tapi nasib di antara mereka di luar negeri ada [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify">Dalam beberapa dasawarsa terakhir mobilitas perempuan tampak pada peran mereka yang besar-besaran sebagai TKI di luar negeri. Karena pendidikan mereka hanya tamatan SD atau sebagaian kecil SMP, peran mereka sebagai pembantu rumah tangga pada keluarga keluarga. Jasa mereka untuk negara bagus, karena mendatangkan devisa yang besar tapi nasib di antara mereka di luar negeri ada yang menyedihkan, juga nasib keluarga yang ditinggalkan ada yang berantakan. <span id="more-1697"></span></p>
<h4 style="text-align: center">KARAKTER DAN PERAN PEREMPUAN INDONESIA</h4>
<p style="text-align: center"><strong>Oleh Drs. Machdar Somadisastra<br />
Relawan Sosial</strong></p>
<p style="text-align: justify"><span style="text-decoration: underline;"><strong>1.	Jasa Kartini</strong></span></p>
<p style="text-align: justify;">Raden Ajeng Kartini Putri Bupati Jepara, masa hidupnya hanya 25 tahun, lahir pada tanggal 21 April 1879 dan meninggal pada tanggal 17 Oktober 1904, sebagai istri Bupati Rembang. Seperti pada umumnya anak perempuan Jawa pada masa itu hidup dalam keluarga bangsawan yang terkungkung oleh adat. Namun demikian sebagai putri Bupati ia dapat memasuki Europche Lagere School (ELS), Sekolah Dasar Belanda yang mempergunakan pengantar bahasa Belanda.</p>
<p style="text-align: justify;">Sebagai putri terpelajar dan dapat berbahasa Belanda ia berkomunikasi dalam skala internasional dengan teman-teman sekaumnya di negeri Belanda. Proses komunikasi itu yang menyebabkan ia belajar hingga R.A. Kartini berkarakter suka membaca, suka belajar, haus ilmu dan itu pula yang menyebabkan ia kritis dan gigih mengkomunikasikan cita-cita untuk kaumnya. Ia yakin pendidikan dapat mengubah nasib perempuan, ia mendirikan sekolah untuk anak perempuan di Rembang dan di Jepara.</p>
<p style="text-align: justify;">Atas dasar karakter dan jasa-jasanya khusunya untuk meningkatkan derajat perempuan dan umumnya untuk kemajuan masyarakat ia memperoleh Gelar Pahlawan Kemerdekaan Nasional dari Negara Republik Indonesia.</p>
<p style="text-align: justify;">Seratus enam (106) tahun setelah RA. Kartini wafat, masyarakat Indonesia terus berubah, karena jasa Kartini dan jasa-jasa pejuang bangsa berikutnya, baik sebelum maupun sesudah kemerdekaan. Interaksi masyarakat Indonesia dengan masyarakat-masyarakat lainnya di dunia menyebabkan proses adopsi dan akulturasi kebudayaan meliputi bidang-bidang ilmu dan teknologi, informasi, politik, ekonomi dan sosial yang meperkaya kebudayaan Indonesia.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong><span style="text-decoration: underline;">2.	Pendidikan dan Perempuan</span></strong></p>
<p style="text-align: justify;">Sejak terbentuknya Negara Republik Indonesia, Undangn-Undang Dasar 1945 menetapkan bahwa setiap warganegara, laki-laki dan perempuan mempunyai hak dan kewajiban yang sama. secara formal menurut Undang-Undang setiap warganegara, laki-laki dan perempuan berhak menikmati pendidikan dan pengajaran. Sekalipun begitu sebagian besar lapisan bawah belum menggunakan haknya untuk memasuki sekolah terutama untuk anak perempuan. Untuk menarik anak-anak itu ke sekolah pada tahun 1950 an Pemerintah memberlakukan kewajiban belajar sekolah dasar. Dengan program kewajiban belajar pun masih banyak anak-anak terutama anak perempuan yang tidak masuk sekolah. Tak ayal lagi jika angka buta huruf perempuan lebih tinggi dari laki-laki. Masyarakat masih memandang perempuan sebagai “tiang wingking” (orang belakang), peranya hanya di dalam keluarga belum banyak di luar keluarga.</p>
<p style="text-align: justify;">Pada tahun 1950 an dan tahun 1960 an masih ada sekolah-sekolah lanjutan pertama dan lanjutan atas khusus untuk anak perempuan seperti SKP, SGKP dan SGTK. Dalam pada  sekolah-sekolah lanjutan tehnik seperti STP dan STM, SGPT muridnya laki-laki.</p>
<p style="text-align: justify;">Pada tahun 1970 an data masalah pendidikan Indonesia menunjukkan masalah kuantitatif, masalah kualitatif dan masalah relevansi. Masalah kuantitatif adalah masalah masih rendahnya angka partisipasi untuk SD, DLTP dan SLTA. Jumlah penduduk yang buta huruf pun sangat tinggi. Sejak tahun 1955 sampai dengan tahun 1990 an bantuan Bank Dunia Indonesia melancarkan gerakan pemberantasan buta huruf. Namun statistik pada tahun 2006 menunjukkan 18,1 juta penduduk Indonesia buta huruf. Pada tahun 2007 dan tahun 2008 penduduk buta huruf turun menjadi 11,8 juta dan 10,1 juta. Sebagaian besar dari penduduk buta huruf adalah perempuan.</p>
<p style="text-align: justify;">Untuk meningkatkan angka partisipasi anak usia sekolah dasar sejak tahun 1970 an dibangun SD Impres di seluruh negeri di kota-kota kecil, di kota-kota besar sampai di pedesaan. Di daerah-daerah terpencil didirikan SD kecil. Dengan program ini anak-anak perempuan mulai terjaring memasuki sekolah. Bantuan kesempatan masuk SD berdampak pada meningkatnya tamatan SD yang memasuki SLTP. Pemerintah dan swasta secara bertahap membangun SMP, angka partisipasi anak usia SMP mulai meningkat dan anak perempuan termasuk di dalamnya. Setelah angka pasrtisipasi anak usia SMP cukup tinggi berada di sekolah Pemerintah pada tahun 1985 an mulai berencana menggagas kewajiban belajar 9 tahun dan muncul konsep pendidikan dasar 9 tahun. Pada suatu lokakarya yang diselenggarakan Kantor Wilayah Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Timur pada saat itu penulis menyampaikan konsep reorganisasi SD dan SMP dalam suatu komunitas, sehingga lulusan SD “Mudah Masuk” ke SMP dengan biaya murah. Alhamdulilah Gubernur Jatim Bapak Dr. H. Sukarwo mulai tahun 2010 ini melaksanakan pembangunan pendidikan dasar satu atap, di daerah pedesaan. Semoga diperkotaanpun diberlakukan kebijakan yang sama.</p>
<p style="text-align: justify;">Pada tahun 2000 an ini dapat dilihat anak-anak laki-laki dan peremouan sebagain terbesar berada di bangku sekolah SD dan SMP, dan sebagain besar berada di bangku SMA dan sebgaian kecil duduk di bangku Perguruan Tinggi.</p>
<p style="text-align: justify;">Bagaimana dengan kualitas mereka laki-laki dan perempuan lulusan SD, SMP, SMA dan Perguruan Tinggi. Selama + 30 tahun telah dilaksanakan perbaikan dan pengembangan kualitas dengan program-program penyempurnaan kurikulum, penataran guru dan penyempurnaan sistem pendidikan guru, pengadaan sarana dan prasarana dan lain-lain, namun kualitas sebagaian besar lulusan belum memadai. Aspek kogmisi mungkin dapat memadai, aspek psikomotorik mungkin kurang memadai dan aspek afektif tidak memadai. Evaluasi pendidikan sebagain kecil pada aspek psikomotorik dan aspek afektif atau sikap mental sangat kecil dan terlupakan atau ditelantarkan. Kelompok aspek efektif dapat dilihat pada perilaku sebagian lulusan laki-laki dan perempuan dalam kehidupan nyata di dalam masyarakat seperti kurang tanggung jawab, kurang disiplin, motivasi rendah, harapan tidak jelas, kurang dapat kerjasama, kurang peduli terhadap sesama dan terutama lingkungan dan kurang minat baca.</p>
<p style="text-align: justify;">Apa pula yang telah dilakukan Pemerintah dalam memecahkan maslah relevansi pendidikan dan lapangan kerja? di SD dan di SMP dilaksanakan mata pelajaran Pra Karya. Tampaknya mata pelajaran itu tidak serius, dan anak-anakpun tidak termotivasi. Praktek-praktek lapangan dan pembangunan bengkel-bengkel kerja dilaksanakan. Program ini tidak merata di seluruh penjuru negeri, kendati muncul konsep link and match between school and industry. Sebagian terbesar sekolah tidak dapat melaksanakan konsep ini, Sekolah belum bisa melakukannnya, jurang pemisah antara sekolah dengan industri lebar mengangga.</p>
<p style="text-align: justify;">Pada tahun 1990 an pada Perguruan Tinggi mulai diperkenalkan mata kuliah kewirausahaan di samping Kuliah Kerja Nyata yang sudah lama dilaksanakan. Apa akibat dari relevansi rendah? Pengangguran lulusan-lulusan, laki-laki dan perempuan tidak banyak tertampung pada industri dan perusahaan yang berkembang, maupun pada gugus birokrasi karena tidak memenuhi persyaratan kualifikasi.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong><span style="text-decoration: underline;">3.	Karakter, kedudukan dan peran perempuan</span></strong></p>
<p style="text-align: justify;">Melalui upaya hukum, perempuan Indonesia sudah memperoleh kedudukan yang setara dengan laki-laki, tapi realitas sosial menunjukkan bahwa kedudukan atau status itu harus diraih. Seperti telah dirintis RA Kartini, pendidikan merupakan saluran mobilitas sosial. Namun lagi-lagi sebagain masyarakat masih ada yang memberikan kesempatan lebih kepada laki-laki daripada perempuan. Dnegan demikian sebagain besar anak perempuan tidak banyak menikmati pendidikan tinggi. Pada tahun 2000 an ini sebagian terbesar perempuan lulusan sekolah dasar sebagian kecil sekali lulusan perguruan tinggi.</p>
<p style="text-align: justify;">Akibat pendidikan yang dapat diraih perempuan seperti itu maka kedudukan dan peran yang dicapaipun rendah pula. Seperti diketahui bahwa perempuan dalam masyarakat sekarang ini mempunyai dua keduudkan dan peran, yaitu sebagai ibu rumah tangga dengan peran domestik megurus rumah tangga, mengasuh anak dan lain-lain dan sebagian pekerja dengan peran publik dalam berbagai sektor kegiatan baik tradisional, informal maupun formal. Dengan kesibukan perempuan di luar rumah tangga baik di pedesaan maupun di perkotaan. Sudah mulai tumbuh “Panti – Panti Penitipan Anak” yang formal maupun yang informal dan “baby sister” bagi keluarga mampu.</p>
<p style="text-align: justify;">Dalam beberapa dasawarsa terakhir mobilitas perempuan tampak pada peran mereka yang besar-besaran sebagai TKI di luar negeri. Karena pendidikan mereka hanya tamatan SD atau sebagaian kecil SMP, peran mereka sebagai pembantu rumah tangga pada keluarga keluarga. Jasa mereka untuk negara bagus, karena mendatangkan devisa yang besar tapi nasib di antara mereka di luar negeri ada yang menyedihkan, juga nasib keluarga yang ditinggalkan ada yang berantakan.</p>
<p style="text-align: justify;">Lain halnya dengan nasib perempuan lapisan menengah ke atas yang dapat menyelesaikan pendidikan tinggi yang jumlahnya jauh lebih sedikit dari lapisan menengah ke bawah mereka bekerja pada sektor formal perusahaan-perusahaan dan industri, perdagangan dan jasa, guru dan di kantor-kantor pemerintahan termasuk diluar negeri. Diantara mereka sebagian sudah menggunakan politik sebagai mobiltas, sehingga ada yang sudah menjadi Presiden, Gubernur dan Bupati-Bupati.</p>
<p style="text-align: justify;">Dari perempuan-perempuan lapisan bawah, lapisan menengah dan lapisan atas yang berstatus dan berperan ganda, masyarakat mengharapkan perempuan mempunyai karakter yang sama dengan lelaki walaupun ada perbedaan kodrati seperti yang telah dirintis oleh RA. Kartini, selain berkarakter keibuan dan sangat perhatian terhadap pendidikan anak, perempuan suka belajar dan suka membaca sehingga kritis dan gigih membangun moral dan martabat bangsa yang sekarang sedang carut marut dilanda berbagai kejahatan dan korupsi yang disebabkan hancurnya nilai kebenaran, kejujuran dan keadilan. Selamatlah perempuan, selamatlah masyarakat dan kebudayaannya.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bk3sjatim.org/?feed=rss2&amp;p=1697</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>PEREMPUAN ASET PEMBANGUNAN KARAKTER BANGSA</title>
		<link>http://bk3sjatim.org/?p=1684</link>
		<comments>http://bk3sjatim.org/?p=1684#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 24 Aug 2010 03:04:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Sorotan]]></category>

		<category><![CDATA[Warta BKKKS]]></category>

		<category><![CDATA[aset]]></category>

		<category><![CDATA[bangsa]]></category>

		<category><![CDATA[bk3s]]></category>

		<category><![CDATA[bkkks]]></category>

		<category><![CDATA[jatim]]></category>

		<category><![CDATA[jawa timur]]></category>

		<category><![CDATA[perempuan]]></category>

		<category><![CDATA[sosial]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bk3sjatim.org/?p=1684</guid>
		<description><![CDATA[Perempuan bukanlah semata makhluk manusia yang berjantina perempuan (betina dan perempuan), akan tetapi sesungguhnya juga pelakon atau pelaku sosial yang mengemban tugas-tugas dan atau melaksanakan kegiatan-kegiatan tertentu dalam masyarakat (Sutandyo, 1991).

PEREMPUAN ASET PEMBANGUNAN KARAKTER BANGSA
A.	Latar Belakang
Menteladani Ibu Nasution puteri terbaik bangsa ini atau lebih dikenal dengan Johana Sunarti Nasution-Gondokusumo. Beliau terlahir di Surabaya, 1 Nopember [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify"><a rel="attachment wp-att-1685" href="http://bk3sjatim.org/?attachment_id=1685"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-1685" style="margin: 4px; border: 1px solid #000000;" title="Perempuan Aset Bangsa" src="http://bk3sjatim.org/wp-content/uploads/2010/08/warta_sosial_rev408-100x100.gif" alt="" width="100" height="100" /></a>Perempuan bukanlah semata makhluk manusia yang berjantina perempuan (betina dan perempuan), akan tetapi sesungguhnya juga pelakon atau pelaku sosial yang mengemban tugas-tugas dan atau melaksanakan kegiatan-kegiatan tertentu dalam masyarakat (Sutandyo, 1991).<span id="more-1684"></span></p>
<p style="text-align: justify">
<h4 style="text-align: center;"><span style="text-decoration: underline;">PEREMPUAN ASET PEMBANGUNAN KARAKTER BANGSA</span></h4>
<p style="text-align: justify"><strong><span style="text-decoration: underline;">A.	Latar Belakang</span></strong></p>
<p style="text-align: justify">Menteladani Ibu Nasution puteri terbaik bangsa ini atau lebih dikenal dengan Johana Sunarti Nasution-Gondokusumo. Beliau terlahir di Surabaya, 1 Nopember 1923. Ibu yang selalu mempedulikan nasib kaum lemah, bahkan tiga menit sebelum nafas terakhir masih menitipkan pesan “Kita harus tetap berjuang untuk memperjuangkan keadilan dan kesejahteraan masyarakat demi kemajuan bangsa”. Perjuangan-perjuangan yang telah beliau kontribusikan pada bangsa ini menepis paradigm lama tentang perempuan (kaum ibu) yang seringkali dianggap sebagai kaum lemah dan hanya menjadi beban. Padahal kaum ibu merupakan aset bangsa yang sangat potensial bagi pembangunan karakter bangsa. Di tangan seorang perempuan (kaum ibu) pertumbuhan dan perkembangan anak menjadi lebih baik.</p>
<p style="text-align: justify">Kemiskinan, kebodohan, degradasi aklaq, lemahnya supremasi hukum dan pengangguran merupakan fenomena umum  yang sudah jamak di mata kita. Bangsa ini sedang terpuruk dan mundur tidak punya kekuatan untuk membangun peradapan. Media elektronik juga ikut serta memperburuk peradapan bangsa ini, tayangan televisi tidak lagi mempedulikan pembangunan karakter tetapi lebih banyak disuguhkan tayangan yang menjual erotisme perempuan. Kondisi ini sangat jauh berbeda di era Soekarno yang menginginkan tumbuhnya jatidiri bangsa, yang diwujudkan dengan mengembangkan budaya bangsa sendiri. Pengalaman groupband terkenal pada tahun 60 an yaitu Koes-Bersaudara harus masuk penjara pada 1 Juli 1965 karena menyanyikan lagu-lagu The Beatles yang dianggap meracuni jiwa generasi muda saat itu. Namun sekarang apa yang sedang terjadi di depan mata kita melalui seorang perempuan “Julia Perez”  yang akhir-akhir ini menjadi kontroversi di kalangan masyarakat Pacitan. Ärtis perempuan harus bisa menempatkan diri dengan baik ,tidak hanya aji mumpung memanfaatkan keartisannya dan kecantikan fisik untuk mengejar materi dan popularitas semata. Jadi dia dikenal tidak hanya karena keartisannya, tapi karena punya sesuatu yang patut dibanggakan dan punya karakter kuat , punya kepekaan sosial. Menteladani Ibu Kartini, Ibu Fatmawati, Ibu Nasution, Ibu Dewi Sartika, kita sebagai perempuan harus selalu siap untuk tidak hanya sekedar dilihat karena fisik tapi dihargai melalui kemampuan, berkarya, dan karakter yang kuat dalam memperjuangkan kesejahteraan si lemah.</p>
<p><strong><span style="text-decoration: underline;">B.	Perempuan Aset Bangsa</span></strong></p>
<p style="text-align: justify">Perempuan bukanlah semata makhluk manusia yang berjantina perempuan (betina dan perempuan), akan tetapi sesungguhnya juga pelakon atau pelaku sosial yang mengemban tugas-tugas dan atau melaksanakan kegiatan-kegiatan tertentu dalam masyarakat (Sutandyo, 1991). Perkembangan lebih lanjut konsep perempuan tidak merujuk ke tanda-tanda jenis kelamin, melainkan mengacu pada aktivitas di masyarakat.</p>
<p style="text-align: justify">Perempuan Indonesia menjadi aset bangsa yang sangat berharga, mereka merupakan modal sosial yang perlu ditingkatkan. modal sosial yang dimiliki kaum perempuan menjadi sangat penting sebagai subyek, yang kesempatan dan kewajiban serta haknya sama dengan kaum pria dimanapun mereka berada. “Kita harus menggerakan agar potensi yang ada pada kaum perempuan  didorong untuk mengisi kemerdekaan dan membangun masa depan bangsa yang lebih baik,”. Sejarah mencatat perjuangan kaum perempuan Indonesia memegang peranan yang sangat penting di Indonesia. Peranan itu dimulai sejak melawan penjajahan dalam masa pergerakan kemerdekaan dan revolusi serta sampai sekarang di era reformasi .</p>
<p style="text-align: justify">“Mari kita renungkan kembali tekad perjuangan kaum perempuan melalui kongres perempuan Indonesia pertama kali, di Yogyakarta 22 Desember 1928 dengan dilandasi  cita-cita dan semangat persatuan dan kesatuan menuju kemerdekaan Indonesia. Mereka meleburkan diri ke dalam  wadah perserikatan, perkumpulan perempuan,” katanya. Melalui persatuan dan kesatuan yang terjalin semangat perjuang kaum perempuan Indonesia  secara bersama-sama kaum laki-laki berjuang untuk harkat dan martabat bangsa menuju bangsa Indonesia merdeka, sehingga martabat kaum perempuan menjadi perempuan yang maju.</p>
<p><strong><span style="text-decoration: underline;">C.	Apa itu Karakter?</span></strong></p>
<p style="text-align: justify">Karakter berbeda dengan kepribadian dan temperamen. Menurut Jakoep Ezra karakter adalah sebuah kekuatan bertahan di masa sulit. Tentu saja karakter yang baik, solid , dan sudah teruji. Karakter terbentuk dipengaruhi 5 faktor, yaitu temperamen dasar kita (dominan, intim, stabil, cermat), keyakinan (apa yang kita percayai, paradigm), pendidikan (apa yang kita ketahui, wawasan kita), motivasi hidup (apa yang kita rasakan, semangat hidup), perjalanan (apa yang kita alami, masa lalu kita, pola asuh, dan lingkungan).</p>
<p style="text-align: justify">Emphati, tahan uji, dan beriman adalah karakter yang  membawa keberhasilan hidup. Emphati  akan mengarahkan hubungan yang baik, tahan uji akan melahirkan ketekunan dan kualitas, dan beriman akan membuat segala sesuatu menjadi mungkin. Karakter merupakan hasil proses pembentukan. Karakter yang baik tidak tumbuh dengan sendirinya tetapi melalui pendidikan, disinilah peran perempuan sebagai seorang ibu. Perempuan yang berkarakter baik akan melahirkan generasi yang berkarakter baik pula. Maraknya berita korupsi yang dilakukan para pejabat Negara ini menunjukkan kegagalan perempuan Indonesia sebagai seorang ibu  mengajarkan kejujuran.</p>
<p style="text-align: justify">Karakter yang baik akan menghasilkan peradapan yang baik. Universal karena karakter yang baik dapat dimiliki oleh setiap masyarakat tanpa dibatasi status social, kaya-miskin, pemimpin-rakyat. Hal ini dicontohkan oleh masyarakat Tengger beberapa puluh tahun yang lalu, tidak ada kekhawatiran wisatawan akan kehilangan barang bawaan, diletakkan dimana saja aman tidak ada yang memindah atau mengambil. Namun apa yang terjadi sekarang dengan pengaruh faktor lingkungan, karakter kejujuran masyarakat Tengger sudah bergeser sehingga kita tidak lagi dapat meletakkan barang sembarangan karena akan hilang.</p>
<p style="text-align: justify">Meskipun demikian kita masih cukup berbangga dengan tauladan yang ditunjukkan mbah Waras yang tidak kenal sekolahan dan tidak bisa berbahasa Indonesia pada kasus pengembalian ganti rugi PT Lapindo. Ganti rugi untuk keluarga mbah Waras ditetapkan Rp. 285 juta. Pembayaran pertama diberikan 20%, jadi uang yang diterima sementara sebesar Rp. 56 juta. Namun apa yang terjadi? Rekening membengkak menjadi Rp. 429 juta. Mbah Waras kebingungan dan melaporkan ke pendamping dan bersama-sama ke kantor PT Lapindo. Dalam acara news di Metro TV, ketika ditanya apa yang mendasari mbah Waras mengembalikan uang ratusan juta? Jawabnya dengan lugu menggunakan bahasa Jawa karena memang mbah Waras tidak bisa berbahasa Indonesia: “Kula wedi dosa pak, niku sanes hak kula” (saya takut dosa, pak, itu bukan hak saya). Tauladan luar biasa dari seorang mbah Waras yang bukan orang sekolahan dan bukan pejabat yang mengemban amanah rakyat. Mbah Waras lebih punya nurani dibanding pejabat-pejabat dengan sekolah tinggi namun bermental korup. Pembangunan peradapan yang baik ditentukan oleh karakter masyarakat yang positif sebagai modal dasar untuk menggapai kemajuan. Karakter itu antara lain, sifat jujur, mandiri, bekerjasama, patuh pada peraturan dan bisa dipercaya.</p>
<p><strong><span style="text-decoration: underline;">D.	Kesimpulan</span></strong></p>
<p style="text-align: justify;">1.	Perjuangan panjang kiprah perempuan Indonesia di berbagai bidang dalam mengisi kemerdekaan terutama bidang kemanusiaan merupakan aset pembangunan karakter.</p>
<p style="text-align: justify;">2.	Semangat perjuangan kaum perempuan peletak bangsa Indonesia  perlu dihidupkan dan bangkitkan kembali di masa kini.</p>
<p style="text-align: justify;">3.	Saatnya perempuan kaum ibu untuk menjadi pelopor  dalam ikut partasipasi mengurangi penderitaan sesama melalui menumbuhkan karakter emphati dan sifat jujur.</p>
<p style="text-align: justify;">4.	Pencapaian pembangunan peradapan yang baik ditentukan oleh karakter masyarakat yang baik melalui kaum perempuan sebagai seorang ibu.</p>
<p><strong>Oleh :<br />
Asri Wijiastuti – Sekretaris I BK3S, Staf Pengajar di Unesa </strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bk3sjatim.org/?feed=rss2&amp;p=1684</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>PERAN PEREMPUAN DALAM MEMBANGUN KARAKTER BANGSA</title>
		<link>http://bk3sjatim.org/?p=1670</link>
		<comments>http://bk3sjatim.org/?p=1670#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 24 Aug 2010 02:43:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<category><![CDATA[Sorotan]]></category>

		<category><![CDATA[bangsa]]></category>

		<category><![CDATA[karakter]]></category>

		<category><![CDATA[perempuan]]></category>

		<category><![CDATA[sosial]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bk3sjatim.org/?p=1670</guid>
		<description><![CDATA[Secara umum, semua manusia yang ada di dunia adalah sama. Persamaan itu mencakup hal-hal yang terkait dengan kualitas fisik, psikologis, maupun sosial.  Oleh karena itu teori-teori yang menyangkut tentang kondisi-kondisi tersebut di atas berlaku untuk  semua umat manusia di dunia.  Bukti riil tentang persamaan tersebut antara lain adalah nilai-nilai religious yang berlaku [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a rel="attachment wp-att-1673" href="http://bk3sjatim.org/?attachment_id=1673"><img class="size-thumbnail wp-image-1673 alignleft" style="margin: 4px; border: 1px solid #000000;" title="Peran Perempuan" src="http://bk3sjatim.org/wp-content/uploads/2010/08/warta_sosial_rev405-100x100.gif" alt="" width="100" height="100" /></a>Secara umum, semua manusia yang ada di dunia adalah sama. Persamaan itu mencakup hal-hal yang terkait dengan kualitas fisik, psikologis, maupun sosial.  Oleh karena itu teori-teori yang menyangkut tentang kondisi-kondisi tersebut di atas berlaku untuk  semua umat manusia di dunia.  <span id="more-1670"></span>Bukti riil tentang persamaan tersebut antara lain adalah nilai-nilai religious yang berlaku universal, hak-hak asasi manusia se dunia, serta teori-teori tentang kesehatan dan kedokteran. Akan tetapi ketika kita berbicara dalam demensi bangsa, disamping persamaan-persamaan sudah muncul adanya perbedaan-perbedaan. Kondisi geografis yang kemudian memberi pengaruh terhadap cara manusia mengembangkan sistem tata kehidupan dan penghidupan, memberi sumbangan yang cukup besar terhadap adanya perbedaan-perbedaan itu.  Selanjutnya ketika kita berbicara soal individu atau orang seorang dalam suatu kondisi atau waktu tertentu, maka perbedaannya akan lebih mengedepan daripada persamaan. Dengan mengingat bahwa kita berasal dari sepasang manusia yang sama, maka pada hakekatnya ada persamaan karakter pada semua manusia dan bangsa di dunia. Mungkin ada beberapa karakter tertentu yang lebih menonjol pada bangsa-bangsa tertentu dan kurang menonjol pada bangsa lain.</p>
<p style="text-align: justify;">Dilihat dari ikatan sosialnya tiap-tiap orang akan terikat sebagai anggota keluarga, masyarakat dan warga negara. Tiap-tiap bentuk ikatan sosial membentuk kerangka referensi dalam mengembangkan sistem nilai, norma, serta kepercayaan baik sosial maupun budaya yang berbeda-beda pula.  Jadi semuanya memberikan pengaruh terhadap pembentukan kepribadian yang didalamnya terdapat karakter sebagai salah satu unsurnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Bangsa Indonesia adalah bangsa yang sangat majemuk baik dari aspek antropologis, psikologis dan sosiologis. Lebih-lebih lagi jika ditambahkan aspek historis, kemajemukan itu akan lebih luas lagi. Kemajemukan atau kebinekaan ini akan berpengaruh  pula dalam pembentukan karakter suatu bangsa. Jadi karakter ada yang bersifat universal, lokal, serta individual. Ada beberapa karakter sosial yang berkembang secara universal, misalnya agresif, penghisap, penakluk, penimbun, dan filantropis. Khusus karakter sosial penimbun,  kini semakin tampak nyata perkembangannya di Indonesia. Siapa yang timbunannya (hartanya) besar dia akan dihormati orang, sehingga dorongan untuk menjadi penimbun terbesar sangat kuat. Di dunia politik berkembang sebuah ungkapan tidak ada persahabatan yang abadi. Pada tingkat paling puncak yang hanya ada satu orang, disinilah karakter pribadi itu akan tampak. Karakter raja tega, adalah julukan yang paling tepat bagi mereka yang ingin mencapai posisi puncak dengan cara Machiavelis. Menaklukkan dengan cara-cara yang lurus  biasanya adalah sangat sulit, sehingga orang menempuh dengan segala cara. Demikian kata Machiaveli. Karakter seperti ini juga universal. Kini perempuan-perempuan Indonesia semakin banyak yang terjun ke dunia politik. Mungkin belum tampak perbedaan yang signifikan karakter politik perempuan dan laki-laki, karena belum banyak perempuan yang berperan atau tak seimbang dengan jumlah politisi laki-laki.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong><span style="text-decoration: underline;">Pembatasan</span></strong></p>
<p style="text-align: justify;">Pendidikan karakter dalam masyarakat sebenarnya sudah banyak dilakukan. “Taman Bermain”, “Taman Kanak-Kanak”, atau PAUD pada dasarnya merupakan media pembentukan karakter. Disinilah pengembangan dasar-dasar kecerdasan emosional, spiritual dan sosial mulai dibentuk dan ditanamkan.  Akan tetapi masyarakat masih terpukau dengan kecerdasan intelektual, sehingga lembaga-lembaga pendidikan tersebut  di atas agak menggeser arah tujuannya, dan kurikulum, metode serta teknik pendidikannya untuk memenuhi tuntutan pasar. Dari uraian di atas tampak bahwa proses pembentukan karakter sangatlah kompleks, baik dipandang dari aspek manusia, lingkungannya, maupun dari proses pembentukannya. Semestinya pembentukan karakter menjadi “pendidikan seumur hidup” dan menjadi tanggung jawab bersama keluarga, masyarakat dan pemerintah.  Oleh karena luas dan rumitnya pembentukan karakter, maka tulisan ini dibatasi pada beberapa hal sbb :</p>
<p style="text-align: justify;">1.	Perempuan yang dimaksud dalam hal ini adalah ibu yang berada dalam sebuah keluarga. Dengan pertimbangan bahwa ada tiga hal pada ibu yang tak dapat dikerjakan oleh laki-laki, yaitu hamil, melahirkan dan menyusui. Nilai yang dioperasionalkan adalah tiga buah nilai yang bersumber dari ajaran agama, yaitu “surga di bawah telapak kaki ibu, perempuan adalah tiang negara, dan carilah ilmu mulai dari ketika bayi masih dalam timangan sampai ke liang lahat”. Dalam hal ini dibatasi lagi hanya sampai pada timangan saja.</p>
<p style="text-align: justify;">2.	Karakter dalam hal ini dilihat dari proses pembentukannya. Pada tahap awal kehidupan individu, ibu adalah orang yang paling dominan pengaruhnya terhadap pembentukan kepribadian. Sesuai dengan teori konvergensi bahwa kepribadian itu dibentuk oleh faktor-faktor bawaan dan lingkungan. Jadi persoalannya di sini adalah bagaimanakah agar kualitas bawaan itu lebih baik.<br />
Setidaknya ada tiga orang istimewa yang ketika masih di dalam kandungan sudah dapat diajak berbicara, yaitu Nabi Isa AS, Fatimah RA, dan Imam Safii. Dari tiga kejadian itu tampak bahwa  bayi dalam kandungan dapat merespon rangsangan dari luar. Asumsi ini diperkuat dengan adanya Mozart Effect, bahwa musik klasiknya Mozart dapat direspon oleh bayi dalam kandungan. Berdasar asumsi ini maka pendidikan karakter itu dapat dimulai dari ketika bayi masih dalam kandungan.</p>
<p style="text-align: justify;">3.	Kelompok sosial yang terpilih adalah keluarga, karena keluarga merupakan tempat persemaian awal pembentukan karakter seseorang.</p>
<p style="text-align: justify;">Perilaku, kepribadian dan karakter adalah tiga hal yang sangat sulit untuk dipisahkan. Dalam perilaku terkandung didalamnya kepribadian dan karakter. Maka ketiga istilah ini digunakan secara bersama-sama dalam tulisan ini. Ada delapan variabel yang mempengaruhi perilaku seseorang, yaitu nilai, perasaan, persepsi, pengetahuan, keterampilan, pengalaman, masalah, dan harapan. Kedelapan variabel ini dapat berubah dari waktu ke waktu, dengan syarat orang tersebut berusaha untuk mengubahnya. Meskipun karakter dapat berubah, tetapi mengubah karakter yang sudah terbentuk bukanlah hal yang mudah.  Bagaimana pun buruknya karakter tersebut, jika dipandang oleh pemiliknya hal itu menguntungkan maka akan dipertahankan. Contohnya adalah karakter tidak jujur (termasuk didalamnya perilaku korup). Sudah puluhan tahun ketidakjujuran dalam birokrasi ini diperangi, hasilnya korupsi malah melesat naik, baik kuantitas maupun kualitasnya, sehingga kita malah menjadi negara terkorup di dunia.</p>
<p style="text-align: justify;">Berdasar uraian di atas, maka amatlah sulit untuk menggambarkan  secara khusus sebuah saja karakter yang benar-benar hanya ada pada wanita sehingga tidak dimiliki oleh laki-laki. Demikian pula karakter Bangsa Indonesia yang benar-benar berbeda dari bangsa lain. Maka sulit pula untuk menggambarkan hubungan antara perempuan dengan karakter bangsa, karena perempuan dan laki-laki selalu hidup dalam suatu kelompok sosial yang saling pengaruh mempengaruhi. Mungkin karakter religius, gotong royong, dan gambang diajak berbicara (talkity) menonjol bagi Bangsa Indonesia.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong><span style="text-decoration: underline;">Perempuan Penyihir.</span></strong></p>
<p style="text-align: justify;">Dalam dongeng dari Barat banyak kisah yang berbau mistik dengan tokoh pangeran yang dikutuk oleh nenek sihir, tetapi kutukan tersebut hancur oleh perawan cantik yang berbuat dengan kasih sayang dan ikhlas. Jadi penyihir yang  sebenarnya adalah kasih sayang dan ikhlas. Dari Timur Tengah ada perempuan yang sangat cerdas emosional yang terkenal dengan tokoh dongengnya “Seribu Satu Malam”, si Abunawas. Karakter perempuan ini adalah karakter penghibur. Di Indonesia Kartini dapat dikategorikan dalam kelompok perempuan penyihir yang dengan cita-citanya mampu membangkitkan perempuan Indonesia. Nafas dari cita-cita Kartini adalah menyingkirkan belenggu sosial budaya, persamaan kesempatan dan menyerdaskan bangsa. Karakter Kartini adalah karakter pendobrak yang lembut. Dewi Sartika mengedepan karater pendidiknya. Cut Nyak Dien dengan karakter pemberani. Setelah 50 tahunan merdeka yang banyak muncul adalah perempuan penyihir  di bidang intertainmen. Inul dengan goyang pantatnya pernah menyihir Indonesia. Berikutnya banyak artis-artis yang dengan kecerdasan kinestetiknya menyihir Indonesia lewat panggung hiburan.</p>
<p style="text-align: justify;">Di atas adalah contoh beberapa perempuan berkarakter yang pernah menjadi penyihir. Kehadiran mereka dengan aktivitasnya merupakan bentuk respon terhadap tekanan sosial psikologis pada jamannya.  Negara kita kini sedang mengalami tekanan dari berbagai krisis. Barangkali krisis karakter positif adalah yang terparah. Dari media dapat kita lihat karakter yang mengedepan saat ini adalah karakter perusak, peminta, sadistik, pemaksa, penelanjang kekurangan orang lain, korup, penyuap, egoistik, suka berkeluh kesah, dll.</p>
<p style="text-align: justify;">Kini diharapkan munculnya ibu-ibu penyihir, yaitu Ibu yang melahirkan bayi-bayi unggul dan mendidik hati nurani sejak bayi ketika masih dalam timangan. Jadi sihir disini merupakan kiasan untuk mengubah dengan cepat. Dalam hal ini dikembangkan juga langkah-langkah sinergis interaksi antar orang dalam keluarga, sehingga keluarga menjadi sebuah lembaga pembangun dasar karakter bangsa sejak dini. Jadi tidak hanya ibu saja yang menjadi bintang. Memang Ibu adalah pemeran utama. Suami dan orang dewasa lainnya bila ada merupakan bintang-bintang pendukung. Keluarga benar-benar diarahkan untuk mewujudkan fungsi-fungsinya secara gotong royong. Selanjutnya pembangunan karakter bangsa ini dikembangkan menjadi gerakan nasional yang diikuti dengan program-program penguatan fungsi dan pemberdayaan keluarga. Ada beberapa fungsi keluarga yang strategis untuk tujuan ini, yaitu reproduksi, sosialisasi, pendidikan, afeksi, perlindungan dan religius. Reproduksi adalah hak suci setiap orang dewasa yang berkeluarga. Tetapi reproduksi yang berlangsung dalam suasana yang bahagia, aman, dan terencana perlu terus menerus disosialisasikan. Para dokter anak sangat menganjurkan agar sejak terjadi pembuahan sampai dengan lima bulan ke depan kecukupan gizi janin harus benar-benar diperhatikan agar pembentukan sel otaknya sempurna. Demikian pentingnya periode ini sampai-sampai ada dokter anak yang menganjurkan “kalau perlu keluarga itu melakukan hutang untuk menjaga kecupukan gizi janin”.  Luar biasa. Kesadaran seperti ini juga harus ditanamkan dalam keluarga.</p>
<p style="text-align: justify;">Selain itu adalah langkah untuk mengokohkan ketiga nilai di atas kepada ibu. Bahwa saya adalah tiang negara, surga dibawah telapak kaki saya, dan saya adalah peletak dasar dan awal bagi pendidikan anak-anak bangsa. Ketiga kalimat ini harus benar-benar dan terus-menerus terngiang-ngiang pada diri setiap perempuan Indonesia, sehingga janin dan bayi yang dikandungnya kelak akan lahir dengan sudah akan membawa karakter positif. Kunci dari segala karakter adalah iman dan taqwa kepada Allah SWT, maka nuansa religius dikembangkan dan dikuatkan untuk menjadi hiasan wajib dalam setiap keluarga.</p>
<p style="text-align: justify;"><span style="text-decoration: underline;"><strong>Penutup</strong></span></p>
<p style="text-align: justify;">Hanya perempuan yang berilmu, bertawa, dan beramal saleh yang akan dapat membentuk anak-anak berkarakter positif. Suatu hari ketika kholifah Umar bin Khotob RA sedang begadang, menjelang pagi dari sebuah rumah terdengar  dialog antara anak perempuan dan ibunya sbb “Ibu bukankah menambahkan air ke dalam susu untuk dijual dilarang oleh Umar. Ah Umar kan tidak melihat kata ibunya. Iya Umar memang tidak melihat, tetapi Tuhannya Umar kan melihat jawab anak perempuannya”. Mendengar dialog itu Umar lalu lari pulang. Keesokan harinya Umar melamar anak perempuan itu untuk anak laki-lakinya.  Dari perkawinan itu kelak akan menurunkan seorang kholifah yang bernama Umar bin Abdul Aziz. Demikian damainya saat belia menjadi kholifah, sampai-sampai serigala pun tidak pernah menerkam domba.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Penulis :</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>OLEH : SUTOPO WAHYU UTOMO</strong><strong><br />
</strong><strong>Pekerja Sosial, Sekum BKKKS Jatim</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bk3sjatim.org/?feed=rss2&amp;p=1670</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>BANGSA TAK BERMORAL?</title>
		<link>http://bk3sjatim.org/?p=1666</link>
		<comments>http://bk3sjatim.org/?p=1666#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 24 Aug 2010 02:08:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<category><![CDATA[Salam Redaksi]]></category>

		<category><![CDATA[bangsa]]></category>

		<category><![CDATA[moral]]></category>

		<category><![CDATA[sosial]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bk3sjatim.org/?p=1666</guid>
		<description><![CDATA[Kita sering bicara tentang “moral”, mungkin dengn pengertian yang tidak terlalu tepat. Dalam hal ini  mari kita kutip pengertian moral dari Oxford Learner’s Pocket Dictionary maka dituliskan disitu bahwa moral adalah 1.  concerning principles of right and wrong,  2. good and honest in behavior. Jika kita bahasa Indonesia kan  maka “moral” [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Kita sering bicara tentang “moral”, mungkin dengn pengertian yang tidak terlalu tepat. Dalam hal ini  mari kita kutip pengertian moral dari Oxford Learner’s Pocket Dictionary maka dituliskan disitu bahwa moral adalah 1.  concerning principles of right and wrong,  2. good and honest in behavior.<span id="more-1666"></span> Jika kita bahasa Indonesia kan  maka “moral” adalah sesuatu yang berhubungan dengan kaidah (yang memilahan)  antara apa yang dianggap baik dan apa yang dianggap buruk atau sesuatu perbuatan dikatakan masuk “koridor  moral” manakala tercermin dalam tingkah laku yang baik dan jujur.</p>
<p style="text-align: justify;">Lebih jauh kalau kita masuk ke ranah budaya bangsa Indonesia khususnya yang bersumberkan dari ajaran Jawa maka moral tidak lain adalah sesuatu yang berhubungan dengan tingkah laku, tindak tanduk manusia yang dihadapkan kepada  apa yang disebut : “patraping totokromo lan subosito!”  Seorang keturunan Jawa tidak dianggap telah pantas mengklim sebagai Jawa jika dia belum mengerti dan belum mampu mengamalkan  dengan benar tatakrama dan subasita secara baik dan benar.  Sampai disini kita bisa mengambil kesimpulan bahwa bicara tentang moral maka sifatnya adalah universal.</p>
<p style="text-align: justify;">Disini kita masuk kedalam  ranah yang oleh Bung Karno disebutkan sebagai  :”cultural and social conscience of man!” Nampaknya dalam hal ini semua manusia di dunia adalah sama. Oleh karena itu dengan segala hormat kita kepada apa yang disebut sebagai Hak Azasi Manusia, Semangat Modernisasi  dan Demokrasi serta Persamaan Gender maka kita tidak bisa menerima  kelakuan selebriti Ariel bersama Luna Maya dan Cut Tari  yang merekam “kelakuan mereka dalam  berhubungan sex!” Sama dengan  kebencian kita kepada para petinggi negara/pemimipin yang munafik dan korup meskipun secara hukum mereka selalu bisa menghindar.</p>
<p style="text-align: justify;">Mungkin saja Ariel dan Luna Maya serta Cut Tari beranggapan bahwa apa yang mereka lakukan sifatnya ssngat pribadi dan tidak untuk dikonsumsi umum.  Teapi manakala kita kembali kepada definisi moral yang universal tersebut mereka harus tahu sejak awal bahwa apa yang mereka lakukan  secara moral adalah salah besar!  Kita menduga bahwa pasangan selebriti yang mereka adegan porno tersebut sangat berlebihan dalam percaya diri bahwa rekaman yang sangat pribadi itu dapat disimpan dengan rapi dan bersifat sangat rahasia.</p>
<p style="text-align: justify;">Mereka tidak ingat akan apa yang disebut sebagai “Murphy’s Law” atau  Hukum/Kaidah Murphy  yang berbunyi : “ If anything can go wrong, it will!” Sebenarnya Murphy mengingatkan akan sangat pentingnya  aspek kehati-hatian  dan pengawasan dalam  manajemen karena segala sesuatu yang direncanakan oleh manusia di dunia ini pastilah  ada celah yang akan menjadi peluang untuk terjadi kesalahan. Hukum ini nampaknya telah memberi pelajaran kepada  selebriti top markotop kita yang kehidupannya bergelimang dengan harta dan kehormatan  yang selangit itu. Laptop si Ariel yang sangat dirahasiakan itu konon dicuri orang.</p>
<p style="text-align: justify;">Nah  tidak hanya  masyarakat Indonesia  yang  bisa melihat kelakuan dari para selebriti idola ini dalam  melakukan hubungan sex tetapi gambar itu telah menyebar keseluruh dunia. Jika selama ini Indonesia terkenal sebagai salah satu negara yang paling korup di Indonesia yang semakin hari semakin larut dalam budaya politik uang sekarang bertambah lagi bahwa perilaku para selebriti Indonesia lebih bejat dibandingkan dengan selrbriti  Amerika dan Eropa yang selama ini tidak mengembar-gemborkan  sebagai manusia yang bergama dan berpancasila. Jangan salahkan  dunia manakala  mereka  sampai kepada kesimpulan bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa tak bermoral!</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Surabaya, medio Juli 2010 </strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bk3sjatim.org/?feed=rss2&amp;p=1666</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>JAGUNG MUDA</title>
		<link>http://bk3sjatim.org/?p=1279</link>
		<comments>http://bk3sjatim.org/?p=1279#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 09 Jun 2010 02:00:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<category><![CDATA[jagung muda]]></category>

		<category><![CDATA[sosial]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bk3sjatim.org/?p=1279</guid>
		<description><![CDATA[Jagung adalah salah satu tanaman pangan yang populer di indonesia. Selain enak untuk direbus, dibakar, atau dijadikan brondong jagung, jagung yang masih muda ternyata memiliki khasiat luar biasa. Selain buah/daging jagung muda tersebut, rambut jagung tersebut memiliki khasiat juga untuk kesehatan.
Beberapa jenis penyakit yang dipercaya dapt disembuhkan oleh jagung muda ini adalah: Batu ginjal, Batu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a rel="attachment wp-att-1280" href="http://bk3sjatim.org/?attachment_id=1280"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-1280" style="margin: 3px; border: 3px solid #000000;" title="jagung muda" src="http://bk3sjatim.org/wp-content/uploads/2010/01/jagung-muda-putren-100x100.jpg" alt="" width="100" height="100" /></a>Jagung adalah salah satu tanaman pangan yang populer di indonesia. Selain enak untuk direbus, dibakar, atau dijadikan brondong jagung, jagung yang masih muda ternyata memiliki khasiat luar biasa. Selain buah/daging jagung muda tersebut, rambut jagung tersebut memiliki khasiat juga untuk kesehatan.<span id="more-1279"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Beberapa jenis penyakit yang dipercaya dapt disembuhkan oleh jagung muda ini adalah: Batu ginjal, Batu Empedu, tekanan darah tinggi. Air rebusan tongkol dan rambut jagung muda dapat melarutkan batu ginjal. Selain itu, seduhan itu juga berguna mengobati penyakit batu empedu, dan tekanan darah tinggi.</p>
<p style="text-align: justify;"><span style="text-decoration: underline;"><strong>Batu Ginjal</strong></span></p>
<p style="text-align: justify;">Bahan: Jagung muda 4 tongkol, Rambut Jagung 1 genggam, Daun Keji Beling segar 8 helai</p>
<p style="text-align: justify;">Cara pembuatan: Semua bahan direbus dalam 110 ml air. Air rebusan diminum sehari sekali, selama 14 hari. Setelah batu keluar, baik berupa kerikil, butiran maupun buih, pengobatan harus segera dihentikan, kemudian diteruskan dengan minum Jamu Kumis Kucing dan Meniran. Caranya, ambil masing-masing 30 gr daun meniran dan daun kumis kucing, diseduh seperti teh.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong><span style="text-decoration: underline;">Batu Empedu</span></strong></p>
<p style="text-align: justify;">Bahan: Jagung muda 5 tongkol, Herba Kumis Kucing segar 5 gram</p>
<p style="text-align: justify;">Cara pembuatan: Semua bahan direbus dengan 110 ml air. Air rebusan diminum sehari sekali, selama 14 hari.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong><span style="text-decoration: underline;">Tekanan Darah Tinggi</span></strong></p>
<p style="text-align: justify;">Bahan: Jagung muda 5-7 tongkol, Rambut Jagung 1 genggam</p>
<p style="text-align: justify;">Cara pembuatan: Semua bahan direbus dengan 110 ml air. Air rebusan diminum sehari sekali, selama 7 hari.</p>
<p style="text-align: justify;">Yang harus Anda perhatikan, jangan terlalu banyak menggunakan rambut jagung sebagai obat, karena dapat menurunkan tekanan darah secara drastis dalam waktu singkat.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong><span style="text-decoration: underline;">Untuk Membersihkan Fleks Hitam Di Wajah</span></strong></p>
<p style="text-align: justify;">Description:</p>
<p style="text-align: justify;">Jagung muda yang biasanya dimasak untuk menjadi makanan yang enak, ternyata punya manfaat lain yaitu sebagai penghilang bercak-bercak hitam pada wajah akibat bekas jerawat atau penyakit cangkrang.</p>
<p style="text-align: justify;">Menghilangkan bercak-bercak hitam dengan jagung yang sudah dihaluskan ini tidak menimbulkan efek sampingan loh&#8230; selain jagung mudah didapatkan, harganyapun murah daripada beli obat-obat atau kosmetik yang harganya mahal dan terkadang masih menimbulkan efek samping bagi kulit yang sensitif.</p>
<p style="text-align: justify;">Silahkan di coba, semoga bermanfaat..</p>
<p style="text-align: justify;">Ingredients:<br />
Satu buah jagung muda</p>
<p style="text-align: justify;">Directions:</p>
<ol style="text-align: justify;">
<li style="text-align: justify">Jagung dikupas kulitnya, dicuci.</li>
<li>Jagung diparut atau dihaluskan.</li>
<li>Oleskan hasil parutan jagung yang sudah halus tersebut pada wajah yang terdapat bercak-bercak hitam. Bisa dioleskan ke seluruh permukaan wajah seperti menggunakan masker.</li>
<li>Diamkan sekitar 15 - 30 menit, sampai mengering.</li>
<li>Bersihkan olesan jagung pada wajah dengan air hangat.</li>
<li>Lakukan sesering mungkin sampai bercak-bercak hitam menipis dan menghilang.</li>
<li>Lihat hasilnya&#8230;. dan kulit wajah andapun kembali bersih dari bercak hitam dan menjadi cerah&#8230;&#8230;</li>
</ol>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #808080;">sumber:</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #808080;">Materi : http://lulukmaslachah.multiply. com</span><span style="color: #808080;"><br />
</span><span style="color: #808080;">foto : http://rickydewangga99.blogspot.com</span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bk3sjatim.org/?feed=rss2&amp;p=1279</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>12 CARA MEMBANGUN SIKAP &#8220;BERPIKIR POSITIF&#8221;</title>
		<link>http://bk3sjatim.org/?p=149</link>
		<comments>http://bk3sjatim.org/?p=149#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 06 Jun 2010 22:13:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Renungan]]></category>

		<category><![CDATA[Warta BKKKS]]></category>

		<category><![CDATA[Positif]]></category>

		<category><![CDATA[Sikap]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bk3sjatim.org/?p=149</guid>
		<description><![CDATA[ 
Pernahkah kamu menghadapi situasi dimana harus memutuskan atau menentukan pilihan, tapi diri kamu dipenuhi keragu – raguan karena berbagai pertimbangan tentang “bisakah aku?” “jangan – jangan”………….”, “Kalau……lalu bagaimana ?” Sementara sahabatmu dengan penuh percaya diri memberimu semangat dengan jawaban “ah……….itu sih gampang”,…….Siapa takut?”
Kamu dan sahabatmu punya perbedaan yang sangat berpengaruh dalam menentukan keberhasilan, yaitu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a rel="attachment wp-att-1268" href="http://bk3sjatim.org/?attachment_id=1268"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-1268" style="margin: 3px; border: 3px solid #000000;" title="positive-think" src="http://bk3sjatim.org/wp-content/uploads/2010/01/positive-think-100x100.jpg" alt="" width="90" height="90" /></a><span style="color: #999999;"> </span></p>
<p align="justify">Pernahkah kamu menghadapi situasi dimana harus memutuskan atau menentukan pilihan, tapi diri kamu dipenuhi keragu – raguan karena berbagai pertimbangan tentang “bisakah aku?” “jangan – jangan”………….”, “Kalau……lalu bagaimana ?” Sementara sahabatmu dengan penuh percaya diri memberimu semangat dengan jawaban “ah……….itu sih gampang”,…….Siapa takut?”<span id="more-149"></span></p>
<p align="justify">Kamu dan sahabatmu punya perbedaan yang sangat berpengaruh dalam menentukan keberhasilan, yaitu cara melihat sesuatu bisa dari sisi positif, bisa juga dari sisi negative, atau yang kita kenal “Negative and Positive Thinking”.</p>
<p align="justify">Berpikir Positip ternyata memberikan peluang seseorang untuk menjadi seorang pemimpin. Oleh karenanya “berpikir Positip” merupakan materi penting yang diberikan dalam training CEO (Chief Executive Officer) di dunia manager. Bahkan keberhasilan Miss Universe Th. 2005 ternyata sangat ditentukan oleh prinsip hidupnya yang selalu berpikir positip. Ini terbukti dari pengakuannya pada saat juri bertanya : “Apa yang anda anggap paling penting dalam hidup kamu ? dengan penuh keyakinan dia menjawab : Saya selalu belajar dan mencoba untuk berpikir positif. Dengan berpikir positif akan memberikan dampak cukup kuat pada Kedamaian Dunia. Dan ternyata jawaban itulah yang membuatnya terpilih menjadi Miss Universe Th. 2005.</p>
<p align="justify">Sangat berarti untuk membangun sikap dan perilaku positif. Ada 12 Tips cara untuk membangun sikap menjadi lebih Positif, antara lain :</p>
<p align="justify">1. kamu bisa memilih bersikap Optimis.</p>
<p align="justify">Orang yang pesimis itu focus kepada yang negative (seperti memandang segelas air sebagai setengah kosong/air yang sudah tak ada). Sedangkan yang optimis focus memandang yang positif (seperti memandang segelas air sebagai setengah penuh) Siapakan yang lebih baik cara pandangnya? Siapakah yang lebih mungkin bahagia, lebih yakin dan lebih pasti?</p>
<p align="justify">2. Kamu bisa memilih menerima segalanya apa adanya</p>
<p align="justify">Ini tidaklah berarti bahwa kamu menjadi tak semangat dan menyerah. Artinya kamu tidak bergumul, merengek, dan memebenturkan kepalamu ke tembok ketika segalanya tidak beres. Sebenarnya perilaku yang menjadikan kamu korban yang tiada berdaya (yang memakanmu itulah yang menambah beban atas semangatmu). “Terimalah segalanya apa adanya, bukan seperti yang kamu angankan saat ini. Masa lalu sudah lewat, masa depan masih misteri dan saat inilah karunia, itulah sebabnya saat ini disebut “present = hadiah”. Oleh karenanya saat ini pergunakanlah sebaik – sebaiknya.</p>
<p align="justify">3. Kamu bisa memilih cepat pulih</p>
<p align="justify">Mengembangkan sikap – sikap positif tidaklah berarti bahwa kamu tidak akan pernah mengalami kepedihan, penderitaan, atau kekecewaan. Selain itu, mengembangkan sikap – sikap positip tidaklah berarti kamu seharusnya mengabaikan masalah. Masalahpun selalu mempunyai sisi sebaliknya. Kalau kamu gagal dalam ujian, belajarlah lebih giat lagi atau cari pembimbing. Kalau kamu kehilangan teman, perbaikilah persahabatan tersebut, atau mencari teman baru. Kalau kamu tidak suka penampilanmu, kembangkanlah kepribadian kamu yang fantastis.</p>
<p align="justify">4. Kamu bisa memilih cerita</p>
<p align="justify">Mulailah dengan menolak hal – hal yang suram, sungginglah senyum. Kalau kamu melontarkan kata – kata yang positif, prmikiran – pemikiran yang positif, dan perasaan – perasaan yang positif, maka orang – orang (serta hal – hal) yang positif akan tertarik kepadamu.</p>
<p align="justify">5. Kamu bisa memilih bersikap antusias.</p>
<p align="justify">Sambutlah setiap harinya dengan semangat. Laksanakanlah tugas – tugasmu dengan penuh semangat. Semakin kamu bersemangat, maka semakin orang – orang disekelilingmu punmerasa dan bersikap demikian, “Semangatlah…..!”</p>
<p align="justify">6. Kamu bisa memilih lebih peka.</p>
<p align="justify">Kalau kamu lebih peka terhadap masalah – masalah potensial, maka kamu bisa lebih siap menghadapinya dan bahkan mengelak. Kamu juga bisa peka terhadap pengalaman – pengalaman positif. Misal, bila kamu dengar pengumuman tentang uji coba tim atau klub baru, maka catatlah waktu dan tempatnya dan berencanalah mengikutinya, kamu akan memperoleh sesuatu hal yang baru.</p>
<p align="justify">7. kamu bisa memilih humor.</p>
<p align="justify">Kalau kamu melakukan sesuatu yang konyol (semua orangpun pernah) jangan melewatkan peluang untuk menertawakan diri sendiri. Itulah salah Satu sukacita besar kehidupan. Kalau kamu banyak tertawa, kamu akan sehat. Tawa itu mengeluarkan kimiawi tertentu dalam tubuhmu yang merangsangmu dan dapat memebantumu bertumbuh dengan sehat. Humor dan tertawa itu sehat.</p>
<p align="justify">8. Kamu bisa memilih sportif</p>
<p align="justify">Sportif artinya menerima kekalahan dengan positif sambil tersenyum, menjabat tangan sang pemenang, tidak menyalajkan orang lain taua keadaan atas kekalahan itu. Sikap ini bisa memenangkan teman seandainyapun kamu tidak memenangkan pertandingan atau kompetisinya. “Sportif” berarti pula tidak perlu mengejek yang kalah ketika kamu menang.</p>
<p align="justify">9. Kamu bisa memilih rendah hati</p>
<p align="justify">Kalau kamu benar benar berkepentingan terhadap sesame, mereka akan melihat kualitas baikmu seandainyapun kamu tidak mengiklankannya. Mereka tidak akan merasa bahwa kamu berusaha memanipulasi mereka, berbuatlah untuk sesama karena Tuhanmu</p>
<p align="justify">10. Kamu bisa memilih bersyukur</p>
<p align="justify">Renungkanlah : Mungkin banyak sekali yang bisa kamu syukuri. Rasa syukur membuatmu tersenyum. Itu membuatmu senang dengan kehidupanmu. Dan orang lain pun senang di dekatmu. Bersyukur bisa memberikan ketenangan bagi dirimu.</p>
<p align="justify">11. kamu bisa memilih beriman</p>
<p align="justify">Bagi sementara orang, ini berarti percaya kepada Allah Yang Maha Kuasa atau kuas yang lebih tinggi lainnya. Beriman artinya percaya bahwa segalanya akan beres bagimu dan bahwa kamu bisa membereskan segalanya sendiri. Kalau kamu perkirakan akan gagal, mungkin mencapai sasaranmu.</p>
<p align="justify">12. Kamu bisa memilih berpengharapan</p>
<p align="justify">Pengharapan mungkin merupakan sikap positifmu yang terpenting dasar bagi segala sikap poritif lainnya. Apakah yang kamu harapkan? Apa sajakah impianmu?Apa sajakah ambisimu? Maksudmu dalam kehidupan ini? Kalau kamu mau mempertimbangkan pertanyaan – pertanyaan tersebut kamu sudah menjadi individu yang berpengharapan. “Pengharapan adalah sesuatu yang bersayap – Yang hingga pada Jiwa – Dan bersenandung tanpa kata – Dan tidak pernah berhenti – sama sekali.</p>
<p>“Semoga harapanmu tercapai dan mulialah dari hari ini”</p>
<p><span style="color: #0000ff;">Tulisan ini di sunting dan diedit oleh Moh. Ghozy, Konselor Lembaga Konsultasi “Mitra Remaja” dari Buku “What Do You Stand For”, diterjemahkan dengan judul “Character Building Untuk Remaja”, Barbara A. Lewis, 2004</span></p>
<p><span style="color: #999999;">sumber foto :  3.bp.blogspot.com</span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bk3sjatim.org/?feed=rss2&amp;p=149</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>CANCER, PENYEMBUHAN DAN PENCEGAHANNYA</title>
		<link>http://bk3sjatim.org/?p=509</link>
		<comments>http://bk3sjatim.org/?p=509#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 04 Jun 2010 04:19:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Tips]]></category>

		<category><![CDATA[Warta BKKKS]]></category>

		<category><![CDATA[cancer]]></category>

		<category><![CDATA[kanker]]></category>

		<category><![CDATA[sosial]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bk3sjatim.org/?p=509</guid>
		<description><![CDATA[Dalam kondisi darah dengan pH basa, sel kanker tak bisa tumbuh, atau pun berkembang. Bahkan sel kanker yg ada bakal menjadi mati sendirinya. Ada beberapa kasus nyata yang terjadi dan sangat penting. Mohon baca dengan sabar dan sampaikan kasus tersebut kepada orang lain.Jika anda sudah membaca, ulangi baca kembali, terutama menu berkaitan dengan makanan yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><a rel="attachment wp-att-512" href="http://bk3sjatim.org/?attachment_id=512"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-512" style="border: 2px solid black; margin: 4px;" title="metastasizing_cancer" src="http://bk3sjatim.org/wp-content/uploads/2009/03/metastasizing_cancer-100x100.gif" alt="" width="100" height="100" /></a>Dalam kondisi darah dengan pH basa, sel kanker tak bisa tumbuh, atau pun berkembang. Bahkan sel kanker yg ada bakal menjadi mati sendirinya. Ada beberapa kasus nyata yang terjadi dan sangat penting. Mohon baca dengan sabar dan sampaikan kasus tersebut kepada orang lain.<span id="more-509"></span>Jika anda sudah membaca, ulangi baca kembali, terutama menu berkaitan dengan makanan yang ber pH asam dan ber pH basa. Bacalah beberapa kali supaya bisa mengingat menu makanan tersebut. Sekali lagi mohon baca dengan penuh sabar. Ini sangat bermanfaat untuk kesehatan Anda sendiri dan juga keluarga.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">30 tahun yang lalu, Mr. Zhang berkerja di Departemen Penjualan Umum, PT. Taipei Brewery. Beliau telah mengikuti Ujian Seleksi untuk melanjutkan pendidikan di luar negeri, dan beliau lulus dengan nilai tertinggi. Kasihan, sebelum beliau berangkat dilakukan pemeriksaan kesehatannya di rumah sakit umum dan ditemukan tumor ganas di dalam paru-parunya, sebesar kepalan tangan seorang anak. Dengan demikian, harapan melanjutkan pendidikan di luar negeri jadi pupus.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Mr. Zhang merasa sangat kecewa. Dia menduga bahwa hasil pemeriksaan itu mungkin bisa salah. Jadi dia lalu pergi ke rumah sakit lain untuk memeriksakan kembali tetapi hasil pemeriksaan kali ini pun positif juga. Maka Mr. Zhang, yang masih muda, putus harapan setelah dikonfirmasi bahwa dia benar-benar terkena penyakit kanker paru-paru. Dia pun menelpon beberapa kali kepada Mr. Wei, teman sekelasnya, yang bertugas sebagai sekretaris Walikota Daerah Huangsun, Pemerintah Wilayah Taidong.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Setelah mendengar berita sedih dari Mr. Zhang, kemudian Mr. Wei pun langsung berangkat ke Taipei pada hari minggu menemuinya. Mr. Zhang, dengan putus harapan dan sangat pesimis, memberitahukan Mr. Wei hal penyakit yang buruk itu dengan panjang lebar, dan meminta temannya membantu mengurus hal-hal pribadinya jika dia meninggal dunia. Mr. Wei lalu teringat teman baiknya, Dr. Lu, yang memimpin Rumah Sakit Majie pada tahun 1949-55. Beliau adalah seorang peneliti dan spesialis penyakit kanker.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Dia minta Mr. Zhang menjumpai Dr. Lu untuk perobatan dengan segera. Pada awalnya Mr. Zhang tidak mau berkonsultasi dengan dokter lagi, dia merasa nantinya hasil pemeriksaan baru akan menambah kesedihan untuknya. Tetapi kata Mr. Wei sudah buat janji dengan Dr. Lu. Jadi Mr. Zhang pun merasa wajib menemui Dr. Lu didampingi Mr. Wei.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Waktu bertemu, Dr. Lu berkata,&#8221; Mr. Wei adalah teman baik saya. Boleh dikatakan perkenalan ini merupakan satu pertemuan yang sangat baik. Saya mau bertanya kalian kenapa penyakit kanker disebut penyakit yang mematikan?&#8221; Mr. Zhang dan Mr. Wei tidak bisa menjawab.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Dr. Lu menjelaskan,&#8221; Sampai saat ini cumah ada 2 cara digunakan untuk mengobati penyakit kanker. Yang pertama harus menghilangkan (mematikan) bibit/sel penyakit kankernya. Yang kedua meningkatkan kekebalan tubuh utkmelawan penyakit/sel kanker. Nah, walaupun Cobalt 60 atau obat-obatan lain digunakan, mengherankan sekali, sebelum sel kanker mati, obat-obatan itu terlebih dahulu  mematikan sel yang sehat. Kemudian apapun gizi atau suplemen yang dimakan, sel kanker dengan cepat melahap gizi atau suplemen tersebut sebelum sel sehat menyerapnya. Ini mengakibatkan sel kanker berkembang cepat dalam tubuh. Dengan demikian, boleh dikatakan kedua cara pengobatan ini akan gagal dan menyebabkan kematian.&#8221;</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Dr. Lu meneruskan,&#8221;Manusia adalah makhluk yang paling cerdas dan telah sukses mengantar angkasawan ke bulan. Kenapa tidak ada seorang pun yang bertanya kedua cara pengobatan penyakit kanker tersebut gagal terus dan penyakit kanker nya tetap menyebabkan kematian, dan, manusia tidak mengusahakan dengan cara pengobatan yang ke 3 ? Waktu saya buat penelitian klinis di Rumah Sakit Majie, ada banyak kesempatan untuk saya berkerja sama dengan kolega yang sering membantu saya. Pendapat saya, 100 % dari hasil pemeriksaan tersebut menunjukan darah ditubuh pasien kanker menunjukkan kadar pH nya asam.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Ternyata rahib dan nun  yang tinggal dilingkungan yang hanya makan sayur mayur ( vegetarian ) selama hidupnya, darah mereka rata-rata dalam kondisi darah ber pH basa yang rendah dan tidak ada satu pun diantara mereka terdeteksi adanya penyakit kanker. Dengan demikian, saya berani berpendapat dalam kondisi darah ber pH basa yang rendah, sel kanker tidak akan tumbuh atau pun berkembang.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Mr. Zhang, saya sarankan bahwa mulai sekarang kamu mengurangi makanan daging dan mengkonsumsi makanan sayur-sayuran. Kamu bisa makan ganggang hijau dan sup kenari. Mengubah kondisi tubuh dan mencoba serius cara hidup didalam lingkungan alam. Jika kamu bisa hidup dalam 5 tahun ini, kamu sudah aman. Kamu akan bernasib baik.&#8221;</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Mr. Zhang mengikuti nasehat Dr. Lu dengan serius untuk merubah kebiasaan pola makan. Setiap hari dia makan ganggang hijau, minum sup kenari dan membuat dia optimis melakukan olahraga yang cukup. Satu tahun kemudian, dia melakukan pemeriksaan kesehatannya di rumah sakit yang sama. Dari hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa tumor kanker tidak bertambah besar tetapi semakin mengecil. Ini adalah satu keajaiban untuk staff rumah sakit yang memeriksa dia.. Lima tahun kemudian, tumor kanker hampir hilang seluruhnya. Sekarang sudah hampir 40 tahun, kesehatan Mr. Zhang benar-benar sudah normal dan kehidupannya sangat menyenangkan.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Setelah kasus Mr. Zhang, Mr. Chen Tianshou, seorang mantan Kapala Admintrasi Umum di Rumah Sakit Provinsi Taidong, juga di diagnosa terkena penyakit kanker paru-paru. Saat diketahui Mr. Wei, dia menceritakan kepada Mr. Chen apa yang terjadi kepada Mr. Zhang. Mr. Chen pun mengikuti rekomendasi Dr. Lu untuk merubah pola makan sama seperti yang dilakukan oleh Mr. Zhang. Dan akhirnya, Mr. Chen pun sembuh dari penyakit kanker.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Pada saat itu, Dr. Lu dan keluarganya sudah migrasi ke Amerika. Waktu dia pulang ke Taiwan dan bertemu Mr. Wei, diberitahukan kabar kesembuhan Mr. Zhang dan Mr. Chen. Mr. Wei mengusulkan kepada Dr. Lu supaya Mr. Zhang dan Mr. Chen melapor sendiri tentang kesembuhannya. Diharap Dr. Lu bisa menerbitkan satu pelaporan mengenai metode penyembuhan penyakit kanker dengan cara merubah pola makan.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Dengan rendah hati, Dr. Lu menjawab,&#8221; Saya sudah usia tua dan tidak ada catatan klinis utk dua kasus ini. Beritahukan aja kepada teman-teman dan famili, dan jika mereka setuju, mereka dapat menyampaikan /menyebar luaskan juga kepada orang lain yg membutuhkan pengobatan.&#8221;</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Siapa pun harus menjaga sendiri kesehatannya dan juga mau peduli dengan kesehatan orang lain. Sebanyak 85% pasien penyakit kanker, darahnya menunjukkan ber pH asam yang tinggi didalam tubuhnya.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Darah orang sehat mestinya ber pH basa yang rendah, yaitu dgn kisaran pHnya 7.35 – 7.45.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Darah bayi juga begitu, dalam kondisi ber pH basa yang rendah.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Dengan bertambahnya usia, maka orang dewasa darahnya menjadi lebih ber pH asam tinggi secara alami.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Menurut penelitian yang dilakukan terhadap sample darah 600 orang pasien penyakit kanker , sebanyak 85% diantara mereka menunjukkan ber pH asam yang tinggi. Bagaimana menjaga darah yang ber pH basa rendah adalah langkah yang pertama untuk menghindari penyakit kanker.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Kondisi darah ber pH asam mengambarkan hal-hal berikut:</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">1. Kulit tidak bersinar.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">2. Penyakit kaki karena kutu air.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">3. Cepat merasa lelah setelah olahraga ringan dan mengantuk begitu diatas / naik bis.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">4. Setelah naik turun tangga mudah terengah-engah.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">5. Gemuk dengan perut buncit.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">6. Lamban bergerak dan lesu.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Mengapa kondisi darah dalam tubuh bisa berubah menjadi ber pH asam?</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">1. Terlalu banyak meminum susu dan memakan mentega dan keju.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">For example : Misalnya :</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">a)  Daging, makanan seperti susu, mentega, keju, telur, daging sapi, daging babi asin, dll adalah makanan yang ber pH asam.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">b) Terlalu banyak makanan ber pH asam akan menyebabkan pH darah menjadi lebih asam dan kental, sehingga peredaran darah tidak lancar hingga ke ujung pembuluh darah , mengakibatkan kaki/lutut gampang terasa dingin, bahu berat dan susah tidur.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">c) Untuk orang berusia muda boleh mengkomsumsi daging dengan porsi yang wajar tetapi untuk orang-orang tua, akan lebih baik mengkomsumsi sayur-sayuran dan ikan dengan porsi kecil.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">2. Kehidupan ( pola hidup ) yg tidak teratur menyebabkan kondisi fisik ber darah ber pH Asam.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">a) Kehidupan tidak teratur atau stress menyebabkan tekanan terhadap pisik dan mental.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">b) Menurut statistik, orang yang terlambat tidur kemungkinan diserang penyakit kanker 5 kali lebih besar dibanding dengan orang yang tidur tepat waktu..</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">c) Manusia pada dasarnya hidup secara teratur di dunia ini. Tidak boleh mengakumulasi tidur dalam waktu yang lama dan juga memakan makanan dalam jumlah yang banyak dijadikan sebagai cadangan dan tidak boleh hidup melawan ritme alam.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">d) Organ-organ dalam tubuh manusia dikontrol oleh syaraf autonomi. Pada siang hari adalah aktivitas utama dari syaraf simpatik dan pada waktu malam hanya syaraf para-simpatik yang berfungsi. Jika aturan ini terganggu dan diputar balikkan ritme nya, maka akan menghadapi semua jenis serangan penyakit.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">3. Gugup, tegang atau emosional yg tak terkendali.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">a) Tekanan yg disebabkan oleh kehidupan / lingkungan sosial.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">b) Tekanan mental atau yang berkaitan dengan stress yg ditimbulkan oleh pekerjaan.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">c) Untuk orang yang mendadak terlepas dari penderitaan tekanan mental, kemungkinan bisa mengakibatkan kematian. Ini disebut ketidak sempurnaan sindrom fungsi korteks adrenalin.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">4. Tekanan / stress secara fisik.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">a) Sebelum operasi, perlu memeriksa apakah korteks ginjal berfungsi secara normal. Jika korteks adrenalin bocor atau tekanan yang diakibatkan oleh operasi melebihi kemampuan korteks adrenalin maka akan mengakibatkan kematian atau dampak yang berlawanan.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">b) Jika muka pasien membengkak, perlu menanyakan secara rinci kepada pasien riwayat penyakitnya dan status pengobatannya atau riwayat konsumsi obatnya.. Untuk pasien yang dalam pengobatan hormon korteks adrenalin, perawatan / perhatian ekstra perlu diberikan ketika menjalani perawatan akupunktur.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">c) Menghidari tekanan oleh karena terlalu capek bekerja atau berolahraga, begadang main Mahiong ataupun menyetir sepanjang malam.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Lampiran: Bahan makanan yang ber pH asam/basa</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">1. Makanan yang ber pH asam tinggi: kuning telur, keju, roti manis, telur ikan, minyak ikan, dll.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">2. Makanan yang ber pH asam sedang: daging (paha) babi yang diasinkan (ham), daging babi yang diasin dan dikukus ( bacon ), daging ayam, ikan cumi-cumi, daging babi, belut, daging sapi, roti, gandum, mentega, daging kuda.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">3. Makanan yang ber pH asam rendah : nasi putih, kacang, bir, alkohol, tahu goreng, rumput laut, remis besar (kerang), ikan gurita, ikan janggut (berkumis), etc.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">4. Makanan yang ber pH basa rendah: kacang merah, lobak, apel, sayur kubis atau kol, bawang, tahu, dll.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">5. Makanan yang ber pH basa sedang: lobak kering, kacang kedele, wartel, tomat, pisang, jeruk, labu, buah delima, putih telur, prem kering, jeruk limun, bayam, etc</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">6. Makanan yang ber pH basa tinggi: buah anggur, daun teh, minuman anggur, taoge laut, ganggang laut, dll.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Khususnya jenis ganggang hijau mengandung banyak zat hijau daun (chlorophyl) sebagai makanan kesehatan yang sangat baik dan ber pH basa tinggi. Jangan terlalu banyak minum teh tetapi sebaiknya minumlah teh pada pagi hari.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Adalah menjadi berkat bagi Anda jika menyampaikan atau mengirimkan artikel ini kepada teman-teman, famili, sanak saudara dan siapa saja. Terima kasih dan Tuhan memberkati Anda!</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="color: #888888;">Sumber Tulisan : HM.Deddy Julianto</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="color: #888888;">Sumber Foto : www.allthingsbeautiful.com</span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bk3sjatim.org/?feed=rss2&amp;p=509</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>7 CAIRAN ALAMI REDAM DEMAM BERDARAH</title>
		<link>http://bk3sjatim.org/?p=1465</link>
		<comments>http://bk3sjatim.org/?p=1465#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 03 Jun 2010 01:39:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Tips]]></category>

		<category><![CDATA[Warta BKKKS]]></category>

		<category><![CDATA[demam berdarah]]></category>

		<category><![CDATA[obat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bk3sjatim.org/?p=1465</guid>
		<description><![CDATA[Selain minyak sereh untuk menangkal bahaya DBD, orang sering memanfaatkan kasiat jambu biji. Maklum banyak orang yang mengaku berhasil terselamatkan dari demam berdarah berkat jus jambu biji. Tertolongnya pasien DBD berkat jambu biji, bisa jadi bukan karena jambunya, tapi karena cairan jus yang masuk ke tubuh pasien dalam jumlah banyak. Cairan itu, apalagi jika diminum [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a rel="attachment wp-att-1466" href="http://bk3sjatim.org/?attachment_id=1466"><img class="size-thumbnail wp-image-1466 alignleft" style="margin-right: 2px; margin-left: 2px; margin-top: 5px; margin-bottom: 5px; border: 5px solid #000000;" title="waspada-demam-berdarah" src="http://bk3sjatim.org/wp-content/uploads/2010/02/waspada-demam-berdarah-100x100.gif" alt="" width="90" height="90" /></a>Selain minyak sereh untuk menangkal bahaya DBD, orang sering memanfaatkan kasiat jambu biji. Maklum banyak orang yang mengaku berhasil terselamatkan dari demam berdarah berkat jus jambu biji. Tertolongnya pasien DBD berkat jambu biji, bisa jadi bukan karena jambunya, tapi karena cairan jus yang masuk ke tubuh pasien dalam jumlah banyak. <span id="more-1465"></span>Cairan itu, apalagi jika diminum sampai 5 atau 6 gelas sehari, amat dibutuhkan pasien yang kehilangan banyak plasma darah akibat penurunan trombosit.</p>
<p>Cairan apa pun, entah air biasa atau air larutan gula dan garam atau jus buah lain bisa membantu proses penyembuhan pasien demam berdarah jika dikonsumsi dalam jumlah banyak. Minuman dalam kemasan kaleng yang mengandung zat elektrolit juga dianjurkan diberikan pada pasien.</p>
<p>Berikut ini beberapa jenis cairan yang bisa diberikan kepada penderita demam berdarah agar terhindar dari kekurangan cairan:</p>
<p><strong><span style="text-decoration: underline;">1. Air Kelapa Muda</span></strong></p>
<p style="text-align: justify;">Badan Pangan Dunia PBB (FAO - Food &amp; Agriculture Organization) mengakui bahwa khasiat air kelapa muda sebagai penghilang dahaga kaya zat elektrolit alami. Zat elektrolit dan gizinya lebih dari sekadar minuman penghilang dahaga produksi pabrik. Disebutkan dalam situs resmi FAO bahwa air kelapa muda itu alami, lezat, kaya garam, gula, dan vitamin yang dibutuhkan atlet kelas Olimpiade maupun para amatir. Bahkan, badan PBB ini telah mematenkan air kelapa muda yang berkhasiat itu.</p>
<p>Di dalam air kelapa muda terkandung mineral kalium, sodium, klorida, dan magnesium. Zat-zat ini adalah elektrolit yang dibutuhkan tubuh untuk membantu mengatasi ancaman syok pada kondisi kekurangan cairan. Selain kalium, juga mengandung gula, vitamin B dan C dan protein. Komposisi gula dan mineral yang terdapat dalam air ini begitu sempurna, sehingga disebutkan memiliki keseimbangan yang mirip dengan cairan tubuh manusia.</p>
<p><strong><span style="text-decoration: underline;">2. Air Heksagonal</span></strong></p>
<p style="text-align: justify;">Pengobatan tradisional Cina selalu menganjurkan konsumsi air &#8220;hidup&#8221;. Tidak pernah disebutkan maksud &#8220;hidup&#8221; tersebut. Di Korea, orang yang rajin minum air terjun di pegunungan tetap terjaga kesehatannya, demikian kata Yunjo Chung, MD, dokter dari University of Korea. Air &#8220;hidup&#8221; mungkin adalah air yang kaya dengan kandungan oksigen seperti air terjun itu.</p>
<p>Korea baru-baru ini berhasil mematenkan teknologi bernama Actimo untuk membuat air &#8220;hidup&#8221; yang mengandung oksigen dan dijual di seluruh dunia. Menurut mereka, dalam tubuh manusia terdapat dua bentuk senyawa air, pentagonal (segilima) dan heksagonal (segienam).</p>
<p>Pembedaan heksagonal dan pentagonal ini hanya berdasar pada strukturnya. Air pentagonal membentuk rangkaian molekul air dengan ikatan kelompok besar dan tidak stabil. Seperti air putih biasa, air heksagonal ini tidak berasa dan berbau. (baca rubrik Anda Perlu Tahu di SENIOR edisi 290)</p>
<p><strong><span style="text-decoration: underline;">3. Jus Buah</span></strong></p>
<p style="text-align: justify;">Kekurangan cairan karena demam berdarah bisa juga diatasi dengan air jus. Tidak selalu harus jus jambu biji. &#8220;Bisa jus pepaya, jeruk, atau jus mangga, asal pasien suka,&#8221; tutur Dr. Hindra Irawan Satari, Sp.A(K) M.Tro.Pad, seorang dokter spesialis anak.</p>
<p>Kadar air dalam buah berhitung tinggi, yaitu bervariasi antara 65 sampai 92 persen, sehingga bisa menutupi kekurangan cairan akibat merembesnya plasma darah keluar dari pembuluh.</p>
<p>Michael T. Murray, ND, dalam bukunya The Complete Book of Juicing, menulis jus mudah diserap tubuh karena bentuknya yang halus dan cair itu. Zat makanan seperti diketahui diserap usus dalam bentuk jus. Mengonsumsi jus berarti membantu proses pencernaan tubuh dengan mempercepat penyerapan nutrisi kualitas tinggi yang terkandung dalam jus.</p>
<p><strong><span style="text-decoration: underline;">4. Jambu Biji</span></strong></p>
<p style="text-align: justify;">Walau khasiatnya belum teruji secara medis, tidak ada salahnya untuk memberikan jus jambu biji kepada pasien demam berdarah. Sebab, buah eksotis ini mengandung vitamin C yang sangat tinggi.</p>
<p>Vitamin C ini terdapat dalam daging buahnya. Bijinya yang sering tidak dikonsumsi juga mengandung vitaimin C. Disebutkan dalam buku Foods that Heal, Foods that Harm, 90 gram buah jambu biji lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan harian vitamin C pada orang dewasa. Buku itu juga menyebutkan, meski sudah kehilangan hampir 25 persen vitamin karena proses pengolahan, jus jambu biji kemasan kotak masih merupakan sumber vitamin C yang baik.</p>
<p>Berkat kandungan vitamin C dosis tinggi inilah, kekebalan tubuh dalam melawan bakteri akan meningkat. Proses penyembuhan luka pun jadi lebih cepat. Selain itu, tekanan darah juga menjadi lebih baik karena buah ini merupakan sumber potasium yang baik.</p>
<p>Untuk mendapatkan manfaatnya secara maksimal, pilih buah yang baru saja masak dan masih berwarna hijau kekuningan. Bila sudah masak, simpan di lemari es. Jangan lupa cuci dulu sebelum dibuat jus.</p>
<p><strong><span style="text-decoration: underline;">5. Alang-Alang</span></strong></p>
<p style="text-align: justify;">Tanaman liar bernama Latin Imperata cylindrica (L) Beauv ini sudah sering diteliti. Menurut Dr. Setiawan Dalimartha dalam buku Ramuan Tradisional untuk Pengobatan Hepatitis, di luar negeri alang-alang sudah dibuat obat paten.<br />
Penelitian tentang tanaman ini menyebutkan, alang-alang mengandung manitol, glukosa, sakharosa, malic acid, citric acid, coixol, arundoin, cylindrin, fernenol, simiarenol, anemonin, asam kersik, damar, dan logam alkali. Dilihat dari kandungan-kandungan tersebut, alang-alang bersifat antipiretik (menurunkan panas), diuretik (meluruhkan kemih), hemostatik (menghentikan perdarahan), dan menghilangkan haus.</p>
<p>Pengobatan Cina tradisional menyebutkan, alang-alang memiliki sifat manis dan sejuk. Efek pengobatan tanaman ini memasuki meridian paru-paru, lambung, dan usus kecil. Dengan sifat diuretik yang melancarkan air kencing, alang-alang bermanfaat untuk menyembuhkan penyakit radang ginjal akut.</p>
<p>Sifat diuretik yang mengeluarkan cairan tubuh tak berguna ini bermanfaat untuk mengontrol tekanan darah yang cenderung tinggi. Sifat hemostatik yang bisa menghentikan perdarahan dapat juga dimanfaatkan untuk mengatasi mimisan dan perdarahan di dalam.</p>
<p>Herbal ini di dalam tubuh akan menyusup ke dalam organ paru-paru, lambung, dan usus kecil. Oleh karena itu, ramuan alang-alang sebaiknya tidak diberikan kepada mereka yang fungsi lambungnya lemah dan sering buang air kecil.</p>
<p>Bagian tanaman alang-alang yang bisa dimanfaatkan sebagai obat tradisional adalah rimpang, baik yang segar maupun yang telah dikeringkan. Bahan alang-alang ini bisa diperoleh di toko obat Cina. Kini bahkan sudah tersedia minuman alang-alang instan yang berkhasiat menghilangkan panas dalam. Minuman instan ini bisa diperoleh di toko jamu atau toko obat Cina.</p>
<p>Cara pemanfaatannya, ambil satu ikat atau gulung akar alang-alang. Cuci dan rebus dalam tiga gelas air hingga tersisa satu gelas. Campur air perasan satu buah jeruk nipis dengan tiga sendok makan air alang-alang tersebut. Pakai seperlunya. Tambahkan pemanis bila ramuan ini ditujukan untuk anak-anak.</p>
<p><strong><span style="text-decoration: underline;">6. Angkung</span></strong></p>
<p style="text-align: justify;">Angkung diyakini bisa membantu menyembuhkan penyakit radang selaput otak, stroke, radang otak, penyakit hati, kejang, dan kekurangan cairan tubuh seperti halnya dalam kasus demam berdarah. Namun, sangat disayangkan harga angkung amat mahal. Harga satu pil angkung mencapai Rp 250 ribu. Angkung ini biasanya dijual dalam kemasan pil di toko obat Cina.</p>
<p>Untuk membelinya harus hati-hati karena di pasaran ditengarai banyak angkung palsu. Ciri-ciri angkung asli antara lain pil terbungkus kertas keemasan setelah dibuka dari kotaknya. Wujud pil angkung mirip jenang atau dodol, lentur tetapi mudah dipatahkan. Ciri lainnya, cepat sekali larut bila diseduh dengan air panas, bahkan dalam waktu kurang dari 1 menit. Ciri keaslian yang mudah dikenali dari kemasan luar adalah label dan tanda hologram produsennya.</p>
<p>Selain harganya yang mahal, manfaat angkung tidak langsung terasa setelah minum satu atau dua butir. â€œAngkung baru terasa khasiatnya untuk mengatasi penyakit berat setelah diminum secara teratur 6 sampai 8 butir pil setiap hari,â€ kata Sinse Johanes, yang berpraktik di daerah Kalibesar Timur, Jakarta Barat.</p>
<p><strong><span style="text-decoration: underline;">7. Daun Dewa</span></strong></p>
<p style="text-align: justify;">Tumbuhan daun dewa bisa juga dipergunakan sebagai pengganti angkung. Tanaman ini berbentuk semak. Daun adalah bagian tanaman yang dimanfaatkan sebagai obat.<br />
Herba ini dikenal kaya dengan berbagai kandungan kimia seperti saponin, minyak asiri, flavonoid, dan tanin. Dengan kandungan kimia tersebut tumbuhan ini bermanfaat sebagai anticoagulant (mencairkan bekuan darah), menghentikan perdarahan, menghilangkan panas, membersihkan racun.</p>
<p>Tumbuhan dewa ini juga telah tersedia di toko obat Cina dalam bentuk kapsul. Harganya relatif lebih murah dibanding angkung. @ Lalang Ken Handita</p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #999999;">Sumber : </span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #999999;">Materi : JAKARTA, KOMPAS.com </span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #999999;">Foto : </span><span style="color: #999999;">nataniel-2008.blogspot.com/</span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bk3sjatim.org/?feed=rss2&amp;p=1465</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>SUKSES ITU TERNYATA SEDERHANA</title>
		<link>http://bk3sjatim.org/?p=1476</link>
		<comments>http://bk3sjatim.org/?p=1476#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 27 May 2010 01:56:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<category><![CDATA[sukses]]></category>

		<category><![CDATA[Tips]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bk3sjatim.org/?p=1476</guid>
		<description><![CDATA[Sukses tidak ada hubungan dengan menjadi kaya raya, sukses itu tidak serumit/serahasia seperti kata kiyosaki/tung desem waringin/the secret, sukses itu tidak perlu dikejar,SUKSES adalah ANDA! Karena kesuksesan terbesar ada pada diri Anda sendiri&#8230; 
Bagaimana Anda tercipta dari pertarungan jutaan sperma untuk membuahi 1 ovum, itu adalah sukses pertama Anda!
Bagaimana Anda bisa lahir dengan anggota tubuh sempurna [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a rel="attachment wp-att-1477" href="http://bk3sjatim.org/?attachment_id=1477"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-1477" style="margin: 2px; border: 2px solid #000000;" title="rahasia-sukses" src="http://bk3sjatim.org/wp-content/uploads/2010/02/rahasia-sukses-100x100.jpg" alt="" width="81" height="81" /></a>Sukses tidak ada hubungan dengan menjadi kaya raya, sukses itu tidak serumit/serahasia seperti kata kiyosaki/tung desem waringin/the secret, sukses itu tidak perlu dikejar,SUKSES adalah ANDA! Karena kesuksesan terbesar ada pada diri Anda sendiri&#8230; <span id="more-1476"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Bagaimana Anda tercipta dari pertarungan jutaan sperma untuk membuahi 1 ovum, itu adalah sukses pertama Anda!</p>
<p style="text-align: justify;">Bagaimana Anda bisa lahir dengan anggota tubuh sempurna tanpa cacat, itulah kesuksesan Anda kedua&#8230;</p>
<p style="text-align: justify;">Ketika Anda ke sekolah bahkan bisa menikmati studi S1, di saat tiap menit ada 10 siswa drop out karena tidak mampu bayar SPP, itulah sukses Anda ketiga&#8230;</p>
<p style="text-align: justify;">Ketika Anda bisa bekerja di perusahaan bilangan segitiga emas, di saat 46 juta orang menjadi pengangguran, itulah kesuksesan Anda keempat&#8230;</p>
<p style="text-align: justify;">Ketika Anda masih bisa makan tiga kali sehari, di saat ada 3 juta orang mati kelaparan setiap bulannya, itulah kesuksesan Anda yang kelima&#8230;</p>
<p style="text-align: justify;">Sukses terjadi setiap hari, Namun Anda tidak pernah menyadarinya. .. Saya sangat tersentuh ketika menonton film &#8220;Click!&#8221; yg dibintangi Adam Sandler, &#8220;Family comes first&#8221;,begitu kata2 terakhir kepada anaknya sebelum dia meninggal&#8230;</p>
<p style="text-align: justify;">Saking sibuknya Si Adam Sandler ini mengejar kesuksesan, ia sampai  tidak sempat meluangkan waktu untuk anak &amp; istrinya, bahkan tidak sempat menghadiri hari pemakaman ayahnya sendiri,keluarga nya pun berantakan, istrinya yang cantik menceraikannya, anaknya jadi ngga kenal siapa ayahnya&#8230;</p>
<p style="text-align: justify;">Sukses selalu dibiaskan oleh penulis buku laris supaya bukunya bisa terus2an jadi best seller dengan membuat sukses menjadi hal yg rumit dan sukar didapatkan.. . Sukses tidak melulu soal harta, rumah mewah, mobil sport, jam Rolex, pensiun muda, menjadi pengusaha, punya kolam renang/helikopter, punya istri cantik seperti Donald Trump &amp; resort mewah di Karibia&#8230; Sukses sejati adalah hidup dengan penuh syukur atas segala rahmat Tuhan, sukses yang sejati adalah menikmati &amp; bersyukur atas setiap detik kehidupan Anda, pada saat Anda gembira, Anda gembira sepenuhnya, sedangkan pada saat Anda sedih, Anda sedih sepenuhnya, setelah itu Anda sudah harus bersiap lagi menghadapi episode baru lagi.</p>
<p style="text-align: justify;">Sukses sejati adalah hidup benar di jalan Allah, hidup baik, tidak menipu, apalagi scam, saleh &amp; selalu rendah hati.</p>
<p style="text-align: justify;">Sukses itu tidak lagi menginginkan kekayaan ketimbang kemiskinan, tidak lagi menginginkan kesembuhan ketimbang sakit, sukses sejati adalah bisa menerima sepenuhnya kelebihan,keadaan, dan kekurangan</p>
<p style="text-align: justify;">Anda apa adanya dengan penuh syukur..<br />
Pernahkah Anda menyadari?<br />
Anda sebenarnya tidak membeli suatu barang dengan uang. Uang hanyalah alat tukar, Anda sebenarnya membeli rumah dari waktu Anda.<br />
Ya, Anda mungkin harus kerja siang malam utk bayar KPR selama 15 tahun atau beli mobil/motor kredit selama 3 tahun. Itu semua sebenarnya Anda dapatkan dari membarter waktu Anda, Anda menjual waktu Anda dari pagi hingga malam kepada penawar tertinggi untuk mendapatkan uang supaya bisa beli makanan, pulsa telepon dll&#8230;</p>
<p style="text-align: justify;">Aset terbesar Anda bukanlah rumah/mobil Anda, tapi diri Anda sendiri, Itu sebabnya mengapa orang pintar bisa digaji puluhan kali lipat dari orang bodoh&#8230;</p>
<p style="text-align: justify;">Semakin berharga diri Anda, semakin mahal orang mau membeli waktu Anda&#8230;</p>
<p style="text-align: justify;">Itu sebabnya kenapa harga 2 jam-nya Kiyosaki bicara ngalor ngidul di seminar bisa dibayar 200 juta atau harga 2 jam seminar Pak Tung bisa mencapai 100 juta!!!</p>
<p style="text-align: justify;">Itu sebabnya kenapa Nike berani membayar Tiger Woods &amp; Michael Jordan sebesar 200 juta dollar, hanya untuk memakai produk Nike. Suatu produk bermerk menjadi mahal/berharga bukan karena merk-nya, tapi karena produk tsb dipakai oleh siapa&#8230;.</p>
<p style="text-align: justify;">Itu sebabnya bola basket bekas dipakai Michael Jordan diperebutkan, bisa terjual 80 juta dollar, sedangkan bola basket bekas dengan merk sama, bila kita jual harganya justru malah turun&#8230;</p>
<p style="text-align: justify;">Hidup ini kok lucu, kita seperti mengejar fatamorgana, bila dilihat dari jauh, mungkin kita melihat air/emas di kejauhan, namun ketika kita kejar dng segenap tenaga kita &amp; akhirnya kita sampai, yang kita lihat yah cuman pantulan sinar matahari/corn flakes saja.</p>
<p style="text-align: justify;">oh&#8230;ternyata. ..</p>
<p style="text-align: justify;">Lucu bila setelah Anda membaca tulisan di atas Namun Anda masih mengejar fatamorgana tsb ketimbang menghabiskan waktu Anda yg sangat berharga bersama dengan orangtua yg begitu mencintai</p>
<p style="text-align: justify;">Anda, memeluk hangat suami / istri / kekasih Anda, mengatakan &#8220;I love you&#8221;kepada orang-orang yang anda cintai: orang tua, istri, suami, anak, sahabat2 Anda.</p>
<p style="text-align: justify;">Lakukanlah ini selagi Anda masih punya waktu, selagi Anda masih sempat,</p>
<p style="text-align: justify;">Anda tidak pernah tahu kapan Anda akan meninggal, mungkin besok pagi,mungkin nanti malam,LIFE is so SHORT.</p>
<p style="text-align: justify;">Enjoy Your Life,</p>
<p style="text-align: justify;">LIFE is so SHORT my dear friend&#8230;.</p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #999999;">Sumber </span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #999999;">Materi : Juniwati Honggataruno stefani_2122@hotmail.com</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #999999;">Foto : rawapening.wordpress.com </span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bk3sjatim.org/?feed=rss2&amp;p=1476</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>STRESS!</title>
		<link>http://bk3sjatim.org/?p=1219</link>
		<comments>http://bk3sjatim.org/?p=1219#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 24 May 2010 04:10:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Oase]]></category>

		<category><![CDATA[Warta BKKKS]]></category>

		<category><![CDATA[sakit]]></category>

		<category><![CDATA[stres]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bk3sjatim.org/?p=1219</guid>
		<description><![CDATA[Bukan BERAT beban yang membuat kita stress, tetapi LAMA-nya kita memikul beban tersebut. (Stephen Covey). Pada saat memberikan kuliah tentang Manajemen Stress, Stephen Covey mengangkat segelas air dan bertanya kepadapara siswanya :
&#8220;Menurut anda, kira-kira seberapa beratnya segelas air ini?&#8221; Para siswa menjawab mulai dari 200 gr sampai 500 gr. &#8220;Ini bukanlah masalah berat absolutnya, tapi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a rel="attachment wp-att-1230" href="http://bk3sjatim.org/?attachment_id=1230"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-1230" style="margin: 3px; border: 3px solid #000000;" title="Stress.." src="http://bk3sjatim.org/wp-content/uploads/2010/01/overload-100x100.gif" alt="" width="100" height="100" /></a>Bukan BERAT beban yang membuat kita stress, tetapi LAMA-nya kita memikul beban tersebut. (Stephen Covey). Pada saat memberikan kuliah tentang Manajemen Stress, Stephen Covey mengangkat segelas air dan bertanya kepadapara siswanya<span id="more-1219"></span> :</p>
<p>&#8220;Menurut anda, kira-kira seberapa beratnya segelas air ini?&#8221; Para siswa menjawab mulai dari 200 gr sampai 500 gr. &#8220;Ini bukanlah masalah berat absolutnya, tapi tergantung berapa lama anda memegangnya.&#8221; kata Covey.</p>
<p>&#8220;Jika saya memegangnya selama 1 menit, tidak ada masalah. Jika saya memegangnya selama 1 jam, lengan kanan saya akan sakit. Dan jika saya memegangnya selama 1 hari penuh, mungkin anda harus memanggilkan ambulans untuk saya. Beratnya sebenarnya sama, tapi semakin lama saya memegangnya,maka bebannya akan semakin berat.&#8221;</p>
<p>&#8220;Jika kita membawa beban kita terus menerus, lambat laun kita tidak akan mampu membawanya lagi. Beban itu akan meningkat beratnya.&#8221; lanjut Covey.</p>
<p>&#8220;Apa yang harus kita lakukan adalah meletakkan gelas tersebut, istirahat sejenak sebelum mengangkatnya lagi&#8221;.Kita harus meninggalkan beban kita secara periodik, agar kita dapat lebih segar dan mampu membawanya lagi.</p>
<p>Jadi sebelum pulang ke rumah dari pekerjaan sore ini, tinggalkan beban pekerjaan.<br />
Jangan bawa pulang. Beban itu dapat diambil lagi besok. Apapun beban yang ada dipundak anda hari ini,coba tinggalkan sejenak jika bisa. Setelah beristirahat nanti dapat diambil lagi.</p>
<p>Hidup ini singkat, jadi cobalah menikmatinya dan memanfaatkannya &#8230;!<br />
Hal terindah dan terbaik di dunia ini tak dapat dilihat, atau disentuh, tapi dapat dirasakan jauh di relung hati kita.</p>
<p><span style="color: #999999;">sumber foto :  www.impactfactory.com/ uploads/overload.gif </span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bk3sjatim.org/?feed=rss2&amp;p=1219</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>MANFAAT DAUN SUKUN</title>
		<link>http://bk3sjatim.org/?p=1223</link>
		<comments>http://bk3sjatim.org/?p=1223#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 30 Apr 2010 02:20:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<category><![CDATA[daun sukun]]></category>

		<category><![CDATA[kesehata]]></category>

		<category><![CDATA[sosial]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bk3sjatim.org/?p=1223</guid>
		<description><![CDATA[Secara empiris, banyak orang memanfaatkan daun sukun untuk mengatasi berbagai gangguan kesehatan. Selain menurunkan kadar kolesterol darah, ada pula yang menjadikannya sebagai solusi untuk menyelamatkan ginjal. Jika saja saran dari saudara dan kerabatnya tidak diindahkan, bukan tidak mungkin Arman harus menjalani cuci darah secara rutin. Bahkan, bisa jadi bapak dua anak ini harus kehilangan ginjalnya. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a rel="attachment wp-att-1224" href="http://bk3sjatim.org/?attachment_id=1224"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-1224" style="margin: 2px; border: 2px solid #000000;" title="Daun Sukun" src="http://bk3sjatim.org/wp-content/uploads/2010/01/250px-artocarpus_altilis-100x100.jpg" alt="" width="100" height="100" /></a>Secara empiris, banyak orang memanfaatkan daun sukun untuk mengatasi berbagai gangguan kesehatan. Selain menurunkan kadar kolesterol darah, ada pula yang menjadikannya sebagai solusi untuk menyelamatkan ginjal. Jika saja saran dari saudara dan kerabatnya tidak diindahkan, bukan tidak mungkin Arman harus menjalani cuci darah secara rutin. <span id="more-1223"></span>Bahkan, bisa jadi bapak dua anak ini harus kehilangan ginjalnya. Rebusan daun sukun yang rutin diminum mampu menyelamatkan ginjalnya dan menjamin rutinitas hariannya tetap berjalan.</p>
<p style="text-align: justify;">Sebelum rutin minum ramuan daun sukun yang telah dikeringkan setengah tahun lalu, Arman mengeluhkan badannya mudah lelah, lesu, dan kesegaran wajahnya jauh berkurang. la juga tersiksa bila ingin buang air kecil. “Sungguh menyiksa, selain lama, keluarnya juga sedikit. Nunggunya yang berjam-jam itu benar-benar membuat saya tersiksa,” ungkapnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Hasil pemeriksaan dokter, kondisi ginjal sebelah kiri Arman termasuk parah. Tak hanya tersiksa saat buang air kecil, berat badannya juga turun drastis, dari 70 kg menjadi 55 kg. Kondisi inilah yang memuat Arman mencoba solusi lain. Meski awalnya muncul keraguan, saran dari saudaranya untuk minum rebusan daun sukun pun akhirnya dituruti. Ketika itu pria berusia 65 tahun ini merasa sudah mulai tak tahan lagi dengan derita yang dialami. Untunglah, meski kondisi satu ginjalnya cukup parah, Arman tidak harus menjalani cuci darah.</p>
<p style="text-align: justify;">Menurut dokter, tak berfungsinya ginjal terjadi karena beberapa sebab. Diantaranya oleh endapan batu ginjal, pembesaran prostat, kencing manis, darah tinggi, atau penyakit imunologi. Dalam kasusnya, gagal ginjal disebabkan pembesaran prostat.</p>
<p style="text-align: justify;">Secara medis, penurunan fungsi ginjal karena faktor usia pun akan lebih cepat berlangsung karena pembesaran prostat menyumbat saluran kemih. Seperti kebanyakan penderita, Arman baru mengeluh setelah fungsi ginjal berkurang 25-30 persen.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong><span style="text-decoration: underline;">Sehari Segelas</span></strong></p>
<p style="text-align: justify;">Membuat ramuan rebusan daun sukun, menurut Arman, cukup sederhana dan mudah, yakni dengan merebus daun sukun yang telah dikeringkan. Air rebusan tersebut diminum setiap hari satu gelas. Diakui, mula-mula reaksinya belum terasa. Sebulan kemudian barulah terasa ada perubahan. “Badan mulai terasa lebih fit, lebih segar dan buang air kecil menjadi makin lancar,” tutur Arman.</p>
<p style="text-align: justify;">Merasa sudah cocok dengan ramuan tersebut, ia pun meneruskan hingga sampai empat bulan. Hasilnya cukup bagus, keluhan sakit di pinggang yang dirasa sebelumnya juga jauh berkurang. Bahkan, hasil pemeriksaan dokter menyatakan, kondisi ginjalnya sudah jauh lebih baik dan sehat. Meski begitu, ia tetap rajin kontrol ke dokter, minimal satu atau dua bulan sekali.</p>
<p style="text-align: justify;">Selain baik untuk ginjal, daun sukun ternyata juga jitu untuk meredam laju kolesterol jahat dalam darah. Seperti yang dialami oleh Imron. Menurutnya, setelah dua minggu, daun sukun mampu menurunkan kadar kolesterol darahnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Ramuannya sama dengan untuk ginjal, hanya ditambah bangle. Campuran segenggam daun sukun yang telah dikeringkan dan bangle diseduh dengan air panas, seperti halnya membuat teh. Diminum setiap hari sebagai pengganti teh. Hasilnya ternyata cocok untuk saya, papar pria pengusaha itu. Manfaat daun sukun memang sudah menjadi bagian dari sejarah pengobatan herbal Indonesia.</p>
<p style="text-align: justify;">Daun sukun diyakini mengandung beberapa zat berkhasiat seperti asam hidrosianat, asetilcolin, tanin, riboflavin, dan sebagainya. Zat-zat ini juga mampu mengatasi peradangan.</p>
<p style="text-align: justify;">Selain itu, secara empiris, daun sukun mampu menyelamatkan ginjal yang sakit. Sebuah riset yang dilakukan LIPI dengan peneliti asal Cina juga mengungkapkan, daun sukun sangat berguna bagi proses penyembuhan penyakit kardiovaskular.</p>
<p style="text-align: justify;">Bambang Indro Mardi, ahli tanaman obat sekaligus pengobat alternatif dari Jakarta, mengakui bahwa daun sukun memiliki beragam manfaat untuk menjaga maupun meningkatkan kinerja ginjal, sebagai penurun kolesterol, sekaligus cocok untuk menjaga kesehatan pembuluh darah maupun jantung.</p>
<p style="text-align: justify;">Sejauh ini banyak orang mengaku merasakan manfaat langsung dari daun sukun, terutama untuk gangguan ginjal, kolesterol, dan asam urat,” katanya. Artikel lainnya :Sukun termasuk dalam genus Artocarpus (famili Moraceae) yang terdiri atas 50 spesies tanaman berkayu, yang hanya tumbuh di daerah panas dan lembab dikawasan Asia Tenggara dan kepulauan Pasifik. Buahnya berbentuk bulat berkulit tebal dan kasar, dengan warna hijau muda dan kuning dengan berat sekitar 1,5 - 3 kg. Buah sukun bisa digunakan untuk bahan pangan. Orang biasa memanfaatkannya untuk makanan ringan, semisal direbus, digoreng, atau dibuat keripik dan kolak. Ada juga yang memanfaatkannya sebagai bahan baku tepung dan mi.</p>
<p style="text-align: justify;">Tak banyak orang yang menanamnya. Selain kurang “menjual”, masyarakat belum begitu tahu manfaat tanaman tersebut. Sering dijumpai orang menebang pohon tersebut di pekarangannya, dan menggantinya dengan tanaman lain seperti pisang atau mangga. Tapi sesungguhnya sukun sangat bermanfaat. Daunnya mempunyai khasiat buat kesehatan, efektif untuk mengobati berbagai penyakit seperti liver, hepatitis, sakit gigi, gatal-gatal, pembesaran limpa, jantung, dan ginjal. Bahkan, masyarakat Ambon memanfaatkan kulit batangnya untuk obat mencairkan darah bagi wanita yang baru 8-10 hari melahirkan.</p>
<p style="text-align: justify;">Daun tanaman tersebut mengandung beberapa zat berkhasiat seperti asam hidrosianat, asetilcolin, tanin, riboflavin, dan sebagainya. Zat-zat ini juga mampu mengatasi peradangan. Menyelamatkan Ginjal Ada juga yang menjadikan daun tersebut sebagai alternatif untuk menyelamatkan ginjal yang sakit. Caranya mudah, tapi harus telaten.</p>
<p style="text-align: justify;">Langkah awal, siapkan tiga lembar daun yang berwarna hijau tua, namun masih menempel di dahan. Kemudian cuci bersih pada air mengalir. Selanjutnya dirajang lalu jemur sampai kering. Siapkan pula wadah lalu isi dengan air bersih dua liter. Usahakan wadah tersebut terbuat dari gerabah tanah liat, tapi jika pun tak ada bisa juga memakai panci stainless steel. Masukkan dedaunan kering itu lalu dimasak sampai mendidih, sisakan air tersebut sampai volumenya tinggal separuh. Selanjutnya, tambahkan air bersih satu liter, dan didihkan lagi sampai separuh.</p>
<p style="text-align: justify;">Kemudian saringlah rebusan daun sukun itu. Warna airnya merah, mirip teh. Rasanya agak pahit. Silakan diminum sampai habis, tak boleh disisakan untuk kesesokan harinya. Demikian seterusnya. Agar tidak repot bolak-balik mengambil tiga lembar daun, sebaiknya sediakan rajangan daun sukun kering untuk seminggu. Caranya, siapkan lembar daun hijau tua sebanyak 3 x 7 = 21 lembar.</p>
<p style="text-align: justify;">Proses selanjutnya persis seperti cara di atas, sehingga kita punya sejumlah rajangan daun sukun kering, tapi dibagi-bagi menjadi tujuh bungkus. Tiap hari ambil sebungkus, rebus, saring, dan minum. Jika Anda termasuk tak tahan pahit, bisa ditambahkan sedikit madu setiap kali minum.</p>
<p style="text-align: justify;">Jantung Daun sukun juga bisa untuk mengobati penyakit jantung. Caranya, ambillah satu lembar daun sukun tua yang masih menempel di pohon. Daun sukun tua mempunyai kadar zat kimia maksimal. Cucilah sampai bersih lalu dijemur hingga kering. Kemudian rebus sampai mendidih dengan lima gelas air dan sisakan sampai tinggal separuh. Tambahkan air lagi hingga mencapai volume lima gelas. Setelah disaring, rebusan air itu siap diminum dan harus habis tak bisa disisakan untuk esok hari.</p>
<p style="text-align: justify;">Beberapa pakar obat tradisional memang meragukan khasiat daun sukun. Namun masyarakat sudah percaya dan membuktikan khasiat daun sukun yang dapat menyembuhkan penyakit jantung dan ginjal.</p>
<p style="text-align: justify;">Dalam buku Koleksi Tumbuhan Obat Kebun Raya Bogor, tanaman ini tidak termuat. Satu-satunya literatur yang mengungkap efek diuretik dan kardiotonik sukun hanya buku Indian Medicinal Plants. Itu pun hanya menyangkut buahnya. Apakah bahan kimia yang dikandungnya itu berkhasiat ? Tentu saja masih perlu dilakukan penelitian lebih lanjut oleh pihak-pihak yang terkait, karena memang obat tradisional dari tanaman dipercaya walaupun awalnya hanya cerita dari mulut ke mulut. Jadi, penelitian itu amat penting bagi dunia kesehatan.</p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #999999;">sumber :</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #999999;">Materi : Triono Widjajanto &lt;wtriono@hotmail.com&gt;</span><span style="color: #999999;"><br />
</span><span style="color: #999999;">Foto : elitha-eri.net </span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bk3sjatim.org/?feed=rss2&amp;p=1223</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>NAH LOH,SENJATA MAKAN TUAN !</title>
		<link>http://bk3sjatim.org/?p=1483</link>
		<comments>http://bk3sjatim.org/?p=1483#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 19 Feb 2010 02:28:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Humor]]></category>

		<category><![CDATA[Warta BKKKS]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bk3sjatim.org/?p=1483</guid>
		<description><![CDATA[Ini cerita dari seorang teman yang bertahun silam pergi ke Papua New Guinea untuk urusan bisnis. Ia ditemani oleh dua orang temannya dan tinggal di sebuah rumah di pedalaman. Rumah ini dirawat oleh seorang lokal, yang tugasnya hanya dua yakni merawat rumah dan memasak. 
Semuanya oke-oke saja, kecuali satu hal: mereka punya satu botol anggur yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a rel="attachment wp-att-1040" href="http://bk3sjatim.org/?attachment_id=1040"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-1040" style="margin: 5px; border: 2px solid #000000;" title="3bpblogspotcom-s320ketawa_yuk" src="http://bk3sjatim.org/wp-content/uploads/2009/06/3bpblogspotcom-s320ketawa_yuk-100x100.jpg" alt="" width="90" height="90" /></a>Ini cerita dari seorang teman yang bertahun silam pergi ke Papua New Guinea untuk urusan bisnis. Ia ditemani oleh dua orang temannya dan tinggal di sebuah rumah di pedalaman. Rumah ini dirawat oleh seorang lokal, yang tugasnya hanya dua yakni merawat rumah dan memasak. <span id="more-1483"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Semuanya oke-oke saja, kecuali satu hal: mereka punya satu botol anggur yang mahal yang disimpan di ruang makan, yang setiap harinya sepertinya terus berkurang padahal mereka tidak pernah meminumnya. Anggur ini mahal dan mereka ingin menyimpannya untuk acara spesial. Yang mereka temukan adalah setiap hari jumlahnya sedikit demi sedikit berkurang.</p>
<p style="text-align: justify;">Mereka pun memutuskan untuk mengukur kekurangannya dengan membuat garis kecil pada botol, sehingga apabila memang berkurang lagi mereka bisa tahu dengan jelas. Dan setelah membuat garis tersebut, mereka menemukan memang jumlah anggur dalam botol tersebut berkurang terus setiap hari, walau sedikit demi sedikit. Mereka tidak punya tertuduh lain lagi selain sang penunggu rumah lugu tersebut, sebab ketiganya memang jarang di rumah.</p>
<p style="text-align: justify;">Suatu kali ketiganya pulang ke rumah dalam keadaan mabuk dan mereka merencanakan memberi pelajaran si penunggu rumah. Mereka mengambil botol anggur dan mengganti isinya dengan air seni mereka. Setelah itu mereka letakan kembali seperti biasa. Dan yang mereka temukan, setiap hari jumlah air seni ini pun berkurang seperti halnya anggur.</p>
<p style="text-align: justify;">Suatu hari mereka tidak tega lagi membayangkan bahwa si penunggu rumah yang baik hati ini sampai meneguk air seni mereka. Mereka memutuskan untuk memanggil si penunggu rumah dan menanyakan perihal anggur. Dan dengan gaya yang tidak menuduh langsung, mereka mengatakan bahwa mereka perhatikan persediaan anggur mereka di satu-satunya botol di rumah itu selalu menipis, dan pasti ada seorang di rumah ini yang meminumnya!</p>
<p style="text-align: justify;">Serta merta si penunggu rumah polos ini menyahut, &#8220;Not me, Boss! Selama ini saya hanya selalu pakai untuk keperluan memasak untuk para Boss!&#8221;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bk3sjatim.org/?feed=rss2&amp;p=1483</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>NOVEL KAYU API KARANGAN HUDAN HIDAYAT &#8220;ULAR&#8221;</title>
		<link>http://bk3sjatim.org/?p=385</link>
		<comments>http://bk3sjatim.org/?p=385#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 03 Jan 2010 06:56:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Oase]]></category>

		<category><![CDATA[Warta BKKKS]]></category>

		<category><![CDATA[Novel]]></category>

		<category><![CDATA[Ular]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bk3sjatim.org/?p=385</guid>
		<description><![CDATA[Tinggal di daerah semacam itu tidak membuat lelaki tua dan istrinya risih. Lelaki tua dan istrinya pandai mengambil hati penduduk di mana mereka tinggal. Sering kulihat lelaki itu sambil tertawa kecil terlibat percakapan di luar pagar rumahnya dan menepuk bahu lawan bicaranya. Entah apa yang diucapkannya, tapi anak muda dengan mata tanpa pikiran, kini bergerak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a rel="attachment wp-att-386" href="http://bk3sjatim.org/?attachment_id=386"><img class="alignleft alignnone size-thumbnail wp-image-386" style="border: 2px solid black; margin: 4px; float: left;" title="Ular" src="http://bk3sjatim.org/wp-content/uploads/2009/02/snake900-100x100.gif" alt="" width="100" height="100" /></a><span style="font-family: " lang="IN">Tinggal di daerah semacam itu tidak membuat lelaki tua dan istrinya risih. Lelaki tua dan istrinya pandai mengambil hati penduduk di mana mereka tinggal. Sering kulihat lelaki itu sambil tertawa kecil terlibat percakapan di luar pagar rumahnya dan menepuk bahu lawan bicaranya. Entah apa yang diucapkannya, tapi anak muda dengan mata tanpa pikiran, kini bergerak seakan hidupnya penuh dengan harapan. </span><span id="more-385"></span><span style="font-family: " lang="IN">Ia lebih cepat dan gesit dari biasanya. Matanya tetap bodoh seperti mata sapi. Gerakannya seakan pekerja yang sedang mengangkut balok kayu ke atas bahunya. Berlarian kesana-kemari tak tentu arah.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-family: " lang="IN">Lelaki tua itu sering memarkir mobilnya yang besar di tanah kosong depan bangunannya, di bawah teduh pohon nangka yang buah-buahnya berjuntaian seakan hendak menimpa mobil. Anak-anak mendekat kepada lelaki tua. Ibu-ibu mendekat kepada perempuan lelaki tua yang turun dengan menjinjitkan kakinya, agar gaunnya tak menyentuh tanah. Seorang ibu mengeluh. Ia menunjuk-nunjuk ke arah anaknya yang tubuhnya penuh dengan kudis dan anak itu sesekali mengisap ingusnya. Ditepuknya ibu itu dengan tepukan sayang yang pelan. Ibu itu mengangguk senang lalu tergelak. Perempuan itu tertawa dan sang lelaki tua bahagia di tengah anak-anak. Ia keluarkan dompetnya dan anak-anak berbebutan mengambil lembaran-lembaran dari tangan sang lelaki tua. Demikianlah berulang-ulang, sang lelaki tua itu membagi-bagikan kebahagiaan kepada orang-orang banyak. Lelaki dengan palang di wajahnya beranjak dari tempat duduknya mendatangi lelaki tua. Entah apa yang dibisikkannya, tapi lelaki tua nampak menarik mukanya dengan roman terkejut. Seolah tersentak dari pikiran yang ingin dilupakannya. Sejenak kemudian lelaki palang kembali lagi ke tempat duduknya ditepian arus sungai. Kawannya memandangnya. Lelaki itu mengucapkan kata-kata. Lalu permainan kartu dimulai kembali.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-family: " lang="IN">Anak muda penangkap ikan itu termenung sendiri sambil membagi-bagi kartu. Untuk pertama kalinya kocokannya terjatuh dan untuk pertama kalinya lemparan kartunya meleset dari tempat di mana ia selalu meletakkan kartu tepat dihadapan lawan mainnya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-family: " lang="IN">Kuarahkan teropongku dan mataku tenggelam ke balik lensa. Perempuan muda itu berjalan melingkar di dalam kamar. Aku mengarahkan teropongku menjelajahi kamar. Tak ada lelakinya. Hanya perempuan itu saja dengan tubuh bertelanjang dada. Kedua putiknya menjulang dan kulihat bayangan bayi mengulum putik yang kanan, seperti kulihat seorang lelaki mengulum putiknya yang kiri. Kuusir bayangan itu karena kini perempuan itu memelintir putiknya sendiri dengan kedua ujung jari.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-family: " lang="IN">Kemanakah lelakimu, wahai perempuan yang memelintir putikmu sendiri. Aku memutar teropongku menjelajahi seluruh ruangan besar itu. Aku bergerak ke kamarku yang lain, ingin melihat kamar lain dari rumah itu. Aku ingin menemukan lelaki tua dan melihat apa yang sedang dikerjakannya. Pasti ada yang sedang dikerjakannya. Ataukah dia tertidur sementara perempuannya berputar dengan putik di jari-jarinya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-family: " lang="IN">Dari balik teropongku aku melihat benda-benda yang nampak di mataku. Lewat tirai yang setengah terbuka aku melihat patung-patung manusia. Sebuah patung menarik hatiku karena kukira patung itu mirip sekali dengan lelaki tua yang hendak kucari. Patung itu melingkar di dekat pintu terusan ke kamar sang perempuan. Pintu kamar itu setengah terbuka dan lelaki itu agak di balik pintu, sehingga aku tidak bisa melihat kakinya. Tapi jelas sekali tubuh atasnya serupa dengan tubuh sang lelaki tua. Patung itu diam tidak bergerak, terbaring di samping patung manusia ular di sebelah lelaki tua. Aku kagum dengan patung manusia ular itu.. Kuputar gerigi teropongku dan manusia itu serupa benar dengan ular yang hitam yang legam. Sisik-sisiknya terasa di dalam jiwaku dan matanya yang hitam serta lidahnya yang merah seolah menyambar ke depan mukaku.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-family: " lang="IN">Sejenak aku menarik mukaku dari lensa teropong. Dadaku agak berdebar karena aku sangat takut dengan ular. Patung ular yang cantik, kataku sambil membayangkan sang pematung. Begitu tekun kamu bekerja sehingga patungmu hidup dan kini hendak mematukku. Tubuhnya membentuk lengkungan ular dari pinggang perempuan. Kakinya menyatukan kaki manusia ke tubuh bawah ular. Wajahnya sepenuhnya wajah perempuan ular. Jiwaku masuk ke dalam perempuan ular, saat aku menyadari ada sebuah gerakan perlahan-lahan dari bawah patung, membuat patung perempuan ular bergetar. Aku nyaris melepaskan teropongku ketika lensa teropongku mencari sumber yang membuat patung ular bergetar. Di sana, patung yang kusangka sang lelaki tua itu ternyata bergerak, dalam gerakan terakhirnya membentuk wajah ular dari wajah sang lelaki tua.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-family: " lang="IN">Aku masih melihat gerakan terakhir perubahan bentuk itu. Sebuah erangan yang begitu memilukan saat seorang manusia berubah menjadi ular. Lidah lelaki tua itu menjulur dari mulut yang menahan sakit yang luar biasa, lalu lidah lelaki tua bercabang membentuk lidah ular. Itulah perubahan terakhir bersama matanya mengecil menjadi mata ular.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-family: " lang="IN">Kini lelaki tua itu sudah menjadi sepenuhnya ular. Manusia ular itu merambat naik, membelit dengan tubuh sebesar manusia yang sisik-sisiknya hitam yang licin. Naik terus sampai muka ular itu berhadapan dengan muka patung ular perempuan. Aku menahan napasku. Apakah yang akan dilakukan manusia ular itu kepada patung perempuan ular.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-family: " lang="IN">Sebuah dorongan di pintu membuat pintu terusan itu terbuka. Kini perempuan lelaki tua yang telah berubah menjadi ular itu masuk dengan tubuh tanpa busana. Alangkah indah tubuhnya. Kulitnya kuning dan buah dadanya bertangkup serasi sekali dengan bentuk tubuhnya yang lain. Pantat yang jadi muara kedua kakinya amat indah bentuknya. Perutnya seolah tembaga. Matanya kini menyorot sayu penuh napsu. Perempuan itu berjalan ke arah ranjang di tengah ruangan, berbaring dan mengerang.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-family: " lang="IN">Ular itu turun dengan cepat dari patung, merayap melalui ranjang besi dan mulai menjilat-jilat perempuan itu mulai dari ujung-ujung kakinya. Pada saat itulah kudengar orang-orang yang sama berteriak dengan nada berbeda. Dari balik teropongku kulihat banyak gerakan di seputar rumah itu. Gerakan-gerakan di sebelah kiri rumah dan langkah-langkah kaki di depan rumah, dari orang-orang yang kini berlari-lari seolah ingin menyelamatkan hidup mereka sendiri. Sang pembagi kartu kulihat menunjuk-nunjuk dan telunjuknya kini berbalik ke arah rumah lelaki ular. Kudengar ia berkata mengatasi kegaduhan. Manusia ular, kebaikannya hanya seperti ular yang melingkar dan membeliti jalan-jalan yang kita lalui selama ini. Apakah kita hendak berdiam diri dengan sisik-sisiknya yang meracuni hati. Apakah kita akan berdiam diri. Ini bukan soal pribadiku atau pribadi kamu dengan manusia yang berhati ular. Tapi soal kita dan mereka yang telah menjadi ular. Janganlah kita tertipu dengan sebaran racunnya di jalan-jalan hidup kita.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-family: " lang="IN">Kata-kata yang fasih itu kudengar diteriakkan dengan keras dan orang-orang itu mendekat menjadi kerumunan mengepung rumah. Teropongku bergerak ke arah kamar di mana kulihat sang ular kini bergerak dengan liar di atas tubuh perempuan, yang sama liarnya menggerak-gerakkan pantatnya, dan pantat itu kadang-kadang melonjakkan dirinya ke atas sehingga tubuh ular itu seolah membentuk sebuah gelung, mengikuti tubuh dengan pinggang yang mengangkat perut dan kedua tangan yang meremas tepian besi. Mereka tidak tahu ada ular yang lain lagi. Ular-ular yang telah lama lapar dan kini siap untuk menerkam sesama ular.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-family: " lang="IN">Perempuan itu telah di puncak nafsunya, ketika bunyi gaduh pecahan kaca terdengar memecah keheningan kamar. Sampai juga ke kamarku segenap bunyi itu. Kuarahkan teropongku dan kulihat orang-orang itu mulai melemparkan batu. Dinding dan kaca rumah itu menjadi sasaran batu yang melayang, meninggalkan bunyi yang seolah marahnya sebuah hati. Lalu kudengar seseorang meneriakkan kata bakar sambil menyulut kain yang menjuntai dari tepian botol. Isi botol menetes-netes seolah tetesan air liur binatang liar.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-family: " lang="IN">Tak terkendali lagi. Dari balik teropongku perempuan itu meloncat dan kebingungan mencari pakaian, lalu berlari ke kamar dari pintu terusan kamar. Masuk lagi sambil tergopoh-gopoh memakai pakaiannya. Celana jinnya dipakai terbalik dan kulihat dalam cahaya terakhir lampu yang dipadamkan, sebuah perubahan bentuk dari ular yang menjadi manusia. Sisik-sisik itu tiba menyusut lalu tubuh ular lenyap berganti menjadi tubuh manusia. Kembali aku nyaris melepaskan teropongku saat kepala ular menghilang menjadi kepala manusia. Erangan panjang bersama batu-batu itu membuat apa yang kulihat nampak begitu memilukan. Apakah yang ada dalam pikiran ular itu dan apakah yang ada dalam pikiran kepala lelaki itu, dalam hitungan detik yang sangat menentukan itu. Kini lelaki itu telah utuh menjadi dirinya sendiri. Seorang lelaki tua yang piawai mengendalikan massa tapi kini nampak tak berdaya. Dengan gemetar dipeluknya wanitanya. Mereka meringkuk berpelukan di sudut kamar.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-family: " lang="IN">Lalu dengan gugup sang lelaki tua berlari ke arah lemari di dekat pintu masuk dan mengambil pistol. Pistol itu hampir terjatuh saat tangannya yang gemetar memasukkan peluru-peluru ke dalam lubang-lubang di tubuh pistol. Ia genggam pistol itu dan berlari mendekati pintu kaca yang telah menjadi lubang menganga. Tangannya menjulur keluar dan terdengar ledakan pistol.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-family: " lang="IN">Ledakan itu seolah menjadi tanda bagi ular-ular itu bergerak dengan serentak dan apa saja di tangan mereka atau yang bisa mereka jangkau, mereka lemparkan ke arah rumah besar. Lima orang masuk ke dalam kamar, dan tanpa berbicara sang pembagi kartu memukul kepala lelaki tua. Manusia ikan mendekati perempuan yang nyaris pingsan dengan mata terbelalak seperti mata kelinci, meringkuk dan terkencing di celananya sendiri. Ia renggut perempuan itu dan ia memasukkan kelaminnya ke dalam kelamin korbannya dalam hentakan buas hewan yang terluka.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-family: " lang="IN">Nyaris pukul dua, rumah itu sempurna menjadi sebuah pakaian yang compang-camping, teronggok di dekat tepian anak sungai. Tak ada lagi yang tersisa dari bangunan itu kecuali abu, rangka besi dan beton, serta asap yang seolah malas, bergulir pelan-pelan di bekas-bekas tonggak-rumah.</span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bk3sjatim.org/?feed=rss2&amp;p=385</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>KASIAN BANGSA -  PUISI KAHLIL GIBRAN</title>
		<link>http://bk3sjatim.org/?p=1221</link>
		<comments>http://bk3sjatim.org/?p=1221#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 03 Jan 2010 04:12:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Oase]]></category>

		<category><![CDATA[Warta BKKKS]]></category>

		<category><![CDATA[bangsa]]></category>

		<category><![CDATA[puisi]]></category>

		<category><![CDATA[sosial]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bk3sjatim.org/?p=1221</guid>
		<description><![CDATA[
Kasihan bangsa
yang memakai pakaian yang tidak ditenunnya,
memakan roti dari gandum yang tidak dituainya
dan meminum anggur yang tidak diperasnya
Kasihan bangsa
yang menjadikan orang bodoh menjadi pahlawan,
dan menganggap penindasan penjajah sebagai hadiah.
Kasihan bangsa
yang meremehkan nafsu dalam mimpi-mimpinya ketika tidur,
sementara menyerah padanya ketika bangun.
Kasihan bangsa
yang tidak pernah angkat suara
kecuali jika sedang berjalan di atas kuburan,
tidak sesumbar
kecuali di reruntuhan,
dan tidak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a rel="attachment wp-att-1238" href="http://bk3sjatim.org/?attachment_id=1238"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-1238" style="margin: 3px; border: 3px solid #000000;" title="Puisi" src="http://bk3sjatim.org/wp-content/uploads/2010/01/puisi-puisi-puisi1-100x100.jpg" alt="" width="90" height="90" /></a></p>
<p>Kasihan bangsa<br />
yang memakai pakaian yang tidak ditenunnya,<br />
memakan roti dari gandum yang tidak dituainya<br />
dan meminum anggur yang tidak diperasnya<span id="more-1221"></span></p>
<p>Kasihan bangsa<br />
yang menjadikan orang bodoh menjadi pahlawan,<br />
dan menganggap penindasan penjajah sebagai hadiah.</p>
<p>Kasihan bangsa<br />
yang meremehkan nafsu dalam mimpi-mimpinya ketika tidur,<br />
sementara menyerah padanya ketika bangun.</p>
<p>Kasihan bangsa<br />
yang tidak pernah angkat suara<br />
kecuali jika sedang berjalan di atas kuburan,<br />
tidak sesumbar<br />
kecuali di reruntuhan,<br />
dan tidak memberontak<br />
kecuali ketika lehernya sudah berada di antara pedang dan landasan.</p>
<p>Kasihan bangsa<br />
yang negarawannya serigala,<br />
falsafahnya gentong nasi,<br />
dan senimannya tukang tambal<br />
dan tukang tiru.</p>
<p>Kasihan bangsa<br />
yang menyambut penguasa barunya<br />
dengan trompet kehormatan<br />
namun melepasnya dengan cacian,<br />
hanya untuk menyambut penguasa baru lain<br />
dengan trompet lagi.</p>
<p>Kasihan bangsa<br />
yang orang sucinya dungu menghitung tahun-tahun berlalu<br />
dan orang kuatnya masih dalam gendongan.</p>
<p>Kasihan bangsa<br />
yang berpecah-belah,<br />
dan masing-masing mengangap dirinya sebagai satu bangsa.</p>
<p><span style="color: #999999;">Sumber : linguafranca28.files.wordpress.com </span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bk3sjatim.org/?feed=rss2&amp;p=1221</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>MENUJU KE ARAH PENDIDIKAN INKLUSIF</title>
		<link>http://bk3sjatim.org/?p=148</link>
		<comments>http://bk3sjatim.org/?p=148#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 30 Dec 2009 22:14:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Warta BKKKS]]></category>

		<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bk3sjatim.org/?p=148</guid>
		<description><![CDATA[Prakata : Sekolah Inklusif adalah sekolah reguler yang mengkoordinasi dan mengintegrasikan siswa reguler dan siswa penyandang cacat dalam program yang sama, dari satu jalan untuk menyiapkan pendidikan bagi anak penyandang cacat adalah pentingnya pendidikan Inklusif, tidak hanya memenuhi target pendidikan untuk semua dan pendidikan dasar 9 tahun, akan tetapi lebih banyak keuntungannya tidak hanya memenuhi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="justify">Prakata : Sekolah Inklusif adalah sekolah reguler yang mengkoordinasi dan mengintegrasikan siswa reguler dan siswa penyandang cacat dalam program yang sama, dari satu jalan untuk menyiapkan pendidikan bagi anak penyandang cacat adalah pentingnya pendidikan Inklusif, tidak hanya memenuhi target pendidikan untuk semua dan pendidikan dasar 9 tahun, akan tetapi lebih banyak keuntungannya tidak hanya memenuhi hak-hak<span id="more-148"></span></p>
<p align="center"><span style="color: #800080;">Menuju Ke Arah Pendidikan Inklusif</span></p>
<p>1. Gagagasan pendidikan inklusif</p>
<p align="justify">Sekolah Inklusif adalah sekolah reguler yang mengkoordinasi dan mengintegrasikan siswa reguler dan siswa penyandang cacat dalam program yang sama, dari satu jalan untuk menyiapkan pendidikan bagi anak penyandang cacat adalah pentingnya pendidikan Inklusif, tidak hanya memenuhi target pendidikan untuk semua dan pendidikan dasar 9 tahun, akan tetapi lebih banyak keuntungannya tidak hanya memenuhi hak-hak asasi manusia dan hak-hak anak tetapi lebih penting lagi bagi kesejahteraan anak, karena pendidikan Inklusif mulai dengan merealisasikan perubahan keyakinan masyarakat yang terkandung di mana akan menjadi bagian dari keseluruhan, dengan demikian penyandang cacat anak akan merasa tenang, percaya diri, merasa dihargai, dilindungi, disayangi, bahagia dan bertanggung jawab. Inklusif terjadi pada semua lingkungan sosial anak, Pada keluarga, pada kelompok teman sebaya, pada sekolah, pada institusi-institusi kemasyarakatan lainnya. Sebuah masyarakat yang melaksanakan pendidikan inklusif berkeyakinan bahwa hidup dan belajar bersama adalah cara hidup (way of life) yang terbaik, yang menguntungkan semua orang, karena tipe pendidikan ini dapat menerima dan merespon setiap kebutuhan individual anak. Dengan demikian sekolah atau pendidikan menjadi suatu lingkungan belajar yang ramah anak-anak. Pendidikan inklusif adalah sebuah sistem pendidikan yang memungkinkan setiap anak penuh berpartisipasi dalam kegiatan kelas reguler tanpa mempertimbangkan kecacatan atau karakteristik lainnya. Disamping itu pendidikan inklusif juga melibatkan orang tua dalam cara yang berarti dalam berbagi kegiatan pendidikan, terutama dalam proses perencanaaan, sedang dalam belajar mengajar, pendekatan guru berpusat pada anak.</p>
<p align="justify">
<p>2. Implementasi Di Lapangan</p>
<p>Indonesia Menuju Pendidikan Inklusif Secara formal dideklarasikan pada tanggal 11 agustus 2004 di Bandung, dengan harapan dapat menggalang sekolah reguler untuk mempersiapkan pendidikan bagi semua anak termasuk penyandang cacat anak. Setiap penyandang cacat berhak memperolah pendidikan pada semua sektor, jalur, jenis dan jenjang pendidikan (Pasal 6 ayat 1). Setiap penyandang cacat memiliki hak yang sama untuk menumbuh kembangkan bakat, kemampuan dan kehidupan sosialnya, terutama bagi penyandang cacat anak dalam lingkungan keluarga dan masyarakat (Pasal 6 ayat 6 UU RI No. 4 tahun 1997 tentang penyandang cacat).</p>
<p>Disamping pendidikan atau sekolah reguler, pemerintah dan badan-badan swasta menyelenggarakan pendidikan atau sekolah khusus yang biasa disebut Sekolah Luar Biasa (SLB) untuk melayani beberapa jenis kecacatan. Tidak seperti sekolah reguler yang tersebar luas baik di daerah perkotaan maupun daerah pedesaan. SLB dan SDLB sebagian besar berlokasi di perkotaan dan sebagian kecil sekali yang berlokasi di pedesaan. Penyandang cacat anak untuk menjangkau SLB atau SDLB relatif sangat jauh hingga memakan biaya cukup tinggi yang tidak terjangkau penyandang cacat anak dari pedesaan. Ini pula masalah yang dapat diselesaikan oleh pendidikan atau sekolah Inklusif, di samping memecahkan masalah golongan penyandang cacat yang merata karena diskriminasi sosial, karena dari sejak dini tidak bersama, berorientasi dengan yang lain.</p>
<p align="justify">Sejak tahun 2001, pemerintah mulai uji coba perintisan sekolah Inklusif seperti di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta dengan 12 sekolah didaerah Gunung Kidul dan di Provinsi daerah Khusus Ibukota Jogyakarta dengan 35 sekolah. Pada sekolah sekolah reguler yang dijadikan perintis itu memang diuntukkan anak-anak lambat belajar dan anak-anak sulit belajar sehingga perlu mendapat pelayanan khusus. Karena masih dalam tahap rintisan sampai sekarang belum ada informasi yang berarti dari sekolah-sekolah tersebut.</p>
<p align="justify">
<p align="justify">Prof. Dr. Fawzie Aswin Hadi (Universitas Negeri Jakarta) mengisahkan sekolah Inklusi (SD. Muhamadiyah di Gunung Kidul) sekolah ini punya murid 120 anak, 2 anak laki-laki diantaranya adalah Tuna Grahita, dua anak ini dimasukan oleh kedua ibunya mulai kelas I karena mau masuk SLBC lokasinya jauh dari tempat tinggalnya yang di pegunungan. Keluarga ini tergolong keluarga miskin oleh sebab itu mereka memasukkan anak-anaknya ke SD. Muhamadiyah. Perasaan mereka sangat bahagia dan bangga bahwa kenyataannya anak mereka diterima sekolah. Satu anak tampak berdiam diri dan cuek, sedang satu lagi tampak ceria dan gembira, bahkan ia menyukai tari dan suka musik, juga ia ramah dan bermain dengan teman sekolahnya yang tidak cacat. Gurunya menyukai mereka dan atif mengajar dan mendidik mereka dengan mengunakan modifikasi kurikulum untuk matematika dan mata pelajaran lainnya, evaluasi disesuaikan dengan kemampuan mereka. Hal yang sangat penting disini yang berkaitan dengan guru adalah anak Tuna Grahita dapat menyesuaikan diri dengan baik, bahagia dan senang di sekolah. Ini merupakan potret anak Tuna Grahita di tengah-tengah teman sekelas yang sedang belajar.</p>
<p align="justify">
<p>3. Pengalaman Di Negeri Orang</p>
<p align="justify">Di China terjadi perubahan besar dengan merumuskan kembali pendidikan khusus sebagai bagian integral dari pendidikan dasar dengan menjadikan status pendidikan lebih inklusif . Interfensi pemerintah melalui legislasi dan regulasi merupakan pendekatan efektif dipakai untuk menyempurnakan pelayanan pendidikan. Hasilnya tampak pada implementasi integrasi kelas dan bertambahnnya anak masuk sekolah. Pengalaman China mungkin bermanfaat untuk negeri berkembang yang sedang mencari alternatif mempersiapkan pelayanan pendidikan untuk penyandang cacat anak-anak.</p>
<p align="justify">
<p align="justify">Sedang Philipina mempunyai pengalaman tahun 1997, dalam implementasi pendidikan inklusi. Mereka menetapkan pendidikan khusus sebagai pusat sumber untuk inklusif, yang sangat mampu dan model untuk diaplikasikan. Model ini menunjukan kapasitas sekolah reguler yang banyak di negeri itu untuk mengoordinasikan penyandang cacat anak pada jenjang sekolah. Kebijakan dan strategi untuk pendidikan inklusif dapat diimplementasikan lebih lanjut menuju dan menjadikan pendidikan khusus sebagai bagian integral administrasi dan sistem sekolah secara keseluruhan. Jadikanlah fasilitas sekolah, bahan pelajaran, kurikulum, pendekatan mengajar, organisasi dan manajemen sekolah dan pendukung lainnya adaptable dan duitable untuk kebutuhan pendidikan inklusi, mempersiapkan latihan guru pendidikan khusus untuk bekerja dengan guru sekolah regulasi dalam mempersiapkan layanan untuk murid penyandang cacat anak-anak.</p>
<p align="justify">
<p>4. Bagaimana Indonesia.</p>
<p>Uji coba dibeberapa daerah sejak tahun 2001, secara formal pendidikan inklusif dideklarasikan di Bandung tahun 2004 dengan beberapa sekolah reguler mempersiapkan diri untuk implementasi pendidikan Inklusif. Awal tahun 2006 ini tidak ada tanda-tanda untuk itu, informasi tentang pendidikan inklusi tidak muncul kepada publik, isu ini tenggelam ketika isu menarik lainnya seperti biaya operasional sekolah, sistem SKS SMA dan lain-lain. Apakah kita tidak peduli terhadap penyandang cacat? Mudah-mudahan tidak.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bk3sjatim.org/?feed=rss2&amp;p=148</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>PENINGKATAN KERJASAMA PELAKU UKS MASYARAKAT</title>
		<link>http://bk3sjatim.org/?p=1205</link>
		<comments>http://bk3sjatim.org/?p=1205#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 28 Dec 2009 03:56:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Kronik]]></category>

		<category><![CDATA[Warta BKKKS]]></category>

		<category><![CDATA[pengusaha]]></category>

		<category><![CDATA[sosial]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bk3sjatim.org/?p=1205</guid>
		<description><![CDATA[Di dalam Penanganan terhadap Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) di Jawa Timur selama ini belum dapat terlaksana secara optimal dan sulit ditangani karena belum banyak unsur lembaga dan masyarakat yang ikut berpartisipasi didalamnya, sementara itu keberadaan lembaga-lembaga sosial seperti BKKKS Jawa Timur  yang peduli dan konsen terhadap permaslahan kesejahteraan sosial masyarakat belum memadai untuk [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a rel="attachment wp-att-1206" href="http://bk3sjatim.org/?attachment_id=1206"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-1206" style="margin: 2px; border: 2px solid #000000;" title="Pertemuan dengan pengusaha" src="http://bk3sjatim.org/wp-content/uploads/2010/01/img_1615-100x100.jpg" alt="" width="100" height="100" /></a>Di dalam Penanganan terhadap Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) di Jawa Timur selama ini belum dapat terlaksana secara optimal dan sulit ditangani karena belum banyak unsur lembaga dan masyarakat yang ikut berpartisipasi didalamnya, sementara itu keberadaan lembaga-lembaga sosial seperti BKKKS Jawa Timur  yang peduli dan konsen terhadap permaslahan kesejahteraan sosial masyarakat<span id="more-1205"></span> belum memadai untuk menjangkau sasaran lebih luas, menyadari hal tersebut  BKKKS Jawa Timur dan Dinas Sosial Jawa Timur melakukan langkah terobosan untuk menggalang peran serta kalangan dunia usaha untuk terpadu menangani Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) dengan mengadakan pertemuan dengan acara Peningkatan Jejaring Kerjasama Pelaku-Pelaku Usaha Kesejahteraan Sosial Masyarakat pada tanggal 11 November 2009 bertempat di gedung BK3S Jawa Timur Jl. Raya Tenggilis blok gg no. 10 Surabaya yang menghdairkan BUMN, Swasta, K3S dan UPT Dinas Sosial Jawa Timur.</p>
<p>Ketua Umum BKKKS Jawa Timur Bapak Dr. H. Tjuk Kasturi Sukaidi, SE menyampaikan bahwa tujuan acara tersebut adalah Untuk mensosialisasi masalah yang kita hadapi bersama sehingga mereka (dunia usaha) kita harapkan terpanggil untuk ikut menangani, jadi tidak hanya berpartisipasi tetapi masuk kedalam penganan permasalahan sosial. Secara umum melalui pertemuan lintas sektor ini diharapkan dapat tercipta langkah koordinatif yang terbaik dan terpadu untuk menangani berbagai permasalahan sosial di Jawa Timur</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bk3sjatim.org/?feed=rss2&amp;p=1205</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>PELAYANAN PUBLIK BERPERSPEKTIF DIFABEL</title>
		<link>http://bk3sjatim.org/?p=1189</link>
		<comments>http://bk3sjatim.org/?p=1189#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 24 Dec 2009 03:39:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<category><![CDATA[difable]]></category>

		<category><![CDATA[pendidikan]]></category>

		<category><![CDATA[publik]]></category>

		<category><![CDATA[sosial]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bk3sjatim.org/?p=1189</guid>
		<description><![CDATA[Satu persatu pintu globalisasi telah mulai terbuka diawali dengan AFTA 2003, disusul APEC 2010 hingga WTO 2020. Era globalisasi telah dimulai , segala aspek dan dampaknya mau tidak mau harus kita rasakan. Dengan kondisi krisis multidimensi di negara kita yang tak jua kunjung berakhir nampaknya akan semakin menyulitkan kita khususnya difabel untuk mampu mengambil peran [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a rel="attachment wp-att-1265" href="http://bk3sjatim.org/?attachment_id=1265"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-1265" style="margin: 3px; border: 3px solid #000000;" title="Difabel" src="http://bk3sjatim.org/wp-content/uploads/2010/01/warta_sosial18-100x100.gif" alt="" width="100" height="100" /></a>Satu persatu pintu globalisasi telah mulai terbuka diawali dengan AFTA 2003, disusul APEC 2010 hingga WTO 2020. Era globalisasi telah dimulai , segala aspek dan dampaknya mau tidak mau harus kita rasakan. Dengan kondisi krisis multidimensi di negara kita yang tak jua kunjung berakhir nampaknya akan semakin menyulitkan kita khususnya difabel untuk mampu mengambil peran penting dalam pasar bebas. <span id="more-1189"></span></p>
<p style="text-align: center;"><strong>PELAYANAN PUBLIK BERPERSPEKTIF DIFABEL DALAM MEWUJUDKAN REHABILITASI BERSUMBERDAYA MASYARAKAT SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN MARTABAT DAN KEADILAN</strong></p>
<p style="text-align: justify">A. Latar Belakang</p>
<p>Satu persatu pintu globalisasi telah mulai terbuka diawali dengan AFTA 2003, disusul APEC 2010 hingga WTO 2020. Era globalisasi telah dimulai , segala aspek dan dampaknya mau tidak mau harus kita rasakan. Dengan kondisi krisis multidimensi di negara kita yang tak jua kunjung berakhir nampaknya akan semakin menyulitkan kita khususnya difabel untuk mampu mengambil peran penting dalam pasar bebas. Namun demikian pasar bebas akan menjadi peluang besar jika kita mampu menyiapkan diri dengan baik. Beny Soetrisno direktur PT. Apac Inti Corpora menyatakan bahwa sumber daya manusia (SDM) merupakan asset yang sangat penting dalam upaya meningkatkan daya saing dan kunci dalam memenangkan persaingan usaha yang semakin ketat seiring dengan liberalisasi ekonomi. Kenyataan ini menuntut suatu program pembinaan SDM yang komprehensif dan holistic (GRIPAC).</p>
<p style="text-align: justify">Prevalensi jumlah difabel menurut data BPS dari berbagai jenis kekhususan sekitar 0,7% dari jumlah penduduk Indonesia (1,48 juta jiwa) dan  317.016 anak (21,42 %) adalah anak usia sekolah (5-18Th). Data Dit. PSLB akhir 2007 ABK yang sudah tertampung di Sekolah Khusus (SLB) dan Sekolah Inklusif sebesar 96.408 (30.4%), sementara 220.608 (69.6%) belum mendapat layanan pendidikan.  Diskriminasi terhadap difabel dalam kesempatan bekerja terutama di sektor birokrasi pemerintah dan layanan publik masih cukup besar. Undang-Undang No. 4/1997 tentang Difabel menegaskan adanya persamaan kesempatan mendapatkan pekerjaan dan penghidupan yang layak. Namun praktiknya dalam seleksi pegawai negeri, dipasang syarat sehat fisik dan mental. Hal lain yang mempersempit kesempatan difabel meningkatkan kualitas hidupnya adalah fasilitas-fasilitas publik belum mengakomodasi kepentingan difabel. Di Surabaya terdapat sejumlah 1.276 difabel yang belum mendapatkan akses layanan publik yang dibangun pemerintah sehingga mobilitas mereka terbatas. Pemerintah sebagai penyedia pelayanan publik punya tugas untuk memberikan aksesibilitas kepada mereka. Jika itu dilaksanakan oleh swasta, maka tetap saja di bawah kontrol negara. “Semua fasilitas publik belum friendly dengan difabel. Trotoar, gedung, kendaraan umum, pasar, kereta api dan pelayanan publik lain belum begitu friendly dengan difabel”. Aksesibilitas itu penting disediakan pemerintah, yakni akses terhadap lingkungan fisik baik di perumahan, bangunan, pelayanan transportasi, jalan raya dan lingkungan luar ruangan. Akses juga mesti terbuka bagi orang tua difabel agar mereka mendapatkan informasi lengkap tentang diagnosis, hak-hak, pelayanan dan program-program yang tersedia (Dewi,2008).</p>
<p style="text-align: justify">Dalam Undang-undang Nomor 4 tahun 1997 juga dijelaskan bahwa rehabilitasi diarahkan untuk memfungsikan kembali dan mengembangkan kemampuan fisik, mental dan sosial difabel agar dapat melaksanakan fungsi sosialnya secara wajar sesuai dengan bakat, kemampuan, pendidikan dan pengalaman. Gautama dkk (1995), mengemukakan berbagai kelemahan dari rehabilitasi berbasiskan lembaga sebagai berikut : (1) Kedudukan lembaga yang jauh dari lingkungan keluarga orang cacat mensyaratkan transportasi mahal sehingga menghalangi kontak dengan keluarga, terutama keluarga miskin, (2) Manfaat positif solidaritas kelompok sebaya hilang setelah anak meninggalkan sekolah kediamannya, sementara kontak dengan masyarakat tidak dapat dilakukan, (3) Standar kehidupan material bagi anak-anak cacat sering lebih tinggi dari keluarga dan masyarakat, (4) Metode komunikasi untuk anak-anak tuna netra dan tuna rungu tidak dipelajari oleh keluarga atau masyarakat, (5) Anak-anak cacat belum mempelajari pentingnya kehidupan dan keterampilan sosial berdasarkan cara tradisional masyarakatnya. Dari penjelasan tersebut terlihat bahwa untuk mengatasi kendala tersebut, diperlukan pendekatan berbasiskan masyarakat yang dapat melibatkan profesional, difabel, keluarga dan masyarakat. Sesuai dengan tema yang diusung KNKS V dan Munas VI di Bandung yaitu ”Membangun Gerakan Kesejahteraan Social Berbasis Masyarakat”</p>
<p style="text-align: justify">B. Pembahasan</p>
<p style="text-align: justify">1. Pemberdayaan partisipatif<br />
Pemberdayaan dan partisipasi merupakan hal yang menjadi pusat perhatian dalam proses pembangunan belakangan ini di berbagai negara. Kemiskinan yang terus melanda dan menggerus kehidupan umat manusia akibat resesi internasional yang terus bergulir dan proses restrukturisasi, agen-agen nasional-internasional, serta negara-negara setempat menunjukkan perhatian yang sangat besar terhadap partisipasi masyarakat sebagai sarana pencepatan proses pembangunan. Karena itu, perlu ditekankan peningkatan tentang pentingnya pendekatan alternatif berupa pendekatan pembangunan yang diawali oleh proses pemberdayaan masyarakat lokal (Craig dan Mayo, 1995). Pemberdayaan dan partisipasi merupakan strategi yang sangat potensial dalam rangka meningkatkan ekonomi, sosial dan transformasi budaya. Proses ini, pada akhirnya, akan dapat menciptakan pembangunan yang lebih berpusat pada rakyat. Dalam hal ini cara terbaik untuk mengatasi masalah pembangunan adalah membiarkan semangat wiraswasta tumbuh dalam kehidupan masyarakat, berani mengambil resiko, berani bersaing, menumbuhkan semangat untuk bersaing, dan menemukan hal-hal baru (inovasi) melalui partisipasi masyarakat. Strategi pembangunan meletakkan partisipasi masyarakat sebagai fokus isu sentral pembangunan saat ini. Partisipasi masyarakat di negara- negara dunia ketiga merupakan strategi efektif untuk mengatasi masalah urbanisasi dan industrialisasi (Craig dan Mayo, 1995).</p>
<p style="text-align: justify">Sementara itu, strategi pemberdayaan meletakkan partisipasi aktif<br />
masyarakat ke dalam efektivitas, efisiensi dan sikap kemandirian. Secara khusus, pemberdayaan dilaksanakan melalui kegiatan kerja sama dengan para sukarelawan, bukan bersumber dari pemerintah, tetapi LSM, termasuk organisasi dan pergerakkan masyarakat (Clarke, 1991). Brudtland menyimpulkan bahwa jaminan pembangunan berkelanjutan adalah partisipasi masyarakat (Craig dan Mayo, 1995). Clarke menyatakan bahwa partisipasi masyarakat melalui LSM, saat ini, merupakan kunci partisipasi efektif untuk mengatasi masalah kemiskinan. Dengan cara ini, masyarakat kecil (kelompok grassroot) dapat memperoleh keadilan, hak azasi manusia, dan demokrasi.</p>
<p style="text-align: justify">2. Martabat dan Keadilan Difabel<br />
Dinas sosial telah melaksanakan Pelayanan dan Rehabilitasi Sosial Penyandang Cacat, tahun 2005 kepada 37.910 penyandang cacat dengan  prioritas kegiatan pada rehabilitasi berbasis masyarakat, tahun 2006 dilaksanakan kegiatan yang sama dengan 28.670 penyandang cacat, tahun 2007 sebanyak 66.580 jiwa. BK3S Propinsi Jawa Timur Bekerja sama dengan Dinas Sosial telah melaksanakan pendampingan pada difabel dari Malang, Probolinggo, Tulung Agung  pada tahun 2008 dengan materi menjahit. Berdasarkan hasil monitoring di lapangan para difabel telah mengaplikasikan hasil keterampilannya untuk membuka usaha membuat suvenir, tas, mukena, baju dan menerima order pesanan dari Bali. Hasil karya para difabelmemiliki kualitas bagus dan  layak untuk dipasarkan. Kendala yang dihadapi pada umumnya kesulitan mencari order dan bahan baku oleh karena keterbatasan akses. Pendampingan kelompok difabel Kota Malang yang tergabung dalam HWPCI memiliki diversifikasi usaha selain menjahit membuka warung dan toko kelontong yang mendapatkan bantuan sewa tempat dari program kerjasama dengan Unibraw.  Oleh karena lokasi kurang strategis maka konsumen tidak terlalu rame. Kondisi ini mengisaratkan peran K3S untuk menjembatani pemasaran dan akses order sebagai bentuk pembinaan agar usaha mikro yang digalang dapat berkelanjutan. Di samping faktor disiplin para pengelola juga mempengaruhi keberhasilan usaha.</p>
<p style="text-align: justify">Martabat dan keadilan seorang difabel dalam memperjuangkan kemandirian melalui life skill yang dimiliki. Ahmad Yani menceritakan pengalamannya sejak kecil. Bertumbuh sebagai seorang anak cacat punya beban. Namun dia mendapatkan kekuatan dari orang tuanya agar dia tidak putus asa. Dia punya kesempatan seperti anak-anak lainnya. Kakinya yang cacat – karenanya harus menggunakan tongkat kayu – bukan halangan.</p>
<p style="text-align: justify">“Orang tua dukung saya, padahal saya malu. Orang tua saya bertanggung jawab. Dia pikul saya ke sekolah. Di kelas III saya sudah punya kemauan. Setelah tamat sekolah dasar, saya minta agar saya lanjutkan ke sekolah menengah pertama. Ayah saya setuju. Kemudian saya ke sekolah menengah atas. Setelah tamat, saya bilang saya sudah tamat. Bagaimana. Orang tua saya tidak mampu,” katanya.<br />
“Saya pusing, mau bagaimana saya sekarang. Ke mana saya lari.” Ketika itu ada program transmigrasi ke Kalimantan. Yani ikut ke sana. Ada harapan. Di sana ternyata para transmigran ini bekerja di perkebunan dengan topografi berbukit. Yani kesulitan. Dia minta tangani tanaman di daerah dataran saja. “Saya berjuang dan saya selalu yakinkan diri bahwa saya bisa”.</p>
<p style="text-align: justify">Yani kembali ke Flores. Kemudian ia ke Bima, Nusa Tenggara Barat. Di Bima ia bekerja di Percetakan yang disediakan bagi anak-anak cacat. Kembali ke Ende. Pemerintah Kabupaten Ende mengirimnya ke Ujung Pandang (Makasar) Sulawesi Selatan (1992-1994) untuk belajar menjahit. Kembali dari sana, ia mendirikan usaha jahit. Usahanya itu bisa hidupkan diri dan keluarganya. Dia bisa bangun rumah walau belum selesai. Dia tidak setuju orang cacat menerima uang dari pemerintah untuk membiayai hidup mereka. Ada kategori cacat yang memang tidak bisa kerja sama sekali sehingga negara bisa memberikan santunan. Tapi dia bilang, pendekatan membagi-gai uang seperti itu hanya merugikan uang negara. “Beri kami pelatihan dan bantuan modal. Saya bisa bina teman-teman. Saya sudah rasakan. Kalau saya tidak sekolah, saya tidak tahu lagi. Mungkin saya pilih remah-remah nasi,” katanya.</p>
<p style="text-align: justify">C.	Kesimpulan</p>
<p style="text-align: justify">1.	Pelayanan publik sudah saatnya berprespektif kecacatan, membangun kesadaran publik tentang kepentingan orang cacat, membuka luas kesempatan, pendidikan, dan pelatihan bagi orang cacat, dan mengikutsertakan penyandang cacat sebagai pengontrol pelayanan publik.</p>
<p style="text-align: justify">2.	Martabat dan keadilan akan dapat ditegakkan apabila terbentuk organisasi yang kuat dan tertata dari kaum difabel</p>
<p style="text-align: justify">3.	Rehabilitasi penyandang cacat ini mesti terintegrasi dengan masyarakat dengan membangun kapasitas masyarakat agar mereka bisa menyelesaikan dan menangani lebih baik.</p>
<p style="text-align: justify">4.	Partisipasi merupakan komponen penting dalam memperjuangkan kemandirian melalui pemberdayaan para difabel</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bk3sjatim.org/?feed=rss2&amp;p=1189</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>MEMPERTANYAKAN KEPAHLAWANAN</title>
		<link>http://bk3sjatim.org/?p=1187</link>
		<comments>http://bk3sjatim.org/?p=1187#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 23 Dec 2009 03:34:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<category><![CDATA[Warta BKKKS]]></category>

		<category><![CDATA[bangsa]]></category>

		<category><![CDATA[Pahlawan]]></category>

		<category><![CDATA[sosial]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bk3sjatim.org/?p=1187</guid>
		<description><![CDATA[Sejak tiga tahun yang lalu sebagai akibat dari menyemburnya Lumpur Lapindo di Banjar Panji Porong  banyak pertanyaan yang dilontarkan oleh kawan-kawan saya yang berasal dari dan atau berdomisili di wilayah ( sub etnik) lain. Pertanyaan mereka rata-rata berkisar pada substansi yang sama : “ Mengapa Rakyat Jawa Timur Tidak Marah!”
MEMPERTANYAKAN KEPAHLAWANAN,
SEBUAH RENUNGAN MENJELANG 10 [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a rel="attachment wp-att-1261" href="http://bk3sjatim.org/?attachment_id=1261"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-1261" style="margin: 3px; border: 3px solid #000000;" title="Dimanakah Pahlawan" src="http://bk3sjatim.org/wp-content/uploads/2010/01/warta_sosial15-100x100.gif" alt="" width="100" height="100" /></a>Sejak tiga tahun yang lalu sebagai akibat dari menyemburnya Lumpur Lapindo di Banjar Panji Porong  banyak pertanyaan yang dilontarkan oleh kawan-kawan saya yang berasal dari dan atau berdomisili di wilayah ( sub etnik) lain. Pertanyaan mereka rata-rata berkisar pada substansi yang sama : “ Mengapa Rakyat Jawa Timur Tidak Marah!”<span id="more-1187"></span></p>
<p style="text-align: center"><strong>MEMPERTANYAKAN KEPAHLAWANAN,<br />
SEBUAH RENUNGAN MENJELANG 10 NOPEMBER 2009</strong></p>
<p style="text-align: justify">Sejak tiga tahun yang lalu sebagai akibat dari menyemburnya Lumpur Lapindo di Banjar Panji Porong  banyak pertanyaan yang dilontarkan oleh kawan-kawan saya yang berasal dari dan atau berdomisili di wilayah ( sub etnik) lain. Pertanyaan mereka rata-rata berkisar pada substansi yang sama : “ Mengapa Rakyat Jawa Timur Tidak Marah!”</p>
<p style="text-align: justify">Saya tidak menyalahkan pertanyaan dari kawan-kawan yang berasal dari suku  non Jawa dan tinggal di wilayah lain di Nusantara ini.Mereka sudah terlanjur mempunyai persepsi  yang sangat menggetarkan tentang Jawa Timur dan khususnya Surabaya. Stereotyping  bahwa :<br />
Orang Jawa Timur yang suka  “blak-blakan” namun penuh kejujuran!,<br />
Orang Jawa Timur yang berani kalau memang benar!.<br />
Orang Jawa Timur yang kompak dan punya solidaritas tinggi!<br />
Orang Jawa Timur yang siap berkorban untuk memperjuangkan hak mereka!<br />
Sampai kepada Orang Jawa Timur (Surabaya) yang BONEK!</p>
<p>Ternyata sifat dan karakter yang ”menjadi persepsi” kawan-kawan sebangsa dan setanah air ini  ”SAMA SEKALI TIDAK MUNCUL!” ketika hampir seribu hektar tanah pertanian subur dan pemukiman makmur-sejahtera dibanjiri lumpur karena kesalahan Lapindo Brantas Inc yang mengebor gas di sebuah desa di Porong sana. Puluhan ribu penduduk terkena akibat langsung dan jutaan orang Jawa Timur menjadi korban tidak langsung. Pendseritaan itu akan terus berlangsung entah sampai kapan. Belum lagi kalau kita mendengar teori geologi yang menekankan kepada ”DOOMSDAY SCHENARIO!” yang menyatakan bahwa  :”SETIAP SAAT BISA TERJADI DISLOKASI   DIDAERAH SEMBURAN LUMPUR DENGAN UKURAN 2 KM  KALI  5 KM!”</p>
<p style="text-align: justify">Bisa anda bayangkan bahwa wilayah di interseksi Porong-Tanggulangin dan Jabon seluas 10 km2  pada suatu waktu yang tidak dinyana-nya (wallahualam) tiba-tiba terban (dislokasi) . Permukaan tanah didaerah itu mendadak anjlog sampai 100 meter. Korbannya akan berbilang ratusan ribu dengan kerugian materi yang berbilang triliun rupiah. Terus terang saja ”Skenario Kiamat ” ini ada dan dipercayai/diyakini secara ilmiah  oleh para ahli yang ada di Indonesia (termasuk yang menjadi pejabat tinggi di pemerintahan)  dan konon juga sudah disampaikan kepada Presiden SBY ketika memerintah dengan kabinet yang lalu. Tentu karena Menteri PU nya tidak diganti Kabinet Indonesia Bersatu II inipun mempunyai pengetahuan yang sama tentang hal ini. Sedihnya adalah bahwa pemerintah tidak juga membuat langkah-langkah yang memadai dan berarti untuyk mengantisipasi kemungkinan terjadi Maha Petaka ini. Dilain pihak saya sendiri dan kawan-kawan yang tergabung dalam Gerakan Menutup Lumpur Lapindo yang dibantu oleh kawan-kawan para ahli pengeboran tambang yang tergabung dalam ”THE DRILLING ENGINEERS CLUB!”  mempunyai keyakinan bahwa sumber lumpur itu masih bisa ditutup . Meskipun karena  telah berlangsung  lebih tiga tahun menjadi semakin sulit. Teknologinya ada  dan dikuasai oleh putra-puta Indonesia serta sudah dibuktikan keefektipannya di tempat –tempat lain. Ditambah lagi ada banyak pakar-pakar kelas dunia  dari luar negeri yang bersedia membantu kalau skenario penutupan ini dijalankan. Biayanya ditaksir 150 juta Dollar AS . Sekitar 1,5 Trilliun rupiah ( kurang dari ¼ dari biaya talangan LPS untuk menyelamatkan Bank Century). Gagasan  penutupan sumber lumpur  Lapindo ini sudah disampaikan kepada Presiden SBY  lebih dari satu tahun yang lalu. Namun tidak ada tanggapan. Malahan dengan ”dukungan DPR” diupayakan untuk menyatakan bahwa ” Lumpur Lapindo adalah Bencana Alam!”. Bahkan   pihak POLDA Jatim, meskipun sudah diberikan tambahan  keterangan dan data  oleh teman-teman DEC  malahan telah menerbitkan SP3 terhadap Lapindo Brantas Inc. Untuk diketahui bahwa pakar-pakar internasional banyak sekali yang menyatakan bahwa semburan lumpur Lapindo adalah bukan merupakan Bencana Alam akan tetapi karena Kesalahan Manusia. Namun pemerintah lebih senang memilih untuk memberikan status ”Bencana  Alam!”. Kita yang dipaksa untuk berpikir negatip akan sampai mkepada kesimpulan bahwa telah terjadi ”KONSPIRASI BESAR ANTARA PEMERINTAH DAN KORPORASI!” dalam bencana lumpur Lapindo yang sangat merugikan Jawa Timur ini.</p>
<p style="text-align: justify">Namun apa mau dikata, hampir semua  rakyat Jawa Timur termasuk para elitenya mengambil sikap untuk ”diam seribu bahasa”. Seakan-akan apa yang terjadi di porong dan sekitarnya itu hal yang biasa –biasa saja. Atau mungkin menganggap Porong bukan bagian dari Jawa Timur. Bahkan ada yang berpendapat bahwa para korban lumpur itu adalah manusia-manusia yang sangat beruntung karena telah menjadi orang-orang kaya. Bukankah Jusuf Kalla ketika masih menjadi Wapres dan berkunjung ke Porong meneriakkan slogan ” GANTI UNTUNG!?”</p>
<p style="text-align: justify">Kemudian karena pada lembaga peradilan baik di Pengadilan Jakarta Selatan, Pengadilan Jakarta Selatan serta Mahkamah Agung pihak Bakrie dengan Lapindo Brantas Inc ”selalu memperoleh kemenangan” maka Ical Bakrie dan keluarga bisa menepuk dada dan mengklim diri sebagai ”MANUSIA PALING BAIK HATI DAN BERBUDI DI SELURUH DUNIA!” karena telah dengan serta merta  membayar  santunan dan membeli aset para korban lumpur meskipun perusahaan miliknya tidak dinyatakan bersalah sebagai penyebab terjadinya bencana.</p>
<p style="text-align: justify">Pada pertengahan tahun 2008 atas prakarsa kelompok ”The Bandung Spirit” yang  dipandegani  antara lain oleh Acil Bimbo dilakukan pagelaran diskusi tentang Lumpur Lapindo di Univ Pajajaran . Dalam forum yang berisikan para cendekiawan ”trah Pasundan” yang mengangungkan ke Indonesiaan dan  Bandung sebagai kota Asia Afrika itu Acil Bimbo mempertanyakan kepada kami peserta yang mewakili Surabaya dan Jawa Timur : ” Mengapa terkesan bahwa rakyat Jawa Timur tersihir dan acuh tak acuh dalam menghadapi masalah dan nasib korban Lumpur Lapindo? Dimana sifat kepahlawanan rakyat Surabaya dan Jawa Timur ? Tidakkah masih tersisa tekad perjuangan  ”Rawe-rawe rantas, malang-malang putung?” dst. dst. Pertanyaan Acil ditutup dengan : ” Lalu bagaimana anda yang dari Jawa Timur bisa mengharapakan solidaritas dari kami-kami yang berasal dari daerah lain kalau orang Jawa Timur dan Surabaya sendiri tidak berbuat apa-apa?”</p>
<p style="text-align: justify">Rengkaian pertanyaan tersebut   benar-benar tidak kami perkirakan sehingga membuat kami peserta dari Jawa Timur  menjadi terkesima  bercampur malu. Salah seorang peserta yang mewakili Jawa Timur Dokter Zulkifli Ekomei, seorang  aktivis pergerakan di Jakarta yang asli Arek Suroboyo terpaksa menjawab dengan ”bahasa plesetan” :<br />
” Saya tidak melihat bahwa sisa-sisa sifat dan semangat kepahlawanan itu masih ada dan dimiliki oleh Orang Jawa Timur dan Arek Suroboyo pada dewasa ini. Bahkan kalau boleh jujur saya sekarang menjadi kurang yakin bahwa Peristiwa 10 Nopember 1945  itu benar-benar pernah terjadi di Surabaya. Mungkin saja itu hanya sebuah kisah kepahlawanan hasil rekayasa imajiner belaka!”<br />
Itulah kisah yang sama sekali tidak membanggakan bagi orang Jawa Timur dan Arek Sauroboyo yang harus  kami alami dalam forum  Solidaritas untu Korban Lumpur Lapindo yang diselenggarakan oleh kelompok The Bandung Spirit.</p>
<p style="text-align: justify">Pertanyaan kita apakah sudah sekelabu ”jawaban Zulkifli Ekomei” kalau kita membicarakan sifat dan semangat kepahlawanan yang tersisa  di dada sanubari Orang Jawa Timur dan Arek Suroboyo pada masa sekarang ini. Lebih jauh apakah ada sumbangan  yang berarti dari kita kepada ke Indonesiaan stelah peristiwa 10 Nopember 1945 yang setiap tahun diperingati sebagai Hari Pahlawan itu?</p>
<p style="text-align: justify">Pertanyaan ini semakin penting untuk kita renungkan dalam-dalam sebagai orang Jawa Timur  yang selama kemerdekaan telah paling banyak menyumbangkan Presiden dan Wakil Presiden dibandingkan dengan kawan-kawan dari daerah lain. Apalagi sekarang ketika Presiden dan Wakil Presidennya berasal dari Jawa Timur ( SBY dari Pacitan dan Budiono dari Blitar). Akankah pasangan kedua orang yang berasal dari Jawa Timur ini  akan menjadi ”rahmat” atau bahkan menjadi ”laknat” bagi Indonesia, Jawa Timur dan Surabaya.<br />
Yang jelas Kisah Sedih dan sangat mungkinnya terjadi Skenario  Kiamat yang diakibatkan oleh Bencana Lumpur Lapindo masih membentang di depan mata pemerintah pusat, pemerintah propinsi Jawa Timur dan Pemerintrah Kabupaten Sidoarjo ”memilih strategi pembiaran dan diam seribu bahasa”.</p>
<p style="text-align: justify">Jawa Timur dan Surabaya  tetap saja adalah Jawa Timur dan Surabaya , tak mungkin Indonesia bahkan mungkin dunia akan berjalan dan berlalu tanpa menyapanya. Sejak beberapa bulan yang lampau kita telah digegerkan oleh berita tentang ”SKANDAL BANK CENTURY”. Besar kemungkinan kita tidak akan tahu akan terjadinya skandal tersebut manakala kita tidak melihat upaya beberapa puluh nasabah bank tersebut yang berasal dari Surabaya melakukan segala daya dan upaya termasuk berunjuk rasa ke Bank Indonesia, ke Pengadilan dan ke Bank Century termasuk ke DPR  untuk menuntut agar simpanan mereka ( yang katanya dalam bentuk deposito) dikembalikan seperti semula.</p>
<p style="text-align: justify">Skandal Bank Century ini kemudian menjadi ”Gonggongan Publik ( Public Crow)” dan disebut sebut  (termasuk oleh mantan Wapres Jusuf Kalla) bahwa telah terjadi pemngambilan kebijakan yang salah oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani dan Gubernur BI dan mantan Menko Ekuin Budiono yang sekarang menjabat sebagai Wapres. Juga disebut sebut adanya perlakuan istimewa kepada deposan besar yang  diduga punya kedekatan khusus dengan presiden. Lebih lanjut dalam pencairan dana tersebut ada sebagaian menjadi ”uang terima kasih” yang mengalir ke Kabareskrim Polri Komjen Pol Susno Duaji.</p>
<p style="text-align: justify">Nah belum selesai masalah ini munculah tontonan baru yang disuguhkan kepada rakyat  yang mencuat sebagai isu besar dalam rangka ”Membunuh KPK” menyusul ditahannya Antasari Ashar sang Ketua karena tuduhan pembunuhan dan korupsi. Muncullah istilah ”CICAK lawan BUAYA” yang sebenarnya berasal dari Susno Duaji  yang mungkin ingin menggambarkan betapa bandingan kekuatan dan kekuasaan KPK dibandingkan POLRI. (menurut  Jendral Pol BB Hendarso Danuri kepada DPR Komisi III pada hari Kamis tanggal 5 Nopember ada sekitar 140 Perwira Polisi yang ada di KPK, disamping itu Taufikurrachman Rukie  Mantan Ketua KPK periode yang lalu dan Bibit Samat Rianto adalah Pati Polisi).</p>
<p style="text-align: justify">Dalam kasus yang sangat menarik untuk ditonton dilayar televisi  ditengah rendahnya mutu sinetron Indonesia muncullah ”Aktor Besar” yang bernama Anggodo Wijoyo, pengusaha Surabaya yang bertempat tinggal di Surabaya dan Jakarta , bersama sama dengan adiknya Anggoro Wijoyo yang sekarang diduga buron di Singapura. Dari  rekaman yang kemudian secara resmi diperdengarkan kepada publik oleh Mahkamah Konstitusi membuktikan betapa sangat saktinya Anggodo ini. Dia bisa mngatur semua petinggi yang membidangi jalannya hukum di Indonesia termasuk Wakil Jagung  Ritonga dan bahkan menyebut-nyebut RI -1. Dari kesimpulan orang awam dapat dikatakan bahwa  kesaktian Anggodo Wijoyo ini dipupuk sejak para petinggi hukum dan Polri itu masih menjadi pejabat di Jawa Timur (Surabaya). Pertanyaan kita yang lain adalah apakah memang : ”JIWA DAN SEMANGAT KEPAHLAWANAN 10 NOPEMBER<br />
1945 SEKARANG INI SUDAH DIGANTIKAN OLEH SEMANGAT KECU DAN BROMOCORAH SURABAYA (Jawa Timur)??!”</p>
<p style="text-align: justify">Kalau dahulu tokohnya adalah Gubernur Suryo , Dul Arnowo dan Bung Tomo maka sekarang muncullah Aggodo Wijoyo dan  Anggoro Wijoyo. Penampilan Anggodo begitu hebat dan sangat meyakinkan .Tak gentar melawan para pakar hukum kelas nasional seperti Trimulya D Soerjadi , Bambang Wijoyaanto dan Adnan Buyung Nasution. Dia sangat percaya diri tak kalah dibandingkan dengan Bung Tomo  dan Ruslan Abdulgani yang membakar  rakyat Surabaya untuk dengan semangat :” Tali Doek Tali Layangan, Awak Sitoek Ilang-ilangan !” dalam menghadapi  Tentara Belanda yang membonceng Tentara Sekutu untuk kembali menjajah lagi Indonesia. Bedanya Anggodo Wijoyo adalah sosok bertalenta tinggi yang mengabdi kepada ”JALAN KECU DAN BROMOCORAH!” yang dengan 6tega dan tegar menghancurkan negeri ini dengan memanfaatkan habis para pejabat tinggi negara yang korup dan lemah imannya.</p>
<p style="text-align: justify">Hari Pahlawan akan kita peringati untuk yang ke 64 kalinya pada tanggal 10 Nopember 2009. Akan tetapi kita harus akui bahwa semangat kepahlawanan bangsa ini telah banyak luntur termasuk yang seharusnya melekat lebih kuat di dada dan sanubari rakyat Surabaya dan Jawa Timur. Apakah proses ini akan kita biarkan berjalan  sampai nanti kita tak lagi punya lagi generasi muda bangsa yang kenal akan niali-nilai luhur kepahlawanan dan pengorbanan? Mungkinkah kemerdekaan dan semua kemewahan kehidupan dunia Indonesia  yang tersedia sekarang ini ( bagi yang berpunya) akan kita nikmati tanpa adanya  pengorbanan dari para pahlawan yang telah  menumpahkan darah dan meregang nyawa ?  Mungkinn kita harus merenung dan merenung di Jembatan Merah dan di TMP Kusuma Bangsa untuk mmencoba menengar rintihan dan tangis para pahlawan yang telah mengorbankan dirinya untuk sebuah kesia-siaan.</p>
<p>Surabaya, Gedung Cak Durasim 7 Nopember 2009<br />
Oleh : Tjuk K Sukiadi</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bk3sjatim.org/?feed=rss2&amp;p=1187</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>ETIKA,BUDI PEKERTI LUHUR GENERASI PENERUS</title>
		<link>http://bk3sjatim.org/?p=1183</link>
		<comments>http://bk3sjatim.org/?p=1183#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 23 Dec 2009 03:28:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Sorotan]]></category>

		<category><![CDATA[Warta BKKKS]]></category>

		<category><![CDATA[bangsa]]></category>

		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>

		<category><![CDATA[sosial]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bk3sjatim.org/?p=1183</guid>
		<description><![CDATA[64 tahun bangsa kita merdeka ….. benarkah bangsa kita ini adalah bangsa berbudi luhur. Keterpurukan yang melanda Bangsa kita saat ini lebih banyak disebabkan krisis budi pekerti. Keprihatinan yang kita amati dalam dunia pendidikan adalah saat mengamati bagaimana siswa-siswi melampiaskan kegembiraan karena lulus ujian. Mereka tidak hanya bersorak seperti anak kecil memperoleh permen, namun disertai [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a rel="attachment wp-att-1257" href="http://bk3sjatim.org/?attachment_id=1257"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-1257" style="margin: 3px; border: 3px solid #000000;" title="Etika Generasi Penerus" src="http://bk3sjatim.org/wp-content/uploads/2010/01/warta_sosial12-100x100.gif" alt="" width="100" height="100" /></a>64 tahun bangsa kita merdeka ….. benarkah bangsa kita ini adalah bangsa berbudi luhur. Keterpurukan yang melanda Bangsa kita saat ini lebih banyak disebabkan krisis budi pekerti. Keprihatinan yang kita amati dalam dunia pendidikan adalah saat mengamati bagaimana siswa-siswi melampiaskan kegembiraan karena lulus ujian. Mereka tidak hanya bersorak seperti anak kecil memperoleh permen, namun disertai dengan corat-coret baju, celana dan tubuh, serta mengecat rambutnya.<span id="more-1183"></span></p>
<p style="text-align: center;">
<p style="text-align: center;"><strong>ETIKA,BUDI PEKERTI LUHUR GENERASI PENERUS AGAR BANGSA INI KEMBALI BANGKIT</strong></p>
<p style="text-align: justify;">64 tahun bangsa kita merdeka ….. benarkah bangsa kita ini adalah bangsa berbudi luhur. Keterpurukan yang melanda Bangsa kita saat ini lebih banyak disebabkan krisis budi pekerti. Keprihatinan yang kita amati dalam dunia pendidikan adalah saat mengamati bagaimana siswa-siswi melampiaskan kegembiraan karena lulus ujian. Mereka tidak hanya bersorak seperti anak kecil memperoleh permen, namun disertai dengan corat-coret baju, celana dan tubuh, serta mengecat rambutnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Ditambah lagi dengan kejadian dan peristiwa seperti: Geng Nero yang terdiri dari siswi SMA di sebuah kota kecil Pati di Jateng yang rekaman gambarnya sempat beredar dan menjadi topik berita di hampir semua stasiun swasta, kegiatan perpeloncoan dengan menggunakan kekerasan terhadap anggota baru oleh para siswi SMA tersebut mengingatkan kita pada beberapa kejadian sebelumnya seperti Geng Motor yang terdiri dari para remaja pria yang juga tak segan menganiaya dan membunuh setiap orang yang dianggap lawannya, Geng-geng motor ini sempat meramaikan beberapa kota di Jawa barat dan konon ternyata melibatkan pula beberapa anak pejabat pemerintah, sehingga polisi cukup kerepotan untuk menindak tegas mereka. Belum lagi berita tentang meningkatnya kenakalan remaja dan anak muda. Mulai dari tawuran pelajar, adu jotos antar pelajar senior-yunior, antar mahasiswa di Makasar tawuran yang tidak jelas apa yang mau diperjuangkan, tindak kriminal, bahkan pemakaian narkoba di usia muda. Sangat disayangkan bila generasi muda, penerus tongkat estafet sejarah bangsa yang besar ini, tidak dapat menjadi penerus sejarah bangsa sebagaimana yang diharapkan founding fathers negeri ini.</p>
<p style="text-align: justify;">Permasalahan tersebut tentu bukannya timbul tanpa alasan. Lingkungan di mana mereka berada sangat memengaruhi tindakan-tindakan yang ditunjukkan oleh generasi muda saat ini. Modernisasi yang mulai menelisik ke setiap denyut nadi kehidupan, tentu membuka peluang munculnya pengaruh-pengaruh positif dan negatif bagi generasi muda kita.</p>
<p style="text-align: justify;">Rasa pesimis itu ternyata bukan tanpa alasan, saat kita mendapati wajah bangsa ini dinodai oleh beberapa anggota DPR yang seharusnya sebagai “wakil rakyat yang terhormat” dan beberapa pemangku jabatan negeri ini yang seharusnya menjadi panutan, lha&#8230; kok bergantian dicokok KPK karena makan duit suap&#8230;..<br />
Gejala emosional yang mendapat pengaruh ekstern (ideologi Barat), tingkah laku pelajar  dan aparat pemerintah seperti di atas dapat terjadi setiap saat. Seperti itukah idealnya produk pendidikan formal kita? Di mana pertimbangan moral dan budaya Timur yang dimiliki bangsa ini? Kenyataan yang tak mungkin dihindari, kemakmuran materiil melahirkan berbagai akibat yang tidak hanya di sektor ekonomi tapi juga menjalar kepada aspek sosial-budaya, di mana masyarakat mengalami perubahan sikap dan tingkah laku yang cenderung menyimpang dari kebiasaan sebelumnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Tanpa sadar kita telah menjadi bangsa yang tinggi hati alias sombong. Penyakit bathin dan kemerosotan spiritual, social dan emosional telah menjadi pandemic di kalangan masyarakat kita. Hampir semua tontonan di televisi yang digemari masyarakat mempertotonkan kemerosotan budi pekerti dan penuh dengan kesombonganya. Banyak  orang merasa atau mengira bahwa mereka memiliki perangai yang baik namun apabila dikritik atau diberi tahu tentang cacat cela tingkah lakunya maka ia akan sangat marah. Padahal salah satu indikator yang sangat sederhana untuk mengetahui apakah kita cukup rendah hati atau tidak, adalah apakah kita dapat menerima kritikan atau saran tentang perbuatan atau perilaku kita yang perlu diperbaiki dengan perasaan senang. Hampir semua penyakit batin berawal dari ketidak mampuan untuk memiliki sikap rendah hati. Setiap agama dan semua ajaran spiritual, pada hakekatnya selalu berawal dari pengendalian diri dan mengekang hawa nafsu dan kesombongan yaitu berusaha bagaimana agar dapat menghindari perasaan tinggi hati yang merupakan sumber dari semua sikap yang kurang dapat diterima oleh orang lain. Bangga diri-lah yang membuat kita senang dipuji dan tidak senang diberitahu kesalahan kita. Perasaan gemar dipuji merupakan sumber penyakit batin yang paling sulit disembuhkan karena kita merasa bahwa kita memang berhak atau pantas untuk dipuji dan merasa tidak salah dengan perasaan senang mendapat pujian tersebut. Dengan upaya yang sungguh-sunguh oleh semua pihak semoga bangsa kita benar-benar bisa menjadi bangsa yang berbudi luhur. Bukan bangsa yang pemberang, tinggi hati dan sombong, sehingga energi Kasih Sayang dari Maha Pencipta mengalir, membasuh budi pekerti atau akhlak kita semua.</p>
<p style="text-align: justify;">Jadi jangan salahkan mahasiswa atau rakyat demonstrasi dengan mengeluarkan kata-kata atau perilaku yang kurang etis terhadap pejabat. Karena pejabat itu sendiri tidak konsisten. Padahal pejabat tersebut seorang yang bergelar S2 atau bahkan Prof. Dr. Inikah orang-orang yang dihasilkan oleh pendidikan nasional kita selama ini?</p>
<p style="text-align: justify;">Dalam masyarakat kita ada norma, adab, dan kebiasaan yang umumnya menjadi ukuran dalam bersikap dan bertindak. Namun, modernisasi—beserta pengaruh baik buruknya—dapat mengubah norma-norma tersebut sehingga terjadi pembiasan nilai-nilai, dan akhirnya menjadikan norma maupun nilai itu sangat mudah untuk dilanggar.</p>
<p style="text-align: justify;">Benang merah dari permasalahan ini semua, bila kita runtut, tentulah dapat mulai dibenahi dari lingkup terkecil. Tidak hanya dalam lingkup masyarakat dalam arti negara, tetapi bisa dimulai dari keluarga. Keluarga merupakan satuan unit terkecil masyarakat, satu keluarga inti yang terdiri dari ayah, ibu, dan anak. Nah, penanaman nilai-nilai perilaku dan sikap berbudi luhur dalam bertutur dan bertindak hendaknya dapat dengan mudah ditanamkan dari orang tua kepada anak, khususnya di saat anak menginjak usia dini.<br />
Harapan yang bisa kita bangun ke depan, apabila kita ingin mencetak generasi penerus yang mandiri, bermoral, dewasa dan bertanggung jawab. Konsekwensinya, Semua yang terlibat dalam dunia pendidikan Indonesia harus mampu memberikan suri tauladan yang bisa jadi panutan generasi muda. jangan hanya menuntut generasi muda untuk  berperilaku jujur, berakhlak mulia, berbudi pekerti luhur, berprilaku santun, bermoral, tahu malu dan tidak arogan serta mementingkan kepentingan bangsa bukan pribadi atau kelompok. Tapi para pemimpin bangsa ini tidak melakukannya. Maka harapan tinggal harapan saja. Karena itu, mulai sekarang, semua pejabat mulai dari level tertinggi hingga terendah di legislative, eksekutif dan yudikatif harus segera menghentikan segala bentuk petualangan mereka yang hanya ingin mengejar kepentingan pribadi atau kelompok sesaat dengan mengorbankan kepentingan negara. Sehingga generasi muda Indonesia memiliki panutan-panutan yang bisa diandalkan untuk membangun bangsa ini ke depan. Mimpi menjadi negeri gemah lipah loh jinawi, makmur lan tata tentrem kerta raharja pasti akan terwujud dengan modal luhuring budi para pemegang estafet bangsa ini. Generasi yang tidak hanya sekedar pandai tapi juga mempunyai karakter dan berkepribadian.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>ASRI WIJIASTUTI – SEKRETARIS I BK3S, STAF PENGAJAR DI UNESA </strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bk3sjatim.org/?feed=rss2&amp;p=1183</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>MEMBANGUN KARAKTER BANGSA</title>
		<link>http://bk3sjatim.org/?p=1178</link>
		<comments>http://bk3sjatim.org/?p=1178#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 22 Dec 2009 03:19:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Sorotan]]></category>

		<category><![CDATA[Warta BKKKS]]></category>

		<category><![CDATA[bangsa]]></category>

		<category><![CDATA[budaya]]></category>

		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>

		<category><![CDATA[karakter]]></category>

		<category><![CDATA[sosial]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bk3sjatim.org/?p=1178</guid>
		<description><![CDATA[Karakter merupakan suatu kualitas pribadi yang bersifat unik yang menjadikan sikap atau peri laku seseorang yang satu berbeda dengan yang lain.  Karakter, sikap, dan perilaku dalam praktek muncul secara bersama-sama. Sehingga sulit jika kita hanya akan melihat karakter saja tanpa munculnya sikap atau perilaku. Oleh karena itu berbicara tentang karakter tidak dapat dipisahkan dengan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a rel="attachment wp-att-1249" href="http://bk3sjatim.org/?attachment_id=1249"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-1249" style="margin: 3px; border: 3px solid #000000;" title="Bangga Menjadi Anak Indonesia" src="http://bk3sjatim.org/wp-content/uploads/2010/01/warta_sosial06-100x100.gif" alt="" width="100" height="100" /></a>Karakter merupakan suatu kualitas pribadi yang bersifat unik yang menjadikan sikap atau peri laku seseorang yang satu berbeda dengan yang lain.  Karakter, sikap, dan perilaku dalam praktek muncul secara bersama-sama. Sehingga sulit jika kita hanya akan melihat karakter saja tanpa munculnya sikap atau perilaku. <span id="more-1178"></span>Oleh karena itu berbicara tentang karakter tidak dapat dipisahkan dengan sikap atau perilaku, sebab karakter itu akan muncul ketika orang berinteraksi dengan orang lain atau makhluk cipataan Allah lainnya. Secara psikologis konsepnya adalah konsep individual. Jika kemudian  hal tersebut menjadi suatu karakter bangsa maka perlu adanya acuan. Artinya dari konsep individual menjadi sebuah konsep kemasyarakatan dan lebih luas lagi bangsa, maka haruslah ada instrumen sebagai alat evaluasi yaitu kebudyaan. Secara ringkas kebudayaan berisi sistem nilai, norma dan kepercayaan. Budaya dikembangkan dan diamalkan oleh masyarsakat pengembangnya, sehingga anggota masyarakat dalam wilayah budaya tersebut memiliki kecenderungan yang sama dalam hal mengamalkan sistem nilai, norma dan kepercayaan mereka. Dengan demikian dalam konteks ini budaya dapat dianggap  sebagai instrumen untuk melihat kencenderungan perilaku pengembangnya. Dari kedua konsep di atas, maka dapat dikemukakan bahwa perilaku merupakan resultan dari berbagai aspek pribadi dan lingkungan. Jadi berbicara tentang karakter merupakan konsep psikologi dan kebudayaan.</p>
<p style="text-align: justify;">Karakter itu bersifat dinamis, dapat berubah dari suatu periode waktu tertentu ke periode lainnya, walaupun tidak mudah. Sebagai salah satu contoh adalah, dulu sering dikatakan bangsa Indonesia sebagai bangsa Timur yang mempunyai karakter sopan, santun, altruistik, ramah tamah, berperasaan halus dll yang menggambarkan sebuah sikap atau perilaku yang mengindikasikan keluhuran budi pekerti. Bagaimanakah kondisi sekarang? Banyak yang meragukan bahwa karakter tersebut masih menjadi ikon Bangsa Indonesia.<br />
Jauh-jauh di awal kemerdekaan kita, Bung Karno, Presiden RI pertama, sudah mendengung-dengungkan istilah “nation and character building”. Artinya ada kondisi karakter bangsa yang saat itu sudah ada, namun harus diubah. Jadi bapak bangsa itu sudah mengidentifikasikan karakter yang dianggap negatif, sehingga perlu diubah. Pencanangan perlunya membangun karakter atau watak bangsa sebagai bangsa Indonesia baru sesungguhnya telah direalisasikan. Karakter bangsa yang sudah terbentuk ratusan tahun sebagai pengabdi kepada penjajah atau bangsa terjajah, pengabdi kepada raja-raja kecil yang terkotak-kotak, pengabdi kepada  kegelapan, tahyul, pengabdi kepada feodalisme, dll yang semua itu tidak cocok lagi dengan arah perwujudan bangsa atau warga negara Republik Indonesia yang merdeka, berdaulat, bertaqwa, beradab, bersatu, bermusyawarah, adil dan makmur. Jadi cuci otak, cuci hati, dan cuci kepercayaan harus dilakukan untuk mencapai cita-cita proklamasi kemerdekaan Bangsa Indonesia. Indonesia merdeka tidak butuh pengabdi-pengabdi kepada hal-hal diatas. Perlu bangsa yang berjiwa besar, nasionalis, berintegretas tinggi, menjadi subyek di tanah air yang merdeka, setara dengan bangsa-bangsa lain di dunia dll. Pokoknya jika menggunakan kata-kata yang saat ini populer adalah bangsa yang ”oke”.</p>
<p style="text-align: justify;">Jika kini kita mau membangun karakter bangsa, persoalannya adalah karakter Bangsa Indonesia itu yang mana? Kalau karakternya orang Bali, Jawa, Madura, Sunda, Minang, Batak, Bugis, Ambon, Irian, dll suku bangsa yang ada di Indonesia, mungkin sudah ada. Tetapi kalau karakternya Bangsa Indonesia tampaknya belum jelas. Bangsa Indonesia dapat dikatakan secara resmi terbentuk ketika para pemuda dari berbagai  suku bangsa yang antara lain tersebut di atas pada tanggal 28 Oktober 1928 menyatakan sumpahnya yang kemudian dikenal dengan “Sumpah Pemuda”, mengakui berbangsa yang satu Bangsa Indonesia, Bahasa Indonesia dan tanah air Indonesia. Jadi pada tahun 1928 secara fisik bangsa Indonesia sudah terbentuk. Namun secara psikologis, sosial budaya, ekonomi, dll karakter bangsa belum mengkristal, lebih-lebih ketika kita hendak tetap menjaga kebhinekaan kita. Dulu, pada era orde baru dan orde lama diajarkan bahwa Pancasila merupakan kristalisasi nilai-nilai luhur budaya bangsa. Jika hal ini kita pegang maka karakter bangsa Indonesia adalah Pancasilais. Karena merupakan sebuah kristal budaya maka karakter itu maka kelima sila tiu merupakan satu kersatuan, bukan satu-satu. Akan tetapi kini Pancasila meskipun secara yuridis formal masih diakui sebagai dasar negara, tetapi pamornya kalah dengan demokrasi. Karakter bangsa yang demokratis kini lebih mengedepan. Semestinya warna demokrasi di Indonesia mestinya berbeda dengan demokrasi di negara lain. Memang perbedaan itu dapat terlihat, setidaknya pelaksanaan demokrasi yang cederung berbau kekerasaan, pemaksaan, dan anarkhis. Masalah lainnya, hampir semua karakter luhur itu bisa dimiliki oleh semua manusia di dunia tanpa melihat suku atau bangsa apa. Misalnya karakter altruistik mungkin saja tidak hanya menjadi ikon sebuah bangsa tetapi banyak bangsa-bangsa di dunia yang berkarakter demikian. Jadi sesungguhnya karakter itu hanya bersumber dari dua sifat khusus yaitu malaikat dan setan. Ada karakter kemalaikat-malaikatan dan kesetanan. Dapat ditambahkan dalam kondisi empirisnya campuran antara keduanya.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong><span style="text-decoration: underline;">Kasus-kasus dalam kehidupan bangsa.</span></strong></p>
<p style="text-align: justify;">Jika sekelompok karakter dianggap menjadi ciri khas sebuah bangsa maka karakter tersebut akan sering atau selalu muncul dalam perilakunya. Jika batasan ini dipakai sebagai acuan maka karakter yang mendorong timbulnya atau memberi warna perilaku yang sering muncul dalam kehidupan bangsa merupakan karakter bangsa. Kasus-kasus dibawah ini akan memberi gambaran tentang perilaku banyak orang yang sering muncul dalam kehidupan bersama. Dari kasus-kasus di bawah ini dapat digambarkan karakter bangsa saat ini.</p>
<p style="text-align: justify;">1. Di Jalan<br />
Mungkin di semua kota besar di Indonesia dapat kita jumpai perilaku berkendara yang sangat buruk. Yaitu perilaku berkendara tidak tertib sehingga menjengkelkan, menakutkan, mengerikan bahkan mencelakan pengendara lain yang berniat tertib. Di tepi sebuah ruas jalan tol di Surabaya sampai di pasang spanduk yang berbunyi “Hormatilah Hak Orang Lain untuk Selamat”. Sungguh mengerikan. Tidak salah jika ada yang menafsirkan bahwa hati-hatilah banyak malaikat penyabut nyawa sedang mengendarai mobil.</p>
<p style="text-align: justify;">2. Pendekar salah musuh<br />
Ada tawuran pelajar, tawuran mahasiswa, tawuran suporter, tawuran penikmat musik, tawuran antar desa/kampung, tawuran antar anggota dewan meskipun tidak seru,  dll. Empat petawur yang di depan tampaknya sudah lebih sering daripada yang lain..  Pada tiap-tiap tawuran dapat kita lihat ada pendekar-pendekar disana. Tetapi sayang pendekar-pendekar itu salah musuh. Dalam banyak legenda, musuh pendekar adalah penjahat. Namun sayang mereka berkelahi dengan saudara sendiri. Pada kejadian ini bukan tawurannya yang patut kita sorot, tetapi kemampuan dalam pengendalian diri masing-masing pihak.</p>
<p style="text-align: justify;">3. Tindak Kekerasan<br />
Jika kita simak media masa cetak maupun elektronika, akan kita dapati bahwa tiada hari tanpa tindak kekerasan apa pun bentuknya. Ada mutilasi, ada orang babak belur, ada orang membuang anak, membuang bayi, dan tak terhitung banyaknya kekerasan dalam rumah tangga.</p>
<p style="text-align: justify;">4. Standar Ganda<br />
Standar ganda yang paling menonjol tampak pada iklan rokok. Semua iklan rokok menampilkan karakter  atau tindakan yang hebat-hebat, mulai dari karakter individu maupun sosial.  Ada dua substansi yang ingin disosialisasikan yang pertama “jadilah perokok karena merokok dapat meningkatkan status, gengsi, dan kebahagiaan”. Namun secara sekilas diperlihatkan peringatan “merokok dapat menyebabkan kanker, ganguan jantung, impotensi, kehamilan dan janin”.</p>
<p style="text-align: justify;">5. Promosi<br />
Diskon, hadiah, bonus, merupakan kondisi umum yang ada sepanjang tahun di pasar dalam arti luas. Tetapi super market yang ada di berbagai mall yang paling getol mempraktekkan  jenis promosi ini. Bayangkan ada harga sebuah barang yang selalu didiskon. Artinya harga barang yang sebenarnya adalah harga yang sesudah didiskon tersebut.  Tetapi pembeli tetap puas karena merasa mendapatkan harga yang lebih murah.</p>
<p style="text-align: justify;">6. Korupsi<br />
Kasus yang satu ini benar-benar unik. Demikian hebat penjalaran virus mental korup ini sampai-sampai berkembang sebuah konotasi bahwa orang yang menyanyi soal korupsi adalah orang yang tidak mendapat bagian atau tidak mendapat kesempatan. Naiti jika bagian atau kesmpatan tersebut sudah didapatkan pasti diam.</p>
<p style="text-align: justify;">7.  Ramalan<br />
Ramalan adalah bagian dari system kepercayaan. Ada ramalan ilmiah, intuitif, dan para normal. Yang paling menonjol adalah ramalan tentang nasib dan masa depan yang dibuat oleh para normal. Banyak orang yang rela mengeluarkan uang atau datang ke tempat jauh untuk meramal keberuntungannya. Praktek perdukunan atau sejenisnya yang bukan menjadi ciri sebuah bangsa modern ternyata kini dapat memberi peluang untuk menjadi sumber penghasilan.</p>
<p style="text-align: justify;">8. Pamer<br />
Ada pamer otot, pamer kekayaan, pamer kepandaian, pamer sosial dalam bentuk pahlawan kesiangan dll. “Bapakku punya mobil baru. Bapakku rumahnya yang baru. Bapakku punya jalan dan jembatan” … Iklan yang maksudnya mendorong orang agar menjadi subyek pajak yang baik ini, mengingatkan kondisi anak-anak yang senang pamer.   Anak-anak dari keluarga bahagia yang dipamerkan apalagi jika bukan orang tuanya. Bapakku guru, bapakku polisi, bapakku dokter … ini model pamer anak-anak 30 – 50 tahunan yang lalu.</p>
<p style="text-align: justify;">9. Di Sekolahan<br />
Pelajar yang melakukan kecurangan dalam mengerjakan tes baik tes evaluasi bulanan ataupun tahunan tetap menjadi berita. Jumlah pelajar yang melakukan kecurangan apa pun bentuknya beberapa dekade terakhir ini berbanding terbalik dengan dekade awal-awal kemerdekaan. Dulu jumlah pelajar yang jujur lebih besar daripada yang curang dalam evaluasi hasil belajar. Tekniknya juga turut berkembang mengikuti perkembangan teknologi informasi.</p>
<p style="text-align: justify;">10. Ngerumpi<br />
Ada kelompok ngerumpi anak-anak pada jam istirahat bahkan saat pengajaran berlangsung tetap ada pengerumpi, pemuda di sudut-sudut jalan atau pos kamling, ibu-ibu, dan bapak-bapak. Kalau pengusaha, pejabat, dan orang-orang berduit lainnya tempat ngerumpinya berbeda, ada yang di lapangan golf, di café yang ada wifinya, ada juga yang ngerumpi di lokalisasi. Para pembantu rumah tangga ngerumpi di depan rumah majikannya dengan menggunakan HP. Para pegawai ada yang ngerumpi menggunakan face book di saat jam kerja. Bagi bangsa ini ngerumpi tampaknya sudah menjadi bagian dari kesejahteraan jiwa.</p>
<p style="text-align: justify;">11. Di Desa (terutama yang tertinggal)<br />
Kesederhanaan, keramahtamahan, gotong royong, tolong menolong, toleransi, empati, dll yang mengindikasikan perilaku yang baik masih banyak diamalkan di sana.</p>
<p style="text-align: justify;">Masih banyak kasus-kasus aktual yang menghiasi kehidupan berbangsa dan bernegara saat ini yang dapat dibeberkan. Tetapi 11 kasus di atas cukup menjadi dasar  dalam menentukan bentuk dan arah pembangunan karakter bangsa. Jika Pancasila masih diterima sebagai kristal keluhuran nilai-nilai budaya bangsa maka karakter yang tercermin dalam lima sila itulah yang harus tetap diinternalisasikan kepada segenap orang-orang  Indonesia yang kemudian melebur menjadi Bangsa Indonesia. Caranya mudah. Ajarkan dan beri contoh penerapannya secara konsisten dan kontinyu kepada anak-anak bangsa ini untuk melawan setan dan bersahabat dengan malaikat.  Tatalah lingkungan yang pro Pancasila.</p>
<p style="text-align: justify;">Penulis adalah sekum BKKKS Jatim.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bk3sjatim.org/?feed=rss2&amp;p=1178</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>QUO VADIS KARAKTER BANGSA ?</title>
		<link>http://bk3sjatim.org/?p=1180</link>
		<comments>http://bk3sjatim.org/?p=1180#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 21 Dec 2009 03:21:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Sorotan]]></category>

		<category><![CDATA[Warta BKKKS]]></category>

		<category><![CDATA[bangsa]]></category>

		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>

		<category><![CDATA[sosial]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bk3sjatim.org/?p=1180</guid>
		<description><![CDATA[Dalam kondisi yang masih dijajah, dalam negeri yang disebut Netherlands Indie, pemuda – pemuda dari berbagai suku bangsa, budaya dan agama yang mendiami jamrud katulistiwa nusantara, pada tanggal 28 Oktober 1928 berani menyatakan dirinya “Satu Nusa, Satu Bangsa, Satu Bahasa Indonesia”. Pernyataan pemuda ini kemudian populer disebut “Sumpah pemuda”. Mereka telah menyatukan tanah airnya, menyatukan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a rel="attachment wp-att-1254" href="http://bk3sjatim.org/?attachment_id=1254"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-1254" style="margin: 3px; border: 3px solid #000000;" title="Penerus Bangsa" src="http://bk3sjatim.org/wp-content/uploads/2010/01/warta_sosial10-100x100.gif" alt="" width="100" height="100" /></a>Dalam kondisi yang masih dijajah, dalam negeri yang disebut Netherlands Indie, pemuda – pemuda dari berbagai suku bangsa, budaya dan agama yang mendiami jamrud katulistiwa nusantara, pada tanggal 28 Oktober 1928 berani menyatakan dirinya “Satu Nusa, Satu Bangsa, Satu Bahasa Indonesia”. Pernyataan pemuda ini kemudian populer disebut “Sumpah pemuda”. Mereka telah menyatukan tanah airnya, menyatukan bangsanya dan menyatukan bahasanya dengan segala resikonya menghadapi pemerintah kolonial Belanda.<span id="more-1180"></span> Pernyataan ini adalah pernyataan realistik dari pemuda terpelajar yang telah mengenal kehidupan bangsa – bangsa merdeka di belahan bumi bagian barat, sedang bumi kita masih dijajah, diatur oleh bangsa lain. Pernyataan atau sumpah pemuda ini merupakan salah satu langkah kemajuan perjuangan yang memicu makin mengeloranya perjuangan bangsa menuju bangsa merdeka. Semangat bersatu membela kebenaran dan keadilan menjalar merambah hati kepada semua insan di bumi nusantara Indonesia.</p>
<p style="text-align: justify;">Tujuh belas tahun kemudian pada masa akhir perang dunia ke 2, dikala nusantara ini masih diduduki pemerintahan dan tentara Jepang, tepatnya pada tanggal 17 Agustus 1945 atas nama bangsa Indonesia, Sokarno dan Hatta di tengah – tengah acungan senjata tentara Jepang, memproklamasikan kemerdekaan negara Republik Indonesia, kekalahan dalan perang dunia kedua, Jepang angkat kaki dari Indonesia. Belanda dan sekutunya yang masih menduduki Indonesia kembali, belanda tidak mengakui proklamasi dan bangsa Indonesia angkat senjata menyatakan perang mempertahankan kemerdekaan NKRI. Peperangan melawan penjajah Belanda terjadi dimana- mana di seluruh nusantara, persenjataan yang sangat sederhana melawan tentara sekutu yang persenjataannya sudah modern tidak menjadi rintangan semboyan pejuang – pejuang Republik : “Merdeka Atau Mati”. Peperangan kemerdekaan menumbuhkan dan mengukuhkan nilai – nilai persatuan dan kesatuan, berani membela kebenaran dan keadilan, “Sekali Merdeka Tetap Merdeka Sepanjang Hayat masih Dikandung Badan, Kita Tetap Setia, Tetap Setia Membela Negara Kita” begitu syair lagu Bendera Merah Putih berbunyi. Perasaan setia terhadap negara mengelora di sanubari rakyat Indonesia.</p>
<p style="text-align: justify;">Kemerdekaan adalah jembatan emas, dimana kita dengan segala daya dan kemampuan sendiri membangun bangsa dan negara mencapai masyarakat adil dan makmur berdasarkan Pancasila. Lagu kebangsaan Indonesia Raya mengamanatkan “Bangunlah Jiwanya, Bangunlah Badannya, Untuk Indonesia Raya”. Nilai – nilai persatuan dan kesatuan bangsa, cita – cita kemerdekaan, keberanian membela kebenaran dan keadilan, cinta bangsa dan negara, hidup berdampingan dengan bangsa – bangsa lain di dunia berkembang sejalan dengan perkembangan bangsa dan negara ini.</p>
<p style="text-align: justify;">Hingga NKRI berusia 64 tahun, banyak pengalaman manis dan pengalaman pahit dialami bangsa dan negara ini. Membangun bangsa yang majemuk ternyata tidak gampang, banyak masalah – masalah yang menghambat pertumbuhan dan perkembangan bangsa ini. Konflik pribadi, konflik kepentingan dan konflik kedaerahan berkembang menjadi konflik politik bahkan berakhir dengan konflik bersenjata. Bangsa dan negara babak belur, nilai kesatuan dan persatuan terkoyak – koyak, pembangunan bangsa dan negara jadi terlantar untuk mengatasi masalah – masalah itu. Agar pembangunan bangsa dan negara berjalan lancar, terjadi perubahan politik yang memungkinkan persatuan dan kesatuan bisa tumbuh dan menguat. Dengan sistem itu pembangunan bangsa dan negara setahap demi setahap bisa dilaksanakan. Pembangunan Indonesia seluruhnya dan pembanguan manusia seutuhnya meliputi pembangunan ekonomi, pembangunan politik dan pembangunan sosial dilaksanakan mulai dari pusat sampai kedaerah – daerah.</p>
<p style="text-align: justify;">Hasil pembangunan Indonesia selama lebih dari tiga dasawarsa terakhir ternyata mampu dilanda badai krisis moneter internasional. Perekonomian hancur porak poranda, perusahaan – perusahaan banyak yang gulung tikar, buruh – buruh banyak yang terkena pemutusan hubungan kerja, pengangguran dan kemiskinan meningkat. Krisi ekonomi akhirnya berdampak kepada krisis politik dan krisis sosial serta krisis moral, kondisi masyarakat ibarat sapu lidi lepas ikatannya, bercerai berai kesamaan dan nilai – nilai yang telah tumbuh dan berkembang selama ini seperti persatuan dan kesatuan, berani membela kebenaran dan keadilan, cinta bangsa dan tanah air, rela berkorban, orientasi masa depan seperti luntur dilanda krisis. Tidak terlaksanakannya nilai – nilai yang sudah lama tumbuh dalam agama dan budaya bangsa yang spiritualis kolektivitas bergeser ke arah matrealistis dan individualistik. Perilaku – perilaku non proaktif dan menyimpang terjadi pada generasi tua dan generasi muda. Hal ini merambah pada badan legislatif dan eksekutif bahkan yudikatif, jumlah kecanduan dan perdagangan narkoba meningkat, tawuran pemuda dan mahasiswa sering terjadi di mana – mana, pencurian meningkat, perampokan, penganiayaan dan perkosaan adalah menjadi berita di koran – koran.</p>
<p style="text-align: justify;">Reformasi disegala bidang sudah berjalan lebih dari satu dasawarsa, tampaknya belum berpengaruh terhadap perilaku bangsa, orientasi budaya kita masih ke atas, upaya untuk memperbaiki perilaku perlu didahului oleh contoh perilaku para elite bangsa. Mudah – mudahan elit bangsa di pusat dan daerah sadar untuk memberi contoh perilaku dan karakter bangsa yang gandrung persatuan dan kesatuan, membela kebenaran dan keadilan, cinta negara dan bangsa, kejujuran, kerja keras dan disiplin.</p>
<h4><strong>oleh : Machdar Somadisastra</strong></h4>
<p style="text-align: justify;">
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bk3sjatim.org/?feed=rss2&amp;p=1180</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>UCAPAN TERIMA KASIH</title>
		<link>http://bk3sjatim.org/?p=1176</link>
		<comments>http://bk3sjatim.org/?p=1176#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 20 Dec 2009 03:18:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Surat Pembaca]]></category>

		<category><![CDATA[Warta BKKKS]]></category>

		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>

		<category><![CDATA[sosial jatim]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bk3sjatim.org/?p=1176</guid>
		<description><![CDATA[Perkenankan kami melalui surat ini menyampaikan terima kasih yang setulusnya, atas pemberian cinderamata kepada siswa-siswa Yayasan Pendidikan Anak-Anak Buta (YPAB), pada saat &#8220;Pentas Anak Ceria dan Kreatif di SUTOS pada tanggal 1 Agustus 2009.  Mereka sangat bergembira dan berterima kasih menerima cinderamata tersebut. Semoga Tuhan Yang Maha Esa selalu memberi rakhmat dan hidayah-Nya kepada [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Perkenankan kami melalui surat ini menyampaikan terima kasih yang setulusnya, atas pemberian cinderamata kepada siswa-siswa Yayasan Pendidikan Anak-Anak Buta (YPAB), pada saat &#8220;Pentas Anak Ceria dan Kreatif di SUTOS pada tanggal 1 Agustus 2009.  Mereka sangat bergembira dan berterima kasih menerima cinderamata tersebut. Semoga Tuhan Yang Maha Esa selalu memberi rakhmat dan hidayah-Nya kepada bapak-ibu di BK3S.<span id="more-1176"></span></p>
<p>Yayasan Pendidikan Anak-Anak Buta<br />
(The Foundation For The Education Of Blind Children)<br />
Sekretariat : Jl.Gebang PutihNo.5, Surabaya 60117, Indonesia<br />
Tel./Fax. : (031) 5945762; E-mail: ypabs@yahoo.com</p>
<p>Jawaban :<br />
Kami segenap pengurus BKKKS Jatim dan Yayasan BK3S Jatim sangat bergembira bisa ikut  berpartisipasi dan membantu atas terselenggaranya pentas anak ceria dan kreatif di sutos pada tanggal 1 agustus 2009 tersebut dengan sukses</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bk3sjatim.org/?feed=rss2&amp;p=1176</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>UCAPAN TERIMA KASIH</title>
		<link>http://bk3sjatim.org/?p=1174</link>
		<comments>http://bk3sjatim.org/?p=1174#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 20 Dec 2009 03:16:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Surat Pembaca]]></category>

		<category><![CDATA[Warta BKKKS]]></category>

		<category><![CDATA[sosial jatim]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bk3sjatim.org/?p=1174</guid>
		<description><![CDATA[Bersama ini kami segenap anggota dan pengurus HWPCI cabang Malang menyampaikan rasa terima kasih yang sedalam-dalamnya kepada Pimpinan dan seluruh staf BK3S atas undangan buka puasa bersama pada tanggat 5 September 2009.
Kami juga mengucapkan terima kasih untuk pemberian order jahit mukena sebanyak 40 buah dan tasnya sejumlah 20 buah pada tanggal 1 September 2009 sebagai [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Bersama ini kami segenap anggota dan pengurus HWPCI cabang Malang menyampaikan rasa terima kasih yang sedalam-dalamnya kepada Pimpinan dan seluruh staf BK3S atas undangan buka puasa bersama pada tanggat 5 September 2009.<span id="more-1174"></span></p>
<p>Kami juga mengucapkan terima kasih untuk pemberian order jahit mukena sebanyak 40 buah dan tasnya sejumlah 20 buah pada tanggal 1 September 2009 sebagai tindak lanjut dari pelatihan handy Craft di Panti Teratai Surabaya pada tahun 2007 yang lalu. Besar harapan kami kerjasama ini dapat berlanjut seterusnya.</p>
<p>Semoga amal ibadah bapak ibu sekalian mendapatkan balasan pahala yang berlimpah dari Allah SWT. Amin ya Rabbal Alamin. Demikian, atas perhatiannya kami sampaikan terima kasih.</p>
<p>Wasalamualaikum Wr. Wb.</p>
<p>Himpunan Wanita Penyandang Cacat Indonesia<br />
(Indonesian Association of Women with Disabilities) Cabang Malang<br />
Sekretariat: Jl. Gadang IX / 8 telp. 0341 - 801189 Malang - Jatim 65149</p>
<p>Jawaban :<br />
Syukur alhamdulillah bahwa Bu Ami Purwanto, Bu Asri Wijiastuti, Bu Lenny, Bu Rina dan Pak Paito dapat mengunjungi workshop HWPCI di Gadang Malang. Keluarga besar BKKKS Jatim sangat berbahagia melihat perkembangan usaha kawan-kawan yang sudah mendapat pelatihan intensip dibidang jahit, boordir dan pembuatan tas beberapa waktu yang lalu. Besar harapan kami bahwa usaha kawan-kawan HWPCI Cabang Malang akan terus berkembang dan menjadikan para penggiatnya mampu mandiri baik dibidang ekonomi maupun sosial/kemasyarakatan.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bk3sjatim.org/?feed=rss2&amp;p=1174</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>UCAPAN TERIMA KASIH</title>
		<link>http://bk3sjatim.org/?p=1170</link>
		<comments>http://bk3sjatim.org/?p=1170#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 20 Dec 2009 03:14:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Surat Pembaca]]></category>

		<category><![CDATA[Warta BKKKS]]></category>

		<category><![CDATA[sosial]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bk3sjatim.org/?p=1170</guid>
		<description><![CDATA[Kami mengucapkan terima kasih atas kehadiran dan support pada acara Forum PAUD Propinsi Jawa Timur yaitu seminar &#8220;Gejala Spektrum Autisme pada Anak Usia Dini&#8221; pada hari Sabtu, 03 Oktober 2009 pukul 07.00 – 13.00 wib di BK3S Jawa Timur, Jl. Raya Tenggilis Blok GG No. 10 Surabaya.
Semoga kerjasama ini terus terjalin dalam rangka Pemberdayaan Perempuan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Kami mengucapkan terima kasih atas kehadiran dan support pada acara Forum PAUD Propinsi Jawa Timur yaitu seminar &#8220;Gejala Spektrum Autisme pada Anak Usia Dini&#8221; pada hari Sabtu, 03 Oktober 2009 pukul 07.00 – 13.00 wib di BK3S Jawa Timur, Jl. Raya Tenggilis Blok GG No. 10 Surabaya.<span id="more-1170"></span></p>
<p>Semoga kerjasama ini terus terjalin dalam rangka Pemberdayaan Perempuan / Ibu mewujudkan Pengasuhan, Pendidikan dan Pengembangan Anak Usia Dini anak Indonesia yang sehat, cerdas, ceria, berakhlaq mulia dan berkualitas menghadapai era global dan kompetitif ini.</p>
<p>Atas perhatian dan partisipasi kami ucapkan terima kasih</p>
<p>FORUM PAUD (Pengasuhan, Pendidikan dan Pengembangan Anak Usia Dini) PROPINSI JAWA TIMUR<br />
Jl. Walikota Mustajab 68 Surabaya - Telp./Fax. (031) 5357157</p>
<p>Jawaban :<br />
Kami segenap pengurus BKKKS Jatim dan Yayasan BK3S Jatim sangat bergembira bisa ikut berpartisipasi dan membantu atas terselenggaranya seminar tersebut dengan sukses</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bk3sjatim.org/?feed=rss2&amp;p=1170</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>UCAPAN TERIMA KASIH</title>
		<link>http://bk3sjatim.org/?p=1168</link>
		<comments>http://bk3sjatim.org/?p=1168#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 20 Dec 2009 03:13:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<category><![CDATA[bk3s]]></category>

		<category><![CDATA[sosial]]></category>

		<category><![CDATA[terima kasih]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bk3sjatim.org/?p=1168</guid>
		<description><![CDATA[Bersama ini diberitahukan bahwa Konferensi Nasional Kesejahteraan Sosial (KNKS) ke V yang diselenggarakan oleh Dewan Nasional Indonesia untuk Kesejahteraan Sosial (DNIKS) bekerjasama dengan Badan Koordinasi Kegiatan Kesejahteraan Sosial (BKKKS) Propinsi Jawa Barat pada tanggal 6-8 Oktober 2009 di Hotel Horison Bandung Jawa Barat telah berlangsung dengan baik dan lancar. Keberhasilan penyelenggaraan acara tersebut tidak lepas [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Bersama ini diberitahukan bahwa Konferensi Nasional Kesejahteraan Sosial (KNKS) ke V yang diselenggarakan oleh Dewan Nasional Indonesia untuk Kesejahteraan Sosial (DNIKS) bekerjasama dengan Badan Koordinasi Kegiatan Kesejahteraan Sosial (BKKKS) Propinsi Jawa Barat pada tanggal 6-8 Oktober 2009 di Hotel Horison Bandung Jawa Barat telah berlangsung dengan baik dan lancar. Keberhasilan penyelenggaraan acara tersebut tidak lepas dari dukungan Bapak/lbu dan Saudara.<span id="more-1168"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Kami juga mengucapkan terima kasih atas bantuan dana untuk Korban Gempa dari Bapak Ketua Umum BKKKS Jawa Timur, yang segera kami salurkan kepada para Korban Gempa Di Sumatera Barat, Propinsi Jambi dan Jawa Barat dan juga bantuan-bantuan dana untuk Korban Gempa yang masuk ke DNIKS dari pihak lain yang secara keseluruhan berjumlah Rp. 58.750.000,- (Lima Puluh Delapan Juta Tujuh Ratus Lima Puiuh Rupiah).</p>
<p style="text-align: justify;">Demikian untuk menjadi maklum dan sekali lagi kami mengucapkan terima kasih.</p>
<p style="text-align: justify;">Dewan Nasional Indonesia untuk Kesejahteraan Sosial (DNIKS)<br />
Jl. Tanah Abang Timur 15, Jakarta 10110</p>
<p style="text-align: justify;">Jawaban :<br />
Alhamdulillah  penggalangan dana yang diusulkan oleh BKKKS Jatim pada saat  berlangsungnya MUNAS di Bandung telah bergulir dan bersambut. Jumlah sumbangan memang penting tetapi yang lebih penting lagi adalah niatan para penyumbang dan solidaritas yang terwujud dari para kawan-kawan BKKKS dan ORSOS dari seluruh Indonesia.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bk3sjatim.org/?feed=rss2&amp;p=1168</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>WANITA YANG PUNYA VISI ITU TELAH TIADA!</title>
		<link>http://bk3sjatim.org/?p=1164</link>
		<comments>http://bk3sjatim.org/?p=1164#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 20 Dec 2009 03:06:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Salam Redaksi]]></category>

		<category><![CDATA[Warta BKKKS]]></category>

		<category><![CDATA[aktifis]]></category>

		<category><![CDATA[ibu sularso. sosial]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bk3sjatim.org/?p=1164</guid>
		<description><![CDATA[Pada hari Minggu tanggal 25 Oktober 2009 berita duka menggema dikalangan aktivis Badan Koordinasi Kegiatan Kesejahteraan Sosial Jawa Timur dan Yayasan Badan Kerjasama Kegiatan Kesejahteraan Sosial Jawa Timur. Ibu Hj Retno Iskandari binti Iskak tau yang lebih dikenal sebagai Ibu Retno Soelarso telah berpulang  di Singapura setelah beberapa lama dirawat disebuah Rumah Sakit disana. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Pada hari Minggu tanggal 25 Oktober 2009 berita duka menggema dikalangan aktivis Badan Koordinasi Kegiatan Kesejahteraan Sosial Jawa Timur dan Yayasan Badan Kerjasama Kegiatan Kesejahteraan Sosial Jawa Timur. Ibu Hj Retno Iskandari binti Iskak tau yang lebih dikenal sebagai Ibu Retno Soelarso telah berpulang  di Singapura setelah beberapa lama dirawat disebuah Rumah Sakit disana.<span id="more-1164"></span> Dia memang wanita yang biasa bahkan untuk ukuran istri gubernur  bahkan tergolong sederhana. Seorang istri yang bersama sang suami Pak Larso mampu mendemonstrasikan kehidupan yang penuh kasih sayang dan guyub rukun. Bahkan Tuhan Sang Pencipta berkenan memanggil Bu Larso pulang ke Rahmatullah sehari setelah ulang tahun emas perkawinan beliau. Betapa indah dan ghaibnya kehidupan ini.</p>
<p style="text-align: justify;">Dalam stelsel organisasi yang dianut pada saat itu Bu Larso secara ex officio menjabat sebagai Ketua Umum BKKKS Jawa Timur untuk masa bakti tahun 1988- 1993.  Tugas utama BKKKS pada zaman itu adalah melakukan berbagai ”terobosan dibidang kegiatan kesejahteraan sosial” untuk menangani masalah-masalah kesejateraan Sosial yang tercecer dan atau belum tersentuh / belum terprogram oleh pemerintah. Pendanaan ”trouble shooting Kesos” ini didapatkan dari dana SDSB yang dikumpulkan oleh Departemen Sosial RI.</p>
<p style="text-align: justify;">Tugas BKKKS di seluruh Indonesia pada masa itu adalah ”menyalurkan” dana yang diterima kepada daerah yang diwakili oleh KKKS yang ketika itu secara ex officio menempatkan para istri bupati dan walikota menjadi ketua. Setiap KKKS akan mengajukan proposal yang memuat obyek masalah kesejahteraan sosial yang akan dijadikan prioritas untuk ditangani. Begitulah cara kerja yang dianggap wajar dan merupakan standar baku. Namun sekitar tahun 1992 Bu Larso ( tentu dengan persetujuan dan dukungan Pak Larso) mendapat inspirasi untuk membangun sebuah sasana serba guna di jl Raya Tenggilis Blok GG no 10 Surabaya dengan menggunakan sebagian dari dana SDSB. Gedung pertemuan itu didirikan  diatas tanah yang menjadi milik dari Yayasan BKKKS Jawa Timur yang didirikan oleh Ibu Soenandar Prijosoedarmo dengan tujuan untuk kepentingan mengabdi kepada kegiatan kesejahteraan sosial. Langkah kedua istri gubernur Jawa Timur ini ternyata merupakan sesuatu yang sangat strategis dan apa yang dikerjakan oleh Bu Nandar menjadi dasar pijakan untuk apa yang kemudia dilakukan oleh Bu Retno Sularso.</p>
<p style="text-align: justify;">Begitulah sejarah berdirinya Sasana Tribuwana Tungga Dewi yang kemudian berfungsi serba neka. Sasana tersebut menjadi salah satu sumber pendapatan penting dari Yayasan BKKKS Jawa Timur dan disisi yang lain menjadi pusat kegiatan kesejahteraan sosial yang dilakukan secara bersama sama dengan Orsos dan para penggiat  dalam rengkuhan Badan Koordinasi Kegiatan Kesejahteraan Sosial Jawa Timur. Sasana yang mengambil nama Maharani Majapahit ini telah tumbuh menjadi ”rumah dari para penyandang masalah kesejahteraan sosial dan para relawan kegiatan kesejahteraan sosial” dan  menjadi salah satu kebanggaan Propinsi Jawa Timur . Sebuah kebanggaan yang tidak datang karena kebetulan namun hanya karena adanya aspirasi dan keberaniaan dari Ibu Retno Sularso untuk mengambil keputusan besar untuk ukuran beliau. Jika  BK3S  Jawa Timur kemudian  dianggap yang paling berhasil di Indonesia karena mampu terus  berdaya guna dan berhasil guna dalam membantu pemerintah daerah propinsi  dan Pemerintah Pusat dengan semangat kemandirian; itu tentu tidak dapat dipisahkan oleh jasa besar Ibu Retno Sularso. Wanita sederhana yang berani mengambil keputusan yang lain dari yang lain. She has done what others didn’t! Sejak hari Senin tanggal 26 Oktober 2009 wanita sederhana yang punya visi ini telah menempati peristirahatan yang terakhir di TPU Karet Jakarta namun jasa besarnya  akan  terus dikenang selama Yayasan BKKKS Jawa Timur dan Badan Koordinasi Kegiatan Kesejahteraan Sosial Jawa Timur mampu terus  berbakti dan berkembang menyongsong masa depan  dalam mandala perjuangan memerangi masalah masalah kesejahteraan sosial.  Selamat Jalan Bu Retno Sularso, semoga Allah SWT menempatkan ibu diharibaanNYA.. Amiin, Surabaya, awal Nopember 2009</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bk3sjatim.org/?feed=rss2&amp;p=1164</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>BK3S JATIM TERIMA PENGHARGAAN DARI DNIKS</title>
		<link>http://bk3sjatim.org/?p=1201</link>
		<comments>http://bk3sjatim.org/?p=1201#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 19 Dec 2009 03:50:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<category><![CDATA[dniks]]></category>

		<category><![CDATA[KNKS]]></category>

		<category><![CDATA[penghargaan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bk3sjatim.org/?p=1201</guid>
		<description><![CDATA[
Sesuai dengan Anggaran Dasar Dewan Nasional Indonesia untuk Kesejahteraan Sosial (DNIKS) yang anggotanya terdiri Badan Koordinasi Kegiatan Kesejahteraan Sosial (BK3S) seluruh propinsi di Indonesia, organisasi kesejahteraan sosial nasional (Orsosnas), organisasi atau lembaga penyelenggara kesejahteraaan sosial atau yayasan penyandang dana untuk kesejahteraan sosial telah menyelanggarakan Konferensi Nasional Kesejahteraan Sosial (KNKS) yang ke Lima yang bersaman dengan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a rel="attachment wp-att-1202" href="http://bk3sjatim.org/?attachment_id=1202"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-1202" style="margin: 2px; border: 2px solid #000000;" title="BK3S Jatim terima penghargaan dari DNIKS" src="http://bk3sjatim.org/wp-content/uploads/2010/01/img_4760-100x100.jpg" alt="" width="100" height="100" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">Sesuai dengan Anggaran Dasar Dewan Nasional Indonesia untuk Kesejahteraan Sosial (DNIKS) yang anggotanya terdiri Badan Koordinasi Kegiatan Kesejahteraan Sosial (BK3S) seluruh propinsi di Indonesia, organisasi kesejahteraan sosial nasional (Orsosnas), organisasi atau lembaga penyelenggara kesejahteraaan sosial atau yayasan penyandang dana untuk kesejahteraan sosial telah menyelanggarakan Konferensi Nasional Kesejahteraan Sosial (KNKS) yang ke Lima yang bersaman dengan konferensi ini telah diselenggarakan juga Musyawarah Nasional (Munas) DNIKS tahun 2009 yang diselenggarakan pada tanggal 06 – 08 Oktober 2009 di Hotel Horison, Jl. Tentara Pejuang 45 No. 121 dengan BKKKS Jawa Barat sebagai tuan rumah.<span id="more-1201"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Pada acara tersebut sesuai dengan program kerja yang telah direncanakan dalam Munas di Bukit Tinggi tahun 2005, pengurus DNIKS periode 2005 – 2009 sekali lagi telah menyampaikan beberapa penghargaan bagi individu maupun organisasi dan yayasan yang berprestasi dalam upaya dan pembangunan kesejahteraan sosial. Untuk tahun 2009 ini dalam kategori organisasi DNIKS telah memberikan penghargaan kepada beberapa organisasi dan diantaranya adalah kepada BKKKS Jawa Timur dengan kriteria penghargaan Manggala Dharma Bakti Kesejahteraan Sosial Tingkat Nasional karena dinilai telah menjadi donatur tetap atau memberikan bantuan yang sangat berarti bagi organisasi sosial tingkat nasional selama 3 tahun atau lebih, memberikan bantuan tidak terikat dengan kepentingan diluar masalah pembangunan kesejahteraan sosial dan bantuan yang diberikan tidak ditujukan untuk memperoleh imbalan langsung dari organisasi sosial yang dibantu. Penghargaan ini sendiri diserahkan secara langsung oleh Ketua Umum DNIKS Bapak. Prof. Dr. Haryono Suyono kepada Ketua Umum BKKKS Jawa Timur Bapak. Dr. H. Tjuk Kasturi Sukiadi, SE.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bk3sjatim.org/?feed=rss2&amp;p=1201</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>UCAPAN TERIMA KASIH</title>
		<link>http://bk3sjatim.org/?p=1172</link>
		<comments>http://bk3sjatim.org/?p=1172#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 19 Dec 2009 03:15:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Surat Pembaca]]></category>

		<category><![CDATA[Warta BKKKS]]></category>

		<category><![CDATA[sosial]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bk3sjatim.org/?p=1172</guid>
		<description><![CDATA[Sehubungan dengan adanya bingkisan lebaran dari Badan Koordinasi Kegiatan Kesejahteraan Sosial ( BKKKS ) Provinsi Jawa Timur tahun 2009, bersama ini kami laporkan bahwa bingkisan tersebut telah kami serahkan kepada Klien maupun Pegawai yang berhak menerima.
Selanjutnya kami atas nama pegawai dan klien Unit Pelaksana Teknis Rehabilitasi Sosial Eks Kusta Tuban menyampaikan terima kasih atas pemberian [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Sehubungan dengan adanya bingkisan lebaran dari Badan Koordinasi Kegiatan Kesejahteraan Sosial ( BKKKS ) Provinsi Jawa Timur tahun 2009, bersama ini kami laporkan bahwa bingkisan tersebut telah kami serahkan kepada Klien maupun Pegawai yang berhak menerima.<span id="more-1172"></span></p>
<p>Selanjutnya kami atas nama pegawai dan klien Unit Pelaksana Teknis Rehabilitasi Sosial Eks Kusta Tuban menyampaikan terima kasih atas pemberian bingkisan dimaksud, semoga mendapatkan imbalan yang setimpal dari Allah SWT dan bermanfaat bagi yang menerimanya.</p>
<p>Demikian untuk menjadikan maklum dan terima kasih.</p>
<p>Unit Pelaksana Teknis Rehabilitasi Sosial Eks Kusta<br />
Dk. Nganget, Ds Kedung Jambe, Kec. Singgahan Po Box 02 Tlp. 0353 - 7708047</p>
<p>Jawaban :<br />
Syukur alhamdulillah bahwa santunan yang diberikan oleh BKKKS Jawa Timur dan Yayasan BK3S Jawa Timur dalam rangka bulan Ramadhan dan Idul Fitri 1430 H telah sampai kepada bapak ibu sekalian di Panti Rehabilitasi Sosial Eks Kusta di Nganget, Kedung Jambe, Singgahan, Kabupaten Tuban. Kami semua pengurus dan segenap aktivis/relawan sosial yang tergabung dalam keluarga besar BKKKS Jawa Timur sangat gembira dapat sedikit membantu. Pemberian  santunan setiap tahun tersebut merupakan wujud dari komitmen dan kepedulian kami kepada saudara-saudara kami yang menyandang masalah kesejahteraan sosial.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bk3sjatim.org/?feed=rss2&amp;p=1172</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>PENGHARGAAN DARI GUBERNUR JATIM</title>
		<link>http://bk3sjatim.org/?p=1212</link>
		<comments>http://bk3sjatim.org/?p=1212#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 17 Dec 2009 04:02:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Kronik]]></category>

		<category><![CDATA[Warta BKKKS]]></category>

		<category><![CDATA[gubernur]]></category>

		<category><![CDATA[jatim]]></category>

		<category><![CDATA[sosial]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bk3sjatim.org/?p=1212</guid>
		<description><![CDATA[Pada tanggal 12 Oktober 2009, Propinsi Jawa Timur telah genap berusia 64 Tahun. Puncak peringatan HUT ke-64 Provinsi Jawa Timur dipusatkan di gedung Negara Grahadi dengan berbagai macam atraksi dan pemberian penghargaan. Pada kesempatan tersebut Gubernur Propinsi Jawa Timur Soekarwo telah menyerahkan sebanyak 82 penghargaan, “pemberian penghargaan ini bertujuan memicu masyarakat supaya melakukan kegiatan yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a rel="attachment wp-att-1213" href="http://bk3sjatim.org/?attachment_id=1213"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-1213" style="margin: 2px; border: 2px solid #000000;" title="Penghargaan dari Gubernura Jatim" src="http://bk3sjatim.org/wp-content/uploads/2010/01/img_2148-100x100.jpg" alt="" width="100" height="100" /></a>Pada tanggal 12 Oktober 2009, Propinsi Jawa Timur telah genap berusia 64 Tahun. Puncak peringatan HUT ke-64 Provinsi Jawa Timur dipusatkan di gedung Negara Grahadi dengan berbagai macam atraksi dan pemberian penghargaan. Pada kesempatan tersebut Gubernur Propinsi Jawa Timur Soekarwo telah menyerahkan sebanyak 82 penghargaan, “pemberian penghargaan ini bertujuan memicu masyarakat supaya melakukan kegiatan yang bermanfaat bagi pembangunan di Provinsi Jatim dan Penghargaan ini, merupakan dorongan supaya masyarakat melakukan aktivitas yang mendukung pembangunan,&#8221; kata Soekarwo.<span id="more-1212"></span></p>
<p>Penghargaan tersebut diberikan kepada 11 siswa berprestasi tingkat SMA dan 24 siswa tingkat SMP yang menjuarai Olimpiade Sains Nasional (OSN) dan Festival Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N). Selain itu, 47 Satuan Kerja Pemerintah Daerah (SKPD) juga menerima penghargaan. Di antaranya Kota Surabaya (Peringkat I Penyelenggaraan Tertib Pemanfaatan Jalan Kota), (Kabupaten Tuban Peringkat I Penyelenggaraan Tertib Pemanfaatan Jalan Kabupaten). Kemudian Tim RSU dr Soetomo yang terdiri dari Tim &#8220;Face Off&#8221;, Pusat Pengembangan Paliatif dan Bebas Nyeri Kanker, Pusat Pelayanan Kembar Siam Terpadu, Tim Penanganan Flu Burung, dan Tim Penanggulangan HIV/AIDS, dan tak ketinggalan sejumlah pengurus Organisasi Sosial berprestasi seperti, Karang Taruna Berprestasi (Krida Taruna Bhakti dari Nganjuk), Panti Asuhan Raudhotul Muttaqien Kabupaten Mojokerto, dan para Tokoh Masyarakat Peduli Bencana, seperti Agung Sarjianto dari Kabupaten Blitar dan Pekerja Sosial Masyarakat Berprestasi, yakni Slamet dari Kab Mojokerto.</p>
<p>Yang sangat membanggakan dan membahagiakan pada kesempatan tersebut pula Gubernur Propinsi Jawa Timur menyerahkan penghargaan kepada Dr. H. Tjuk Kasturi Sukiadi, SE selaku Ketua BK3S Jawa Timur dengan kategori Pengurus Organisasi Sosial Berprestasi. Penghargaan kepada Dr. H. Tjuk Kasturi Sukiadi, SE diberikan atas prestasinya mengembangkan peran dan fungsi BK3S Jawa Timur dalam penyelenggaraan kesejahteraan sosial sehingga BK3S Jawa Timur mendapat penghargaan Manggala Dharma Bakti Kesejahteraan Sosial Tingkat Nasional dari DNIKS.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bk3sjatim.org/?feed=rss2&amp;p=1212</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Buka Puasa Bersama Tahun 2009</title>
		<link>http://bk3sjatim.org/?p=1197</link>
		<comments>http://bk3sjatim.org/?p=1197#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 16 Dec 2009 03:48:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<category><![CDATA[Buka Puasa]]></category>

		<category><![CDATA[panti asuahn]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bk3sjatim.org/?p=1197</guid>
		<description><![CDATA[Dalam rangka memakmurkan Bulan Suci Ramadhan Tahun 1430 H/2009 ini, BKKKS Propinsi Jawa Timur telah menyelenggarakan acara buka puasa bersama dengan anak-anak panti asuhan, Penyandang  cacat (Paca), lanjut usia, petugas sampah, tukang becak dan penjaga palang pintu kereta api serta para undangan yang lebih kurang berjumlah 750 anak/orang. Acara buka puasa bersama ini diselenggarakan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a rel="attachment wp-att-1198" href="http://bk3sjatim.org/?attachment_id=1198"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-1198" style="margin: 2px; border: 2px solid #000000;" title="Buka Puasa Bersama" src="http://bk3sjatim.org/wp-content/uploads/2010/01/img_1007-100x100.jpg" alt="" width="100" height="100" /></a>Dalam rangka memakmurkan Bulan Suci Ramadhan Tahun 1430 H/2009 ini, BKKKS Propinsi Jawa Timur telah menyelenggarakan acara buka puasa bersama dengan anak-anak panti asuhan, Penyandang  cacat (Paca), lanjut usia, petugas sampah, tukang becak dan penjaga palang pintu kereta api serta para undangan yang lebih kurang berjumlah 750 anak/orang. Acara buka puasa bersama ini diselenggarakan pada hari Sabtu tanggal 05 September 2009 dimulai jam 16.00 yang bertempat di Gedung BKKKS Propinsi Jawa Timur  Jl. Raya Tenggilis Blok GG. No. 10  Surabaya.<span id="more-1197"></span></p>
<p>Pada kesempatan acara tersebut BKKKS Propinsi Jawa Timur telah memberikan Penghargaan Kesetiakawanan Sosial kepada Ibu Grietje Soetopo Van Eybergen (Pendiri Yayasan Pendidikan Anak Buta (YPAB) Surabaya) atas kepeloporan, kepedulian dan pengabdiannya dalam pengelolaan kegiatan kesejahteraan Sosial di Jawa Timur dan Ibu Hj. Soetartini Soekarno (Chairman PT. Dharma Lautan Utama) atas kepeloporan, kepedulian dan kedermawanannya dalam mendukung kegiatan kesejahteraan sosial di Jawa Timur yang diberikan secara simbolis oleh Ketua Umum BKKKS Jawa Timur Bapak Dr. H. Tjuk Kasturi Sukiadi, SE dan SEKDA Propinsi Jawa Timur Bapak                    Drs. Rasiyo, M. Si yang berkesempatan hadir dalam kegiatan buka puasa bersama yang diselenggarakan oleh BKKKS Jawa Timur.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bk3sjatim.org/?feed=rss2&amp;p=1197</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>MENTERI PEMBERDAYAAN PEREMPUAN KUNJUNGI BK3S JATIM</title>
		<link>http://bk3sjatim.org/?p=1192</link>
		<comments>http://bk3sjatim.org/?p=1192#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 16 Dec 2009 03:43:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<category><![CDATA[menteri]]></category>

		<category><![CDATA[perempuan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bk3sjatim.org/?p=1192</guid>
		<description><![CDATA[Pada awal bulan Oktober, tepatnya tanggal 03 Oktober 2009, bertempat di ruang pelatihan BKKKS Jawa Timur Jl . Raya Tenggilis Blok GG No. 10 Surabaya, seluruh Jajaran Pengurus BKKKS Jawa Timur berkesempatan untuk bertatap muka dengan Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan  Prof. Dr. Meuthia F. Hatta Swasono, S.S., M.A yang mengadakan kunjungan kerja di Surabaya. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a rel="attachment wp-att-1194" href="http://bk3sjatim.org/?attachment_id=1194"><img class="size-thumbnail wp-image-1194 alignleft" style="margin: 2px; border: 2px solid #000000;" title="Kunjunan menteri Pemberdayaan Perempuan" src="http://bk3sjatim.org/wp-content/uploads/2010/01/img_1982-100x100.jpg" alt="" width="100" height="100" /></a>Pada awal bulan Oktober, tepatnya tanggal 03 Oktober 2009, bertempat di ruang pelatihan BKKKS Jawa Timur Jl . Raya Tenggilis Blok GG No. 10 Surabaya, seluruh Jajaran Pengurus BKKKS Jawa Timur berkesempatan untuk bertatap muka dengan Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan  Prof. Dr. Meuthia F. Hatta Swasono, S.S., M.A<span id="more-1192"></span> yang mengadakan kunjungan kerja di Surabaya. Dalam kesempatan tersebut Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan berdialog secara langsung dengan beberapa lansia dan pendamping dalam rangka program Home Care lansia yang diselenggarakan oleh BKKKS Jawa Timur. Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan sempat memberikan ceramah singkat tentang pentingnya pemerhatian kepada para lansia karena hanya dengan sedikit saja perhatian kepada lansia secara tidak langsung akan memperpanjang usia harapan hidup bagi lansia sendiri, dalam kesempatan tersebut pula para lansia sempat mencurahkan isi hati mereka kepada Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan betapa bahagianya mereka setelah diadakannya program Home Care ini. Namun didalam perjalanan masih banyak para lansia yang masih harus diberdayagunakan dan dukungan dari semua lapisan masyarakat dan Instansi yang peduli terhadap kesejahteraan lansia masih harus terus ditingkatkan.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bk3sjatim.org/?feed=rss2&amp;p=1192</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>MERDEKA !</title>
		<link>http://bk3sjatim.org/?p=1216</link>
		<comments>http://bk3sjatim.org/?p=1216#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 10 Dec 2009 04:05:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Renungan]]></category>

		<category><![CDATA[Warta BKKKS]]></category>

		<category><![CDATA[Merdeka]]></category>

		<category><![CDATA[Pahlawan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bk3sjatim.org/?p=1216</guid>
		<description><![CDATA[Pekik MERDEKA berkumandang dimana-mana mewarnai suasana peringatan hari Proklamasi Kemerdekaan RI. Pesan apa yang hendak disampaikan oleh mereka yang memekikkan Merdeka !? Dan apa pula yang tergambar dalam benak orang yang mendengar dan diajak ikut memekikkan Merdeka !? Adakah pekikan itu punya makna atau sekedar jargon belaka, tanpa ada getaran jiwa?
Pekik Merdeka! tentunya perlu dimaknai, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Pekik MERDEKA berkumandang dimana-mana mewarnai suasana peringatan hari Proklamasi Kemerdekaan RI. Pesan apa yang hendak disampaikan oleh mereka yang memekikkan Merdeka !? Dan apa pula yang tergambar dalam benak orang yang mendengar dan diajak ikut memekikkan Merdeka !? Adakah pekikan itu punya makna atau sekedar jargon belaka, tanpa ada getaran jiwa?<span id="more-1216"></span><br />
Pekik Merdeka! tentunya perlu dimaknai, agar tidak berlalu begitu saja, melainkan bisa membawa pencerahan jiwa dalam menghayati kandungan kata Merdeka!</p>
<p style="text-align: justify;">Yang pertama kali harus tergugah dalam jiwa kita ketika mengucapkan atau mendengarkan pekik merdeka adalah rasa syukur yang mendalam atas karunia kemerdekaan dari Allah SWT. Kemerdekaan tidak datang begitu saja dan bukan hadiah dari Negara manapun juga, melainkan hasil dari jerih payah perjuangan panjang yang gigih tak kenal lelah oleh segenap komponen bangsa yang didorong oleh keinginan luhur sehingga Allah SWT. menganugrahkan kemerdekaan itu kepada Bangsa Indonesia.  Proses perjuangan hingga mencapai kemerdekaan, serta visi dan dasar negara yang hendak dibangun dinarasikan dengan penuh hikmat dalam pembukaan UUD 1945 :</p>
<p style="text-align: justify;">“Bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu maka penjajahan diatas dunia harus dihapuskan, karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan.<br />
Dan perjuangan pergerakan kemerdekaan Indonesia telah sampailah kepada saat yang berbagahagia dengan selamat sentosa mengantarkan rakyat Indonesia ke depan pintu gerbang kemerdekaan negara Indonesia yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur.</p>
<p style="text-align: justify;">Atas berkat rahmat Allah Yang Maha Kuasa dan dengan didorongkan oleh keinginan luhur, supaya berkehidupan kebangsaan yang bebas, maka rakyat Indonesia menyatakan dengan ini kemerdekaannya.<br />
Kemudian dari pada itu, untuk membentuk suatu Pemerintahan Negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdaarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial, maka disusunlah Kemerdekaan Kebangsaan Indonesia itu dalam  suatu Undang-Undang Dasara Negara Indonesia, yang terbentuk dalam suatu susunan Negara Republik Indonesia yang berkedaulatan rakyat dengan berdasar kepada Ketuhanan Yang Maha Esa, Kemanusiaan yang adil dan beradab, Persatuan Indonesia dan Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam Permusyawaratan / Perwakilan, serta dengan mewujudkan suatu Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.”</p>
<p style="text-align: justify;">Kedua, seiring dengan rasa syukur itu, kita menaruh rasa hormat penghargaan dan terima kasih yang sangat mendalam kepada para pahlawan bangsa yang telah mengorbankan harta, raga, dan jiwa demi Kemerdekaan. Kita panjatkan do’a semoga Allah SWT. Menerima amal bakti mereka dan mencurahkan ampunan kepada mereka serta menggolongkan mereka sebagai syuhada yang akan mendapatkan anugrah surga-Nya.</p>
<p style="text-align: justify;">Ketiga, mari kita pekikkan Merdeka! Sebagai tekad untuk mengisi kemerdekaan ini dengan ikut berkiprah dalam pembangunan sesuai dengan kompetensi yang dimiliki masing-masing. Dengan semangat kepahlawanan yang tanpa pamrih ikut serta / berpartisipasi aktif dalam pembangunan dengan mengambil peran dan berkontribusi nyata dalam derap pembangunan sebagai upaya mewujudkan Negara Indonesia yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur dibawah pemerintahan yang melindungi segenap Bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial.</p>
<p style="text-align: justify;">Dalam pada itu, Pemerintah Propinsi, Pemerintah Kabupaten dan Pemerintah Kota, tentunya menyelaraskan visi dan misinya sesuai dengan amanat Undang-Undang Dasar 1945 tersebut. Pemerintah Propinsi Jawa Timur, misalnya dalam RPJMD Tahun 2009 / 2014 telah dengan tegas dan lugas merumuskan visi dan misi yang sangat kohesif dengan visi dan misi Negara / Pemerintah tersebut di atas, yakni : “Terwujudnya Jawa Timur yang makmur dan berakhlak   dalam  wadah  Negara  Kesatuan  Republik  Indonesia.”  Sedangkan  misinya berbunyi : “Mewujudkan makmur bersama wong cilik dengan APBD untuk rakyat.”<br />
Demikian tiga makna yang dapat kita petik dari pekik Merdeka! Masih adakah pekik Merdeka yang harus kita kumandangkan?! Menurut hemat kami masih ada dan perlu. Mari kita pekikkan Merdeka! sebagai tekad untuk terbebas dari rasa takut, baik ketakutan terhadap sesuatu yang belum terjadi (khawatir) maupun ketakutan terhadap sesuatu yang telah terjadi (duka cita).</p>
<p style="text-align: justify;">Bagaimana supaya pikiran dan jiwa kita bisa terbebas dari rasa khawatir dan duka cita? Salah satu kiat telah disampaikan dalam renungan warta sosial terbitan yang lalu dibawah judul “Takut”.<br />
Kalau kita sudah bisa terbebas dari rasa takut, kita akan menjadi orang yang betul-betul merdeka. Tidak takut kecuali kepada Allah SWT!</p>
<p style="text-align: justify;">Orang yang merdeka bukan berarti semau gue, tapi justru menghormati hak asasi orang lain dengan tetap memegang teguh pendiriannya. Dia menghormati hak asasi beragama tapi tidak terjebak dalam paham Pluralisme yaitu “suatu paham yang mengajarkan bahwa semua agama adalah sama dan karenanya kebenaran setiap agama adalah relatif, oleh karena itu setiap pemeluk agama tidak boleh mengklaim bahwa hanya agamanya saja yang benar sedangkan agama yang lain salah.” Dia menghormati kebebasan berfikir tapi tidak terjebak dalam paham liberalisme yang “memahami  nash - nash agama (Quran, sunnah) dengan menggunakan akal pikiran yang bebas dan hanya menerima doktrin – doktrin agama yang sesuai dengan akal pikiran semata.”</p>
<p style="text-align: justify;">Orang merdeka tahu persis bahwa kehidupan ini tunduk pada hukum Allah SWT. “segalanya diciptakan berpasangan” sebagaimana ditandaskan oleh Allah SWT. dalam Al Qur’an: “Maha Suci Tuhan yang telah menciptakan pasangan-pasangan semuanya, baik dari apa yang ditumbuhkan oleh bumi dan dari diri mereka maupun dari apa yang tidak mereka ketahui” (QS. 36:36).<br />
Jadi kalau mau sukses mesti berani gagal. Kalau mau senang harus susah dulu seperti kata pepatah “berakit-rakit kehulu, berenang-renang ketepian”. Orang merdeka yakin benar bahwa didalam kesulitan terdapat kemudahan sebagaimana ditandaskan dalam Al Qur’an : “Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan” (QS. 94:5-6).</p>
<p style="text-align: justify;">Kemerdekaan itu bukan diperoleh ketika kita menuntut hak, tapi diperoleh ketika kita menjalankan kewajiban. Setapak demi setapak ketika kita semakin banyak menjalankan kewajiban maka semakin merdekalah kita. Jadi kalau mau benar-benar merdeka jadilah budak. Sesungguhnya orang yang paling merdeka adalah ketika dia mampu mencapai maqom budak (hamba) Allah. Maqom hamba Allah hanya bisa dicapai oleh orang yang menjalankan seluruh kewajiban, menjauhi larangan dan mengerjakan amalan-amalan sunah sehingga pikiran, jiwa, dan raganya dalam pengendalian Allah SWT karena itu dia bisa mengalami suatu peristiwa diluar batas kemampuan dirinya.</p>
<p style="text-align: justify;">Anugrah itu telah diberikan oleh Allah kepada para nabi/rosul-Nya antara lain kepada Nabi Muhammad SAW. dalam peristiwa Isra Miraj yang sebagaian digambarkan dalam                 Al Qur’an : ”Maha Suci Allah yang telah memperjalankan hambaNya pada suatu malam dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha yang telah kami berkahi sekelilingnya agar kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda kebesaran Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat.” (QS.17:1)  (M. Djumadi Ramelan, S.H.)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bk3sjatim.org/?feed=rss2&amp;p=1216</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>TKI - MENJUAL KEBODOHAN DAN MARTABAT BANGSA</title>
		<link>http://bk3sjatim.org/?p=931</link>
		<comments>http://bk3sjatim.org/?p=931#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 19 Oct 2009 03:18:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Sorotan]]></category>

		<category><![CDATA[Warta BKKKS]]></category>

		<category><![CDATA[bangsa]]></category>

		<category><![CDATA[Tenaga Kerja Indonesia]]></category>

		<category><![CDATA[TKI]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bk3sjatim.org/?p=931</guid>
		<description><![CDATA[Penyiksaan tenaga kerja (terutama perempuan) dari Indonesia (TKW) di luar negeri terus bermunculan dan berlanjut. Keberlangsungan kejadian ini dari tahun ke tahun membuat banyak orang beranggapan seperti tidak ada tindakan apapun dari pemerintah untuk membela warga negaranya.  Pemerintah pasti berkilah karena peraturan perundang-undangan untuk melindungi tenaga kerja Indonesia telah lama dibuat. Tetapi demikianlah faktanya.
Kadang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://bk3sjatim.org/wp-content/uploads/2009/06/tki.gif"><img class="size-thumbnail wp-image-934 alignleft" style="margin: 2px; border: 2px solid #000000;" title="TKI" src="http://bk3sjatim.org/wp-content/uploads/2009/06/tki-100x100.gif" alt="" width="100" height="100" /></a>Penyiksaan tenaga kerja (terutama perempuan) dari Indonesia (TKW) di luar negeri terus bermunculan dan berlanjut. Keberlangsungan kejadian ini dari tahun ke tahun membuat banyak orang beranggapan seperti tidak ada tindakan apapun dari pemerintah untuk membela warga negaranya.  <span id="more-931"></span>Pemerintah pasti berkilah karena peraturan perundang-undangan untuk melindungi tenaga kerja Indonesia telah lama dibuat. Tetapi demikianlah faktanya.</p>
<p style="text-align: justify;">Kadang kita perlu  merenungi “bagaimana mungkin orang yang tidak dapat membaca dan menulis dapat lolos sebagai TKW di luar negeri”? Mereka yang sering bepergian ke luar negeri terutama ke Malaysia, dan kebetulan bersamaan dengan berangkat atau pulangnya TKW, mungkin pernah dimintai tolong oleh TKW untuk mengisi blanko emigrasi di bandara. Para TKW atau calon TKW ternyata banyak yang tidak dapat membaca dan menulis. Mereka inilah yang dikemudian hari akan menjadi  TKW ilegal. Mereka bekerja ke luar negeri tidak melalui Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia (PJTKI), melainkan menggunakan visa kunjungan yang hanya berlaku satu bulan.  Awalnya mereka menumpang di rumah teman atau Saudaranya yang telah lebih dahulu berstatus sebagai TKW.  Setelah visanya habis maka mereka berstatus sebgai “pendatang haram” di Malaysia. Memang bergerak ke mana  pun di muka bumi merupakan salah satu bagian dari hak asasi  manusia yang tidak boleh dihalang-halangi oleh siapa pun dengan alasan apa pun. Namun kejadian-kejadian yang menyebabkan  mereka kemudian berstatus sebagai TKW ilegal  ini yang harus dicegah, bahkan ditiadakan. Dengan meminjam ungkapan  dari promosi untuk meningkatan pembayar pajak, “jaman seperti ini masih ada TKW ilegal, apa kata dunia”?</p>
<p style="text-align: justify;"><strong><span style="text-decoration: underline;">Orang kayakah TKI itu?</span></strong></p>
<p style="text-align: justify;">Sebagian besar orang yang pernah ke luar negeri, jika ditanya enak mana di Indonesia dibandingkan dengan di luar negeri?  Terutama mereka yang berasal dari kalangan menengah ke bawah pasti akan menjawab enak di Indonesia. Terus terang hidup di Indonesia ini sebenarnya “uuuenak pool”.  Kecuali satu hal, yaitu menanggalkan status “miskin”. Lebih-lebih jika garis kemiskinannya dipatok dengan besarnya penghasilan kurang dari Rp. 200.000,- per kepala/bulan.</p>
<p style="text-align: justify;">Nyaman di negeri sendiri, mengapa harus  mencari kerja di negeri orang? Jawabannya sederhana ingin bertahan hidup dan keluar dari kemiskinan. Tetapi benarkah dengan bekerja di luar negeri mereka menjadi kaya? Sebuah ilustrasi dari beberapa kondisi tenaga kerja di Malaysia di bawah ini dapat menjadi alat untuk mengevaluasi.</p>
<p style="text-align: justify;">Mengapa banyak orang yang mencari pekerjaan di Malaysia? dari beberapa TKI di Malaysia menyatakan bahwa bekerja di Malaysia itu lebih mudah di sebabkan budaya dan bahasa sedikit sama dengan Indonesia, kedua, gaji yang relatif tinggi jika dikurskan dengan rupiah (1 ringgit = 3.300 rupiah), ketiga sarana transportasi dari Indonesia-Malaysia dan sebaliknya mudah dijangkau dan relatif murah baik itu melalui  jalan udara maupun laut. Yani (29 Tahun) salah satu TKW asal Malang Jawa Timur  yang bekerja sebagai penjaga toko pakaian di pasar Melaka, menyatakan bahwa “bekerja di Malaysia itu gajinya sangat menyenangkan lho..Saya digaji 30 ringgit sehari jadi kalau sebulan saya digaji 900 ringgit atau setara 3 juta rupiah. Mana ada penjaga toko di Indonesia yang digaji segitu besar”. Tapi kerjanya juga berat harus mulai kerja dari jam 10 pagi hingga 7 petang. Devi (21 Tahun) asal Padang yang bekerja di Rumah Makan di Kajang Selangor juga menyatakan hal sama, bahwa kerja disini menyenangkan karena gajinya tinggi, di gaji sehari 25 ringgit tapi harus kerja dari pagi hingga malam. Sedangkan Dewi (23 tahun) dari Purbalingga Jawa Tengah bekerja juga sebagai pelayan restoran di Kajang Selangor digaji 20 ringgit sehari dan harus bekerja dari pagi hingga malam. Namun untuk Dewi oleh pemilik restoran telah disediakan tempat tinggal disebuah flat yang dekat dengan restoran, pembayaran flat disubsidi ¼-nya ole pemilik restoran, 3/4 nya dibayar secara kongsi dengan teman-temannya. Berbeda dengan Yani, Devi, dan Dewi, Pak Muljadi asal  Lamongan yang bekerja di bengkel las digaji tiap bulan bersih 700 ringgit. Tapi kalau ada lemburan maka juga akan mendapat tambahan sehingga satu bulan bisa mencapai 900 ringgit. Sedangkan untuk penyapu di Universitas Kebangsaan Malaysia, Cleaning Service, Mbak Um dan Mbak Yuli dari Jawa Timur digai 600 RM. Gaji terendah diduduki oleh pembantu Rumah Tangga yakni 400 RM. Makan seharusnya ditanggung pemilik rumah, tetapi tentunya tidak semua majikan berbaik hati mau memberi makanan yang layak. PRT yang bekerja pada orang etnis Cina, sering tidak dapat makan karena mengandung babi pada masakannya. Inilah yang akhirnya membuat PRT akhirnya lari.</p>
<p style="text-align: justify;">Jadi dengan gambaran besaran gaji spintas di atas, tidaklah heran jika banyak orang-orang yang lebih memilih bekerja di Malaysia, karena Indonesia belum dapat menyediakan lapangan pekerjaan yang mampu memperbaikan kehidupan mereka. Meskipun mereka sangat senang karena gaji yang lumayan tinggi, secara umum mereka menyatakan bahwa kalau kehidupan di Malaysia sebenarnya tidaklah menyenangkan. Jika kita tidak dapat menghemat uang hasil kerja kita, maka ya uang ya cepat habis dan tidak bisa mengirim uang ke rumah. Demikian kata Pak Mul. Bayangkan biaya hidup di Malaysia sangatlah tinggi. Untuk sewa rumah kontrakan atau flat, para TKI harus mengeluarkan uang 400 ringgit sampai 500 ringgit untuk sebulan. Sedangkan untuk biaya makan sehari-hari harus mengeluaran antara 8-15 ringgit sehari.  Biaya transportasi mencapai 50 RM sebulan. Biasanya para TKI bergabung untuk menyewa  rumah  atau mengontrak  flat yang bisa dihuni oleh 5-6 orang (tergantung besar rumah/flat). Dengan bergabung seperti ini biaya kontrakan bisa ditekan sehingga satu orang hanya akan mengeluarkan 75-100 ringgit sebulan. Belum lagi biaya air, listrik dan depositnya. Deposit di sini maksudnya uang jaminan yang diberikan kepada pemilik rumah terhadap keutuhan kondisi rumah tersebut umumnya total deposit untuk rumah,air dan listrik mencapai 1000 RM (Sekali bayar ketika masuk). Harga bahan-bahan makanan pun relative mahal. Sepotong tempe seharga 1 RM = Rp 3000, 1 potong tahu 30 sen = Rp 1000, membeli sayur pun mesti satu-satu dan ditimbang, sehingga antara membeli makanan matang dan memasak sendiri terutama ikan dan daging,  lebih murah membeli matang. Itulah gambaran tingginya biaya hidup yang sebenarnya antara gaji mereka dan biaya hidup di Malaysia relative impas.</p>
<p style="text-align: justify;">Jadi, sebenarnya ada  kontradiksi antara pandangan mengenai kesuksesan hidup TKI dan kenyataan hidup mereka di sini. Keluarganya di Indonesia menganggap mereka hidup makmur dan menunggu kiriman uang. Padahal kehidupan mereka sendiri di sini sangatlah jauh dari kelayakan (baik dari segi tempat tinggal maupun sosial). Mereka bekerja dari pagi sampai malam, pulang hanya untuk tidur, subuh sudah berangkat lagi, tidak sempat melakukan hubungan sosial dengan keluarga dan lingkungan. Parahnya,  tidak ada hak cuti bagi mereka. Hari Sabtu dan Minggu tetap masuk kerja. Jadi mereka jika  “meliburkan diri” sehari dan itupun potong gaji. (Kecuali penyapu di UKM, mereka bekerja dengan 5-6 hari kerja).</p>
<p style="text-align: justify;">Jika ditanya kepada mereka, mana yang lebih nyaman antara hidup di Indoneia dan Malaysia, mereka pasti akan menjawab lebih nyaman di Indonesia, hanya alasan pekerjaan saja yang membuat mereka betah bertahan di Malaysia. Itupun dalam benak mereka terdapat beban mental bahwa mereka mesti berkirim uang atau ketika pulang mesti membawa uang banyak, sehingga motiv hidup mereka di sini adalah bagaimana mencari uang agar dapat sangu untuk pulang. Keberhasilan (berkumpulya uang) baru dapat dirasakan TKI setelah bekerja setidaknya 5 tahun, di bawah itu, mereka masih bergulat degan susahnya kehidupan, dan menyisihkan sedikit-sedikit untuk kehidupan mereka dan tabungannya.</p>
<p style="text-align: justify;">Sebagai bahan perbandingan, standard minimal hidup layak di Malaysia untuk bujang (mereka yang tinggal sendiri tanpa keluarga) adalah 1000 RM, sedangkan gaji TKI maksimal 900 RM. Adapun pemerintah Indonesia, melalui program beasiswa Dikti, menetapkan biaya hidup bagi pelajar di Malaysia seorang ialah 1500 RM (bersih, di luar SPP, Biaya buku, dll). Dan angka 1500 RM adalah  biaya hidup yang standard dan layak bagi pendatang. Sedangkan untuk peduduk Malaysia sendiri adalah 3000-4000 RM. Untuk ukuran penduduk angka 3000-4000 RM masih ukuran kehidupan normal. Jadi, dengan perbadingan tersebut, sebenarnya gai TKI yang dianggap besarpun, masih jauh posisinya dari nilai kehidupan layak di Malaysia.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong><span style="text-decoration: underline;">Bangsa Malaskah Kita?</span></strong></p>
<p style="text-align: justify;">Orang Malaysia sebenarnya banyak yang senang dengan hasil kerja orang-orang Indonesia dibandingkan dengan pekerja asal Bangladesh. TKI di Malaysia memang menempati urutan pertama disusul Bangladesh yang juga banyak mengadu nasib di Malaysia. Tuan Hanif (orang Malaysia 35 Tahun) yang mempunyai pembantu rumah tangga asal Indonesia, menyatakan bahwa orang Indonesia itu rajin dan cekatan. Sedangkan Encik Adnan (pegawai polis 48 tahun) menyatakan bahwa pekerja-pekerja Indonesia yang dibangunan itu juga sangat bagus. Hasil bangunannya pun sangat memuaskan dibandingkan kalau yang mengerjakan pekerja-pekerja asal Bangladesh. Menurut Encik Adnan ada yang membedakan tipikal pekerja asal Indonesia dan Bangladesh yaitu kalau pekerja asal Indonesia itu orang pemberani, cekatan dan hasilnya rapi. Bekerja sebagai apapun pekerja asal Indoneisa itu mau. Ini berbeda dengan pekerja asal Bangladesh yang mau mereka itu bekerja asal ada seragamnya seperti layaknya orang kantoran, meskipun harus bekerja sebagai pembersih jalan asal berseragam mereka mau. Dan pekerja asal Bangladesh kebanyakan memilih-memilih pekerjaan, sehingga banyak yang datang kesini akhirnya tidak bekerja. Encik Adnan juga menambahkan bahwa pekerja-pekerja yang dari Malaysia sendiri tidak seberani pekerja asal Indonesia dan mereka tidak mau kerja-kerja kasaran meskipun lapangan pekerjaan seperti di perkebunan sangat membutuhkan tenaga kerja yang banyak. Sehingga kalau ada pemasangan benda-benda bangunan yang tinggi-tinggi, orang Indonesialah yang maju pertama kali. Sedangkan Encik Nizam (pelajar asal Malaysia 36 Tahun) sempat melotarkan bahwa bangunan di Malaysia ini meskipun milik Malaysia tapi buatan Indonesia lho…<br />
Rasanya kita keliru dan gagal menghargai potrensi bangsa kita sendiri.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong><span style="text-decoration: underline;">Diskriminasi</span></strong></p>
<p style="text-align: justify;">Kebanyakan TKI yang ada  di Malaysia menyatakan tujuan utama mereka ke Malaysia adalah hanya untuk mencari uang semata. Secara kehidupan sosial tetaplah menyenangkan hidup di kampung halaman di Indonesia.  Kehidupan sosial di Malaysia tidaklah begitu menyenangkan. Mereka (orang Malaysia) sangat mendiskriminasikan orang-orang dari luar Negara (seperti Indonesia). Misalnya teller di salah satu Bank, tidak memberikan pelayan yang baik jika tahu yang dilayani adalah orang Indonesia. Mereka juga menganggap orang Indonesia yang ke Malaysia adalah sama seperti bibi-bibi (sebutan pembantu asal Indonesia di Malaysia ).</p>
<p style="text-align: justify;">Karena memang  ada perbedaan yang sangat mencolok antara Indonesia dan Malaysia yang tidak dipahami oleh kebanyakan orang, yaitu pertama sistem hukum yang berbeda, kedua, budaya orang Malaysia meskipun serumpun dengan Indonesia yaitu rumpun melayu, namun karena Malaysia bekas koloni Inggris menyebabkan cara berpikirpun berbeda, seperti sifat individualitik yang sedikit menonjol meskipun masih mempunyai sifat sosialis. Selain itu bahasa yang juga agak berbeda misalnya kata seronok kalau di Malaysia artinya gembira, gampang arti Malaysianya  anak haram, punggung arti Malaysianya pantat, kelamin berarti pasangan hidup, dll.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong><span style="text-decoration: underline;">Mennyiasati Filter</span></strong></p>
<p style="text-align: justify;">Menurut Dr. Rohani Abdul Rahim dosen Fakultas Hukum UKM yang suaminya juga atase pendidikan Kedutaan Besar Malaysia di Indonesia, menyatakan bahwa sebelum para TKI itu masuk ke Indonesia, mereka harus mendapatkan sijil (sertifikat) kecakapan untuk lulus dalam bidang Sistem Hukum Malaysia, Budaya dan Bahasa Malaysia serta Kesehatan. Selain itu mereka juga harus dilatih beberapa ketrampilan.  Tapi kita juga tidak tahu mengapa TKI yang ada di Malaysia masih ada yang tidak tahu sistem hukum, bahasa dan budayanya. Bahkan ada TKI yang kesehatannya tidak layak namun bisa tetap masuk ke Malaysia. Kondisi ini disebabkan adanya permainan antara agen TKI di Indonesia dan di Malaysia yang mengeluarkan sertifikat kecakapan asli tapi dapat dibeli sebesar RM 500 dan hal ini masih susah dibuktikan baik oleh Malaysia dan Indonesia.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong><span style="text-decoration: underline;">Kemiskinan dan Kebodohan</span></strong></p>
<p style="text-align: justify;">Sejarah memberi tahu kepada kita bahwa orang miskin dan orang bodoh selamanya menjadi korban eksploitasi manusia oleh manusia. Selain itu mereka juga menjadi korban kebijakan pemerintah. Orang-orang yang tereksploitasikan biasanya hilang martabatnya. Demi untuk mempertahankan hidup dan hidup yang lebih layak TKI rela mengorbankan kehormatan sebagai bangsa yang beradab. Tragis. Sangat tragis. Negeri yang kaya raya ini belum mampu mewujudkan cita-cita bangsanya meskipun sudah tersurat dalam Undang-undang Dasar dan undang-undang. Namun telah berhasil memasukkan beberapa orang kedalam dalam orang terkaya di dunia. Negeri yang jauh lebih luas ini rela melepas anak-anak bangsanya mencari  makan di negeri yang lebih kecil. Sebagian diantaranya dengan cara-cara ilegal. Cara ini mereka tempuh bukan karena mereka bermental kriminal. Tetapi karena mereka tidak tahu dan tidak berdaya. Akhirnya sebagian diantaranya menjadi korban eksploitasi dan kekerasan.<br />
<strong></strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong><span style="text-decoration: underline;">Indikator Kesejahteraan Sosial</span></strong></p>
<p style="text-align: justify;">Indonesia belum mempunyai indikator kesejahteraan sosial resmi yang terintegrasikan dalam satu ketetapan undang-undang. Standar kesejahteraan sosial minimal tentunya tidak sama dengan kebutuhan hidup minimal, upah minimal, ataupun Indeks Pembangunan Manusia termasuk didalamnya harapan hidup. Visi atau misi mungkin sudah terumuskan. Sehingga presiden, bupati/walikota, lebih-lebih  legislatif  tidak memiliki beban konstitutif yang lebih kuantitatif.  Kebanyakan hal-hal yang sudah dikuantifikasikan adalah hal-hal yang bersifat minimal. Kapan kata minimal ini akan dibuang?</p>
<p style="text-align: justify;">Sebagai contoh, kita ambil untuk yang terkait dengan TKI. Perlu dikembangkan indikator sebagai berikut “dalam lima tahun ke depan semua daerah di Indonesia harus sudah bebas dari pengiriman TKI tidak lulus Sekolah Lanjutan Pertama, kondisi badan tidak sehat, tidak memiliki ketrampilan, tidak memiliki pengetahuan hukum dan bahasa negara tujuan serta dengan cara-cara ilegal. Dengan adanya ketetapan ini maka menjadi tanggung jawab pemerintah kabupten/kota yang bersangkutan jika terdapat penyimpangan atau kasus tentang TKI/W.</p>
<p style="text-align: justify;">Catatan :<br />
<span style="color: #0000ff;">Penulis adalah Sekum BKKKS Prop. Jatim.<br />
Istilah TKI dan TKW digunakan secara bersama-sama sesuai konteksnya.<br />
Nama-nama responden bukan nama yang sebenarnya.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #999999;">sumber foto : tripujiastuti.files.wordpress.com / 2008/02/tki.jpg</span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bk3sjatim.org/?feed=rss2&amp;p=931</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>MEREKA YANG KELEWAT CERDAS</title>
		<link>http://bk3sjatim.org/?p=157</link>
		<comments>http://bk3sjatim.org/?p=157#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 18 Oct 2009 20:36:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Renungan]]></category>

		<category><![CDATA[Warta BKKKS]]></category>

		<category><![CDATA[Cerdas]]></category>

		<category><![CDATA[KKN]]></category>

		<category><![CDATA[Merdeka]]></category>

		<category><![CDATA[sosial]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bk3sjatim.org/?p=157</guid>
		<description><![CDATA[Kecerdasan pada tulisan sedikit menyimpang dari arti kamus atau akademis. Pada tulisan ini kecerdasan dimaksudkan sebagai suatu kondisi kapasitas mental, fisik dan rasa seseorang yang terbentuk oleh proses belajar non formal. Artinya secara filosofis, yuridis formal dan kebijakan resmi pemerintah, proses belajar tersebut berada diluar cetak biru maupun pendidikan formal. Tetapi sikap mental, fisik dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="justify"><a rel="attachment wp-att-583" href="http://bk3sjatim.org/?attachment_id=583"><img class="size-thumbnail wp-image-583 alignleft" style="border: 2px solid black; margin: 4px;" title="Albert Einsten" src="http://bk3sjatim.org/wp-content/uploads/2009/03/samanuiwordpresscom-200808-100x100.jpg" alt="" width="100" height="100" /></a>Kecerdasan pada tulisan sedikit menyimpang dari arti kamus atau akademis. Pada tulisan ini kecerdasan dimaksudkan sebagai suatu kondisi kapasitas mental, fisik dan rasa seseorang yang terbentuk oleh proses belajar non formal. Artinya secara filosofis, yuridis formal dan kebijakan resmi pemerintah, proses belajar tersebut berada diluar cetak biru<span id="more-157"></span> maupun pendidikan formal. Tetapi sikap mental, fisik dan rasa itu ternyata memang ada. Jadi tekanan proses belajar informal itu lebih kuat dari tekanan formalnya. Contoh konkrit adalah kejahatan yang tidak ada proses pendidikan formalnya, tetapi bentuk dan teknik kejahatan itu ternyata juga berkembang mengikuti perkembangan zaman. KKN sebagai bentuk kejahatan tak pernah ada dalam kurikulum pendidikan formal. Tetapi KKN ini telah menjadi suatu prestasi besar bagi para pelakunya karena kita telah masuk peringkat 10 besar dunia. Demikian besar dan berlanjut KKN di negara kita sehingga jauh-jauh dulu sudah ada yang menyebut sebagai suatu budaya. Kita sejak kecil diajarkan untuk berbuat yang moralis. baik itu moral agama, sosial budaya, serta norma-norma lainnya. Kerinduan terhadap pelajaran budi pekerti pun muncul. Para pendukungnya beranggapan bahwa pembelajaran budi pekerti kembali, merupakan kunci untuk keluar dari krisis moral. Kenyataannya sikap-sikap normatif dalam kehidupan bangsa ini lenyap tersapu dengan budaya korupsi. Teman-teman di birokrasi malah ada yang mengatakan bahwa tanpa korupsi proses birokrasi itu malah tidak akan berjalan. KKN berkelanjutan dan aman merupakan suatu fenomena perbuatan yang kelewat cerdas. Teknik yang benar-benar sempurna. Fakta KKN itu ada, tetapi tak pernah dapat dibuktikan siapa pelakunya. Kehebatan dalam hal ini benar-benar setara dengan kasus matinya Marsinah,dan Munir. Fakta menunjukkan bahwa mereka meninggal karena dibunuh, tetapi tak ada pembunuhnya. Dalam teori ekonomi klasik ada invisible hand, dalam sepak bola ada tangan tuhan, disini ada The invisible killer.</p>
<p align="justify">Bung Karno pendidikan formalnya adalah teknik sipil. Tetapi beliau juga sangat menguasi ilmu politik. Demikian hebatnya penguasaan ilmu politiknya, maka beliau sampai menerima puluhan gelar doktor honoris causa. Soal politik ini dipelajariya di luar pendidikan formal.Kalau saja beliau dulu hanya fokus pada teknik sipil saja maka beliau mungkin tak akan pernah menjadi proklamator dan presiden pertama Negara Kesatuan Republik Indonesia NKRI.</p>
<p align="justify">Demikian pula Bung Hata. Bung Hata pendidikan formalnya adalah Ilmu Ekonomi. Namun beliau juga mempelajari ilmu politik baik tori maupun praktis.Maka jadilah beliau orang nomor dua di NKRI. Bersama Bung Karno mereka itulah yang disebut dwi tunggal.</p>
<p align="justify">Kedua putra bangsa tersebut dalam tulisan ini tergolong sebagai orang-orang yang kelewat cerdas. Bapak-bapak (termasuk ibu) yang lain juga banyak yang tegolong kelewat cerdas dalam arti positif. Yang kelewat cerdas pada arah yang berlawanan juga banyak.</p>
<p align="justify">Pak Harto yang jenderal itu juga termasuk golongan yang kelewat cerdas. Beliau dikagumi banyak orang karena benar-benar ahli strategi, negarawan dan yang terakhir ini ketika beliau sudah turun, masih ada juga perilakunya yang menjadi panutan, yaitu “The Sickness Looking” yang melengkapi The Smilling General-nya. Dengan kelewat cerdasnya itu beliau dapat menjadi pemimpin bangsa selama lebih dari 30 tahun. Jika dihitung dari praktek-praktek yang masih tetap diikuti para pendukungnya dapat disebut hingga kini pun beliau masih tetap sebagai pemimpin. Guru yang sejati adalah guru yang tetap diikuti ajarannya ketika sudah tidak mengajarkannya lagi.</p>
<p align="justify">Kini setelah 61 tahun merdeka tampak bahwa pemerintah masih kedodoran dalam usahanya untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Sejak proklamasi kemerdekaan dan sehari sesudahnya yaitu tanggal 18 Agustus 1945, disahkannya UUD 45, hingga kini belum tampak jelas arah dan warna usaha untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Pemerintah mungkin mengatakan sudah jelas, karena sudah ada undang-undang tentang sistem pendidikan nasional. Tetapi undang-undang ini, lebih-lebih peraturan pelaksanaannya masih sering diperdebatkan. Sehingga sampai hari ini perdebaan pendapat tentang pendidikan di negara kita masih terus muncul. Barangkali para pendiri Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) ini paham betul bahwa bangsa yang akan dibangunnya adalah bangsa yang terdiri atas kumpulan individu yang suka berdebat. Oleh karena itu mereka meletakkan musyawarah untuk mufakat menjadi salah satu dasar kehidupan berbangsa dan bernegara. Tepatnya adalah sila keempat Pancasila “kerakyatan yang dipimpin oleh hikmah kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan”. Sekarang tampaknya musyawarah untuk mufakat itu telah kehilangan rohnya, karena kerasukan roh demokrasi liberal yang asasnya adalah suara terbanyak atau hukum rimba, siapa yang kuat itulah yang menang. Maka pertempuran untuk mendapatkan suara terbanyak itu kini semakin seru, hebat, dan Machiavelis. Satu lagi keindahan sosial yang bernama musyawarah itu kini telah pudar. Aneh. Asas demokrasi liberal itu padahal tak pernah diajarkan, tetapi malah menjiwai para elit pengambil keputusan. Dalam hal ini mungkin dapat disebut bahwa kita ini bangsa yang kelewat cerdas, tetapi kelewat bodoh dalam memahami dan mengamalkan Pancasila. Padahal dulu ada penataran Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila. Pepatah yang cocok untuk hal ini adalah penggalan syair lagunya Inul, Cucak Rowo, yaitu : “kucoba-coba melempar manggis, manggis kulempar mangga kudapat” kucoba belajar jadi Pancasilais, jadinya kok malah liberalis.</p>
<p align="justify">Ruang untuk musyawarah mufakat yang bernama MPR itu kini telah pudar. MPR hanya mempunyai kewenangan yang sangat terbatas. Sebatas hanya melantik presiden dan wakil presiden dan mengubah/membuat UUD. Ini jika diperlukan. MPR kini menjadi majelis penonton (ulah) rakyat. Kita tidak tahu persis landasan filosofi mana yang dipakai oleh para pengamandemen UUD 45. Mungkin inilah jadinya jika kita beranggapan bahwa barang-barang impor itu termasuk teori, filosofi, dan sistem selalu lebih baik daripada produksi dalam negeri. Kini sistem pemerintahan telah berubah karena UUD berubah. Apa kata wapres tentang hal ini? Pemerintah tidak efektif karena konstitusi (Kompas, 18 Oktober 2006). Eksekutif kali ini kalah sama legislatif. Setelah 30 tahun lebih jadi tim Paduan Suara kata Iwan Fals, Lembaga Legislatif kini menjadi raksasa cerdas. Siapa yang kelewat cerdas? MPR sudah kalah. Eksekutif sudah kalah. Kini giliran legislatif yang kuat. Mahkamah Agung sudah abu-abu tua. Masih ada satu lagi lembaga yang ditakutkan kekuatannya, yaitu Mahkamah Konstitusi. Demikian cerdas situasinya saat itu, sehingga pelantikan Ketua Mahkamah Konstitusi oleh dirinya sendiri dan presiden tak berkutik cuma jadi penonton. Siapa yang kelewat cerdas dalam kejadian ini ? Mari kita tunggu jawabannya dari wapres republik mimpi. Bagaimana MPR? Apa tidak ingin mengamandemen UUD 45 lagi? Biar punya kerjaan nyata dan imbang dengan anggaran yang dikeluarkan untuk memilih dan mengusung mereka ke Senayan. Tetapi jangan sampai menghasilkan suatu sistem pemerintahan yang membingungkan lagi.</p>
<p align="justify">Jadi antara pendidikan formal dan informal dapat saja terjadi suatu korelasi yang tidak selalu positif. Persoalannya adalah bagaimana mensinerjikan kedua proses dan hasil pendidikan tersebut. Diperlukan suatu rekonstruksi mental dan lingkungan. Suatu hal yang perlu dibentuk adalah “ bangsa yang suka belajar dan menerapkan hasil belajarnya”. Tidak ada lagi kata-kata yang penting praktek atau &#8230; ah teori. Ingatlah keunggulan manusia itu terletak pada ilmunya. Hal ini sudah dibuktikan ketika awal penciptaan manusia. Ketika Adam diberi ilmu, sedangkan malaikat dan setan tidak, maka menyerahlah malaikat dan menyembah manusia. Setan yang putus asa kemudian minta kepada Allah untuk memantapkan diri sebagai makhluk yang berstatus sebagai penyesat. Siapakah yang menjadi penyesat NKRI ini ? mereka - mereka yang terlewat cerdas.</p>
<p align="justify"><span style="color: #888888;">Sumber Foto : samanui.wordpress.com</span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bk3sjatim.org/?feed=rss2&amp;p=157</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>NASIB TKW TAHUN 2009</title>
		<link>http://bk3sjatim.org/?p=937</link>
		<comments>http://bk3sjatim.org/?p=937#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 18 Oct 2009 03:50:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<category><![CDATA[buruh migran]]></category>

		<category><![CDATA[komunitas]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bk3sjatim.org/?p=937</guid>
		<description><![CDATA[Hampir setiap hari terdengar kabar memilukan sekaligus memalukan tentang nasib buruk yang dialami oleh saudara-saudara kita yang bekerja sebagai buruh migran di luarnegeri, khususnya yang bekerja di negara Arab Saudi dan Malaysia.  Pada bulan Maret yang lalu selaku staf khusus Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan melakukan junjungan kerja ke Arab Saudi  yang dituangkan dalam [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a rel="attachment wp-att-943" href="http://bk3sjatim.org/?attachment_id=943"><img class="size-thumbnail wp-image-943 alignleft" style="margin: 2px; border: 2px solid #000000;" title="tkw" src="http://bk3sjatim.org/wp-content/uploads/2009/06/tkw-100x100.gif" alt="" width="100" height="100" /></a>Hampir setiap hari terdengar kabar memilukan sekaligus memalukan tentang nasib buruk yang dialami oleh saudara-saudara kita yang bekerja sebagai buruh migran di luarnegeri, khususnya yang bekerja di negara Arab Saudi dan Malaysia.  Pada bulan Maret yang lalu selaku staf khusus Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan melakukan junjungan kerja ke Arab Saudi  yang dituangkan dalam bentuk tulisan  untuk majalah Warta Sosial. <span id="more-937"></span></p>
<h3 style="text-align: center;">MEMBANGUN SISTEM PERLINDUNGAN &amp; PEMBERDAYAAN BERBASIS KOMUNITAS</h3>
<h3 style="text-align: center;">BAGI BURUH MIGRAN</h3>
<p style="text-align: justify;">Hampir setiap hari terdengar kabar memilukan sekaligus memalukan tentang nasib buruk yang dialami oleh saudara-saudara kita yang bekerja sebagai buruh migran di luarnegeri, khususnya yang bekerja di negara Arab Saudi dan Malaysia.  Pada bulan Maret yang lalu selaku staf khusus Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan melakukan junjungan kerja ke Arab Saudi  yang dituangkan dalam bentuk tulisan  untuk majalah Warta Sosial. Tujuan penulisan  untuk menggugah komitmen pemerintah di tingkat nasional, propinsi dan kabupaten/kota  serta  masyarakat agar secara sungguh-sungguh berupaya memperbaiki nasib saudara-saudara kita yang bekerja sebagai buruh migran.    Mengapa demikian? Pertama, karena nasib tenaga kerja kita merupakan permasalahan yang terkait dengan harkat  dan martabat bangsa dan negara; Kedua, sebagian besar dari permasalahan atau nasib buruk yang dialami oleh para tenaga kerja Indonesia yang bekerja di luarnegeri merupakan permasalahan yang berasal dari dalam negeri di Indonesia di mana pelakunya adalah bangsa kita sendiri (80%), sisanya merupakan permasalahan yang berada di negara tujuan tempat bekerja (20%).</p>
<p style="text-align: justify;">Permasalahan 80% yang ada di tanah air tersebut antara lain berupa: pemalsuan KTP atau pasport, terutama bagi mereka yang usia belum genap 17 tahun;  pemerasan atau eksploitasi dengan mengenakan biaya-biaya siluman yang tidak jelas dan tidak resmi; job-order tidak sesuai, yang tertuang dalam perjanjian kerja (PK) sebagai tenaga kerja formal dan profesional di sebuah perusahaan, namun ketika tiba  di negara tujuan dipekerjakan sebagai pembantu rumahtangga; adanya sindikat trafiking di beberapa wilayah Indonesia yang  mengeksploitasi mereka yang ingin bekerja ke Luar Negeri tidak melalui jalur resmi dan menggunakan visa kerja. Sebagaimana ditemukan di Arab Saudi  menggunakan visa umroh, yang dikenal dengan istilah “umroh sandal jepit”.</p>
<p style="text-align: justify;">Mungkin perlu sedikit dijelaskan tentang istilah  “umroh sandal jepit”. Mereka  datang ke Saudi sebagai jamaah untuk menunaikan ibadah umroh, namun kemudian  menghilang atau diajak menghilang secara sengaja dari rombongan  untuk tujuan bekerja. Di Saudi ada yang berperan sebagai agent tidak resmi yang menampung sementara mereka belum mendapatkan pekerjaan. Ketika kondisi terjepit, di mana pekerjaan yang diharapkan belum juga dapat, mereka sangat rawan mengalami berbagai bentuk eksploitasi, termasuk eksploitasi seksual untuk kegiatan prostitusi. Dikatakan juga bahwa banyak dari mereka nasibnya terlunta-lunta, yang seringkali karena putus asa terpaksa mencuri atau melakukan pelanggaran hukum lainnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Adapun permasalahan yang dialami para perempuan tenaga kerja di luar negeri, khususnya di negara Saudi, yang disebutkan sebagai 20% permasalahan, adalah sebagai berikut. Pertama, Kekerasan ekonomi, upah tidak dibayarkan merupakan jumlah kasus terbanyak.  Ada yang tidak menerima upah beberapa bulan, ada yang bertahun-tahun, bahkan ada yang sudah 13 tahun tidak menerima upah; masalah lain, upah minim pekerjaan berat. Seringkali upah kerja tidak sesuai dengan beban kerja yang mereka harus jalankan sehari-hari. Apabila bulan puasa, nyaris tidak boleh tidur, karena harus mengurusi kebutuhan makanan meladeni kebutuhan tamu terus menerus sepanjang hari, pagi hingga buka puasa dan sahur.</p>
<p style="text-align: justify;">Kedua, Kekerasan  fisik dan seksual. Kekerasan fisik sering dialami oleh pekerja rumahtangga. Anehnya, sebagian besar  pelaku kekerasan fisik adalah majikan perempuan. Di mana profesi guru dan dokter terbanyak melakukan kekerasan. Motif penyiksaan beragam, dari kecemburuan hingga kejengkelan karena dianggap pekerjaan kurang bagus atau kurang cepat.  Berbagai bentuk kekerasan fisik yang dialami: dipukul dengan tangan ataupun alat, badan dan wajah disetrika, dicolok pada mata hingga mengalami kebutaan. Kekerasan seksual. Kekerasan seksual berupa beragam bentuk pelecehan seksual  hingga perkosaan. Kasus  kehamilan di luar nikah. Kasus dengan jumlah yang terbanyak adalah kasus overstay. Karena beragam sebab, antara lain karena upah kerja yang tidak dibayar.</p>
<p style="text-align: justify;">Perlu diketahui mengapa kekerasan fisik atau penyiksaan kerap dialami saudara-saudara kita yang bekerja sebagai pekerja rumahtangga (PRT) di negara Arab Saudi. Kekerasan fisik atau penyiksaan yang dialami ketika bekerja sebagai pembantu rumatangga tidak lepas dari kultur bangsa Arab yang   menempatkan pekerja rumah tangga (PRT) bukan sebagai pekerjaan yang layak, namun sebagai  hambah sahaya. Sebagai hambah sahaya mereka  dapat diapakan saja sesuai dengan kemauan sang majikan. Bahkan polisi pun tak dapat masuk kedalam rumah majikan, walaupun ada pengaduan tentang penyiksaan. Majikan dapat memberikan PRT kepada saudara atau teman sebagai hadiah. Akibatnya, sulit untuk menelusuri keberadaan seorang PRT karena berpindah-pindah majikan. Menurut informasi dari para informan, kalaupun ada PRT yang beruntung mendapat majikan yang baik, dianggap sebagai suatu keberuntungan.</p>
<p style="text-align: justify;">Menyikapi derasnya arus buruh migran Indonesia ke negara Saudi Arabia, terutama yang menggunakan visa umroh, dirasakan perlu ada tindak pencegahan dan perlindungan yang bersifat terpadu mulai dari rekrutmen dan perijinan pada tingkat kota/kabupaten dan propinsi. Dinas/instansi terkait harus berkoordinasi melakukan pencegahan permasalahan dari sumber/akarnya. Urusan buruh migran bukan hanya tanggung jawab dinas Tenaga Kerja. Khususnya dalam pemberdayaan dan perlindungan perempuan buruh migran, Badan/Biro Pemberdayaan Perempuan  &amp; Keluarga Berencana yang ada di propinsi, kota/kabupaten dapat dilibatkan untuk ikut serta mendorong pemberdayaan dan perlindungan terpadu.</p>
<p style="text-align: justify;">Kementerian Negara Pemberdayaan Perempuan (KNPP) dapat mengambil inisiatif agar sektor terkait seperti Departemen Tenaga Kerja &amp; Transmigrasi, Imigrasi, BNP2TKI, Kapolri, Departemen Agama, Departemen Pendidikan Nasional, dan lain-lain, dapat menindak lanjuti sesuai dengan kewenangan masing-masing. KNPP berkewajiban untuk melindungi kaum perempuan termasuk mereka  bekerja sebagai  tenaga kerja di luar negeri.</p>
<p style="text-align: justify;">Peran serta masyarakat merupakan salah satu yang sangat strategis dalam mencegah, melindungi dan memberdayakan perempuan tenaga kerja Indonesia, mulai dari awal mula sebelum mereka berangkat hingga kepulangan ke tanah air. Bagaimana caranya agar para para buruh migran mempunyai ketrampilan bahasa asing, misalnya bahasa Arab dan bahasa Inggris? Bagaimana agar buruh migran  memiliki ketrampilan mengelola pekerjaan rumahtangga secara profesional seperti ketrampilan  cleaning service,  laundry, masak memasak, mengurus taman &amp; tanaman, menjaga bayi dan lansia, dan lain-lain.  Bagaimana membuat para buruh migran  memahami hak-hak hukum sebagai tenaga kerja yang bekerja di luar negeri? bagaimana mengajarkan mereka akses ke perbankanan serta  manajemen keuangan, khususnya agar jerih payah kerja mereka dapat dioptimalkan untuk hari tua mereka? Disinilah pentingnya peran serta masyarakat. Perguruan tinggi dapat memberikan kesempatan kursus bahasa Ingris dan Arab, organisasi profesi seperti ISEI dapat memberikan kursus  manajemen keuangan. PSW-PSW dapat memberikan pendidikan tentang keadilan gender,  kesehatan reproduksi,  KDRT &amp; trafiking.</p>
<p style="text-align: justify;">Kepedulian sosial masyarakat sebagai modal sosial untuk melindungi dan memberdayakan para buruh migran. Dalam hal ini kelembagaan pemberdayaan masyarakat di daerah dapat dioptimalkan untuk pemberdayaan dan perlindungan bagi buruh migran.</p>
<p style="text-align: justify;">Sebagai penutup, berikut ini adalah rekomendasi langkah-langkah strategis yang dapat segera dijalankan,   antara lain adalah: (a) Meningkatkan peran dan fungsi kelembagaan pemberdayaan masyarakat  serta dinas/instansi terkait agar berperan aktif dan berkoordinasi melakukan pemberdayaan dan perlindungan buruh migran; (b) Kementerian Negara Pemberdayaan Perempuan perlu memastikan agar jajaran Pemerintah di tingkat nasional hingga Pemerintah Propinsi, Kota/Kabupaten  memiliki  kesungguhan dan bekerjasama secara terpadu dalam menyelamatkan, melindungi dan memberdayaakan buruh migran yang merupakan   “pahlawan devisa”; (c) Mengkoordinasikan dan meningkatkan kapasitas  lembaga-lembaga  masyarakat (LSM; organisasi  profesi, sosial &amp; keagamaan; Perguruan Tinggi, dll), agar dapat berperan aktif dalam  pemberdayaan dan perlindungan bagi perempuan buruh migran sejak sebelum keberangkatan hingga kembali pulang ke kampung halaman; (d) Mengangkat model keberhasilan pemberdayaan dan perlindungan secara terpadu bagi buruh migran serta keluarga mereka. Mulai dari berangkat hingga aktivitas mereka setelah pulang kembali ke kampung halaman. Agar  dibuat model dan sistem yang mendukung kemampuan mereka dalam mengelola tabungan hasil jerih payah selama bekerja di luar negeri. Misalnya, di daerah Pujon Kota Batu ada beberapa eks TKI &amp; TKW yang mampu mengelola tabungan dalam bentuk pengelolaan sapih perah, dan lain-lain; (e) Mengintegrasikan pemberdayaan dan perlindungan buruh migran secara terpadu  terkait dengan program-program  pemerintah seperti Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM).</p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #999999;">Oleh : Pinky Saptandari (Staf Khusus Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan, Sekjen Dewan Kota Surabaya,  Dewan Redaksi Majalah Warta Sosia)</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #808080;">Foto :  www.kompas.com/data/ photo/2008/05/08/2778554p.jpg </span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bk3sjatim.org/?feed=rss2&amp;p=937</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>BERPIKIR</title>
		<link>http://bk3sjatim.org/?p=1004</link>
		<comments>http://bk3sjatim.org/?p=1004#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 18 Oct 2009 03:23:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<category><![CDATA[Renungan]]></category>

		<category><![CDATA[Warta BKKKS]]></category>

		<category><![CDATA[berpikir]]></category>

		<category><![CDATA[sosial]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bk3sjatim.org/?p=1004</guid>
		<description><![CDATA[Descartes pernah menyatakan suatu diktum ‘Cogito ergo sum’ saya berpikir, sebab itu saya ada. Renungan kali ini mencoba memahami diktum itu; tentunya untuk keperluan praktis bukan untuk perbincangan teoritis Kita mulai saja dari sejarah penciptaan manusia. Ketika  manusia akan diciptakan, terjadi dialog sebagaimana dinarasikan  dalam Al Qur,an  (QS 2: 30-33): “Ingatlah ketika [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a rel="attachment wp-att-1005" href="http://bk3sjatim.org/?attachment_id=1005"><img class="size-thumbnail wp-image-1005 alignleft" style="margin: 2px; border: 2px solid #000000;" title="berpikir" src="http://bk3sjatim.org/wp-content/uploads/2009/06/berpikir-100x100.jpg" alt="" width="80" height="80" /></a>Descartes pernah menyatakan suatu diktum ‘Cogito ergo sum’ saya berpikir, sebab itu saya ada. Renungan kali ini mencoba memahami diktum itu; tentunya untuk keperluan praktis bukan untuk perbincangan teoritis Kita mulai saja dari sejarah penciptaan manusia.<span id="more-1004"></span> Ketika  manusia akan diciptakan, terjadi dialog sebagaimana dinarasikan  dalam Al Qur,an  (QS 2: 30-33): “Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat: “Sesungguhnya Aku hendak menciptakan seorang khalifah di bumi”. Mereka berkata:: “Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu seorang yang akan membuat kerusakan padanya dan akan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?”. Tuhan berfirman: “Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui”. Lalu Dia mengajarkan kepada Adam nama-nama (benda-benda) seluruhnya, kemudian mengemukakannya kepada para Malaikat, lalu berfirman: “sebutkanlah kepada-Ku nama benda-benda itu jika kamu memang orang-orang yang benar!”. Mereka menjawab: “ Maha Suci Engkau, tidak ada yang kami ketahui selain dari apa yang telah Engkau ajarkan kepaada kami; sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana . Allah berfirman: “Hai Adam, beritahukanlah kepada mereka nama-nama benda ini”. Maka setelah diberirtahukannya kepada mereka nama-nama benda itu, Allah berfirman: ”Bukankah sudah Ku-katakan kepadamu, bahwa sesungghnya Aku mengetahui rahasia langit dan bumi dan mengetahui apa yang kamu lahirkan dan apa yang kamu sembunyikan”.</p>
<p style="text-align: justify;">Makna tersirat yang dapat kita petik dari dialog di atas adalah:  malaikat telah GR (gede rumongso), mereka mengira bahwa dengan senantiasa bertasbih dan memuji Allah telah menjadikan mereka sebagai makluk yang terbaik. Ternyata tidak!  Justru Allah berkehendak memproyeksikan manusia sebagai mahluk-Nya yang terbaik untuk diberi amanah sebagai khalifah di bumi dengan membekali   kemampuan berpikir melebihi malaikat. Menjadi jelaslah maksud dictum Descartes bahwa eksistensi manusia terletak pada potensi berpikirnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Walaupun manusia berpotensi membuat kerusakan di bumi  dan menumpahkan darah, tetapi Allah mempunyai agenda yang jauh lebih besar daripada ekses itu.. Manusia digadang-gadang unuk “mewakili” Allah dalam membina kehidupan di bumi dan sekaligus membuktikan kebesaran-NYA. Manusia dengan potensi berpikirnya, bisa  menghasilkan suatu karya sebagai sarana membina kehidupan di bumi ini,  dan dalam karya itulah tersibak kebesaran Allah.. Simak misalnya penemuan komputer dan hp, di samping telah membuat kehidupan ini lebih mudah dan efisien, sekaligus dari sini kita bisa mengambil suatu  pemahaman  atas firman Allah dan kebesaran-NYA, misalnya (QS 3: 133-134): “Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu, dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertaqwa, (yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya) baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya, dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan”. Surga yang seluas langit dan bumi itu sudah ada, lengkap dengan “daftar penghuninya”  Sangat mudah bagi Allah untuk menampilkan atau menyimpannya, seperti  menyimpan data di hardisk, disket, atau flashdisk?! Ketika Nabi Muhammad Saw Isra Mi’raj,  surga itu (dan juga neraka) ditampilkan. Perihal hp, bagaimana mungkin kita bisa mengirim sms ke saudara kita yang sedang berhaji, hanya dalam hitungan detik sudah bisa sampai dan tidak salah alamat, padahal jaraknya   beribu-ribu km nun jauh di sana dan berada bersama berjuta-juta jamaah yang lain, kalau bukan karena kecanggihan alam raya ciptaan Sang Mahabesar Allah!!!  .</p>
<p style="text-align: justify;">Berpikir praktis tidaklah  sesulit berpikir teoritis, setiap orang bisa, cukuplah dengan cara memperhatikan dan membandingkan. Memperhatikan adalah pekerjaan pertama, membandingkan-perkerjaan kedua. Sayangnya tak banyak yang melakukan ini. Contoh kasus adalah apa yang dialami oleh para TKI/TKW sebagaimana ditulis oleh Sutopo Wahyu Utomo (SWU) dan Pinky Saptandari (PS).   Bila diperhatikan gaji yang mereka terima  (yang dianggap besar itu), kemudian  dibandingkan dengan  biaya hidup yang harus mereka keluarkan, ternyata mereka masih jauh posisinya dari nilai kehidupan layak di Malaysia.  Begitu pula yang di Arab Saudi, lebih banyak mengalami nasib malang daripada keberuntungan..Apalagi  keinginn mereka untuk naik haji dengan bekerja di sana, masih jauh panggang dari api, bak punguk merindukan bulan. Apakah ini bukan   suatu kebodohan?!.  Tragisnya, yang membodohi mereka adalah bangsanya sendiri, sebagaimana diungkapkan oleh PS   bahwa derita yang mereka alami, yang sangat memilukan dan sekaligus memalukan itu penyebabnya adalah 80 % dari ulah para pelaku dalam negeri. sendiri. Seperti kata Muhammad Iqbal (Jawa Pos, 16 Mei 2009), mereka diekploitasi untuk mengeruk keuntungan sebesar-besarnya, belum lagi ‘diisap darahnya’, dengan berkedok jaminan asuransi, yang harus mereka bayar dengan potongan gaji  5 – 6 bulan.  Maka tak salah kalau SWU berpendapat bahwa pengiriman tenaga kerja ke luar negeri (TKI/TKW) bak menjual kebodohan dan martabat bangsa. Kalau sudah begini, tidakkah Pemerintah berpikir untuk menghentikan saja, atau setidaknya punya keseriusan, bila perlu dengan “tangan besi” unuk menyingkirkan tikus-tikus yang selalu mengekploitasi TKI untuk kepentingan bisnis semata.</p>
<p style="text-align: justify;">Berpikir merupakan filter, pasangan penyeimbang dan pemoles fitrah manusia lainnya yang bernama ‘meniru’. Setiap orang pada  dasarnya peniru,  Bahkan ketika pertama kali manusia menguburkan jenazah, dia meniru perilaku burung. Meniru penting untuk efisiensi hidup, tapi agar tidak terjerumus pada meniru yang salah, perlu difilter dengan berpikir  Tapi tidak semua hal harus  dipikir sendiri. Waktu dan energi kita tak kan cukup kalau harus memikirkan semua hal. Kemajuan industri otomotive  Jepang aja  bukanlah murni  hasil berpikir sendiri, tetapi merupakan hasil kreasi yang  berbahan dasar meniru yang dirajut dengan berpikir, perpaduan antara orisinal dan imitasi, atau. meniru yang dimodifikasi.. Khusus untuk ibadah,  mutlak harus meniru, yakni meniru, Rosulullah, dan tidak boleh dimodifikasi, karena  hanya Rosulullah yang punya hak prerogative langsung dari Allah  untuk memberikan contoh tauladan dalam mengimplementasikan perintah-perintah-Nya,  Nabi diperintah oleh Allah untuk menyampaikan hal ini:“Katakanlah: “Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihimu dan mengampuni dosa-dosamu”; dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.(QS 3: 31), Nabi pun  bersabda: “Barangsiapa melakukan amalan yang bukan dari “perintahku” maka amalan itu ditolak. Dalam beribadah, panduannya sudah jelas: Qur’an dan Hadits. Tapi  dibuka pintu lebar-lebar untuk berpikir (berijtihad) apabila ada persoalan yang “tidak ditemukan” di dalam Qur’an dan Hadits.  Allah sangat menghargai orang yang berijtihad sehingga apabila di kemudian hari ternyata ijtihad itu salah  (setelah ditemukan ijtihad terbaru yang benar) baginya tetap mendapatkan satu pahala.</p>
<p style="text-align: justify;">Kualitas berpikir sangat menentukan  derajat manusia. Kemuliaan dan keselamatan manusia ditentukan oleh kualitas berpikirnya. Kualitas berpikir tidak equivalent dengan kapasitas otak tapi equivalent dengan kebeningan hati.   Instrument berpikir bukan hanya otak, tetapi juga telinga, mata, dan hati. Bila hatinya bening, dia akan peka pendengarannya, tajam penglihatannya dan   jernih pikirannya,  Bila manusia menggunakan ketiga instrument itu dengan sebaik-baiknya, dia akan terangkat lebih mulia daripada malaikat,   Tetapi sebaliknya bila dia menyia-nyiakannya, dia akan jatuh pada derajat yang sangat rendah, lebih rendah daripada binatang, dan kelak akan  disiksa, sebagaimana firman Allah  “Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk isi neraka jahannam kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan meeka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat) Allah. Mereka itu seperti binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi.. meeka itu orang-orang yang lalai. (QS 7: 179)</p>
<p style="text-align: justify;">Kuncinya pada hati. Kalau hati kita tertutup, maka pendengaran, penglihatan, dan pikiran kita pun akan tertutup. Penyebab tertutupnya hati adalah perilaku pelanggaran yang keterusan. Allah berfirman: “Sekali-kali tidak (demikian), sebenarnya apa yang selalu mereka usahakan itu menutup hati mereka. (QS 83: 14) Dan Nabi bersabda: “Seseorang hamba itu bila berbuat dosa, timbullah satu titik hitam dalam hatinya. Bila dia bertobat dari perbuatan itu, hatinya akan kembali mengilat. Namun, bila menambah perbuatannya itu, bertambah pulalah titik hitam tadi. “Titik hitam itulah yang dimaksud Allah dalam firman-Nya, “Sekali-kali tidak.; sebenarnya apa yang selalu mereka usahakan itu menutupi hati mereka”.</p>
<p style="text-align: justify;">Berpikirlah  positif karena berpikir positif merupakan landasan pokok  kehidupan. Allah telah memaklumatkan: “Aku menurut anggapan hamba-Ku”. (Hadits Qutsi). Berpikir positif adalah awal dari pembentukan ahlak mulia. Inti kehidupan adalah membentuk ahlak yang mulia, sebagaimana sabda Nabi: “Sesungguhnya aku diutus untuk menyempunakan ahlak yang mulia. Taburlah berpikir positif, engkau akan menuai sikap/perilaku positif,.Taburlah perilaku positif, engkau akan menuai kebiasaan positif. pupuklah kebiasaan positif, engkau akan menuai karakter/moral/kepribadian/budi pekerti positif.  Itulah ahlak mulia. Wassalam.wr.wb..   (M. Djumadi Ramelan, S.H.)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bk3sjatim.org/?feed=rss2&amp;p=1004</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>IBU YANG CERDAS ( PERSPEKTIF AGAMA ISLAM )</title>
		<link>http://bk3sjatim.org/?p=142</link>
		<comments>http://bk3sjatim.org/?p=142#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 17 Oct 2009 21:04:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Renungan]]></category>

		<category><![CDATA[Warta BKKKS]]></category>

		<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bk3sjatim.org/?p=142</guid>
		<description><![CDATA[Islam hadir ketengah masyarakat memberikan tempat yang mulia ,mengangkat martabat dan kedudukan kaum ibu sebagaimana sabda Nabi Muhammad S.A.W : Surga itu berada dibawah telapak kaki ibu .Tanpa memuliakan dan patuh kepada ibu tidak mungkin surga dapat diraih, ibulah yang dapat menciptakan dan mengarahkan anak-anaknya kejalan yang diridhoi Alloh, yaitu jalan menuju surga. Nilai pengabdian [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Islam hadir ketengah masyarakat memberikan tempat yang mulia ,mengangkat martabat dan kedudukan kaum ibu sebagaimana sabda Nabi Muhammad S.A.W : Surga itu berada dibawah telapak kaki ibu .Tanpa memuliakan dan patuh kepada ibu tidak mungkin surga dapat diraih, ibulah yang dapat menciptakan dan mengarahkan anak-anaknya kejalan yang diridhoi Alloh, yaitu jalan menuju surga. <span id="more-142"></span>Nilai pengabdian akan berhenti berputar manakala kaum ibu tidak bersungguh-sungguh dalam mendidik anak-anaknya kejalan Alloh.</p>
<p style="text-align: justify;">Semua anak dilahirkan diatas dasar fitroh sampai waktunya dia dapat bicara dengan jelas,kemudian ibu bapaknyalah yang bisa menyebabkan dia menjadi Yahudi,Nasrani atau Majusi (H.R.Al Aswadu Ibnu Syari).Alloh SWT membekali manusia dengan potensi penuh kecerdasan dan kemampuan tetapi tidak sedikit yang gagal mempergunakan sepenuhnya. Alloh berfirman dalam surat As`Syamsu :8  Manusia dibekali potensi baik dan buruk  jika potensi baik dikembangkan akan sampai kederajat yang sangat tinggi disisiNya (taqwa) tetapi sebaliknya jika tidak dikembangkan ia tidak akan jadi siapa-siapa.</p>
<p style="text-align: justify;">Demikian pula dengan kecerdasan yang dibawa sebagai warisan/keturunan (hereditas) hanya dimiliki manusia sebagai potensi. Sebagai potensi ,jika tidak berhadapan dengan lingkungan yang merangsang kemampuan maka kecerdasannya akan hanya sampai rata-rata saja tidak akan berkembang secara maksimal.</p>
<p style="text-align: justify;">Lingkungan pada akhirnya sangat dominan berpengaruh terhadap pengembangan potensi anak , demikian pula yang berkaitan dengan masalah kecerdasan ,gen dan pengaruh orang tua ikut membentuk otak,tetapi gen tidak menentukan nasib.Pendidikan dan tantangan menentukan berfungsi tidaknya pikiran manusia. Bukankah Alloh selalu bertanya dalam firman Nya :kenapa manusia tidak mau berfikir terhadap ayat-ayat Alloh yang berkaitan dengan fenomena alam , dan bahkan  Alloh tidak akan merubah nasib suatu kaum jika kaum itu sendiri tidak mau berusaha merubah keadaan.(Q.Surat Ar Rad :11)</p>
<p style="text-align: justify;">Ilmuwan saraf dari The Kennedy-Kriger Institute di Baltimore : Christine Hohmann mengatakan bahwa  Gen adalah batu bata yang merupakan bahan bangunan otak,sedangkan lingkungan adalah arsiteknya.</p>
<p style="text-align: justify;">Kehidupan keluarga merupakan sekolah yang pertama Kehidupan keluarga merupakan sekolah yang pertama untuk mempelajari segala hal. Ketika manusia lahir diberi otak yang sempurna tetapi ketika apa yang diberikan keliru maka akan merusak /menghancurkan seluruh arus komunikasinya. Otak tidak akan berfungsi secara optimal.</p>
<p style="text-align: justify;">Lingkungan keluarga sangat besar pengaruhnya terhadap kehidupan anak. Keluarga merupakan poros penentu dalam membentuk pribadi seorang anak serta perkembangannya, karena sejak awal kehadirannya didunia ,seorang anak banyak bergaul dengan ibunya.Ibu yang memenuhi segala kebutuhan dan melayaninya,sehingga apapun yang dilakukan ibu menjadi tonggak yang berdiri kokoh dalam jiwa anak.</p>
<p style="text-align: justify;">Rosul bersabda :  Ibu adalah madrasahnya anak (tempat belajar anak).</p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #3366ff;">IBU YANG CERDAS SETIAP GERAK LANGKAHNYA SELALU BERORIENTASI MENINGKATKAN KECERDASAN,BAIK UNTUK DIRINYA SENDIRI MAUPUN ANAK-ANAK DAN KELUARGANYA.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="text-decoration: underline;"><span style="color: #003366;">Beberapa langkah yang diambil oleh ibu yang cerdas adalah;</span></span></p>
<ol style="text-align: justify;">
<li>Memilih makanan yang halal dan baik (multivitamin) : (Q.S Al Maidah 77). Halal dalam arti jenis makanannya dan sumber darimana diperolehnya,sedangkan baik adalah multivitamin yakni makanan yang dapat memelihara dan mengembangkan potensi kecerdasan otak.Menurut hasil penelitian Dr.Snowdown di University of Kentucky mengatakan bahwa makin banyak likopen sejenis antioksidan yang kuat dalam darah, makin bagus ketajaman mental. Oleh karena itu diperlukan mengkonsumsi omega 3 : makanan yang baik untuk memelihara dan mengembangkan otak. Bagi seorang bayi tidak ada yang lebih bagus kecuali susu ibu karena mengandung 30 kali lebih banyak DHA (omega 3) ketimbang susu sapi.Berbagai penelitian menunjukkan bahwa bayi yang disusui ibunya rata-rata lebih tinggi IQ nya daripada bayi-bayi yang diberi susu formula.Sedangkan untuk orang dewasa omega 3 adalah : ikan-ikan laut (salmon, tuna, lemuru) ; daging rusa ; daging kerbau; minyak canola;minyak zaitun; sayuran hijau dan tomat ; anggur; apel ; prem ; kismis juga vitamin B , E ,C. Makanan yang mengandung omega 3 dapat memberikan perlindungan dari serangan jantung. Sebaiknya makan ikan laut dua kali seminggu,dan banyak menghindari makanan siap saji seperti burger, kandungan lemak jenuh hewaninya paling membahayakan sel otak dan hindari juga makanan goreng-gorengan. Untuk minuman, menurut Dr.John Weishburger, peneliti di American Health Foundation mengatakan bahwa minum teh adalah cara termudah dan tercepat untuk memasukkan antioksidan kedalam tubuh dan otak. Secangkir teh = 1200 ORAC antioksidan (1/4 dari jumlah yang disarankan untuk kebutuhan harian).</li>
<li>Meningkatkan gerakan-gerakan secara fisik. Para pembaharu di dunia pendidikan (Howard Gardner,Glenn Doman dll) telah menekankan pentingnya gerakan dalam proses pembelajaran, setiap kali kita bergerak dalam cara yang teratur dan halus otak akan diaktifkan secara penuh dan integrasi terjadi,pintu pada pembelajaran terbuka secara alami.Gerakan sejak dalam rahim memberi pengindraan pertama akan dunia dan awal pengetahuan dan pengalaman , menjelajah bentuk lingkungan ,berinteraksi dengan energi disekitarnya sampai dilahirkan dalam dunia nyata. Dalam proses pembelajaran sangat penting membiarkan anak menjajaki setiap aspek gerakan dan keseimbangan dalam lingkungan mereka. Gerakan dapat menstimulasi perkembangan otak yang sedang tumbuh dan bagi orang dewasaakan mencegah kemunduran otak yang menua. Ketika melakukan kegiatan , dianjurkan untuk diselingi dengan menggerakkan kepala kekiri dan kekanan ,mengedipkan mata dan mengistirahatkannya 7-10 menit , berdiri -duduk,menggerak-gerakkan kaki,menepuk pundak kiri dan kanan dst.</li>
<li>Memperkaya hal-hal yang positif.<br />
Ketika sedang hamil selalu menjaga makanan maupun minuman,karena apa yang diisap,dimakan dan diminum dan dirasakan oleh ibu-ibu hamil dapat mengganggu perkembangan otak bayi apalagi pada minggu-minggu pertama kehamilan.Setiap hari diproduksi 250.000 neuroblast (sel saraf yang belum matang) pada bayi.Otak bayi berkembang lebih cepat selama sembilan bulan dalam rahim ibunya ketimbang pada waktu lainnya dalam kehidupan anak.Perkembangan system saraf janin dipengaruhi secara baik atau buruk oleh apa yang ada dalam darah ibu selama sembilan bulan kandungan . Apa yang terjadi pada pikiran ibu dapat juga mempengaruhi perkembangan mental bayi misalnya ketika ibu hamil sering baca Al Quran dan merenungkan maknanya , akan meningkatkan kemungkinan bayinya akan menyukai bacaan Al quran. Ibu dan bayi berbagi hormon ,ketika perasaan ibu penuh ketenangan dan lingkungannya sangat mendukungnya niscaya akan tercipta lingkungan rahim yang lebih sehat bagi bayinya. Demikian sebaliknya, ketika ibu hamil stress akan mempengaruhi pengkabelan otak bayi yang sedang berkembang sehingga tidak mengherankan jika bayinya nanti akan hiperaktif,hipoaktif,tidak bisa menaruh perhatian,temperamental maupun menunjukkan pengendalian diri yang buruk.Al Quran mengingatkan dalam surat Luqman : 14 agar lingkungan ikut memberikan kondisi yang menentramkan bagi ibu hamil yang semakin hari semakin berat.<br />
Ketika setelah melahirkan bayi,ibu cerdas akan melakukan:<br />
Memberi ASI sesering dan selama mungkin karena penelitian ilmiah bayi dengan ASI cukup akan lebih cerdas dan makin besar kelebihan intelektualnya.<br />
Meningkatkan sentuhan dan kepekaan terhadap isyarat-isyarat anaknya , karena hal tsb adalah pembangun sikap yang paling sehat ,cara mendengar dan merespon isyarat bayi akan membantu membangun bayi yang cerdas.  Menggendong bayi dalam buaian yang tenang,hal tsb membantu otak bayi yang berkembang untuk membuat hubungan yang tepat.Bayi peka terhadap apa yang sedang dilakukan maupun yang sedang dikatakan pengasuhnya. Berbicara dengan baik pada bayinya,misalnya meninggi rendahkan suara (sayaaaang pintaaaar) ; berbicara dengan format tanya jawab merupakan pelajaran bicara bayi yang paling awal dan membentuk kemampuan bayi untuk mendengar.Panggil bayi dengan namanya (budi mau makannn), bicara apa yang ibu lakukan (perhatikan ya ibuk lagi ngasi makan orang miskin peminta-minta  ); membaca dan bersenandung untuk bayinya . Banyak penelitian menunjukkan bahwa bayi yang ibunya sering mengajaknya berbicara menguasai lebih banyak kata dan lebih cerdas.Peluang untuk belajar bahasa mulai terbuka pada usia 2 bulan,otak yang berhubungan dengan bahasa menjadi sangat aktif pada usia 18-20 bulan dan terus meningkat sampai dengan usia 5 tahun.Peluang untuk berbahasa tetap terbuka sepanjang hidup manusia tetapi beberapa komponen bahasa tertutup lebih awal,jendela bahasa tutur tertutup pada usia 10-11 tahun.Oleh karena itu sebenarnya belajar bahasa asing sebaiknya dimulai sejak dini.</li>
</ol>
<p style="text-align: justify;">Walaupun ada peluang yang memberikan batasan pada kelenturan otak, namun proses belajar yang menumbuhkan ,melestarikan dan mengembangkan sel-sel otak dapat berlanjut sampai usia tua,TIDAK ADA KATA TERLAMBAT DALAM BELAJAR kata Dr.Marian C.Diamond peneliti otak Einstein.Dr.Schaie juga menegaskan bahwa kecerdasan cair dari manusia dapat bertambah pada usia berapapun dengan melatih pikiran.Kapan saja otak kita mempelajari sesuatu yang baru,menghadapi tantangan atau membuat kebiasaan-kebiasaan baru dan suka membaca pemberkayaan perilaku positif tidak akan di sia-siakan oleh Alloh ,bukankah firmanNya dalam surat An. Najm ayat 39 Tidakah ada bagi manusia kecuali apa yang ia usahakan sendiri.</p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #ff0000;">BAGI ORANG DEWASA ,MEMBACA ADALAH LATIHAN MENTAL UNTUK MEMPELAJARI HAL-HAL BARU, SEKALIGUS MENGEMBANGKAN LIMA SISTEM BELAJAR: EMOSIONAL, SOSIAL, KOGNITIF, FISIKAL DAN REFLEKTIF. (Barbara Given)</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #ff0000;"><span style="text-decoration: underline;">Bukankah Rosululloh saw telah bersabda :  Tuntutlah ilmu itu mulai dari ayunan sampai keliang lahat .</span></span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bk3sjatim.org/?feed=rss2&amp;p=142</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>MENTERI PEMBERDAYAAN PEREMPUAN KUNJUNGI BK3S JATIM</title>
		<link>http://bk3sjatim.org/?p=1120</link>
		<comments>http://bk3sjatim.org/?p=1120#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 05 Oct 2009 03:15:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<category><![CDATA[menteri]]></category>

		<category><![CDATA[perempuan]]></category>

		<category><![CDATA[sosial]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bk3sjatim.org/?p=1120</guid>
		<description><![CDATA[Pada awal bulan Oktober, tepatnya tanggal 03 Oktober 2009, bertempat di ruang pelatihan BKKKS Jawa Timur Jl . Raya Tenggilis Blok GG No. 10 Surabaya, seluruh Jajaran Pengurus BKKKS Jawa Timur berkesempatan untuk bertatap muka dengan Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan Prof. Dr. Meuthia F. Hatta Swasono, S.S., M.A yang mengadakan kunjungan kerja di Surabaya. Dalam [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><a rel="attachment wp-att-1122" href="http://bk3sjatim.org/?attachment_id=1122"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-1122" style="border: 2px solid black; margin: 2px;" title="Pemberian kenang-kenangan Kepada Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan" src="http://bk3sjatim.org/wp-content/uploads/2009/10/img_1978-100x100.jpg" alt="" width="100" height="100" /></a>Pada awal bulan Oktober, tepatnya tanggal 03 Oktober 2009, bertempat di ruang pelatihan BKKKS Jawa Timur Jl . Raya Tenggilis Blok GG No. 10 Surabaya, seluruh Jajaran Pengurus BKKKS Jawa Timur berkesempatan untuk bertatap muka dengan <span lang="SV">Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan<span> </span>Prof. Dr. Meuthia F. Hatta Swasono, S.S., M.A</span> yang mengadakan kunjungan kerja di Surabaya. <span id="more-1120"></span>Dalam kesempatan tersebut <span lang="SV">Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan berdialog secara langsung dengan beberapa lansia dan pendamping dalam rangka program Home Care lansia yang diselenggarakan oleh BKKKS Jawa Timur. Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan sempat memberikan ceramah singkat tentang pentingnya pemerhatian kepada para lansia ka</span><a rel="attachment wp-att-1123" href="http://bk3sjatim.org/?attachment_id=1123"><img class="size-medium wp-image-1123 alignright" title="foto bersama" src="http://bk3sjatim.org/wp-content/uploads/2009/10/img_1991-300x198.jpg" alt="" width="180" height="119" /></a><span lang="SV">rena hanya dengan sedikit saja perhatian kepada lansia secara tidak langsung akan memperpanjang usia harapan hidup bagi lansia sendiri, dalam kesempatan tersebut pula para lansia semp</span><span lang="SV">at mencurahkan isi hati mereka kepada Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan betapa bahagianya mere</span><span lang="SV">ka setelah diadakannya program Home Care ini. Namun didalam perjalanan masih banyak para lansia yang masih harus diberdayagunakan dan dukungan dari semua lapisan masyarakat dan Instansi yang peduli </span><span lang="SV">terhadap kesejahteraan lansia masih harus terus ditingkatkan. </span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bk3sjatim.org/?feed=rss2&amp;p=1120</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>BUKA PUASA BERSAMA</title>
		<link>http://bk3sjatim.org/?p=1095</link>
		<comments>http://bk3sjatim.org/?p=1095#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 07 Sep 2009 02:29:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<category><![CDATA[Kegiatan Terbaru]]></category>

		<category><![CDATA[Kronik]]></category>

		<category><![CDATA[Buka Puasa]]></category>

		<category><![CDATA[jatim]]></category>

		<category><![CDATA[sosial]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bk3sjatim.org/?p=1095</guid>
		<description><![CDATA[Dalam rangka memakmurkan Bulan Suci Ramadhan Tahun 1430 H/2009 ini, BKKKS Propinsi Jawa Timur telah menyelenggarakan acara buka puasa bersama dengan anak-anak panti asuhan, Penyandang  cacat (Paca), lanjut usia, petugas sampah, tukang becak dan penjaga palang pintu kereta api serta para undangan yang lebih kurang berjumlah 750 anak/orang. Acara buka puasa bersama ini diselenggarakan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a rel="attachment wp-att-1100" href="http://bk3sjatim.org/?attachment_id=1100"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-1100" style="margin: 5px; border: 1px solid #000000;" title="Peserta Buka Puasa" src="http://bk3sjatim.org/wp-content/uploads/2009/09/img_1007-100x100.jpg" alt="" width="100" height="100" /></a>Dalam rangka memakmurkan Bulan Suci Ramadhan Tahun 1430 H/2009 ini, BKKKS Propinsi Jawa Timur telah menyelenggarakan acara buka puasa bersama dengan anak-anak panti asuhan, Penyandang  cacat (Paca), lanjut usia, petugas sampah, tukang becak dan penjaga palang pintu kereta api serta para undangan yang lebih kurang berjumlah 750 anak/orang. <span id="more-1095"></span>Acara buka puasa bersama ini diselenggarakan pada hari Sabtu tanggal 05 September 2009 dimulai jam 16.00 yang bertempat di Gedung BKKKS Propinsi Jawa Timur  Jl. Raya Tenggilis Blok GG. No. 10  Surabaya.</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://bk3sjatim.org/wp-content/uploads/2009/09/img_1055.jpg"><img class="size-medium wp-image-1098 alignleft" style="margin: 5px; border: 1px solid #000000;" title="Simbolis" src="http://bk3sjatim.org/wp-content/uploads/2009/09/img_1055-300x200.jpg" alt="" width="300" height="200" /></a>Pada kesempatan acara tersebut BKKKS Propinsi Jawa Timur telah memberikan Penghargaan Kesetiakawanan Sosial kepada Ibu Grietje Soetopo Van Eybergen (Pendiri Yayasan Pendidikan Anak Buta (YPAB) Surabaya) atas kepeloporan, kepedulian dan pengabdiannya dalam pengelolaan kegiatan kesejahteraan Sosial di Jawa Timur dan Ibu Hj. Soetartini Soekarno (Chairman PT. Dharma Lautan Utama) atas kepeloporan, kepedulian dan kedermawanannya dalam mendukung kegiatan kesejahteraan sosial di Jawa Timur yang diberikan secara simbolis oleh Ketua Umum BKKKS Jawa Timur Bapak Dr. H. Tjuk Kasturi Sukiadi, SE dan SEKDA Propinsi Jawa Timur Bapak                    Drs. Rasiyo, M. Si yang berkesempatan hadir dalam kegiatan buka puasa bersama yang diselenggarakan oleh BKKKS Jawa Timur.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bk3sjatim.org/?feed=rss2&amp;p=1095</wfw:commentRss>
		</item>
	</channel>
</rss>
<a href="http://www.matthewtaylorsblog.com/">Viagra</a> | <a href="http://www.andrewwilsondesign.com/" title="Adderall">Adderall</a> | <a href="http://www.edusc.org">Viagra Online</a> | <a href="http://theshadoweffect.com">Levitra</a> | <a href="http://www.hostelnapoli.com/languages/english/">Free Viagra</a> | <a href="http://news.makemeheal.com/">Viagra Samples</a>